NovelToon NovelToon
Pengganti Yang Dipilih

Pengganti Yang Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat / Misteri
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayyun

Olivia Nugraha, gadis 18 tahun yang baru lulus SMA, terpaksa menggantikan kakaknya, Olin, untuk menikah dengan Juna demi menjaga nama besar keluarga mereka. Ia mencoba melawan, namun Oma selalu selangkah lebih maju. Pernikahan tetap terjadi.

Sementara itu, keberadaan Olin masih menjadi tanda tanya. Benarkah ia kabur? Atau ada alasan lain di balik menghilangnya? Dan mengapa namanya kembali disebut saat ia resmi menjadi bagian dari dinasti?

Karena mungkin… Olivia tidak pernah benar-benar dipilih untuk menggantikan Olin, tapi ia dipilih karena seseorang sudah mengincarnya sejak awal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Perjalanan mereka berakhir di sebuah rumah besar. Bukan sekadar besar—rumah itu jelas milik kalangan atas. Halaman luas, pagar tinggi, dan penjagaan ketat.

Olivia langsung mengernyit. “Apa ini… rumah lu?” tanyanya curiga.

Pria itu tidak menjawab. Ia hanya berjalan masuk begitu saja.

Seorang sekuriti yang berjaga di depan langsung membukakan pintu dengan hormat. Begitu pria itu mendekat, sekuriti tersebut menyerahkan sebuah kunci.

“Terima kasih,” ucap pria itu singkat.

Nada bicaranya biasa saja, tapi sikap sekuriti itu… sangat patuh. Olivia dan Jesica saling berpandangan, sama-sama bingung, lalu tetap mengikuti.

Mereka masuk ke dalam—melewati ruang depan yang elegan, hingga akhirnya menuju garasi. Di sana, terparkir beberapa mobil mewah. Pria itu berjalan ke salah satu mobil, menekan remot.

Bip.

Lampu mobil menyala. Ia membuka pintu pengemudi, lalu menoleh ke arah mereka.

“Masuk.”

Olivia mengernyit. “Kita mau ke mana lagi?”

“Kalian mau tahu tentang Oliana, kan?” jawabnya santai.

“Iya, tapi—”

“Ya udah. Ikut.”

Olivia masih berdiri di tempat. “Ini rumah siapa?”

Pria itu masuk ke dalam mobil, lalu menjawab enteng, “Gue cuma numpang parkir.”

Jesica langsung menatapnya tidak percaya. “Numpang parkir… di rumah kayak gini?”

Namun pria itu tidak menjelaskan lebih jauh. Pilihan mereka hanya dua: ikut… atau tetap tidak tahu apa-apa.

Akhirnya, tanpa banyak kata, mereka masuk ke mobil. Jesica duduk di kursi belakang. Olivia di depan, di samping pria itu. Mesin mobil dinyalakan. Sebelum mobil bergerak keluar, pria itu menoleh sedikit.

“Seatbelt.”

Refleks, Olivia dan Jesica langsung memasangnya. Mobil mulai melaju perlahan menuju gerbang. Namun tepat sebelum keluar, pria itu menurunkan kaca sedikit dan berkata pada sekuriti,

“Hapus semua CCTV hari ini.”

Sekuriti itu langsung mengangguk. “Siap, Pak.”

Olivia langsung menoleh cepat ke arah pria itu.

“Apa sih lu…” gumamnya, setengah tak percaya. “Lu mafia ya?”

Pria itu hanya menyeringai kecil. “Keluarga lu yang mafia.”

Sindiran itu tepat. Olivia terdiam. Ia ingin membantah, tapi… tidak bisa sepenuhnya menyangkal. Cara Oma mengatur segalanya, cara Juna bergerak dan cara semua orang tunduk. Semuanya memang… tidak jauh dari kata itu.

Olivia akhirnya hanya mendengus pelan, lalu memilih diam. Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa aneh. Olivia sempat berpikir mereka akan dibawa ke tempat rahasia. Tempat di mana ia akhirnya akan bertemu Oliana.

Namun semakin lama mobil berjalan… arahnya terasa familiar, Olivia mengernyit.

“Ini… ke kampus?”

Pria itu tidak menjawab. Beberapa menit kemudian, mobil benar-benar berhenti… di depan kampus mereka.

Olivia menoleh tajam. “Maksudnya apa?”

Pria itu mematikan mesin, lalu menoleh ke arahnya. Tatapannya kembali tenang.

“Turun.”

“Lu serius?” Olivia mulai kesal. “Lu bawa gue muter-muter cuma buat balik ke sini?!”

Pria itu tidak terpancing. “Juna bakal jemput lu.”

Olivia terdiam.

“Bersikap normal,” lanjutnya. “Seolah-olah hari ini lu kuliah.”

Jesica di kursi belakang ikut menegang.

“Kenapa harus?”

“Karena kalau dia curiga…” pria itu menatap Olivia, “semua bakal jadi lebih susah.”

Hening. Logika itu masuk dan Olivia membencinya. Pria itu lalu mengambil sesuatu dari dashboard. Dua ponsel. Ia menyerahkan satu ke Olivia, satu lagi ke Jesica.

“Pakai ini.”

Olivia menatap ponsel itu beberapa detik sebelum menerimanya.

“Buat komunikasi.”

“Kenapa harus ini?”

“Karena yang lain… nggak aman.”

Jawaban singkat. Namun cukup membuat bulu kuduk merinding. Olivia menggenggam ponsel itu erat.

“Sekarang turun,” kata pria itu.

Jesica lebih dulu membuka pintu. Olivia masih diam beberapa detik.

“Lu janji,” katanya pelan, “gue bakal ketemu kakak gue.”

Pria itu menatapnya, tidak langsung menjawab. Lalu berkata,

“Kalau lu masih percaya gue… iya.”

Olivia turun dari mobil, Jesica menyusul. Pintu mobil tertutup. Mobil itu langsung melaju pergi… tanpa menoleh sedikit pun.

Mereka berdiri di depan kampus, seolah tidak pernah pergi ke mana-mana. Namun sebelum Olivia sempat benar-benar mengatur napas—ponsel baru di tangannya bergetar.

Satu pesan masuk. Dari nomor tanpa nama, Olivia membukanya. Isinya singkat.

Mulai sekarang, jangan pernah bilang apa pun ke Juna.

Beberapa detik kemudian… pesan kedua masuk.

Karena dia bukan satu-satunya yang nyari lu hari ini.

1
Paradina
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!