Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.
Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 - Detektif Swasta
Hanya ada suara tangis sesegukan Clarisa yang terdengar. Rangga sengaja membisu dan tenggelam dalam pikirannya. Perlahan dia dekati Clarisa dan mengelus punggung gadis itu.
"Yang tabah..." ucap Rangga mencoba menenangkan. Padahal hatinya juga tak tenang.
Cukup lama Clarisa menangis. Ketika tangisnya reda, barulah Rangga bicara. "Kau mau aku antar pulang?" tanyaya.
Clarisa menggeleng. "Nanti sore aku ada jadwal kuliah lagi. Aku sudah baik-baik saja sekarang. Kau bisa pergi, Mas. Tapi kalau ada kabar terbaru tentang Pak Alun, tolong beritahu aku. Oh iya, kapan pemakamannya akan dilakukan?" tanyanya.
"Secepatnya. Jenazahnya nanti akan dikirimkan pada keluarganya. Pasti aku akan kasih kabar," tanggap Rangga. "Ya sudah, kalau begitu aku pergi," pamitnya.
"Mas!" panggil Clarisa.
Rangga yang nyaris pergi, sontak berhenti dan menoleh.
"Aku harap kau bisa menyelidiki kasus kematian Pak Alun. Aku harap kau adalah polisi baik sepertinya," tutur Clarisa.
"Aku tak bisa berjanji. Tapi aku akan berusaha maksimal," balas Rangga. Kini dia benar-benar beranjak. Ia duduk sejenak di atas motornya lalu mengambil ponsel. Rangga menghubungi seseorang.
"Halo? Detektif rahasia di sini? Ada yang bisa dibantu?" kata suara lelaki dari seberang telepon.
"Jo! Ini aku Rangga," ujar Rangga.
"Astaga, Ga. Sudah lama sekali! Kenapa kau baru telepon sekarang?! Tunggu, tunggu, biar aku tebak. Kau pasti lagi kena masalah kan? Dan kau butuh bantuanku."
"Instingmu memang tajam ya. Kau harusnya tetap jadi rekanku di kepolisian seperti dulu."
"Aku kapok, Ga. Ternyata dunia kepolisian sama kotornya kayak politik!"
Rangga tertawa kecil. Namun itu tak berlangsung lama.
"Jadi kau mau minta tolong apa?" tanya Joshua.
"Aku ingin kau menyelidiki seseorang. Namanya Winda Redina, istri mendiang Aiptu Alun."
"Tunggu, tunggu, ini Pak Alun yang aku kenal?" Joshua memastikan.
"Ya, dia baru saja meninggal. Apa kau lihat berita penemuan potongan mayat di tempat sampah tempo hari? Itu mayat Pak Alun," ungkap Rangga.
"Astaga... Itu sama sekali tak mengejutkan."
"Tak mengejutkan kau bilang?!" Rangga tak habis pikir.
"Pak Alun polisi yang jujur, Ga. Dia akan kena masalah baik hidup atau mati. Kau sebaiknya segera keluar dari kepolisian sebelum terlambat. Sepertiku," ujar Joshua. Kebetulan dulu dia juga adalah polisi, tapi sudah berhenti karena menurutnya dunia polisi tidak sesuai dengan visi hidupnya.
"Jangan mempengaruhiku, Jo. Aku akan tetap bertahan selagi aku bisa bekerja dengan caraku," sahut Rangga.
"Kau masih ingin membuktikan kalau ada polisi yang baik di dunia ini? Orang sepertimu itu mungkin hanya ada sekitar 1%. Sisanya? Pasti kerja kotor lah."
"Kau kenapa malah mengomel? Tinggal jawab saja kau mau membantuku atau nggak?"
"Iya, bisa. Apa yang ingin kau ketahui tentang Winda itu?"
"Aku ingin tahu dia dekat dengan siapa. Kata Pak Alun istrinya selingkuh dengan atasannya. Aku ingin tahu siapa atasan itu," jelas Rangga panjang lebar.
"Oke. Kau bisa mempercayaiku. Sepertinya aku akan menyukai kasus ini."
Rangga memutar bola mata jengah dan mematikan panggilan lebih dulu. Joshua memang detektif maniak. Dia membuka jasa detektif swasta semenjak berhenti jadi polisi. Namun di negeri ini, orang-orang masih awam dengan detektif swasta. Jadi bisa dibilang bisnis Joshua sepi pelanggan. Tidak heran dia sangat senang saat mendapat kerjaan dari Rangga. Dulu keduanya pernah menjadi partner saat bertugas di polantas.
Rangga sendiri terpaksa meminta bantuan Joshua karena tak mau ada orang lain yang mengetahui penyelidikannya ini. Dia bahkan mungkin tidak bisa memberitahu Beben. Selain itu Rangga juga harus mengurus kasus Astrid dan juga Dian.
udahlah gk mau aku jodoh"in lg,kumaha km we lah rangga rek dua" na ge teu nanaon,kesel
Untuk Dita & Astrid harus nyadar diri bahwa cinta tak harus memiliki & harus merelakan bahwa mereka berdua adalah masa lalu bukan masa depan Rangga & mereka berdua harus nyadar diri mereka gak bersih kelakuanya = Rangga 😄