NovelToon NovelToon
Datanglah Padaku

Datanglah Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: vennyrosmalia

Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.

Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.

Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Setelah Resa tertidur, Vania yang sedang memejamkan matanya di bangunkan oleh Satria. Vania di ajak untuk berbicara di luar kamar Resa agar tidak mengganggu tidur Resa.

"Ada apa Mas?" tanya Vania.

Biasanya Satria akan langsung tidur jika pulang bekerja, atau masuk ke ruang kerjanya. Bahkan saat menemani Resa tidur tadi adalah kali pertama setelah 3 tahun belakangan ini.

"Vania, sebenarnya ada yang harus katakan. Tapi Aku minta Kamu jangan dulu mencela dan berfikir yang tidak-tidak sebelum ceritaKu selesai."

Mendengar penuturan Satria semakin membuat Vania dilanda kecemasan. Namun Vania berusaha untuk tetap tenang agar dirinya juga bisa mencerna apa yang akan di utarakan oleh Satria dengan baik.

Melihat diamnya Vania, Satria berfikir jika Vania sudah siap mendengar ceritanya.

"Vania, Aku sudah menikah lagi."

Kalimat itu jelas terdengar di telinga Vania dan keluar secara sadar dari mulut Suaminya sendiri.

Vania meremas ujung piyama tidur yang dipakainya untuk menyalurkan perasaan tidak nyaman yang dirasakannya.

"Vania." panggil Satria saat melihat Istrinya masih terdiam.

Satria bingung dengan respon Vania yang seperti ini. Dia sempat berfikir jika Vania akan langsung marah meledak-ledak padanya.

"Sejak kapan?" Akhirnya Vania mulai membuka suara.

"Tiga tahun yang lalu." jawab Satria.

"Dengan siapa?" Lagi Vania bertanya.

"Irene."

Mata Vania sudah berkaca-kaca. Bohong jika Vania tidak merasa marah dengan pernikahan kedua Suaminya yang dilakukan tanpa persetujuannya.

Vania ingin sekali berteriak dan melampiaskan amarahnya pada Satria yang terlihat sama sekali tidak menyesali perbuatannya.

Tapi Vania tidak mau gegabah dengan menunjukkan ekspresi diluar batas yang akan membuatnya terlihat menyedihkan.

Satria melihat air mata Vania yang mungkin akan meluruh jika kedua matanya berkedip sebentar saja.

"Dengar penjelasanku dulu Vania." pinta Satria.

"Katakan." jawab Vania singkat.

Vania juga ingin mendengar apa alasan Satria menikah lagi tanpa sepengetahuannya.

"Kamu tahu Irene kan?"

"Atasanmu."

Satria mengangguk, kemudian Dia menjelaskan awal mula pertemuan mereka sampai dimana pernikahan itu terjadi.

"Semua fasilitas yang saat ini Kamu dan Resa nikmati juga karena Aku bisa menjadi Wakil Direktur di perusahaan besar itu."

Vania terkekeh mendengar alasan suaminya mengenai fasilitas dan kehidupan terjamin mereka saat ini.

"Kenapa Kamu tertawa Vania, apa yang Aku katakan benar kan? Kamu dan Resa bisa hidup enak karena aku bekerja keras dan Irene juga membantuKu untuk bisa sampai di posisi sekarang." tutur Satria membawa nama Irene agar Vania mau menerima Irene sebagai madunya.

"Wanita itu tahu Kamu sudah beristri dan ounya seorang anak kan?" tanya Vania dan di angguki oleh Satria.

Vania tertawa pahit sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka, Wanita anggun yang saat itu pernah di temuinya adalah madunya. Wanita anggun yang ternyata seorang perebut suami orang.

"Vania dengar."

"Cukup Mas." potong Vania cepat.

Vania tidak mau lagi mendengar alasan apapun tentang pernikahan kedua Satria. Dia juga tidak mau mendengar Satria terus menyebut nama Istri keduanya itu.

"Tapi Vania."

"Aku bilang cukup Mas!" sentak Vania yang mulai tidak bisa mengontrol emosinya.

Air matanya bahkan sudah membanjiri wajahnya tanpa bisa ditahan lagi oleh Vania.

"Mari kita bercerai Mas." ucap Vania lirih.

Tapi Satria masih bisa mendengar dengan jelas perkataan itu. Satria beranjak untuk mendekati Vania yang duduk berhadapan dengannya.

"Vania."

"Gak Mas, Aku bilang cukup." Vania menolak di dekati dan menjauh dari Satria.

Namun sebelum Vania benar-benar pergi, Dia kembali mengatakan keinginannya untuk bercerai.

.

.

Di kediaman Alexander.

Irene terus saja mondar mandir di kamarnya saat Satria tidak membalas pesan ataupun mengangkat panggilannya.

Perasaannya sangat takut jika Satria yang malam ini mengatakan akan memberitahukan mengenai pernikahan mereka pada Istri pertamanya.

Irene belum setuju dengan hal itu tapi Satria mengatakan akan membuat Vania menerima Irene sebagai madunya.

"Semua ini karena Kak Nathan." gerutu Irene.

Satria melakukan semua ini juga karena Kakaknya itu ternyata sudah tahu mengenai identitas Istri pertama Satria. Irene juga tahu jika Nathan mengancam Satria untuk memilih antara Irene atau Vania.

Tapi Irene sendiri ragu karena takut Satria justru tetap memilih Vania dan meninggalkannya dalam keadaan hamil sekarang.

"Aku harus menyusul ke rumah Mas Satria."

Irene memutuskan untuk menyusul karena tidak mau dirinya sampai ditinggal oleh Satria yang memilih Vania.

Namun baru saja Irene akan bersiap, suara dering ponselnya berbunyi. Dengan cepat Irene menyambar ponsel di atas kasurnya dan ternyata Suaminya yang menghubungi.

"Mas."

.

.

Vania mengurung diri di kamar Resa yang sudah lebih dulu di kunci olehnya. Vania yakin Satria tidak mau membuat keributan dengan menyusulnya ke kar Resa.

Puas menangis, Vania duduk di sisi ranjang Resa dan menatap putranya itu. Ternyata perubahan yang selama ini terjadi pada Satria bukan hanya karena sibuk pekerjaan.

Tapi Suaminya itu benar-benar memiliki wanita lain di luar sana. Bahkan mereka sudah menikah. Air mata Vania kembali mengalir mengingat kenyataan pahit itu.

"Aku harus pulang, Ya Aku akan kembali ke Indonesia dan membawa Resa." gumam Vania.

Kemudian Vania merebahkan diri di samping Resa. Memeluk erat putranya yang pasti akan lebih bersedih dengan mengetahui keadaan ini.

.

.

......................

1
Indah Tuk Di Kenang
sakitya thorrr liat satria bahagia 😭😭semangat up therusss thorrr👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!