NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 - Tetua Wang Fang Bubai

Untuk sesaat—udara di sekitar mereka terasa berubah.

Gerakan tangan Tetua Wang Fang Bubai itu berhenti sepersekian detik saat mendengar nama Long Yang Wang disebut, namun sikapnya segera kembali seperti semula.

"Ah... anak itu..."

Nada suaranya ringan—terlalu ringan untuk sebuah nama yang barusan mengguncang batinnya.

Wei Zhang Zihan tidak mengalihkan pandangannya. Tatapannya tetap tenang, namun lebih dalam dari sebelumnya.

"Maaf, Tetua." ucapnya perlahan. "Aku tidak bermaksud mencampuri urusan pribadi Anda. Tapi ini penting bagiku. Jika memungkinkan… bisakah Anda memberitahuku di mana dia sekarang?"

Tetua Wang Fang Bubai tidak langsung menjawab. Cangkir teh di tangannya terangkat perlahan. Permukaannya bergetar halus—bukan karena tangan yang gemetar... melainkan sesuatu yang tidak terlihat.

Dia menyeruput tehnya, lalu menurunkannya kembali dengan tenang. Tatapan Tetua Wang Fang Bubai beralih mengamati Wei Zhang Zihan—bukan sebagai tamu, melainkan sebagai seseorang yang sedang diukur.

"Aku mendengar... kabar tentang Pendekar Naga."

Nada suara Tetua Wang Fang Bubai berubah. Lebih pelan, namun tajam. "Apakah itu alasan Pendekar Wei mencari Long Yang Wang?"

Wei Zhang Zihan terdiam. Jarinya yang berada di atas meja batu sempat mengetuk sekali—hampir tidak terdengar.

"Mn."

Tetua Wang Fang Bubai menarik napas panjang. "Terakhir kali aku ‘menahan’ anak itu... adalah saat dia datang untuk meminta peta lokasi Pedang Pendekar Naga."

Tatapannya sedikit mengabur, tertarik pada masa lalu. "Jika kuingat lagi... Pendekar Wei dan Pendekar Naga Chu Kai juga ada di sini waktu itu."

Wei Zhang Zihan mengangguk tipis, membenarkan.

Tatapan Tetua Wang Fang Bubai beralih sejenak ke kejauhan. "Ya.. sekitaran waktu itu sepertinya aku mencoba menipunya dengan memberikan peta makam kuno yang sedikit diubah."

Senyum tipis muncul di wajah Tetua Wang Fang Bubai, namun tidak mengandung kehangatan. "Namun... anak itu jauh lebih cerdik dari yang kuduga. Dia mengetahui tipuan itu... dan justru memanfaatkannya."

Hening kembali turun.

Wei Zhang Zihan menundukkan sedikit pandangannya dan ingatan lama muncul.

"Aku pernah menyelamatkannya." ucapnya akhirnya. Suara Wei Zhang Zihan lebih rendah dari sebelumnya, "Saat itu dia dikejar oleh orang-orang di Kota Bian Xi."

Wei Zhang Zihan menarik napas pelan, "Anak itu terlihat ketakutan, tapi mungkin... itu memang tujuannya. Sekarang aku baru menyadari bahwa mungkin saja waktu itu—dia sengaja membuatku terlibat dengannya agar bisa mendekati Kai."

Wei Zhang Zihan mengingat bagaimana sikap Long Yang Wang berubah saat bertemu Chu Kai. Belum lagi tindakan remaja laki-laki berusia 14 tahun itu ketika membuat kekacauan di Sekte Tianzhi hanya untuk memancing Tetua Wang Fang Bubai keluar dari pertapaannya. Seolah-olah, semua tindakannya selama ini telah diperhitungkan sejak awal.

Wei Zhang Zihan jadi ragu dengan ucapan Wei Shezi yang berkata bahwa Roh Kuno dari klan Rubah Perak bukanlah makhluk yang licik.

Dia menarik napas dan perlahan menggeleng. Merasa bahwa masih banyak kekurangan darinya hingga tidak menyadari niat tersembunyi orang lain.

"Long Yang Wang pasti sudah mengetahui bahwa Kai adalah Pendekar Naga." Wei Zhang Zihan bernapas pelan, "Karena itulah dia membawa Kai dan berhasil mendapatkan pedang itu. Namun... Pedang Pendekar Naga tidak seperti yang kami kira."

Tetua Wang Fang Bubai mengangguk perlahan. "Pedang itu memang tidak pernah ‘kosong’."

Dia mengangkat cangkir tehnya, menatap permukaannya yang bergetar halus. "Setiap senjata tingkat tinggi memiliki roh. Namun untuk kasus Pedang Pendekar Naga... roh pedang ini sedikit berbeda."

Nada suara Tetua Wang Fang Bubai merendah. "Aku masih ingat saat dahulu Pendekar Naga terpilih di sekte ini. Dia memegang pedang itu dan pada awalnya... semua baik-baik saja."

Tetua Wang Fang Bubai menggeleng, "Hanya saja entah bagaimana... pedang itu menyerap setiap niat, emosi, dan hasrat dari orang yang mengayunkannya. Pendekar Naga kami... bahkan sebelum menemui Master Zhuang... dia justru dihancurkan oleh pedang itu sendiri."

Wei Zhang Zihan menatap Tetua Wang Fang Bubai. Dia memang pernah mendengar rumor tentang kemunculan Pendekar Naga di Sekte Tianzhi, namun rumor itu tertutupi kabar yang mengguncang terkait pengkhianatan Raja Bai Li terhadap Kekaisaran Zhou. Dan waktu itu— dirinya sendiri masih belum masuk ke Sekte Gunung Wushi.

Tatapan Wei Zhang Zihan sedikit berubah, tapi segera dirinya bernapas pelan. Tidak berniat mengingat kejadian terkait dengan masa lalu, apalagi saat ini.. jauh lebih penting menemui Long Yang Wang dan menyelamatkan Chu Kai.

Tetua Wang Fang Bubai tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Wei Zhang Zihan. Dia terus menceritakan tentang Pendekar Naga di Sekte Tianzhi dan perubahan pada pedang pendekar itu yang seakan telah dihuni iblis.

Wei Zhang Zihan mendengarkan dan seolah cerita Tetua Wang Fang Bubai terbentang di depannya—dia seperti melihat kejadian saat seseorang yang menjadi Pendekar Naga di Sekte Tianzhi menggila.

"Master Zhuang yang menyegel pedang itu dan memberikan petanya kepada kami untuk di simpan." Tetua Wang Fang Bubai berkata. "Dia tahu aku mempunyai hubungan dengan salah satu Roh Kuno... dan berkata bahwa hanya keturunanku yang bisa menarik sifat iblis dari Pedang Pendekar Naga."

Tetua Wang Fang Bubai menggeleng pelan. Dia menghela napas panjang, "Sekte Tianzhi tidak menerima siluman atau makhluk apa pun selain manusia. Aku sendiri merasa ditipu karena sosok yang kucintai ternyata adalah Roh Kuno."

"Aiya... Sebagai seorang pria dan suami... aku ingin melindunginya. Tapi sebagai Pemimpin Sekte... ini adalah kesalahan besar. Aku tidak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa mengusir Yang'Er, membuatnya menjalani kehidupan yang terkurung dan menyedihkan ."

Wei Zhang Zihan tidak mengetahui informasi ini dan sejujurnya ia bahkan tidak menyangka jika Tetua Wang Fang Bubai bisa begitu melankolis.

"Yang'Er... Dia begitu cantik dan manis." Tetua Wang Fang Bubai menatap kejauhan, seolah mengingat garis wajah dari sosok yang begitu ia rindukan.

"Aku terpaksa menekan kerinduanku, merangkul rasa bersalah ini, dan bahkan menanggung kebencian dari anak kami. Bahkan saat anak itu datang... aku masih ingin menghentikannya untuk menyelamatkan Yang'Er. Aku ayah yang buruk."

Sekarang sepertinya Wei Zhang Zihan tahu alasan Tetua Wang Fang Bubai melakukan pertapaan tertutup. Mungkin Tetua Besar Sekte Tianzhi ini... mengurung dirinya sebagai bentuk hukuman karena tidak bisa mencegah pengusiran ibu dari Long Yang Wang dari Sekte Tianzhi.

"Astaga... apa yang kupikirkan." Tetua Wang Fang Bubai menggeleng pelan, seolah baru tersadar dari sesuatu yang terlalu jauh ia ungkap. "Seharusnya kau datang untuk urusanmu sendiri. Namun pria tua ini justru menyeretmu ke dalam cerita yang tidak ada hubungannya denganmu."

Tetua Wang Fang Bubai menghela napas pelan. "Anehnya... aku bahkan tidak bisa membicarakan hal ini dengan orang-orang di sekteku sendiri. Namun di hadapanmu... kata-kata itu keluar begitu saja."

Wei Zhang Zihan tidak langsung menjawab. Dia mengangkat cangkir tehnya. Uap hangat perlahan naik, menyentuh wajahnya yang tetap tenang.

Dia menyeruputnya sejenak, sebelum bersuara ringan. "Tidak masalah, Tetua. Duduk seperti ini... berbicara nyaman dengan suasana yang tenang... sangat jarang dimiliki seorang kultivator."

Hening turun dengan lembut. Tetua Wang Fang Bubai tersenyum, "Kau benar. Ketenangan semacam ini... memang yang paling berharga."

Angin tipis berhembus. Membawa ketenangan... yang tidak berlangsung lama.

Tetua Wang Fang Bubai kembali mengangkat cangkir tehnya. Ia menyeruput perlahan, sebelum akhirnya membuka suara.

"Long Yang Wang..."

Nama itu diucapkan dengan nada yang berbeda kali ini, dan terdengar lebih dalam.

Tetua Wang Fang Bubai berkata, "Alasan dia mengambil sifat iblis dari Pedang Pendekar Naga adalah... untuk memutus garis darahku darinya dan menjadi binatang iblis yang abadi."

Tatapan Tetua Wang Fang Bubai sedikit meredup. "Dengan api rubahnya... dan bantuan Pendekar Naga Chu Kai... aku yakin dia sudah mendapatkan keinginannya."

"Tapi..." nada suara Tetua Wang Fang Bubai mendadak menggantung. Dia menatap Wei Zhang Zihan dan ekspresinya berubah serius, "Aku mendengar kabar bahwa Pendekar Naga Kai memusnahkan banyak sekte aliran hitam dan melakukan pembantaian besar-besaran. Apa... kabar ini benar?"

!!

Untuk pertama kalinya ekspresi Wei Zhang Zihan terusik. Matanya sedikit menyempit saat kembali mengingat Chu Kai, namun ia tidak menceritakan apa yang ia alami pada subjek di depannya.

"Inilah yang sedang kuselidiki." ucap Wie Zhang Zihan akhirnya.

Nada suaranya tenang saat berkata, "Sesuatu tentang Kai dan pengaruh pedang itu terhadapnya... Aku ingin menanyakan semua itu pada Long Yang Wang. Hanya dia yang mengetahui... apa yang terjadi sebenarnya."

Tetua Wang Fang Bubai menatap Wei Zhang Zihan beberapa saat sebelum menurunkan pandangan dan kemudian mengangguk pelan. Dia mengusap-usap dagunya dan kembali berbicara.

"Pendekar Wei..." nada suara Tetua Wang Fang Bubai melambat. "Sebenarnya aku tidak tahu keberadaan anak itu. Tapi... aku menjanjikan dua hal padanya, dan salah satunya adalah kebebasan ibunya."

Tetua Wang Fang Bubai berkata. "Dia pasti sudah mendapat pedang iblis, dan mungkin sedang mengurung diri di suatu tempat untuk menyerapnya dan menjadi abadi. Dia tidak akan bisa menemui Yang'Er sebelum itu selesai."

"Akan kuberitahu lokasi di mana Yang'Er dikurung." sambung Tetua Wang Fang Bubai. "Kau bisa menunggu Long Yang Wang di sana. Aku yakin... dia pasti akan datang untuk ibunya."

******

1
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
Nanik S
Ling Yang
Nanik S
Shen Quyang apakah juga akan mati ditangan Kai
Nanik S
Musuh baru Kai
Nanik S
NEXT
Hydro7
Shuxiang! Kau pikir Chu Kai adalah leluhur Bocah pengemis gila....?
Nanik S
Untung Wei Zhang Zihan dibawa melesat oleh sicantuk agar kepalanya tidak meledak
Nanik S
Cuuuuuust
Nanik S
Roh Pedang Cantik dan genit tapi bisa bermain usil juga
Nanik S
Long Wang Yang dikurung Ayahnya sendiri
Nanik S
apakah Wei Zhesi masih mengikuti Wei Zhang Zihan
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Wei Zhise... roh pedang bisa suka dengan ketampanan Roh Pedang milik Kai🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata benar pembantaian dilakukan oleh Chu Kai
Nanik S
Dimana Kau berada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!