NovelToon NovelToon
Tumbal Pinjol Di Kerajaan Ghaib

Tumbal Pinjol Di Kerajaan Ghaib

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Fantasi / Hantu / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Slamet, seorang pengangguran yang hobi main game dan punya utang pinjol (pinjaman online) di 12 aplikasi berbeda, saking frustasinya, dia mencoba melakukan ritual pesugihan yang dia temukan di grup Facebook "Cepat Kaya Tanpa Kerja".

Bukannya dapat emas setumpuk, Slamet malah salah kirim sesajen. Dia malah melakukan kontrak kerja dengan Koperasi Makhluk Halus Nasional. Ternyata, dunia ghaib sedang mengalami krisis eksistensi karena manusia zaman sekarang sudah tidak takut setan (lebih takut tagihan cicilan).Slamet tidak jadi tumbal, tapi dipekerjakan sebagai "Manager Citra & Viralitas" untuk hantu-hantu lokal supaya mereka bisa eksis lagi di TikTok dan menakuti manusia modern. Komedinya muncul dari Slamet yang harus mengajari Kuntilanak cara skincare-an biar nggak kusam saat live streaming, atau Pocong yang minta dicarikan jasa lari maraton karena bosan lompat terus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inflasi Dan berkah Gelap

Minggu pertama peluncuran aplikasi Berkah-Go berjalan terlalu sukses. Begitu suksesnya sampai-sampai Jakarta berubah menjadi kota yang sangat aneh. Di perempatan lampu merah, tidak ada lagi pengendara yang saling klakson. Sebaliknya, mereka saling berebut untuk memberi jalan karena setiap tindakan mengalah di jalan raya memberikan +5 Poin Berkah (setara dengan voucher diskon token listrik ghaib).

"Mas Slamet, ini laporan hari ini," Arini menyerahkan tablet dengan wajah cemas. "Tingkat sedekah di Jakarta naik 400%. Kotak amal di masjid dan gereja penuh sampai luber. Tapi ada masalah besar..."

Slamet yang sedang menyeruput kopi hitamnya menoleh. "Masalah apa? Bukannya bagus kalau orang jadi baik?"

"Masalahnya, nilai tukar Poin Berkah terhadap 'Nasib Baik' lagi anjlok parah, Mas! Kemarin, 100 poin bisa buat dapet parkir gratis. Sekarang, 1000 poin cuma dapet diskon beli bakso sepuluh persen. Di pasar ghaib, ini namanya Hyper-Inflasi Pahala!"

Slamet menepuk jidatnya. Dia lupa hukum dasar ekonomi: kalau barangnya terlalu banyak, nilainya turun. "Aduh, bener juga. Kalau semua orang masuk surga lewat jalur cepat, nanti di sana malah macet kayak Tanah Abang."

Tiba-tiba, pintu penthouse K.MN di dobrak paksa. Gabriel, sang Auditor QC dari Langit, muncul dengan wajah yang jauh lebih pucat dari pertemuan sebelumnya. Jas putihnya tampak agak kusut, dan tablet cahayanya berkedip-kedip merah.

"Slamet! Apa yang kamu lakukan?!" Gabriel berteriak tanpa nada merdu lagi. "Sistem kami di Atas sedang crash! Bagian Administrasi Takdir kewalahan mencatat laporan kebaikan warga Jakarta. Kami kehabisan 'Stok Keberuntungan' untuk dibagikan sebagai reward. Tadi pagi, ada orang yang baru dapet 50.000 poin mau nuker poinnya supaya dia bisa menang tender IKN secara instan. Kami nggak bisa kasih itu!"

"Ya sabar, Pak Gabriel. Kan ini masih versi Beta," bela Slamet.

"Beta mata kamu peyang!" Gabriel mulai ketularan bahasa slang Jakarta. "Gara-gara aplikasi kamu, orang jadi baik bukan karena tulus, tapi karena poin. Niat tulus (Sincerity Index) di server kami drop sampai 5%! Ini namanya spamming pahala! Kalau ini nggak diperbaiki, sistem takdir akan melakukan Auto-Purge pembersihan otomatis untuk menyeimbangkan kembali kejahatan dan kebaikan!"

Slamet tertegun. "Auto-Purge? Maksudnya bakal ada bencana buatan?"

"Bisa banjir, bisa gempa, atau yang paling parah... sinyal internet se-Indonesia mati total selama sebulan supaya orang balik jadi jahat lagi karena emosi!" ancam Gabriel.

Slamet memandang Arini. Mereka harus melakukan intervensi teknis segera. Tapi sebelum mereka bisa menyentuh keyboard, Bang Omen masuk dengan napas tersengal-sengal.

"Met! Kita kena serangan! Koperasi Berkah Gelap (KBG) baru saja meluncurkan aplikasi saingan namanya Dosa-Cash!"

"Dosa-Cash? Apaan lagi itu?" tanya Slamet.

"Mirip Berkah-Go, tapi kebalikannya," jelas Bang Omen sambil membuka proyektor. "Mereka kasih pinjaman 'Pahala Instan' buat orang yang malas berbuat baik tapi pengen dapet reward. Misal, lo mau dapet keberuntungan besok, tapi lo males shalat atau sedekah. Lo bisa 'Pinjam Pahala' ke mereka. Tapi bunganya... lo harus bayar pake 'Amalan Masa Depan'. Kalau lo nggak bisa bayar, amalan lo selama sepuluh tahun ke depan bakal disita sama mereka!"

Arini menutup mulutnya karena kaget. "Itu mah Pinjol versi Akhirat, Mas! Mereka manfaatin orang yang mau instan masuk surga!"

Slamet mengepalkan tangannya. "KBG ini bener-bener licik. Mereka tahu orang Jakarta itu suka yang instan. Gabriel, lihat kan? Kalau sistem saya lo matiin, orang-orang bakal lari ke Dosa-Cash. Itu malah lebih nge rusak neraca lo!"

Gabriel terdiam, membolak-balik data di tabletnya. "Kamu benar. Dosa-Cash ini ilegal secara hukum langit. Mereka mencuci 'Dosa Hitam' menjadi 'Pahala Abu-abu'. Ini pencucian amalan (De.ed Laundry)."

"Oke, kalau gitu kita kerjasama," kata Slamet mantap. "Gabriel, kasih gue akses ke 'API Sincerity' milik Langit. Gue bakal update algoritma Berkah-Go. Poin nggak akan turun cuma karena tindakan fisik, tapi karena getaran niat (Vibe Check). Kalau niatnya cuma cari poin, dapetnya 0. Kalau tulus, dapetnya 100x lipat. Itu bakal nahan inflasi."

"Dan gue," Bang Omen menyambar, "bakal masuk ke server Dosa-Cash buat nanem virus 'Tobat-Malware'. Setiap kali ada yang mau pinjam pahala, HP mereka bakal otomatis muterin lagu-lagu sholawatan dan kematian volume maksimal sampai mereka takut!"

Operasi darurat dimulai. Slamet, Arini, Bang Omen, dan dibantu oleh otoritas langit Gabriel, bekerja lembur bagai kuda ghaib. Mereka harus berpacu dengan waktu sebelum Auto-Purge diaktifkan.

Di sisi lain kota, di sebuah gedung perkantoran mewah yang sebenarnya adalah markas besar KBG, mantan pimpinan Serikat Pinjol yang kini menjadi CEO KBG, si Tuan Rentenir Ghaib, tertawa melihat grafik unduhan Dosa-Cash.

"Manusia itu lucu," gumamnya sambil menghisap cerutu ghaib yang asapnya berbentuk tengkorak. "Mereka takut neraka, tapi males jalan ke surga. Kita kasih mereka jalan pintas, dan kita ambil jiwa mereka sebagai komisi admin. Kirimkan pesan *broadcast* ke seluruh pengguna: 'Butuh keberuntungan buat dapet jodoh? Klik di sini untuk pinjaman pahala darurat!'"

Kembali ke markas K.MN, Arini sedang sibuk membalas komplain pengguna di media sosial.

*User_Ganteng: "Min, kok poin saya berkurang? Padahal tadi saya udah bantu nenek-nenek nyebrang?"*

*Admin_Arini: "Maaf Kak, berdasarkan Vibe-Check sensor kami, Kakak bantu nenek itu cuma karena mau pamer di Story IG kan? Itu namanya Riya', kena pinalti -50 poin. Silakan coba lagi dengan ikhlas ya Kak!"*

Slamet sedang fokus melakukan 'Merge' data dengan server Gabriel ketika tiba-tiba layar monitornya berubah menjadi merah.

"Met! Mereka balik nyerang!" teriak Bang Omen. "KBG pake serangan 'Phishing'. Mereka kirim malaikat palsu ke mimpi orang-orang buat promo si in Dosa-Cash!"

"Gabriel! Bisa lo blokir akses mimpi mereka?!" tanya Slamet.

"Gue nggak punya wewenang di Departemen Mimpi, itu urusannya Sandman bagian lokal!" jawab Gabriel panik.

Slamet berdiri. "Nggak ada pilihan lain. Arini, kita harus bikin 'Konten Kontra-Narasi'. Kita harus bikin kampanye edukasi bahwa 'Surga Itu Nggak Bisa Dicicil'. Sugeng! Kunti Sari! Kalian turun ke jalan. Temui orang-orang yang lagi pake Dosa-Cash, tunjukin ke mereka wujud asli dari bunga yang mereka pinjam!"

Sugeng dan Kunti Sari langsung melesat. Di sebuah mall mewah, ada seorang pria yang baru saja klik 'Pinjam Pahala' di aplikasi Dosa-Cash untuk memenangkan undian mobil. Tiba-tiba, di depannya muncul Sugeng yang ikat kepalanya lepas satu, memberikan wajah paling melas sedunia.

"Mas... mobilnya emang dapet," bisik Sugeng dengan suara serak. "Tapi nanti pas Mas mati, roda mobil itu bakal jadi beban di pundak Mas selama seribu tahun. Mau?"

Pria itu langsung pucat pasi dan buru-buru meng-uninstall Dosa-Cash.

Di dunia digital, Bang Omen berhasil menyusup. Dia tidak menghancurkan server KBG, tapi dia mengubah sistem penagihan mereka. Setiap kali debt collector KBG mau nagih 'Amalan Masa Depan', yang keluar di layar mereka justru khutbah-khutbah tentang bahaya riba yang dibacakan oleh suara AI yang sangat mirip Nyi Blorong.

Perang ini berlangsung selama 24 jam penuh. Akhirnya, berkat algoritma baru 'Sincerity Check' milik Slamet, inflasi pahala mulai terkendali. Orang-orang mulai sadar bahwa berbuat baik itu bukan soal poin, tapi soal rasa.

Gabriel melihat tabletnya yang kini sudah kembali berwarna hijau. "Slamet... kamu berhasil. Neraca kembali seimbang. Auto-Purge dibatalkan."

Gabriel menatap Slamet dengan tatapan yang sedikit lebih hormat. "Mungkin kamu memang benar. Terkadang, Langit butuh admin dari bumi yang tahu liciknya hati manusia."

Namun, kemenangan ini menyisakan satu masalah baru. KBG yang kalah telak tidak tinggal diam. Mereka melakukan langkah terakhir yang sangat ekstrem. Mereka melaporkan Slamet ke **"Dewan Pengawas Dimensi Internasional"** dengan tuduhan: "Melakukan Monopoli Kebahagiaan Tanpa Izin Global".

Slamet baru saja mau bernapas lega saat sebuah portal berwarna ungu gelap terbuka di tengah ruangan. Muncul sesosok hantu memakai jas rapi, membawa koper kulit, dan berbicara dengan aksen Amerika yang kental.

"Mr. Slamet Sudjatmiko? My name is Mr. Void from the 'International Ghost Monetary Fund' (IGM.F). Your application is disru ting the global soul economy. We are here to place your ministry under international super vision."

Slamet melongo. "Busyet... habis Pinjol, terus Langit, sekarang IMF Ghaib?!"

Arini memegang tangan Slamet. "Mas, kayaknya kita butuh belajar bahasa Inggris ghaib nih."

Slamet menghela napas, menatap Mr. Void dengan berani. "Listen, Mr. Void. This is Indonesia. Here, we don't follow your soul economy. We follow 'Gotong Royong' economy. If you want to audit me, you have to talk to my lawyer first."

Slamet menunjuk ke arah Kunti Sari yang sedang asyik kikir kuku.

Saga ini semakin melebar. Dari Jakarta, kini masalahnya menjadi urusan diplomasi antar-negara hantu. Slamet menyadari bahwa jalannya menuju Bab 50 masih dipenuhi dengan rintangan birokrasi yang lebih gila lagi.

1
Yeni Yeni
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kok geli jadinya ya, ceritanya lucu
Wayan Surya Mahardani
😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!