NovelToon NovelToon
Penyelamatku Ternyata Seorang Mafia Kejam

Penyelamatku Ternyata Seorang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: MY QUEEN ATRI

Pertemuan Elina dengan Alex seorang mafia kejam yang dikenal dengan julukan "Raja Iblis" memiliki kekuasaan diberbagai wilayah, Alex yang memiliki masa lalu kelam dan telah melakukan banyak kekejaman dalam mencapai kekuasaannya, tetapi ia memiliki prinsip untuk melindungi yang lemah dan tidak berdaya.

Ketika seorang wanita muda bernama Elina dikejar oleh geng rival, ia berlari menuju klub malam mewah yang terkenal dan ternyata merupakan milik Alex, untuk menghindari kejaran geng rival dan mencari perlindungan Elina pun memasuki klub malam tersebut.

Di dalam klub tersebut Elina tak sengaja bertabrakan dengan Alex, Alex yang terkejut mencoba untuk mencerna apa yang terjadi pada wanita yang menabraknya. Elina yang tak tau siapa itu Alex, langsung meminta pertolongan padanya. Pertemuan ini pun menjadi awal dari cerita yang akan penuh dengan aksi, romansa dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MY QUEEN ATRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup dan Mati

Di dalam mobil ambulance, Alex duduk di samping Elina yang masih menggenggam tangannya dengan erat. Ia terus menatap Elina dengan rasa bersalah. Darah Elina yang masih merembes dari luka di bahunya, membasahi perban darurat yang dipasang dengan tergesa-gesa oleh Andre.

"Elina… tetaplah bersamaku" bisik Alex, suaranya rendah namun penuh kepanikan yang tak mampu dia sembunyikan, untuk pertama kalinya dalam hidup pria yang ditakuti banyak orang itu, terlihat rapuh dan tak berdaya. 

Elina membuka matanya perlahan, pandangannya buram, namun ia masih bisa melihat wajah Alex yang di dekatnya.

Wajah yang selama ini selalu terlihat dingin dan kejam, kini penuh ketakutan. Elina ingin tersenyum, tapi bahkan itu terasa sulit baginya.

"Alex…" bisik Elina lemah.

"Ya.... Aku di sini" jawab Alex cepat sembari menggenggam tangan Elina lebih erat. 

"Kau tidak akan mati...... aku tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap Alex.

Elina ingin mengatakan sesuatu, tapi rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Napasnya terasa berat, seolah setiap tarikan napas adalah perjuangan. Kelopak matanya mulai terpejam.

"Tidak!" suara Alex meninggi. 

"Elina! Lihat aku!" Teriak Alex.

Andre yang duduk di depan menoleh sekilas, wajahnya tegang "Bos… kita hampir sampai" ucapnya.

Mobil akhirnya berhenti tepat di depan rumah sakit terbesar milik jaringan mereka, pintu belakang terbuka, dengan cepat tenaga medis berlari keluar dengan tandu.

"Singkir!" teriak Alex saat para tenaga medis mencoba mengambil alih.

Alex sendiri yang mengangkat Elina, memeluk tubuhnya dengan hati-hati seolah ia adalah sesuatu yang paling berharga di dunia.

"Selamatkan dia" perintah Alex dingin, namun suaranya bergetar. 

"Apa pun yang terjadi… selamatkan dia" ucap Alex.

Para dokter langsung membawa Elina ke ruang operasi, pintu tertutup dan Alex hanya bisa berdiri di luar. Tangannya masih berlumuran darah Elina, untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun Alex merasa benar-benar tak berdaya.

Waktu terasa berjalan sangat lambat Andre berdiri beberapa langkah di belakang Alex, tidak berani berkata apa pun.

Sudah dua jam namun lampu ruang operasi masih menyala, Alex berdiam diri dan matanya terpaku pada pintu ruang operasi. Ia bahkan tidak duduk dan tidak bergerak, seolah jika ia bergerak, sesuatu yang buruk akan terjadi.

Ingatan terus berputar di kepala Alex, Senyum Elina. Tawanya. Tatapan matanya saat memarahinya.

Dan… saat ia mendorong tubuhnya untuk menerima peluru itu. Tangan Alex mengepal.

"Kenapa? Kenapa dia melakukan itu?" bisik Alex oada dirinya.

Alex adalah pria yang telah menghadapi ribuan kematian. Ia telah melihat orang mati di depannya tanpa berkedip. Bahkan ia harus melihat kematian keluarganya. Namun sekarang Ia takut, sangat takut jika Elina mati. Ia tidak tahu apa yang akan tersisa darinya. 

Pintu ruang operasi akhirnya terbuka, seorang dokter keluar dengan masker masih menutupi wajahnya. Alex langsung berjalan cepat ke arah dokter "Bagaimana keadaannya?" dokter itu terdiam sejenak, detik itu terasa seperti keabadian.

"Pelurunya mengenai bagian atas bahu" kata dokter akhirnya. 

"Tapi...... Beruntung tidak mengenai jantung atau paru-parunya secara langsung" ucap dokter, Alex menahan napas.

"Tapi… dia kehilangan banyak darah" ucap dokter. Kalimat itu terasa seperti pisau yang menusuk.

"Kami berhasil mengeluarkan pelurunya. Namun sekarang, semuanya tergantung pada tubuhnya sendiri" lanjutnya.

"Apa maksud kamu?" ucap Alex, suaranya berubah dingin. Dokter itu menatapnya.

"Dia masih kritis" ucap dokter.

Dunia Alex terasa runtuh, Elina terbaring diam di ruang ICU.

Tubuhnya dipenuhi kabel dan alat medis, suara detak jantung dari monitor terdengar pelan namun tidak stabil.

Alex duduk di samping tempat tidur Elina, tangannya menggenggam erat tangan Elina yang pucat dan terasa sangat dingin.

Alex menunduk, menempelkan dahinya pada punggung tangan Elina "Kenapa kau bodoh sekali…" bisik Alex pelan.

"Tugasmu adalah dilindungi. Bukan melindungiku" ucap Alex, suaranya pecah untuk pertama kalinya.

"Aku sudah kehilangan terlalu banyak orang…" ucap Alex.

"Aku tidak bisa kehilanganmu juga"

Ruangan itu sunyi, hanya suara mesin yang menjadi saksi.Alex, sang mafia yang dikenal dengan julukan raja iblis yang ditakuti semua orang, kini duduk di depan ruang ICU seperti pria biasa yang rapuh dan tak berdaya menunggu wanita yang telah mengubah hidupnya.

Sementara itu, di tempat lain seorang pria berdiri di depan jendela gedung tinggi...... Marco. Ia memandangi kota yang sama.

"Bagaimana, apakah wanita itu mati" lapor seorang anak buah di belakangnya, pria itu tersenyum tipis.

"Masih hidup" ucap anak buahnya. Seketika senyumnya memudar sedikit.

"Sayang sekali" ucap Marco. Ia menyesap minuman di tangannya.

"Tapi tidak apa-apa" ucap Alex,atanya dingin.

"Permainan baru saja dimulai" lanjutnya. Tawa Marco memecah keheningan ruang di gedung itu.

Di rumah sakit sudah lewat tengah malam, Andre masuk perlahan ke ruang ICU "Bos…" ucap Andre, Alex tidak menjawab. Ia masih duduk di posisi yang sama.

"Semua pelabuhan sudah kita kuasai. Sisa anggota Zerka sedang diburu" ucap Andre, tapi tetap tidak ada jawaban dari Alex. 

Andre ragu sejenak dan kembali berkata "Bos… Anda harus istirahat" ucapnya. Alex akhirnya berbicara.

"Tidak" ucap Alex, satu kata yang begitu dingin. Namun penuh dengan makna.

"Aku akan tetap di sini" lanjut Alex. 

Andre mengangguk pelan dan keluar. Alex kembali menatap Elina, ia mengangkat tangan Elina dan menciumnya pelan, berharap dia segera bangun dan membuka matanya.

"Bangunlah" bisik Alex, tidak ada respons, namun ia tetap menunggu..... menunggu keajaiban segera terjadi.

Di dalam kegelapan  Elina merasa seperti tenggelam. Tidak ada suara, tidak ada cahaya, hanya kehampaan. Namun jauh di sana dia mendengar sebuah suara, suara yang dikenalnya.

"Bangunlah" suara Alex ya g terdengar hangat memanggilnya perlahan. Satu tetes air mata jatuh dari sudut mata Elina, monitor jantung berbunyi sedikit lebih stabil. Alex langsung mengangkat kepala Elina yang sedang terbaring.

"Elina..." kata Alex. Jari Elina bergerak sepersekian detik, singkat. Namun nyatanya napas Alex tertahan.

Kelopak mata Elin terbuka perlahan, sangat perlahan. Matanya mulai terbuka, pandangannya masih belum jelas.

Namun ia melihat Alex yang masih ada didekatnya. Ia melihat air mata jatuh dari mata Alex.

"Selamat datang kembali" bisik Alex. Bibir Elina bergerak lemah "Aa....Alex…" ucap Elina, satu kata namun cukup untuk menghidupkan kembali dunia Alex. Alex menggenggam tangan Elina erat.

Untuk pertama kalinya sejak malam itu, Alex merasa ia bisa bernapas lagi. Namun mereka berdua tidak tahu bahwa di balik bayangan malam, musuh yang jauh lebih besar sedang mengawasi dan kali ini targetnya bukan hanya Elina, tapi segalanya yang dimiliki Alex.

"Sekarang kamu aman, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu lagi" ucap Alex sambil memegang pipi Elina. Elina tersenyum menatap wajah Alex.

1
MY QUEEN ATRI
🤭
Dame Manalu
Marco punya mata2 didekat Alex,apakah Alex blm menyadarinya..
Dame Manalu
ceritanya bbangus cm nanayanya msh suka salah Thor.....
MY QUEEN ATRI: Terimakasih sudah diingatkan 🤗
total 1 replies
Nur Linda
🤭
Liliy08 09
kak lanjut lagi dong 🔥
MY QUEEN ATRI: ditunggu yah🤗
total 1 replies
Nur Linda
Cerita bagus, Aku suka banget. Alurnya jelas, visual tokohnya keren, terus kapan nih thorrr eps selanjutnya, gak sabar nih
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Virgo♍
ditunggu kelanjutannya
Virgo♍
lanjutkan🔥🔥🔥
Hasmi Ami
cerita bagus, menurutku rekomend deh 🥰
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Hasmi Ami
iii cerita seruuuu, lanjutkan thor🔥🔥🔥
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Virgo♍
keren bangett kakak, lanjut dong🔥🔥🔥
Virgo♍
wahh ceritanya keren banget, ditunggu kelanjutannya🔥🔥
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Liliy08 09
sangat menarik🔥
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Liliy08 09
cerita nya keren
kak lanjut epsd 3 dong 🔥🔥
Liliy08 09
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!