NovelToon NovelToon
MISTERI DESA GETIH

MISTERI DESA GETIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Alawiyah yang nekad menyusul suaminya ke kampung halaman yang terletak dilereng Gunung Kawi, membuat ia dihadapkan pada teror yang mengerikan.

Desa yang ia bayangkan penuh kedamaian, justru menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Rahasia apa yang sedang disembunyikan suaminya?

Ikuti kisah selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bau

Tanah makam Intan belum lagi kering, tetapi Tejo sudah bermain gila dengan wanita lain.

Bahkan ia tak peduki, bagaimana nasib ketiga anaknya.

"Aah, Nov,. Sudah lama sekali aku menunggu saat seperti ini." ia mengecup Novita, lalu mulai beraksi—dan baginya, tubuh gadis itu terlihat sangat menggoda.

"Tentu, aku masih sangat muda, dan perbedaan umur dari Intan juga terbilang jauh, dan pastinya—aku belum pernah bongkar mesin," ucap Novita dengan bangga, sembari melebarkan kedua pahanya.

"Iya, Sayang, aku tak sabar." Tejo langsung menuju tempat titiknya.

Saat ia tiba di selangka sang gadis, tiba-tiba saja ....,

Braaaaak

Sosok Genderuwo yang tadi baru saja bertengkar dengan Alawiyah, menabrak tubuh Novita.

"Aaaaw, sakit sekali."

Sosok mengusap pipinya, terasa panas dan juga perih. Entah kekuatan apa yang dimiliki oleh wanita itu, sehingga ia harus menderita.

Novita tersentak kaget, tubuhnya terasa sangat berat, seperti ditimpa benda berukuran besar.

Saat seperti ini, Genderuwo tak memperlihatkan wujudnya, ia dalam invisible mode.

Tejo yang ingin mengecup bagian intim milik Novita, justru mengecup rudal milik Genderuwo.

Sosok itu tersentak kaget, dan menatap dengan penuh amarah terhadap Tejo.

"Dasar Setan! Dia milikku, tidak ada yang boleh menyentuhnya!" amarahnya memuncak, dan membuat bagian organ intim Novita berbau busuk, serta mengeluarkan cairan pekat darah bercampur nanah, dengan secara tiba-tiba saja.

Tejo yang sudah bersemangat, mendadak merasa mual. Aroma busuk yang keluar dari bagian intim Novita sudah membuat perutnya berasa seperti diaduk.

Ia menahan nafas, dan cairan nanah beserta darah, juga membawa serta belatung yang berukuran sebesar beras.

"Nov, Mas balik dulu—ya. Perut Mas mendadak sakit." tanpa persetujuan dari Novita, ia berlari keluar dari ruang kamar, dan tanpa sadar tidak mengenakan pakaian.

Saat di depan halaman rumah, ia bahkan melupakan mobilnya, berlari kencang dengan rudalnya yang terombang-ambing dengan gerakan tidak beraturan.

Sedangkan, Alawiyah yang mengendap-endap menuju rumah Sarinah, tersentak kaget melihat Tejo—Pak Lek nya yang berlari tanpa berpakaian.

"Astaghfirullah."

Ia dengan cepat menutup wajahnya, dan memalingkannya, apalagi sempat melihat benda tersebut yang masih mode berdiri tegak.

"Pak Lek kenapa, sih?" ia berguman dengan lirih, sembari menggelengkan kepalanya. Kemudian, ia melanjutkan kembali urusannya, mencari botol kosong yang da di dekat vas bunga.

Ia terus berdoa, semoga saja tidak ada yang memergokinya saat ini.

Di dalam kamar, Novita merasa sangat kecewa akan sikap Tejo, yang meninggalkannya dalam kondisi sedang tegang-tegangnya.

"Awas kamu, ya—Mas. Aku tidak terima karena kamu sudah membuatku seperti ini."

Novita mengepalkan tinjunya, lalu menghatam kasurnya berulangkali, meluapkan segala rasa kesalnya.

Melihat hal itu, Genderuwo langsung merubah wujudnya menjadi Tejo, dan karena ini bukan malam perjanjian, maka ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

"Maaf, Sayang. Mas udah hilang rasa sakit perutnya, jangan marah—ya."

Sosok Tejo tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar.

Novita yang merasa kesal, mendadak jadi sumringah kembali, tetapi ia merasa ada yang aneh pada selangkanya, kasur sudah basah dengan cairan pekat darah dan nanah.

"Hah, kenapa begini?" ia kebingungan.

"Mas, tidak usah malam ini, sebab aku sedang menstruasi." tolaknya, saat menyadari apa yang terjadi padanya.

"Tidak bisa, Sayang. Aku sudah tidak bisa menahannya."

Sosok Tejo palsu melesat, menerkam tubuh Novita, dan menggarapanya dengan sangat liar.

Sementara itu, Alawiyah masih celingukan, mencari botol kosong didepan rumah milik Sarinah, dan dadanya cukup memburu, sebab takut ketahuan.

"Eh, itu dia."

Tunjuknya dengan perasan lega, dimana ia menemukan botol kosong bekas syrup yang sering populer saat ramadhan akan tiba.

Ia ingin memungutnya, dan tanpa di duga, sosok Ratu Ular sudah berdiri di depannya.

"Apa yang kau lakukan disini? Mengendap-endap bagai maling."

Suaranya terdengar sangat begitu mengintimidasi.

"Astaghfirullah." Alawiyah kembali beristighfar, sembari memegang botol ditangannya, yang sudah sempat ia pungut.

"Kau mencari masalah dan sudah menyerahkan nyawamu, dengan memasuki area ini."

Sosok itu bergegas membelit tubuh Alawiyah, dan membuat wanita itu meringis kesakitan, tepatnya dibagian perutnya.

Alawiyah merasakan dadanya cukup sesak, sebab sosok Ratu Ular semakin mengetatkan belitan.

"Ya, Allah, lindungi Bilqis," ucap Alawiyah, dengan meracau. "Eh, Bukan. Ya Allah, lindungi Aku." ia meralat doanya.

Wuuuusssh

Sebuah kilatan cahaya keperakan, tiba-tiba datang menghantam Ratu Ular, dan membuatnya terpaksa melepaskan belitannya.

"Aaaaargh ...." pekik Ratu Ular kesakitan, sembari bergelinjangan, dan ia bergegas pergi, dengan dadanya yang tampak menghitam, akibat hantaman tersebut.

Alawiyah menghirup udara dengan rakus, ia sangat merasakan sesak, karena pasokan oksigen di paru-parunya yang hampir habis.

Setelah merasa lebih baik, ia bergegas meninggalkan rumah tersebut.

Saat berada diperjalanan, ia mendapatkan kembali bisikan, suara yang begitu nyata.

"Masukkan kerikilnya kedalam botol, lalu tutup menggunakan ijuk sapu."

Alawiyah menatap botol dan kerikil yang ada di genggamannya.

Kata perintah itu terus berulang, dan ia memasukkan kerikil tersebut ke dalam botol.

Triiiing.

Terdengar suara nyaring, saat dua benda itu saling berdenting.

Kemudian, ia mempercepat langkahnya, dan saat tiba di depan rumah Novita, ia mendengar suara gadis itu sedang mendesis kenikmatan.

Ia menoleh sejenak, menatap dinding kaca yang ada dikamar atas.

Alawiyah tersentak kaget, ia melihat—jika Novita sedang bercinta dengan sosok Genderuwo.

"Ah, ah, Mas Tejo. Terus, Mas." suara gadis itu terdengar hingga keluar, ia sepertinya lupa menutup tirai jendela, hingga aktifitasnya terlihat jelas.

"Orang-orang di desa ini pada kenapa, sih?" ia berguman dengan nada bingung.

"Kepo, Lu!"

Jawab Wewe Gombel yang sedang melintas, sembari mengcungkan tinjunya ke arah Alawiyah.

"Astaghfirullah!" Alawiyah tersentak kaget, lalu melihat Wewe Gombel melesat pergi, sepertinya ia sedang menuju rumah Juminten.

Wajahnya menatap sinis pada Alawiyah, sebab malam itu memergokinya sedang menyeret jiwa Intan.

Alawiyah mengusap dadanya yang berdebar-debar, dan malam ini cukup sangat melelahkan.

Lalu terdengar kembali suara bisikan yang cukup jelas. "Cepat Wiyah, cepat lah. Abaikan semua yang kau lihat." suara itu terus mendesaknya.

Alawiyah tersadar dari lamunannya, dan dengan cepat membuka pintu rumah, mencari sapu ijuk yang disimpan di balik pintu.

"Ini—dia." tangannya mengambil sapu tersebut, lalu mencabut ijuknya, dan setelah mendapatkannya, ia menutup botol tersebut.

"Bakar botolnya, cepat!" suara itu kembali terdengar mendesak.

Alawiyah merasakan perutnya mendadak seperti mengalami kontraksi, rasa sakitnya semakin kuat.

Tetapi suara yang terus berbisik semakin memaksanya.

Ia mencoba bangkit, dengan kepayahan, dan wajahnya meringis menahan sakit.

"Ya, Allah, lindungi aku."

Ia berjalan tertatih mencapai dapur, perutnya semakin merasakan kontraksi yang cukup hebat.

Dengan menahan rasa sakitnya, ia tiba di dapur, menyalakan kayu bakar, dan saat api mulai berkobar, ia melemparkan botol tersebut ke dalamnya.

Duuuaar

Suara ledakan yang cukup kuat, dan saat bersamaan, rumah Novita dan juga Sarinah terbakar hebat.

Sedangkan Alawiyah sendiri, perutnya semakin sakit, kontraksinya semakin intens, hingga ia tak dapat lagi dapat menahan rasa desakan yang memaksa untuk keluar dari rahimnya.

"Ooooeeek," suara tangisan bayi itu memecah ditengah hiruk pikuk kebakaran yang melanda.

1
yuyun Rahayu
kak Siti carikan Bagas jodoh🤭🤭
FiaNasa
masih ada cara kok gak usah berpikiran sempit,,yg ada nanti takut gak percaya lagi sama Tuhan..kan bis tuh Bagas kerja di desa lain juga bisa jualan sayurnya ke desa tetangga,,belilah keperluan disana klau beli di desa getih gak dikasih..klau mengeluh terus kapan bisa tercapai tujuannya..yg ada nanti malah ikutan cari pesugihan
Tini Nurhenti
makan dari hasil berkebun sendiri aja,lagian bocah2 masi pada kecil2 gk rewel2 bgt,beda klo sdh rada gede byk kemauan ea thor./Grin//Grin/🤭💪💪
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
pasti nggak bakalan dia kasih kamu gaji, karna dia sangat dendam
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
pasti kamu bakalan di kasih bagas
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
tidak perlu ke sana, nanti mereka punya rencana lho
kinoy
ujian bt klrg Ratih ..warga sesat smua
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
minimal setiap hari sikat gigi, biar gigi kau bersih nggak item /Pooh-pooh/
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
sukuurrr, mampus kaliann
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
semoga aja mereka selamat
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
baru sadar yaaa mbak kun?
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
semoga cepat sembuh si bungsu
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
sadar diri woiii, kau itu anak setann
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
bahaya ini, pasti mereka akan pergi ke rumah ratih
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
burem? berarti mata minus dong
☕𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wehh si kunti putih g kepanasan
Desyi Alawiyah
Baru sadar mbak Kun 🤭
Desyi Alawiyah
Pasti semasa hidup, om pocongnya menderita mata minus tuh.. makanya agak burem 🤭


#ngomongindirisendiri 😄
neni nuraeni
lnjutttt
Tini Nurhenti
next,lnjut kk jgn lama2 cpek nungguinnya kk.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!