sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemunya Laila dan Dandy
Sore hari sepulang dari kantor Laluna dan Dandy pergi ke toy store terbesar di kota itu, dia memilih mainan kekinian yang lagi trend sebagai hadiah ulang tahun untuk Azka, putra dari Fadli Aslan pemilik perusahaan besar yang lagi berkembang pesat saat ini.
Laluna sibuk menduga duga, mainan apa ya sebaiknya yang harus di beli?, secara dia belum tahu apa kesukaan dari cowok kecil itu, dia bertemu hanya sekali dan belum begitu tahu apa yang dia sukai, mobil mobilan atau senjata mainan atau robot² an, entahlah dia bingung dengan banyak jenisnya mainan anak anak yang ada saat ini, ketika mengingat mainan Luna teringat dulu ketika mereka berempat masih kecil kecil, kakak Laluna yang kembar tiga semuanya cowok, dan hobby mereka juga sama ,main bola! Laluna teringat Abang nya meninggal bergantian selama tiga tahun berturut-turut, zio , kemudian zydan dan terakhir Zain , antara Laluna dan ketiga Abang nya berselisih empat tahun dan mereka meninggal ketika usianya belasan tahun, Laluna malah melamun hingga bola yang di tangannya terjatuh menggelinding dan membuat seorang wanita seusianya jatuh terpeleset, Laluna sungguh merasa bersalah dan mohon maaf berkali kali.
"Punya mata itu untuk melihat otakmu kemana ha, orang miskin seperti mu masuk ke toko mainan terbesar dan mahal emang kamu mampu bayar?" hina seorang wanita yang memakai baju kurang bahan, memang sih bodynya sexi habis, dengan dada dan bagian belakang yang menonjol besar, perutnya rata, belahan dadanya menonjol terlihat sangat sexi, mukanya cantik tapi pasaran dengan bibir yang tebal dan lebar seakan wajah seperti ini terpampang dimana mana, wajah plastik! Pasti dada dan bokongnya juga plastik, Laluna tertawa di tahan, membuat wanita di depannya geram bukan kepalang.
"Hei miskin, ada apa tertawa? Iri dengan kecantikanku, pasti lah iri mana mampu kamu merawat diri sepertiku, tampang aja tampang kere, sekarang jika kamu mau ku ampuni maka berlutut lah di hadapanku di depan orang banyak ini, aku akan baik hati mengampuni mu, kalau tidak jangan salahkan jika aku lapor sama calon tunanganku, kamu bisa di pecat dari tempat kerjamu karena kekuasaan suamiku, memecat mu adalah hal yang sangat sepele". dengan sombongnya wanita bernama Salwa yang kelihatan ada darah timur tengah nya menghina dan mengolok olok Luna sesuka hatinya, dan Laluna? Tentu saja tak gentar sedikit pun iblis saja dilawan apa lagi makhluk plastik macam wanita ini.
Wanita plastik itu mendekat diikuti dua teman wanita nya di belakang, benar saja dua penjilat itu pastinya akan membela mati matian siapa yang saat ini menguntungkan baginya, asal di belanjain dan di traktir makan enak, penjilat itu akan melakukan apapun yang di minta pesuruh nya, Salwa mencengkeram pipi Luna dengan tangannya, Luna mendongak tak sedikitpun rasa takut di wajahnya, ketika muka Salwa sangat dekat di muka Luna dengan sengaja Luna meludah, maka basah lah wajah Salwa terkena ludah Laluna, Salwa mundur bergidik jijik, dan menjerit sekuat tenaga hingga terdengar seantero ruangan itu, Dandy yang berada di lorong lain terkejut dan mendatangi Luna.
"Ada apa Luna, kamu pasti bikin gara gara dan punya musuh baru lagi ya". Tuduh Dandy yang di hadiah i toyoran kepala oleh Luna.
"Enak saja orang aku nggak sengaja dan sudah minta maaf berkali kali malah dia mengintimidasi aku, ya aku lawan". Laluna membela diri dengan alibi nya.
"Terus kamu apain?, kamu tonjok? Tapi kenapa dia lari ke toilet?" tanya Dandy.
"Aku ludahin". Jawab Laluna singkat membuat Dandy ingin muntah, Luna cuek saja membawa mainan bola basket itu ke kasir, sementara dua penjilat menghadang Laluna, dan Laluna melotot dua gadis penjilat itu berlari ngibrit ketakutan, pengecut!
Laluna berlalu dengan membawa hadiah berupa bola basket untuk anak kecil, Dandy membawa robot super Hero dengan karakter iron man, itu adalah adalah karakter pahlawan idolanya, masalah si penerima suka atau tidak Dandy sih tak perduli yang penting dia bisa berbagi dan mengenalkan apa yang di sukai nya pada semua orang, sungguh pemikiran yang nyleneh.
Dandy dan Luna mampir ke sebuah masjid untuk menjalankan perintah agama dan sekaligus ganti baju yang pantas buat menghadiri pesta, Luna memang tomboy hanya riasan tipis dan memakai lips balm sudah cukup, dia memakai celana dan tunik simple serta memakai hijab segi empat berwarna sage, terlihat manis dan natural, Luna juga mewanti-wanti Dandy untuk dandan yang simpel jangan berlebihan dengan memakai bulu mata segala, apalagi memakai sepatu wedges seperti biasanya, "Harus jaga image di depan orang kaya" itu nasehat Laluna dan Dandy akhirnya memakai celana jeans dan kaos oblong lengan panjang berwarna hitam. Dia kelihatan sangat tampan dengan muka glowing terawatnya meski saat ini tanpa polesan, hanya sedikit skincare di aplikasikan di wajah agar terlihat sedikit segar dan fresh.
mereka berdua mendatangi alamat yang sudah di kirim, tinggal klik Share lock nya, mobil mereka terus meluncur di jalanan Jakarta yang padat merayap apalagi di sore menjelang malam seperti ini, kota besar yang tak pernah tidur ini sungguh ramai di jam orang lagi pulang kerja.
Akhirnya sampai juga di alamat yang di tuju, rumah besar dan megah bak istana dengan bangunan khas dari timur tengah, ornamen dan ukiran begitu kental terlihat jelas jika mereka berasal dari bangsa Arab, padahal tuan Farouq Aslan asli orang turki.
Laluna masuk dengan diantar satpam, sudah ada perintah dari nyonya bos tadi jika ada tamu yang bernama Luna maka harus diantar sampai ke ruang tamu, dalam hati Luna juga sangat kagum atas kemewahan dan kemegahan rumah ini tapi karena dia tak mau di bilang norak dan kampungan maka sikapnya biasa biasa saja, Dandy pun juga begitu, sudah sering dia keluar masuk rumah megah bahkan ada yang lebih megah maka sikapnya pun biasa saja biar tak dianggap kampungan, Luna di sambut cowok kecil tampan bermata biru dan berhidung mancung , rambutnya ikal pirang dan kulitnya putih seputih pualam, dialah Azka yang saat ini menjadi bintangnya.
"Umi,... "panggil Azka dan semua orang menoleh kearah Luna, Luna jadi salah tingkah habis menghadapi pandangan semua orang lalu mendekati Azka sambil mencium pipi gembul nya.
" Hallo Azka apa kabar? Kakak kemarin bilang apa? Panggil kakak atau Tante jangan panggil Umi, itu tak pantas karena Azka kan punya umi sendiri". Azka yang menyadari kesalahannya mengangguk dan mengulangi panggilannya, " Iya Tante". Luna tersenyum dan memeluk Azka, si bocil merasa hangat di pelukan seorang wanita dewasa, tentu saja dia merindukan pelukan ibunya.
"Emang Emak nya kemana Lun?" tanya Dandy berbisik dan Luna menjawab.
"katanya sih udah cerai, aku juga nggak tahu". Jawab Luna tak perduli.
Ibu Rahayu dan Laila menyambut kedatangan Luna, ketika Dandy ingin bersalaman dengan Laila, gadis berhijab lebar itu hanya menangkup kan kedua tangannya sambil tersenyum, cantik sekali membuat Dandy merasa terhipnotis berdiri melongo sesaat macam orang kena strum.
@@&@@