NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Leon yang menyebalkan

Amir melihat bagaimana Zara tampak menyesal, gadis itu berwajah masam dan tampak bersedih.

"Mungkin Tuhan punya maksud buat ngelakuin ini semua, Tuhan tau kamu orang baik, mungkin Tuhan pengen kamu bantu Zara" Kata amir.

"Gue jadi inget tentang apa yang gue tau hari ini, ternyata Zara adalah korban pembullyan di sekolahnya, ada satu anak di kelas gue yang ngasih tau" Kata Zara.

"Oh ya? Zara jadi korban perundungan?!" Amir tampak terkejut

"Iya, gue ngerasa selama gue ada di tubuh dia orang orang emang nganggep gue lemah dan gak berani, gue gak tau kenapa, ternyata selama ini mereka tau gue korban bully" Ungkap Zara.

"Kayanya itu tujuan Tuhan buat Zara, dia sengaja nuker jiwa kalian biar kamu bisa bantu Zara"

"Ck! kenapa harus gue sih?!" Ia berdecak kesal.

"Ya karna kamu mampu"

"Ya gue mampu ngelawan mereka, tapi gue gak mampu hidup miskin, gue gak suka"

"Ini sekaligus buat pelajaran Zara, gak selamanya orang berada di atas, jadi saat nanti kamu ada di bawah kamu gak kaget, lagian kamu harus bisa buktiin kalo orang miskin itu juga gak bisa di tindas seenaknya, kita semua sama, kamu harus bisa"

Zara merasa tersentuh dengan ucapan Amir, ia meyakini bahwa laki laki di sampingnya ini tak seratus persen percaya dengan apa yang di katakannya,memang sulit di pikirkan secara logika tentang apa yang terjadi dengannya, tapi ia merasa kagum melihat Amir memilih diam dan percaya tanpa berprotes apapun.

"Thanks, Amir"

"Sama sama, Kayla"

...****************...

Michele, ruri dan windi mendatangi kelas Zara, kali ini bukanlah Zara yang ia cari, melainkan Mimi.

"Heh?!" Michele mendorong Mimi keras hingga gadis itu terhantuk tembok di sampingnya.

"K-kenapa kak?" Tanyanya gugup.

"Ngomong apa lo sama zara?" Tanyanya tanpa basa basi.

"G-gak ngomong apa apa kak, s-sumpah" Katanya.

"lo pikir gue percaya hah?!" Ruri membentak.

"Berani lo sekarang ya? ngerasa dapet perlindungan?!" Sahut windi.

Mimi menggeleng ribut, badannya bergetar ketakutan, ia mengingat bayangan bayangan di masa lalu dimana dirinya menjadi korban perundungan oleh sang kakak kelas.

"Gue Bakalan pastiin kalo hidup lo gak bakalan tenang, hidup lo dan Zara bakalan kaya neraka, lo bakalan dapet apa yang harus lo dapetin, inget itu!" Ujar Michele mengancam.

"Ngapain kalian bertiga?" Zara yang baru datang ke kelas membuat Michele mengalihkan perhatiannya dari Mimi.

Michele memberikan isyarat pada kedua teman nya untuk menjauhi Mimi.

"Urusan sama lo apa?!" Tanya Michele.

"Ya jelas ini kelas gue! lo bertiga ngapain kesini?! Tanya Zara tak kalah ketus.

"Ya suka suka kita lah! kita kan kakak kelas" Jawab windi.

Zara melangkah maju dan membuat mereka saling berhadapan satu sama lain dari jarak dekat.

"Jangan sampe orang tua lo dateng kesini gara gara bermasalah sama gue lagi, mending kalian stop cari masalah atau kalian sendiri yang bakalan rugi" Ancam Zara.

"Lo ngancem gue?" Tanya Michele tak percaya.

"Gue cuma ngingetin aja, inget kalo gue udah bukan Zara yang bisa lo tindas kaya dulu lagi, pergi sekarang!" Usir Zara.

Michele mengepalkan tangan nya kuat, kenapa ia tak bisa melawan ucapan Zara, ia kesal karena hal itu, kenapa dirinya jadi terlihat lemah sekarang?

"Ayo pergi!" Ajak michele pada kedua teman temannya.

Sepeninggalan ketiga gadis tersebut kini Zara mendekati mimi yang masih terdiam menyandarkan dirinya ke tembok.

"Lo gak apa apa?"

"Makasih banyak Zara"

"Mereka ngomong apa?"

Mimi menggeleng ribut, entah karena tidak ada yang ingin ia sampaikan atau karena rasa takut.

"Lo jangan takut deh sama mereka, gue yakin lo gak semiskin gue buat ngelawan mereka"

"Mereka gak ngomong apa apa kok" Bohongnya.

"Oh yaudah" Saat Zara akan pergi Mimi menahan lengan nya.

"Zara?" Panggilnya pelan.

"Ada apa?"

"Aku mau jadi temen kamu" Katanya.

Zara terdiam beberapa saat, selama beberapa hari terakhir bukan hanya Mimi yang menawarkan hal seperti ini, beberapa orang dari kelasnya maupun di kelas lain juga melakukan nya, namun Zara merasakan bahwa ada maksud lain mimi ingin menjadi teman nya, gadis itu seolah sedang meminta perlindungan.

"Oke aja sih, lagian kita juga temen kan dari dulu, kita selalu sekelas" Kata Zara.

Mimi mengangguk membenarkan.

"Yaudah mulai sekarang kita temen" Balas Zara.

"Makasih Zara"

...****************...

Michele merenungi segala pikiran nya hingga ia sama sekali tak fokus mendengarkan guru yang sedang mengajar di depan.

"Apa kata orang kalo mereka ngeliat gue takut sama Zara" Batin nya.

"Cell?" Panggil ruri berbisik.

"Kenapa?" Tanyanya tak kalah pelan.

"Lo mikir gak sih gimana tadi Zara ikut campur dan jadi pahlawan kesiangan lagi buat Mimi" Tanya nya.

"Iya" Jawab michele singkat.

"Jujur buat sekarang kayanya kita gak bisa terus terusan buat masalah sama Zara, dia tau cara ngelawan cell, dan jujur aja gue agak takut, lo gak inget gimana dia mukulin kita waktu itu?"

"Ingatlah bego!"

"Jadi maksud gue, kita harus ngasih pelajaran ke Mimi tanpa ngelibatin dia, dia gak boleh tau" Bisiknya.

"Ya gue juga mikir gitu" Balas michele.

Lagi lagi michele mendesah marah, kenapa ia dan teman temannya terkesan takut pada Zara, perubahan gadis itu benar benar sangat menyulitkan nya.

...****************...

Saat Zara tengah mengulurkan uangnya pada penjaga kantin tiba tiba saja Leon menarik tangannya ke belakang dan mengulurkan uang miliknya bergantian.

"Gue bayarin" Katanya.

"Lo pikir gue miskin?!" Sulut Zara tak Terima.

Baik Zara maupun Leon sama sama terdiam, Leon bertanya dalam hatinya bukan kah Zara memang terkenal miskin dan hanya mengandalkan bea siswa belajar di sini, mengapa gadis itu bersikap sangat sombong sekarang?

Sementara itu Zara tengah merutuki dirinya yang lupa dengan identitas barunya.

"Bukan nya lo emang miskin ya?" Tanya Leon

"Tapi gue masih mampu buat beli makanan sendiri, gausah sok deh!" Balas Zara.

"Gue gak sok kok, gue cuma mau nraktir lo aja, emang salah?" Tanyanya.

"Thanks tapi gausah"

"Ini kembalian nya" Ibu kantin memberi uang kembalian pada Leon dan membuat Leon tersenyum bangga.

"Udah di bayar" Katanya

Zara berdecak, dan menyahut pesanan burger yang ia beli lalu duduk di salah satu meja yang tersedia di kantin, Leon pun mengikutinya.

"Bagi WA dong" Pintanya.

"Lo kenapa sih ganggu gue?"

"Ya emang salah? gue kan mau bertemen doang"

"Gue gak mau punya temen kaya lo!"

"Kenapa? lo takut jatuh cinta karna gue terlalu ganteng?"

"Muka lo kaya Ubi cilembu!"

"Enak dong, manis"

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!