Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.
Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.
Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
Kota Kabut Merah – Gang Tersembunyi.
Setelah kabut darah sisa-sisa jenius Alam Abadi memudar, Zhao Xuan membuka kotak giok di tangannya. Sebuah gulungan kulit binatang purba melayang perlahan, memancarkan pendaran cahaya abu-abu yang meresonansikan hukum ruang di sekitarnya.
Su Qingxue memfokuskan Mata Teratai Kematian-nya, membaca simpul-simpul energi yang tergambar di peta tersebut. Wajah gadis itu berangsur-angsur menjadi tegang.
"Tuan Zhao... ini bukan sekadar peta geografis," bisik Su Qingxue dengan nada gentar. "Peta ini memetakan fluktuasi Qi dari seluruh petinggi militer Dunia Siluman Kuno."
Gadis itu menunjuk ke beberapa titik merah yang tersebar di wilayah perbatasan. "Titik merah ini adalah kamp para Jenderal Siluman, seperti Jenderal Ba Tu yang kita bunuh. Semuanya berada di ranah Soul Transformation Awal hingga Puncak."
Jarinya kemudian bergeser ke area tengah benua, menunjuk belasan titik berwarna ungu gelap yang memancarkan tekanan ilusi yang mengerikan. "Ini adalah wilayah para Panglima Siluman. Kultivasi mereka jauh melampaui para Jenderal. Mereka berada di ranah Ascendant hingga Nirvana!"
Terakhir, jari Su Qingxue berhenti di sebuah titik emas raksasa di pusat peta Ibu Kota Siluman. "Dan di takhta tertinggi itu... Kaisar Siluman. Peta ini mendeteksi fluktuasi ruang yang benar-benar hancur di sekitarnya. Itu adalah distorsi dari kekuatan ranah God King!"
Mendengar penjelasan itu, Long Chen mengusap dagunya yang kokoh. Seringai buasnya sedikit mereda, digantikan oleh keseriusan seorang petarung veteran. "Dunia ini benar-benar sarang naga dan macan. Pantas saja para jenius fana dan bahkan Alam Abadi mati bergelimpangan di sini."
Long Chen menoleh ke arah sahabatnya. "Zhao Xuan, dengan kekuatanku yang setara Ascendant Menengah dan kultivasimu di Ascendant Awal, membantai pasukan Jenderal di pinggiran memang mudah. Tapi jika kita memancing kemarahan para Panglima tingkat Nirvana secara serentak... apalagi mengundang serangan dari seorang God King..."
"Itu adalah tindakan bunuh diri yang bodoh," potong Zhao Xuan datar, menyetujui analisis Long Chen.
Zhao Xuan mengerti betul jurang pemisah antara ranah Ascendant dan God King. Menghadapi dewa sejati dengan kekuatan saat ini hanyalah kesombongan yang tak berdasar.
Mata hitam legam Zhao Xuan menatap tajam ke arah titik emas di pusat peta. Roda pemikirannya berputar cepat, menganalisis informasi terakhir yang ia dapat dari jiwa jenius Alam Abadi.
"Transmisi yang diterima sekte langit itu... itu adalah sebuah jebakan," ucap Zhao Xuan tiba-tiba. Suaranya rendah dan penuh kalkulasi. "Seorang Kaisar Siluman tingkat God King tidak akan pernah mau berbagi wilayah atau pusaka sekelas Kunci Asal dengan manusia-manusia berjubah hitam itu."
"Maksudmu... Tujuh Penghancur Surga tidak bersekutu dengan Kaisar Siluman?" tanya Long Chen, mengangkat sebelah alisnya.
"Tepat," Zhao Xuan menyeringai tipis, sebuah senyum predator yang menemukan titik lemah mangsanya. "Tujuh Penghancur Surga itu menyusup dan bersembunyi. Mereka menggunakan transmisi palsu berkedok Kaisar Siluman untuk memancing faksi Alam Abadi turun kemari. Tujuannya? Untuk menciptakan kekacauan yang bisa mengalihkan perhatian Kaisar Siluman dan para Panglimanya."
Zhao Xuan menunjuk lurus ke pusat Ibu Kota di peta itu. "Titik anomali Kunci Asal memancar paling kuat dari bawah tanah Ibu Kota. Tujuh Penghancur Surga bersembunyi tepat di bawah takhta sang Kaisar. Menggunakan kegelapan di bawah lampu yang paling terang. Mereka mencoba menyerap pusaka itu tanpa ketahuan oleh indra God King."
Su Qingxue menelan ludah. "B-Bersembunyi di bawah istana God King? Itu gila..."
"Itulah sebabnya kita juga harus gila," Zhao Xuan menyarungkan peta itu ke dalam Cincin Spasialnya. "Kita tidak akan membuang waktu membelah jutaan pasukan siluman atau melawan para Panglima. Kita akan menyusup langsung ke jantung pertahanan mereka."
Tiga Hari Kemudian – Di Luar Ibu Kota Tulang Hitam.
Langit malam di Dunia Siluman Kuno memancarkan warna merah darah. Di kejauhan, berdiri megah Ibu Kota Tulang Hitam, sebuah kota raksasa yang dindingnya ditempa dari tulang-belulang binatang kosmik berukuran puluhan gunung.
Kota itu dilindungi oleh Formasi Segel Jiwa tingkat sembilan. Di langit di atasnya, awan miasma berputar pelan, di mana sesosok naga bersayap tulang terbang berpatroli. Di atas naga itu, duduk seorang Panglima Siluman tingkat Ascendant Puncak, matanya yang merah menyapu daratan sejauh ratusan mil.
Di sebuah bukit batu berjarak sepuluh mil dari gerbang kota, tiga sosok bersembunyi di dalam sebuah kubah ketiadaan yang diciptakan oleh Zhao Xuan.
"Pertahanan yang sangat rapat," bisik Long Chen. "Aura Panglima di atas sana sangat tajam. Bahkan selembar daun yang terbang melewati tembok kota akan langsung terdeteksi."
"Mata mereka hanya melihat Qi dan hukum alam yang mereka pahami," jawab Zhao Xuan tenang.
Sang Asura mengangkat kedua tangannya. Dua bilah Belati Kembar Jiwa muncul tanpa suara. Roda Ruang dan Roda Ketiadaan di Dantiannya berputar dalam harmoni yang absolut.
"Pegang bahuku. Jangan alirkan Qi kalian sedikit pun, biarkan hukum Ketiadaan menelan keberadaan kalian," titah Zhao Xuan.
Long Chen dan Su Qingxue segera meletakkan tangan mereka di bahu Zhao Xuan.
Mata Zhao Xuan berubah menjadi hitam legam tanpa putih mata. Ia mengayunkan belatinya ke udara kosong dengan gerakan yang sangat pelan dan terukur.
Sreeek...
Tidak ada robekan kasar, melainkan sebuah lipatan dimensi yang sangat halus terbuka, layaknya memisahkan dua lembar kain sutra yang menempel. Formasi Segel Jiwa tingkat sembilan milik Ibu Kota Siluman yang diklaim tak tertembus itu... dengan mulus dilewati oleh lipatan ruang tersebut tanpa memicu riak sedikit pun!
Dalam satu tarikan napas, mereka melangkah masuk ke dalam lipatan itu.
Saat mereka membuka mata, mereka tidak lagi berada di luar kota, melainkan sudah berdiri di dalam lorong-lorong gelap di distrik bawah tanah Ibu Kota Tulang Hitam, tepat di bawah lapisan tanah yang menopang Istana Kaisar Siluman!
Su Qingxue membuang napas tertahan, jantungnya berdebar liar. Ia baru saja menyusup ke sarang God King hidup-hidup!
"Ikuti lorong ini," bisik Zhao Xuan, melangkah tanpa suara menyusuri dinding gua yang lembap. Miasma di bawah sini jauh lebih pekat, berbau darah dan energi kematian kuno.
Mereka menyusuri labirin istana selama berjam-jam, menghindari beberapa patroli siluman elit menggunakan ilusi spasial. Semakin dalam mereka turun, udara semakin terasa hampa.
Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah tebing bawah tanah yang menghadap ke sebuah rongga gua raksasa.
Di dasar rongga gua tersebut, pemandangan yang membuat darah mereka mendidih terhampar jelas.
Sebuah altar kuno yang memancarkan pendaran cahaya kristal abu-abu berdiri di tengah danau lava hitam. Di atas altar itu, melayang sebuah pecahan kristal bening seukuran telapak tangan yang memancarkan resonansi hukum alam yang membengkokkan ruang dan waktu di sekitarnya.
Itu adalah Kunci Asal!
Namun, altar itu tidak kosong. Enam sosok berjubah hitam pekat duduk bersila mengelilinginya, membentuk sebuah Formasi Penyerap Jiwa. Mereka memancarkan aura kegelapan yang sangat familier bagi Zhao Xuan aura yang sama dengan pembunuh yang menyusup ke Pagoda Takdir.
Semua sosok itu berada di ranah Nirvana!
Dan di atas altar, berdiri sosok ketujuh. Seorang pria berjubah hitam dengan sulaman bintang jatuh di punggungnya. Meski wajahnya tertutup topeng, fluktuasi kekuatan yang bocor dari tubuhnya membuat dimensi di sekitarnya retak secara konstan.
"Pemimpin Tujuh Penghancur Surga..." desis Zhao Xuan di dalam hatinya, matanya menyipit tajam bak pedang yang baru diasah.
Fluktuasi pria itu benar-benar melampaui ranah Nirvana, berada di pijakan yang mengerikan: Setengah Langkah God King!