NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ide licik Cavin

Di bawah cahaya remang lampu tidur yang membiaskan kehangatan di sudut kamar, Cavin dan Thalia terbaring dalam diam yang canggung.

Ini bukan kali pertamanya mereka tidur satu ranjang karena saat Mama nya meminta mereka menginap maka mereka akan tidur di ranjang yang sama.

Deru napas yang teratur menjadi satu-satunya melodi di antara mereka.

"kenapa belum tidur Thalia?" bisik Cavin, suaranya serak namun lembut, memecah kesunyian malam.

Thalia menoleh sedikit, menatap manik mata suaminya yang begitu dekat. "Napas Kakak... terasa geli di wajah Thalia," jawabnya dengan kepolosan yang jujur.

Cavin tersenyum tipis, sebuah tarikan simpul yang hampir tak terlihat. "Tidurlah, bentar lagi pagi ," ujarnya seraya membuang pandang ke langit-langit kamar, mencoba memberi ruang bagi Thalia untuk bernapas.

Namun, saat Cavin berbalik, Thalia justru memutar tubuhnya, memunggungi sang suami sepenuhnya.

Cavin mendengus pelan, ada rasa gemas yang bergejolak di dadanya. Sabar, Cavin. Dia sedang tidak fit, batinnya menenangkan diri. Ia menatap punggung kecil itu dalam diam.

Meski Thalia tampak begitu ringkih, ada pesona yang mulai mengakar di hati Cavin

. Tanpa sadar, ia memajukan tubuhnya dan mendaratkan satu kecupan lembut di puncak kepala istrinya sebuah afeksi tak terduga yang membuat jantungnya sendiri berdegup kencang.

" kak "panggil thalia seraya berbalik

" ada apa" tanya Cavin ada kilatan salah tingkah

" maaf ya uang yang kakak berikan di ambil orang" ada nada sesal yang begitu ketara

" ok , sekarang tidur udah malem, besok biar saya yang urus" ujar nya seraya menarik Thalia ke pelukannya tanpa sadar.

▪️▪️▪️

Pagi pun menyapa melalui celah gorden, namun ketenangan itu pecah oleh rengekan kecil.

"Kakak... apa yang Kakak lakukan?" Thalia terbangun dengan rona merah yang menjalar hingga ke leher.

Cavin mengharapkan mata, kesadarannya masih tertinggal di alam mimpi. Namun, tangannya yang masih mendekap erat Thalia dari belakang terasa sedang menggenggam sesuatu yang kenyal dan hangat.

Seketika, ia menarik tangannya seolah baru saja menyentuh bara api.

"Maaf, Thalia... aku tidak sengaja," ucap Cavin gugup, meski jauh di lubuk hatinya, sisa kehangatan itu masih membekas.

"Sakit, Kak..." keluh Thalia pelan, memegangi dadanya yang terasa berdenyut.

Kepanikan menyergap Cavin. "Sakit? Apa aku memegang nya terlalu kuat"tanya Cavin yang dijawab gelengan kepala

"Kata Mama, ini hanya karena Thalia sedang tumbuh. Wajar katanya," jelas Thalia dengan wajah tertunduk malu.

Mendengar itu, sebuah ide nakal melintas di benak Cavin. Ia meraih ponselnya, berpura-pura mencari informasi di WebMD atau artikel kesehatan lainnya. Seringai licik mulai menghiasi wajah tampannya.

"Ehem, Thalia... kau tahu? Sebenarnya apa yang aku lakukan tadi maksudku, sentuhan seorang suami justru adalah terapi.

Itu bisa mencegah berbagai penyakit serius seperti kanker," bohongnya dengan nada bicara yang meyakinkan layaknya seorang ahli medis.

Mata Thalia membulat. "Benarkah? Bisa mengobati?"

"Tentu saja. Mungkin Mama atau temanmu Nana belum sempat memberitahumu, tapi itulah gunanya suami," lanjut Cavin enteng, menikmati kepolosan istrinya yang menggemaskan.

" tapi Thalia malu, kalau kakak yang melakukannya" ujarnya lirih wajah hingga lehernya kini sudah memerah

" malu kenapa? ,aku ini suami mu , bagaimana kita bisa terapi sebelum tidur " ujar Cavin tersenyum licik dengan ide baru nya

"Kalau begitu... Thalia akan tanya ke Nana nanti agar dia bisa cari solusi lain juga, kalau sama kakak Thalia enggak berani" sahut Thalia polos sembari bergegas turun dari ranjang.

"Mau ke mana?" tanya Cavin cepat, menahan tawa, karena berpikir dari mana pemikiran mesum nya yang tiba-tiba muncul itu.

"kan udah pagi jadi mau ke dapur mau memanggang roti ," jawab Thalia singkat, mencoba menyembunyikan rasa malunya yang membuncah

Cavin bangkit, lalu memberikan tatapan tegas yang tak bisa dibantah.

"Ganti pakaianmu dulu sebelum keluar. Dan jangan berani menyentuh wajan untuk nasi goreng lagi."

Biasanya thalia bebas memakai pakaian apapun tapi karena masih ada kedua sahabatnya di luar maka ia tidak ingin mata sahabatnya itu berkeliaran memandang istri nya, meskipun rasa ketertarikan belum begitu kuat tapi rasa kepemilikan begitu tertanam.

Setelah menyelediki dan banyak bukti yang di berikan oleh sahabatnya tentang penghianat kekasihnya yang sekarang masih di luar kota.ia ingin memutuskan hubungan mereka secara baik baik.

Cavin teringat bencana "Nasi Goreng Susu Cokelat" tempo hari.

Sejak saat itu, dapur adalah wilayah kekuasaannya.

Ia mulai membimbing Thalia dengan sabar, mengajarinya cara memanggang roti yang sempurna dan menyeduh susu hangat, sementara ia sendiri yang dengan piawai menggoreng telur mata sapi di atas api kecil.

Di dapur pagi itu, di antara aroma mentega dan kopi, Cavin menyadari bahwa meski Thalia tampak masih begitu belia dan begitu polos, tanpa ia sadari telah menjadi pusat dunianya yang baru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!