NovelToon NovelToon
Datanglah Padaku

Datanglah Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: vennyrosmalia

Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.

Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.

Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25

Nathan masih saja memikirkan perkataan Daniel siang tadi. Dia cukup takut jika Vania tahu tentang identitasnya, Vania akan menghindari atau bahkan membencinya.

"Bos." panggil Bram yang sedang menyetir.

Nathan masih saja melamun di kursi belakang, tidak mendengarkan panggilan Bram sama sekali.

"Bos Nathan." panggil Bram lagi dengan sedikit meninggikan suaranya. Dan berhasil menyadarkan Nathan dari lamunannya.

"Kenapa berteriak Bram?" kesal Nathan.

"Maaf Bos, Saya dari tadi sudah panggil-panggil Bos." jawab Bram.

"Ada apa?"

"Tuan Besar meminta Anda untuk pulang ke rumah utama malam ini."

Bram mendapatkan kabar dari asisten Tuan Alex yang meminta Nathan untuk datang ke kediaman utama setelah pulang bekerja.

"Ck, Aku malas." jawab Nathan singkat.

Nathan sedang tidak ingin bertemu dengan keluarganya. Lagipula Nathan yakin jika Daddy nya hanya ingin memintanya untuk menerima suami Irene di keluarga Mereka sekarang, sebab Irene sudah menjadi istri satu-satunya.

"Tapi kita harus kesana Bos, kalau tidak."

"Kalau tidak apa?"

Nathan menunggu perkataan Bram selanjutnya dengan dahi berkerut.

"Kalau tidak, Tuan Besar akan mengambil sahamnya di perusahaan Bos."

Ancaman yang selalu Daddy nya berikan jika Nathan membangkang. Nathan juga kesal karena Daddy nya diam-diam memiliki saham di perusahaanya sendiri.

Salahnya juga yang sejak awal mendirikan perusahaan tidak secara detail memeriksa penanam saham di perusahaannya. Harusnya Nathan sadar jika Daddy nya tidak akan lepas tangan begitu saja dengan setiap usahanya.

Akhirnya mau tidak mau Nathan harus datang ke kediaman utama menemui Daddy nya.

.

.

Vania sedang sibuk membuat beberapa taster kue yang akan menjadi menu di toko kue nya nanti. Kemampuan Vania hanya memiliki bakat bakery ini. Liliana juga turut memberikan ide untuk toko kue Vania.

"Bagaimana rasanya menurutmu?" tanya Vania pada Liliana.

Cookies, kue basah, cake, sudah tersusun di depan Liliana. Mencoba satu persatu kue hasil tangan Vania.

"Emmm, sangat enak." puji Liliana.

Vania tersenyum senang dengan nilai yang di berikan Liliana padanya.

"Tapi Vania, bagaimana kalau di toko kue mu juga tersedia beberapa kue yang rasanya tidak hanya identik dengan rasa manis." usul Liliana.

Vania memikirkan ide yang cukup bagus juga. Mereka saling bertukar pikiran untuk menu-menu yang nanti akan menjadi icon dari toko kue Vania itu sendiri.

"Lesaaa, ampun. Jangan kejal terus. Sely cape."

Perhatian Vania dan Liliana teralihkan dengan kedua anak yang sibuk berlarian sampai ke dapur.

"Resa sayang, kenapa mengejar Sely terus?" tanya Vania sambil menghentikan Resa yang ingin menggapai Sely.

"Bundaaa, Sely merusak gambar Dino ku." adu Resa pada Vania.

"Tidak Aunty, Sely cuma kasih walna pink di gambalnya." ucap Sely membela diri.

"Tapi Tirex tidak ada yang warna pink Sely." kesal Resa sambil bersedekap dada.

Vania dan Liliana terkekeh dengan keributan Resa dan Sely.

"Sely sayang, sekarang minta maaf sama Resa ya." bujuk Liliana agar perdebatan keduanya terhenti.

"Tapi Mom."

"Lihat, kalau Sely minta maaf nanti Mom akan kasih cake strawberry ini untuk Sely." unjuk Liliana pada cake berwarna pink dengan cream dan buah strawberry di atasnya.

Mata Sely berbinar melihat cake dengan rasa dan warna kesukaannya. Dengan semangat Sely ingin meraih cake tersebut untuknya.

"Eits, ayo minta maaf dulu sama Resa." pinta Lilianan.

"Huft, okay Mom."

Sely kemudian menghampiri Resa yang masih bersedekap dada dengan wajah masam.

"Lesa, I'm sorry." ucap Sely sambil mengulurkan tangan mungilnya.

Vania yang melihat Resa masih marah membujuk untuk memafkan Sely.

"Okay, tapi Kamu harus bantu aku gambar lagi." ucap Resa dan Sely mengangguk patuh.

Keduanya pun sudah berbaikan dan kembali menggambar di ruang TV sambil memakan beberapa cake kesukaan masing-masing.

.

.

"Selamat datang Tuan Muda." sapa beberapa pelayan yang melihat kedatangan Nathan di kediaman utama.

Bram masih mengekori di belakang Nathan dan seperti biasa Bram yang akan menjawab sapaan orang-orang pada Nathan.

"Kakak." seru Irene melihat kedatangan Nathan.

Irene segera menghampiri dan memeluk Nathan. Irene senang Kakaknya mau datang ke rumah dimana masa kecil mereka tumbuh bersama.

Mommy Jane juga tersenyum bahagia melihat kedatangan Nathan lagi di rumah.

"Nathan."

"Mom."

Nathan melepas pelukan Irene dan berganti memeluk Mommy Jane.

"Apa Kamu tidak makan dengan baik? Badanmu terlihat kurus." Mommy Jane sangat memperhatikan Putranya yang memang akan lupa makan jika banyak pekerjaan.

"Tidak Mom, jangan khawatir." ucap Nathan menenangkan.

"Dimana Daddy?" tanya Nathan yang tidak melihat Daddy nya menyambut.

"Daddy ada di ruang kerjanya dengan Mas Satria Kak." jawab Irene.

Mommy Jane kemudian mengajak Nathan untuk makan, karena dirinya sudah menyiapkan beberapa makanan kesukaan Nathan.

.

.

"Wah wah wah, anak kesayanganmu datang, Kau sampai lupa tidak memanggilKu untuk makan malam."

Kedatangan Daddy Alex membuat keempat orang yang duduk di meja makan itu menoleh padanya. Nathan mendengus dengan sindiran Daddy nya yang ditujukan untuk Mommy Jane.

"Dad, jangan mulai. Biarkan Nathan makan dengan nyaman." tegur Mommy Jane yang sibuk mengambilkan nasi juga beberapa lauk untuk Nathan.

Daddy Alex dan Satria juga ikut duduk dan bergabung di meja makan.

Nathan mencoba untuk menikmati makan malamnya. Meski matanya selalu mencuri pandang untuk melihat Satria yang terlihat datar.

Bram melihat kelakuan Bos nya yang menatap adik iparnya menyenggol kaki Nathan dibawah meja. Pandangan Nathan kemudian teralih pada Bram.

"Maaf Bos Kaki saya pegal." elak Bram.

Nathan berdecak dengan alasan Asistennya itu. Melihat bagaimana Satria kini berada di tengah-tengah keluarganya, pikiran Nathan justru teringat pada Vania juga Resa.

"Bram, apa pencarianmu pada seseorang masih dilakukan?" tanya Daddy Alex tiba-tiba.

Tentu saja hal itu hanya Bram juga Nathan yang mengerti. Satria bahkan kini berani menatap Nathan. Membuat Nathan yakin jika Satria juga mengetahui hal itu.

.

.

......................

1
Indah Tuk Di Kenang
sakitya thorrr liat satria bahagia 😭😭semangat up therusss thorrr👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!