NovelToon NovelToon
PANDANGAN YANG MENGUBAH SEGALANYA

PANDANGAN YANG MENGUBAH SEGALANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius
Popularitas:475
Nilai: 5
Nama Author: Bella cantika

Bunga Valerie Baheswara, seorang gadis remaja berusia 22 tahun, seorang wanita cantik dan memiliki prestasi. Pada suatu hari ada kegiatan dari pihak kampus yaitu pertukaran mahasiswa dalam bidang seni dan olahraga. Dan salah satunya Bunga Valerie Baheswara. Setiba nya dinegara tempat pertukaran mahasiswa yaitu spanyol. Saat tepatnya berada di stadion, Bunga menatap seseorang yang membuat dia enggan untuk memalingkan mata nya. Siapa kah seseorang ini yang membuat seorang Bunga tertarik hingga membuat dia memperhatikan nya? Ikuti kisah Bunga selengkapnya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Dan akhirnya diego memutuskan untuk tidur berbeda dengan diego. Jer masih memikirkan kenapa diri nya menjadi seperti ini

‘Ehh gue ngapa si, gue beneran galau tah ini gara gara belum dapet jawaban dari bunga. Atau kenapa gue ini, bingung. Bisa bisa nya ga mood dan ngecuekin diego. Besok pagi gue harus good mood lah, cwo ga boleh galau lama lama’ ucap jer dalam hati nya.

Dan kemudian jer pun memutuskan tidur seperti diego karena mengingat ini sudah larut malam, waktu nya tidur dan beristirahat.

Beberapa jam kemudian sekitar pukul jam 2 malam, bunga terbangun dari tidur nya karena ia ingin buang air kecil, dan bunga menggoyang goyang kan tubuh kajol untuk mengantarkan ia buang air kecil

“Kajol bangun, aku mau buang air kecil ayok temenin” ucap bunga yang gelisah karena udah ga tahan ingin buang air kecil

Walau pun saat itu kajol di bangun kan dengan cara di goyang goyangkan badan nya tapi tidak sedikit pun kajol membuka mata nya, dia asik tidur dan tidak bangun.

Melihat kondisi diri nya yang udah ga tahan lagi untuk buang air kecil, dan kajol pun tidak bangun juga. Akhirnya bunga memutuskan untuk buang air kecil sendirian tanpa ditemani oleh teman. Ia hanya ditemani satu senter agar dia mencari lokasi untuk buang air kecil

‘Ahh udah ga tahan ini mau buang air kecil. Lagian Kajol ga bangun bangun. Udah lah aku sendirian aja’ ucap bunga walaupun dalam hati nya juga ragu untuk buang air kecil sendirian tengah malam seperti ini.

Setelah mencari senter dan menemukannya akhirnya bunga mengambil senter nya lalu keluar dari tenda.

Disitu bunga sangat terkejut karena benar benar gelap gulita. Yang tadi nya ada api unggun, ini sudah di padam kan dengan panitia. Alhasil cuman senter sumber pencahayaan bunga saat ini.

Disaat bunga buang air kecil disitu pula kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

Bunga berteriak sekencang mungkin meminta pertolongan

“TOLONG!….”

“TOLONG!….”

Disisi lain jer sempat mendengar itu, tapi jer cuman membuka mata dan berfikir kalau itu cuman hayalan ia saja karena sedari tadi sebelum tidur pun jer selalu memikirkan bunga.

‘Kayak suara bunga, ahh perasaan gue aja kali ya, soalnya dari tadi kan gue mikirin bunga terus’

Jer pun kembali memejamkan mata nya dan langsung lanjut tidur. Tapi tidak lama dari itu ada teriakan seseorang yaitu kajol.

Dia teriak memanggil nama bunga, dan semua mahasiswa,atlet dan panitia bangun dari tidur nya karena teriakan kajol yang keras memanggil nama bunga

BUNGA…

BUNGA…

BUNGA…

“Kamu dimana bunga” ucap Kajol sambil menyorotkan cahaya senter ke berbagai arah, mencari keberadaan Bunga.

“Heh kenapa kajol” ucap salah satu panitia yang keheranan kajol teriak teriak memanggil bunga

“Tadi aku tidur pas bangun bunga ga ada di samping aku” ucap kajol panik

“Dia izin ga ke kamu mau pergi kemana” ucap panitia

“Aku gatau, aku lagi tidur tiba tiba udah ga ada bunga di samping” ucap kajol

“Pergi buang air kecil kali dia pergi ke semak semak sana, jangan khawatir. coba di cek” ucap salah satu mahasiswa

Kajol pun pergi ke tempat yang ditunjuk kawan nya itu. Barang kali benar bunga buang air kecil. Tapi lihat sana lihat sini kajol dan yang lain nya tidak menemukan bunga, akhir nya mereka berteriak semua memanggil nama bunga

“BUNGA, KAMU DIMANA?!” panggil mereka dengan suara yang lebih keras, berharap Bunga segera merespons.

Mendengar ada suara gaduh diluar, diego pun terbangun dari tidur nya dan langsung segera keluar.

Saat diego keluar, diego melihat banyak orang dan berkumpul mencari sesuatu.

“Ehh ada apa ini” ucap diego

“Bunga ilang, tadi kajol bangun tidur udah ga ada bunga disamping nya, udah dicari kemana mana ga ada. Apa bunga sama jer gak?” Ucap panitia

“Enggak kak, jer ada di tenda” ucap diego

Mendengar kabar hilang nya bunga pun membuat diego berlari ke dalam tenda nya dan membangunkan jer yang tertidur pulas.

“Ehh jer bangun luu, bunga ilang!!” ucap panik diego

Kemudian jer bangun setelah dibangunkan paksa oleh diego

“Apansi lu bercanda nya ga lucu” ucap jer dengan membalas flat karena pasti ini akal akalan diego dia ngomong gitu biar jer menjawab dan mood nya kembali.

Lagi berpikir seperti itu, jer mendengar dari luar ada yang berteriak memanggil anma bunga berkali kali

“Ehh itu pada ngapain manggil-manggil bunga tengah malam gini” ucap jer

“BUNGA ILANG, kata gua bunga ilang ya ilang jer. Sadar lu itu” ucap tegas diego

“HAH SERIUS” ucap panik jer seraya keluar dari tenda terburu buru.

Jer tiba di luar tenda dan melihat kawan-kawannya serta panitia sedang berpencar mencari Bunga. Mereka semua terlihat khawatir dan mencari di sekitar area.

“Bunga hilang kajol?” Tanya jer panik bertanya ke kajol

“Iya kak, aku bangun tiba tiba ya udah ga ada bunga disamping ku” jawab kajol sambil menangis melihat kawan dekat nya hilang

Jer ingat bahwa ia sempat mendengar orang minta tolong, dan itu jer paham sekali kalo itu suara bunga. Tapi ntah kenapa jer menepis dan kalo itu cuman halusinasi, akhirnya ternyata memang betulan terjadi. Berarti tadi yang minta tolong benar bunga bukan halusinasi jer

“Ya ampun, kemana coba dia” ucap jer dengan wajah cemas

Jer langsung bergabung dalam pencarian, membantu mencari Bunga bersama yang lain.

Enggak lama dari itu, salah satu panitia berteriak

“Gaiss bunga ada disini!” teriak salah satu panitia

Yang lain pun berkumpul ke tempat sumber suara dari salah satu panitia yang berteriak itu.

“Dimana kak?” Ucap salah satu mahasiswi

“Itu dijurang, dia pingsan itu dipanggil ga nyaut nyaut” ucap salah satu panitia sambil menunjuk ke arah jurang yang memang betul terdapat bunga disana yang sedang pingsan

“YA AMPUN BUNGA!” Teriak kajol seraya menangis melihat kawan nya seperti itu

Tanpa meminta izin ke panitia, jer pun langsung berjalan ke arah jurang itu dengan hati hati. Dia memperhatikan setiap langkahnya, memastikan keselamatan dirinya.

“Ehh jer kamu ngapain, kita nunggu tim sar aja, ini terlalu curam. karena kita turun harus pake alat alat yang bisa ngebantu juga, Jadi ga ngebantu pake tangan kosong gini” ucap panitia marah karena jer tidak mendengarkan

Jer menghiraukan omongan panitia

ia mau segera menyelamatkan bunga dengan cepat. Karena jer tidak tega melihat bunga pingsan di jurang tersebut

Langkah demi langkah jer mendatangi bunga dan sampai akhirnya jer pun terpeleset dan ikut jatuh ke jurang bersama bunga.

BRUGH!

“JERRR!” Teriak salah satu mahasiswa yang melihat jer terpeleset ke jurang

“ASTAGA JERRR, kan udah di bilang nanti aja nunggu tim sar” ucap salah satu panitia kesal karena jer tidak mendengarkan arahan dari panitia

“Udah semuanya kalian tetap tenang, kami panitia sudah menghubungi tim sar untuk membantu bunga dan jer. Jangan ada yang nekad lagi untuk ke bawah ya. Biar kita serahkan ke tim sar aja. Ini tim sar sudah menuju kesini. Semuanya tenang” ucap panitia menyuruh yang lain tetap tenang dan jangan gegabah mengambil tindakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!