" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Heart to Heart
Darrel, Mala dan Cantika baru saja sampai di rumah Darrel saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang dan kedatangan mereka langsung di sambut oleh Bi Ani yang sengaja tidak ikut menyaksikan pernikahan majikannya karena bi Ani harus menyiapkan semuanya untuk menyambut pengantin di rumah mereka.
" selamat datang " ucap bi Ani sambil membuka lebar pintu rumah yang mulai saat ini akan terasa berbeda.
" terima kasih bi " ucap Mala yang masih sungkan dengan sambutan bi Ani pada dirinya.
" selamat ya Bu, semoga kebahagiaan selalu menyertai ibu dan ibu akan bisa membahagiakan pak Darrel dan juga neng Cantika " ucap bi Ani yang benar benar merasa bahagia saat tau Mala sudah menjadi istri Darrel dan ibu sambung untuk Cantika.
" terima kasih bi, dan tolong selalu ingatkan agar saya selalu bisa membahagiakan suami dan anak cantik saja Cantika " ucap Mala sambil membelai rambut Cantika.
" oh ya, bibi juga sudah memindahkan barang barang ibu ke kamar pak Darrel seperti permintaan neng Cantika " ucap bi Ani yang berhasil membuat Darrel dan Mala saling tatap karena mereka berdua yakin jika apa yang bi Ani lakukan bukan sepenuhnya permintaan Cantika tapi atas perintah Fildan.
" terima kasih ya bi " ucap Mala yang menyadari cepat atau lambat iya harus tinggal dan tidur satu kamar dengan Darrel karena bagaimanapun Mala sadar akan tanggung jawab nya setelah menyandang status seorang istri.
" apa makanan sudah siap ?" tanya Darrel yang tiba tiba saja merasa lapar.
" sudah pak, tinggal saya siapkan " ucap Bi Ani yang langsung berbalik untuk menyiapkan meja makan karena ini akan jadi kali pertama Darrel, Mala dan Cantika makan setelah kedua orang tuanya menikah secara resmi.
" saya ke kamar dulu "
" sayang, ayah ke kamar dulu ya mau ganti baju " ucap Darrel sambil melihat ke arah Mala yang tiba tiba saja menjadi gugup saat tatapan mereka bertemu.
" bunda sana bantu ayah " ucap Cantika sambil mendorong Mala agar mengikuti ayahnya menuju kamar dan mau tak mau Mala pun mulai mengekor di belakang Darrel.
Jantung Mala semakin berdebar saat pintu kamar Darrel semakin dekat apa lagi saat Darrel sudah membuka pintu kamarnya bukan hanya jantung Mala yang berdetak hebat tapi juga Darrel yang tak menyangka jika kamarnya akan di sulap seperti pengantin baru.

" dasar sahabat lucnut !" ucap Darrel kesal berbeda dengan Mala yang tiba tiba saja membayangkan apa yang mungkin saja terjadi di kamar ini.
" selamat datang di kamar kita " ucap Darrel saat Mala sudah berada di ambang pintu.
" terima kasih mas " ucap Mala yang mana untuk pertama kalinya memanggil Darrel dengan panggilan mas karena selama dua Minggu setelah mereka menikah siri Mala masih memanggil Darrel dengan panggilan om.
" apa ?"
" coba ulang sekali lagi ?" tanya Darrel yang masih tak percaya Mala sudah mengganti panggilan nya tapi entah kenapa Darrel tak begitu menyukai panggilan yang Mala berikan saat ini.
" mas Darrel " ucap Mala pelan.
" kenapa aku merasa lebih menyukai panggilan om ya " ucap Darrel pelan.
" jadi om ingin di panggil apa ?" tanya Mala sambil menatap ke arah Darrel yang juga sedang menatap ke arahnya.
" jika hanya kita berdua panggil saja om seolah aku merasa menjadi sugar Daddy seperti di novel novel " ucap Darrel yang malah tersenyum bahagia saat mengatakan semua itu.
" sugar Daddy itu orang yang begitu memanjakan sugar baby nya " celetuk Mala.
" aku bisa memanjakan mu jika kamu mau "
" bahkan saat ini pun aku bisa " bisik Darrel yang entah dari mana keberanian Darrel itu saat mengatakan gombalan receh seperti itu.
" tapi Mala ingin menjadi istri om bukan sugar baby yang hanya bisa memuaskan hasrat sugar Daddy nya " ucap Mala yang tak ingin di anggap pemuas hasrat untuk Darrel.
Darrel menarik tangan Mala yang masih berdiri di ambang pintu kamar mereka dan setelah keduanya berada di dalam kamar Darrel menutup rapat pintu kamar mereka hingga membuat jantung Mala tiba tiba saja berdebar sangat cepat saat tangan Darrel dengan sangat lembut merengkuh pinggangnya.
" om, apa yang om lakukan ?" tanya Mala gugup dan pelan tapi yang terdengar di telinga Darrel malah suara lirih yang tiba tiba saja membangkitkan hasrat yang selama ini terkubur begitu dalam.
" memang apa yang sedang aku lakukan " ucap Darrel sambil menatap Mala yang tertunduk malu, kedua tangan Darrel benar benar merengkuh pinggang mala hingga perlahan Mala mengangkat wajahnya hingga akhirnya tatapan keduanya pun saling beradu.
" aku sedang memeluk istri yang sudah aku nikahi dua Minggu tapi baru hari ini bisa aku peluk " ucap darrel sambil terus menatap ke arah Mala.
" jangan pernah berpikir jika aku menikahi mu hanya untuk memenuhi hasratku saja " ucap Darrel yang ingin meluruskan apa yang ada dalam pikiran Mala saat ini.
" tapi aku akan memperlakukan mu layaknya seorang istri dan aku baru akan menyentuhmu saat kamu sudah mengizinkan ku " ucap Darrel lagi.
" maaf " ucap Mala yang sadar jika pemikirannya sudah salah.
" tidak apa apa, om bisa memahami jika kamu mungkin akan berpikir seperti itu karena landasan dari pernikahan kita awalnya hanya demi Cantika " ucap Darrel sambil merapihkan rambut Mala yang terlihat menghalangi wajah cantik Mala.
" tapi om sadar, kita tak akan mungkin bisa hidup bahagia dan bisa membina rumah tangga dengan baik jika hanya karena itu alasannya " ucap Darrel yang kini sudah mengangkat dagu Mala hingga membuat wajah Mala sedikit menengadah ke arahnya.
" jadi mari kita mulai pernikahan ini dengan niat untuk bisa saling mencintai, menghormati, menghargai pasangan kita " ucap Darrel yang hanya mendapat kedipan mata tanda setuju dari Mala.
Entah dorongan dari mana Darrel pun mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Mala hingga akhirnya wajah keduanya pun semakin tak berjarak tapi bukan bibir yang Darrel incar melainkan kening Mala.
Cup
Kecupan lembut berhasil mendarat tepat di kening Mala dan Mala begitu meresapi setiap sentuhan kecil yang Darrel berikan di keningnya.
" om siap siap dulu ya " ucap Darrel saat sudah melepaskan Mala dari rangkulannya.
" apa om yakin, jika om hanya ingin di panggil om ?" tanya Mala memastikan.
" ya, karena itu akan selalu mengingatkan kita dengan awal pertemuan kita tapi ingat hanya saat kita berdua saja " ucap Darrel sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Mala.
" tapi saat di depan orang lain panggil ayah " ucap Darrel sambil mengelus pipi Mala sebelum benar benar pergi menuju kamar mandi yang ada di kamar mereka.
" tuhan, tolong lindungi kebahagiaan yang mulai bisa aku rengkuh dan jangan biarkan ada orang lain yang mengkin saja mencoba merusak pernikahan ini " ucap Mala penuh harap sambil menatap pintu kamar mandi dimana ada Darrel di dalamnya.
✍️✍️✍️ mungkinkan jalan hidup Mala akan mulai berubah setelah dirinya dan Darrel bersama ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏