Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyihir Kuno
Setelah kembali dari Desa Cemara dan melaporkan kejadian tentang Raven kepada Guild serta kerajaan, Tim Pelindung Alam langsung pergi ke Perpustakaan Kerajaan yang tua dan penuh dengan buku kuno.
Tempat yang mereka harapkan bisa memberikan jawaban tentang siapa sebenarnya Raven dan apa yang dia cari.
Mereka ditemani oleh Pustakawan Elara, seorang Elf yang telah menjaga perpustakaan selama lebih dari seratus tahun dan ahli tentang sejarah kuno kerajaan.
Elara: "Setelah kalian melaporkan nama 'Raven' dan lokasi kejadian di dekat Hutan Bayangan, aku langsung mencari catatan terkait. Dan ternyata, ada banyak hal yang perlu kalian ketahui."
Elara membuka sebuah buku besar dengan kulit sampul yang sudah aus, lalu membentangkannya di atas meja kayu besar.
Di dalamnya ada gambar batu besar berwarna putih keperakan yang memancarkan cahaya.
Elara: "Ini adalah Batu Keseimbangan – artefak kuno yang dibuat pada zaman awal terbentuknya dunia untuk mengendalikan keseimbangan semua elemen alam. Tempat penyimpanan batu itu adalah Gua Kuno yang terletak jauh di dalam Hutan Bayangan, tepat di belakang Desa Cemara tempat kalian bertemu dengan Raven."
Liam: "Jadi itu yang dia cari? Apa yang akan terjadi jika dia berhasil mengendalikan batu itu?"
Elara: "Batu itu bisa memberikan kekuatan luar biasa untuk menjaga keseimbangan alam, tapi juga bisa digunakan untuk mengumpulkan dan mengendalikan energi gelap jika jatuh ke tangan yang salah. Dan yang lebih penting – Raven bukan hanya mantan anggota Guild."
Elara membuka halaman lain yang berisi catatan keluarga penyihir.
Elara: "Dia adalah cucu dari Master Aldric – penyihir besar yang dulu menjadi penjaga utama Batu Keseimbangan.
Naomi: "Master Aldric?"
Elara: "Ya, tapi sekitar tiga puluh tahun yang lalu, Aldric mencoba mengendalikan kekuatan batu dengan niat untuk menguasai kerajaan, dan akhirnya menyebabkan kerusakan besar sebelum bisa dihentikan."
Lyra: "Itu sebabnya dia begitu gigih – dia ingin membuktikan bahwa keluarganya layak untuk memiliki kekuatan itu."
Olivia: "Tapi dia tidak menyadari bahwa kekuatan itu bisa merusak dunia yang dia ingin kuasai."
Setelah beberapa jam mencari informasi, mereka beristirahat dan makan siang di kafe kecil dekat perpustakaan yang dikenal dengan makanan khas kerajaan.
Mereka berdiskusi tentang bagaimana cara menghadapi Raven dan mengambil artefak sebelum dia bisa mendapatkannya.
Saat itu juga, Lyra melihat tanaman obat langka yang tumbuh di halaman belakang perpustakaan – jenis yang bisa digunakan untuk membuat ramuan pelindung dari energi gelap.
Dia segera mengumpulkannya dengan hati-hati sambil menjelaskan khasiatnya kepada teman-temannya.
Setelah dua hari mempersiapkan perlengkapan dan ramuan yang dibutuhkan, mereka memutuskan untuk segera berangkat.
Sebelum keluar dari kerajaan, mereka kembali bertemu dengan Pustakawan Elara untuk mengkonfirmasi jalur yang akan ditempuh.
Elara: "Desa Cemara adalah titik awal yang paling aman untuk masuk ke Hutan Bayangan – seperti yang kalian ketahui, kalian sudah pernah membantu desa itu dari pengaruh energi gelap yang disebarkan Raven beberapa waktu yang lalu. Dari sana, ada jalur rahasia yang tidak diketahui banyak orang yang akan membawa kalian langsung ke arah gua."
Liam: "Terimakasih atas informasinya."
Mereka berangkat dengan kereta yang telah diperkuat dan membawa perlengkapan khusus – termasuk alat deteksi energi yang lebih canggih dan perisai pelindung yang sudah diberi ramuan oleh Lyra.
Setelah dua hari perjalanan melalui jalan yang berkelok dan naik turun, mereka tiba di Desa Cemara saat matahari mulai menjelma sore.
Warga desa langsung mengenali mereka dan menyambut dengan sangat hangat. Kepala Desa yang sudah pernah mereka temui langsung datang menghampiri.
Kepala Desa: "Kalian kembali ya! Aku sudah tahu bahwa orang itu tidak akan berhenti begitu saja setelah kalian menghentikannya di sini."
Stella: "Betul Pak. Kali ini kita akan menghentikannya di sumber masalahnya – di gua kuno yang dia cari."
Kepala Desa: "Aku sudah bersiapkan apa yang bisa kubantu. Jalur rahasia yang kubicarakan saat kalian pergi dulu sudah aku bersihkan dari semak dan lumut."
Liam: "Kemana jalan itu akan membawa kami?"
Kepala Desa: "Jalan itu akan membawa kalian melalui sungai kecil yang hanya muncul di musim kemarau seperti sekarang, lalu masuk ke lorong sempit yang mengarah langsung ke dalam hutan yang lebih dalam – jauh dari area yang kalian singgahi saat bertemu dengan dia dulu."
Mereka memulai perjalanan ke dalam hutan pada pagi hari berikutnya, mengikuti jalur yang sudah ditandai dengan baik oleh warga desa.
Jalur itu jauh lebih sulit daripada yang mereka bayangkan – penuh dengan rintangan seperti jurang dalam yang harus dilintasi dengan jembatan kayu tua yang dibuat oleh warga desa beberapa generasi yang lalu.
Sungai deras dengan arus yang kuat yang harus dilalui dengan berjalan di atas batu-batu yang licin, dan area yang masih terasa pengaruh energi gelap cukup kuat sehingga membuat mereka harus sering beristirahat dan menggunakan ramuan pelindung dari Lyra.
Di tengah jalan, saat mereka beristirahat di bawah pepohonan besar yang menjulang tinggi dan memberikan tempat teduh yang nyaman, seorang wanita tua dengan rambut putih seperti salju muncul dari balik semak dengan gerakan yang sangat diam dan tidak terdengar sama sekali.
Wanita Tua: "Kalian adalah kelompok yang menyelamatkan Desa Cemara dari energi gelap bukan? Aku melihat kalian saat itu dari kejauhan, ketika kalian membersihkan makhluk-makhluk yang dikendalikan oleh Raven."
Olivia: "Siapakah Anda? Bagaimana Anda bisa berada di dalam hutan yang begitu dalam ini?"
Guru Senja: "Aku adalah Guru Senja – penjaga jalur menuju gua kuno selama lebih dari lima puluh tahun.
Lyra: "Guru Senja?"
Guru Senja: "Aku adalah satu-satunya orang yang masih hidup yang tahu cara masuk ke gua dengan aman setelah kejadian dengan Master Aldric – kakek dari Raven – yang mencoba mengambil kekuatan batu dulu."
Mereka mengikuti Guru Senja ke tempat tinggalnya yang terletak di tengah hutan – sebuah rumah kayu yang sangat tersembunyi di antara akar pohon besar dengan halaman yang penuh dengan tanaman obat langka yang sangat jarang ditemukan di luar hutan.
Dia mengajari mereka teknik khusus untuk memasuki gua tanpa terkena pengaruh energi gelap yang sangat kuat di dalamnya.
Guru Senja: "Kalian harus menyelaraskan napas dengan getaran alam sekitar. Gua itu sudah banyak terpengaruh energi gelap karena usaha Raven yang sudah beberapa kali mencoba masuk ke sana setelah kalian menghentikannya di Desa Cemara."
Liam: "Ternyata orang itu keras kepala juga."
Guru Senja: "Ingat, jangan berusaha melawan energi yang ada di sana, tapi biarkan tubuh kalian menerima dan menyaringnya dengan kebaikan hati yang kalian miliki – itu adalah satu-satunya cara untuk mendekati Batu Keseimbangan dengan aman."
Mereka beristirahat satu malam di tempat tinggal Guru Senja yang sederhana tapi sangat nyaman.
Dia memasak makanan khas hutan untuk mereka – sayuran rebus yang diambil dari halamannya sendiri dengan bumbu daun jeruk hutan, dan ikan bakar yang dia dapatkan dari sungai dekat rumahnya yang dibalut dengan daun pisang segar.
Saat makan bersama di atas lantai yang ditutupi tikar anyaman, dia bercerita tentang zaman dulu ketika dia bekerja bersama dengan Master Aldric sebagai pengawal Batu Keseimbangan – sebelum dia menyimpang dan mencoba mengambil kekuatan batu untuk diri sendiri.
.