Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
"dari mana? ucap Rey menghadang Renee yang hendak memasuki kamar.
alasan Rey melakukan hal itu adalah karena Renee sudah tidak pulang selama 2 hari, meninggalkan nya yang sedang terbaring sakit sendirian.
Renee hanya tersenyum lalu membuat gestur tangan menyuruh Rey menyingkir.
Namun Rey masih saja kekeuh, ia kembali menghadang Renee yang hendak melewati nya.
lagi lagi Renee hanya tersenyum, namun kali ini ia membisikkan sesuatu ke telinga Rey.
"........
mata Rey berbinar, ia mengecup singkat pipi Renee lalu mempersilakan gadis itu lewat.
setelah itu, ia kembali ke kamar nya dengan perasaan riang gembira.
akhirnya setelah sekian lama dirinya bisa bertemu kembali dengan teman nya itu.
~keesokan harinya~
"fiuhh"
"akhirnyaa!"
seorang pemuda berambut hijau dan bermata hijau, lengkap dengan baju hawai dan topi pantai nya, akhirnya bisa bernapas lega setelah berpuluh puluh menit berkendara dari rumah nya menuju markas rahasia Riize.
"bangsat lah"
"gue kira bakal berubah ni tempat"
sahut pemuda di sebelah nya, seorang pria tampan maskulin dengan warna rambut biru gelap dan bola mata berwarna biru laut.
Karen dan Likean awalnya mengikuti Renee dan Rey secara diam diam tanpa sepengetahuan mereka berdua, namun pada akhirnya mereka tertangkap dan berakhir ikut Renee dan Rey yang hendak mengunjungi Leo.
dibelakang dua sejoli itu, terlihat Rey sangat bete karena kehadiran mereka berdua, niat awalnya adalah mengajak Leo yang baru saja kembali bebas untuk bermain bersama nya.
namun sepertinya niat itu memiliki sebuah tembok penghalang yang sangat tinggi.
"let's go guyss??
"gass!!!
oh ayolah, ini benar-benar menghancurkan mood Rey.
mereka lalu berjalan beriringan memasuki markas rahasia Riize.
Renee hanya mengikuti di belakang dengan santai sambil membawa koper berisi jajanan untuk Leo.
" ekhem" Karen berdehem untuk meredakan rasa gugup nya, ini adalah pertemuan pertama mereka setelah 2 tahun berpisah karena Renee melarang siapa pun menemui Leo.
"anjing"
"dada gua sakit" Likean memegangi dada nya yang nyeri, dengan perasaan gugup dia berusaha mengetuk pintu.
"tok tok-
" brakhh"
Rey yang sudah muak pun langsung menendang pintu hingga rusak.
ia lalu dengan santai nya masuk dan melemparkan tas yang ia bawa ke sofa.
Karen dan Likean tercengang dengan aksi Rey, sedangkan Renee hanya menatap datar, Riize pasti akan marah besar karena pintu nya kembali rusak setelah kemarin juga baru saja di tendang olehnya.
"Prang!"
benar saja, dugaan Renee tepat sasaran, sebuah botol kaca melayang ke arah Rey.
"bangsatttt!!!!
" gak adeknya gak kakak semuanya sama aja!!!!!
Riize murka, ia memaki maki Renee dan Rey yang selalu saja merusak pintu milik nya.
meskipun Rey baru saja datang setelah 2 tahun, ia tetap menganggap kalau anak itu juga sama dengan Renee yang selalu merusak pintu nya.
ini bukan tentang pintu, tapi tentang seorang pria yang menyempatkan diri di tengah rasa lelah memperbaiki pintu yang di rusak oleh seorang adik kakak.
Rey tak menghiraukan Riize yang mengamuk, ia berlari lalu memeluk Leo yang baru saja datang dengan panik karena mendengar keributan.
"bugh"
mereka berdua terjatuh ke lantai, pelukan Rey sangat erat hingga membuat Leo kesulitan bernafas.
"h-hei"
"uhuk"
Leo hanya bisa pasrah, bahunya basah karena air mata Rey, ia lalu membalas pelukan cowok itu bersamaan juga dengan air mata nya yang ikut menetes.
"hiks-huaaaa"
Karen dan Likean juga ikut nimbrung di antara mereka berdua, mereka lalu menangis bersama menyambut masa lalu, yang kini kembali menemani mereka di masa sekarang.