NovelToon NovelToon
Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Claire Sophia-- seorang Nona muda yang tidak pernah memikirkan hidup. Baginya untuk apa bekerja toh dia sudah kaya sejak lahir. Namun suatu hari saat dia memberikan pelajaran bagi sang kekasih yang telah berani berselingkuh darinya.

Claire mendapatkan sebuah notifikasi..

[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]

Untuk mengubah takdir dan alur hidup nya di drama itu. Claire memutuskan untuk merelakan Suaminya untuk pemeran Protagonis.

Namun satu yang Claire tidak tau-- alur dan peran yang berubah akan mengacaukan jalan cerita--juga mengungkapkan sebuah rahasia yang tidak pernah di sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cali Cuami Balu

Seminggu Berlalu-- sejak kedatangan Claire kedalam dunia drama Antagonis itu.

Selama lima tahun yang menyesakkan, kediaman megah itu tak lebih dari sekadar penjara dingin bagi, sang "wanita antagonis" yang telah merajut tipu daya demi menjerat Julian ke dalam jerat pernikahan tanpa cinta. Kebencian Julian telah mengerak, sebuah dendam kesumat yang lahir dari malam penuh jebakan yang memaksa benihnya tertanam di rahim Claire, menciptakan jarak sejauh palung terdalam di antara mereka.

Meski Antagonis asli telah mengerahkan segala upaya—mulai dari perhatian yang tulus hingga balutan lingerie sutra yang menggoda di bawah remang lampu kamar—Julian tetaplah batu karang yang tak tersentuh, tak sekalipun sudi melirik wanita yang dianggapnya sebagai noda dalam hidupnya.

Namun, riak perubahan mulai muncul saat Claire tiba-tiba bertransformasi menjadi sosok yang acuh tak acuh, seolah api obsesinya telah padam dan menyisakan abu dingin yang membuat Julian justru merasa terusik dalam keheningan rumah yang biasanya penuh usaha pengejaran.

Julian melangkah masuk, melonggarkan dasi dengan raut wajah lelah sekaligus bingung. Biasanya setiap kali dia pulang kerja, pemandangan yang menyambut nya adalah Claire dengan balutan gaun yang menggoda. Namun sekarang, Julian tidak menemukan keberadaan wanita itu. "Michel? Di mana Mommy mu? Kenapa rumah sesepi ini?"

Michel menjawab tanpa menoleh, fokus menaruh balok merah di puncak menara. " Mommy pelgi, Daddy. Katanya mau cali celana balu."

Julian mengernyit. "Cari celana baru? Ngapain celana di cari? Dia biasanya selalu menunggu di depan pintu setiap aku pulang, meskipun aku tidak pernah memintanya. Kenapa hari ini dia tidak ada?"

Michel menoleh sedikit, menatap Julian dengan mata bulatnya yang polos. "Bukan celana, Daddy. Tadi Michel tanya, Mommy mau kemana? Mommy bilang... Mommy mau cali cuami balu, yang lebih pelhatian, yang lebih banak kacih cayang. Ndak cepelti Daddy." sindir Michel.

Julian tertegun, wajahnya mendadak kaku. "Apa? Coba ulangi. Kamu cadel, Michel, jangan membuat Daddy salah dengar. Dia mau cari apa?"

Michel menghela napas panjang, seolah menghadapi orang dewasa yang lambat berpikir. "Cu-a-mi ba-lu! Mommy bilang Daddy celalu malah - malah, jadi Mommy mau cali yang lebih cabal, lebih ganteng dalipada Daddy yang mukanya celalu di tekuk cepelti pantat panci."

Julian mendengus sinis, meski hatinya sedikit terusik. "Dia bilang begitu padamu? Ck, Claire benar-benar sudah gila. Dia pikir setelah menjebakku lima tahun lalu, dia bisa pergi begitu saja mencari pria lain? Dia milikku karena dia yang menginginkannya sendiri!"

Michel berdiri, menaruh tangan di pinggang kecilnya. "Tapi Mommy cudah ndak nangis lagi. Kemalin Mommy buang poto Daddy ke tong campah. Mommy bilang, 'Waktunya ganti pajangan yang lebih bagus'."

Julian mendekati Michel, suaranya naik satu nada. "Dia membuang fotoku?! Michel, kamu jangan bercanda. Di mana dia sekarang? Katakan yang jujur, atau Daddy sita semua mainan ini."

Michel cemberut, bibirnya maju. " Daddy tega! Pantes Mommy mau ganti cuami balu. Tadi ada Om ganteng jemput Mommy pake mobil melah. Mommy pakai baju cantik cekali, walnanya melah menyala cepelti cabai!"

Rahang Julian mengeras, emosinya mulai tersulut oleh kecemburuan yang tidak ia sadari. "Mobil merah? Siapa? Tidak ada pria yang berani mendekati Claire tanpa seizinku!"

Michel tertawa kecil, kembali duduk bermain. "Mommy bilang Daddy itu 'maca lalu yang hambal tanpa galam'. Cekalang Mommy mau cali yang 'manis-manis' tanpa gula."

Julian mengepalkan tangan, berjalan mondar-mandir di ruang tamu. "Sialan. Berani-beraninya dia... Selama lima tahun dia memohon perhatianku, dan sekarang saat aku mulai merasa ada yang aneh dengan sikap acuhnya, dia malah pamer pria lain di depan anakku? Michel, ikut Papa. Kita cari Mommy mu sekarang."

"Ndak mau! Michel mau tunggu Daddy balu bawa es klim. Daddy tua telalu galak!"

Julian mendesah frustrasi, mengacak rambutnya. "Aku baru tiga puluh dua tahun, Michel! Aku bukan Daddy tua! Dan tidak ada 'suami baru'. Mengerti?!"

Michel menatap Julian datar. "Cali caja cendili, Daddy. Mommy bilang kalau Daddy tanya, bilang caja Mommy cedang 'libul' jadi ictli yang baik... menulut dlama cinetlon culhatan hati ceolang ictli, cuami yang celingkuh di buang caja. Ndak belguna coalnya." kata Michel dengan sinis yang mana membuat tubuh Julian melemas seketika.

"MICHEL! APA YANG KAU LAKUKAN SAMA SI MOMOL! KENAPA WARNA KULIT NYA JADI PELANGI!" teriak Mikael dari arah belakang yang mana membuat wajah Michel menjadi panik. Momol adalah anjing peliharaan kesayangan Mikael.

Mikael muncul dengan wajah merah padam sambil membawa anjing nya yang sudah tidak tertolong."KAU YANG MEWARNAI ANJINGKU SEPERTI BADUT, KAN?! MOMOL BUKAN BUKU GAMBAR, MICHEL!"

Michel langsung melompat berdiri dan bersembunyi di balik sofa, mengintip dengan wajah tanpa dosa. "ITU NAMANYA MAHAKALYA! . CALAHKAN MOMOL MU ITU, KENAPA PUNYA BULU CUMA CATU WALNA, KAN JADI BOCAN DI PANDANG!"

Mikael hampir menangis melihat nasib anjing nya. "INI ANJING, MICHEL! BUKAN PELANGI YANG WARNA-WARNI! DAN KENAPA KAU MENGGUNAKAN CAT TEMBOK?! KAU DAPAT DARI MANA?!"

"Dali gudang! Mommy bilang kalau bocen dengan yang lama, halus di ganti, di cat ulang bial kelihatan balu. Cama kayak Daddy! Daddy juga mau di ganti yang balu kalena Mommy cudah bocen.. cama lah itu kaya Momol mu."

"Heh!" Julian melotot tidak terima.

Tepat pukul sembilan malam, deru mesin mobil mewah membelah kesunyian halaman, menandakan kepulangan Claire yang kini melangkah masuk dengan keanggunan yang asing dan tatapan yang tidak lagi memuja. Saat netra mereka beradu di ruang tamu, Julian telah bersiap dengan mata yang penuh interogasi.

Julian berdiri di tengah ruang tamu dengan tangan bersedekap, dadanya naik turun menahan amarah yang tidak ia pahami. Pintu terbuka. Claire masuk dengan langkah tenang. Ia mengenakan gaun merah mahal— membuat Julian menatap penuh curiga.

Mata mereka bertemu. Claire hanya meliriknya sekilas, seolah Julian hanyalah perabot rumah tangga yang tak sengaja ia lihat.

 "Bagus sekali. Jam sembilan malam baru pulang. Dari mana saja kau? Dan apa maksud perkataan Michel soal 'suami baru' itu?"

Claire menghentikan langkah, menatap Julian dengan tatapan kosong seolah Julian hanyalah perabotan tua. "Bukan urusanmu aku ingin ke mana. Lagipula, sejak kapan kau peduli padaku? Bukankah kau biasanya berharap aku menghilang atau mati saja agar bebanmu berkurang?"

Julian tertegun sejenak, namun kemarahannya memuncak. "Kau masih istriku secara hukum, Claire! Jangan mencoba bermain-main denganku setelah semua trik kotor yang kau lakukan untuk masuk ke rumah ini!"

Claire tersenyum tipis, dingin. "Trik kotor? Ah, masa lalu itu. Anggap saja aku sudah bosan bermain peran itu. Sekarang, minggir. Aku lelah dan ingin istirahat."

Saat Claire hendak melangkah melewati Julian, Julian dengan kasar mencekal pergelangan tangan Claire.

"Jangan pergi sebelum aku selesai bicara! Kau pikir bisa bersikap acuh setelah mengacaukan hidupku?!"

Claire menatap tangan Julian yang mencekalnya, lalu menatap mata pria itu dengan tatapan tajam yang membuat nyali Julian sedikit menciut.

"Lepaskan tanganmu, Julian. Aku tidak suka disentuh oleh orang asing."

Julian terkekeh sinis. "Orang asing? Aku suamimu, dan kau hanyalah wanita lemah yang—"

Claire memotong kalimat Julian. "Kesempatan terakhir. Lepaskan. Atau kau akan menyesal."

"Coba saja kalau k—"

Belum sempat Julian menyelesaikan kalimatnya, Claire bergerak dengan gerakan yang sangat cepat dan teknis. Ia memutar pergelangan tangan Julian, memanfaatkan momentum berat badan pria itu, lalu dengan satu tarikan bahu yang kuat, Claire membanting tubuh Julian ke atas lantai marmer.

Brak!

Julian tergeletak di lantai, napasnya tercekat karena benturan. Ia menatap langit-langit ruang tamu dengan syok.

Michel dan Mikael yang sedang bersembunyi di balik pilar ruang tamu cukup terkejut, mulut mereka menganga lebar.

Michel berbisik dengan suara cadel yang sangat serius. "Kael... coba kau cali mata balu buat Micel. Mungkin Micel calah lihat..."

Mikael juga tidak percaya dengan yang di lihatnya. "Kayaknya bukan cuma matamu, Chel. Daddy baru saja di smackdown sama Mommy."

Claire merapikan pakaiannya yang sedikit kusut, menatap Julian yang masih di lantai. "Lain kali, jika kau tidak punya hal yang berguna untuk diucapkan, jangan menyentuhku. Dan satu lagi, Julian... aku tidak akan memelas perhatian darimu lagi. Harga diriku lebih berharga untuk jatuh pada pria sepertimu."

Claire berjalan naik ke lantai atas dengan langkah tenang, meninggalkan Julian yang masih terpaku dalam keterkejutan dan rasa sakit di punggungnya.

BERSAMBUNG

1
Murni Dewita
double up lah thor
Sulati Cus
knp g cb tes DNA dg si twins🤔
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Murni Dewita
👣
Siti Sa'diah
wah jangan2 clair iniii
Musdalifa Ifa
WOW
Musdalifa Ifa
seru banget, selalu suka sama peran wanita yg kuat, tegas dan punya banyak kelebihan begini👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!