NovelToon NovelToon
Cuz I'M Your Home

Cuz I'M Your Home

Status: tamat
Genre:Menjadi Pengusaha / Cintamanis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:661
Nilai: 5
Nama Author: Hyeon Gee

Karena pertumbuhan anak laki-laki terkadang memang sedikit lambat dari anak perempuan. Dan tinggi 182 sentimeter setelah 20 tahun berlalu, sudah lebih dari cukup untuk tidak membuat malu pemilik tinggi 160 sentimeter dengan kecentilannya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyeon Gee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

“Gak kerasa udah hampir satu bulan ngelewatin di sini. Gini kali rasanya Mbak Echa kemaren stres gak ketemu Rouwheen, ya,” kata Saputri sembari menikmati sarapannya dan membuat Irfan menatapnya.

“Kamu kepikiran Kyomi?”

“Lumayan,” sahut Saputri melemah, “gak ada orang yang mau pisah sama anak. Kalo ada yang ngomong sabar, jalani dulu, ke aku. Kubakar detik itu juga.”

“Hahahaha…sekarang kita bener-bener ngerasain apa yang dirasain Mbak Echa. Tapi, lumayan, lho, Mam. Kaya hidup kita, nih, jungkir balik. Kamu keluar dari PNS dibantu Kak Garra dengan rezeki kita berlimpah-limpah. Kaya keberuntungan sekali seumur hidup, tuh, jadi kepake banget. Yah, walaupun harus berjuang dulu sekarang.”

“Haaa…iya, sih. Harus semangat. Nanti juga ketemu sama Kyomi pas mau pulang,” ujar Saputri menguatkan diri.

“Masih bisa video call. Yang penting, dia, kita, sama Mama Abah sehat aja dulu.”

“Iya, bener. Eh, bentar, tadi malam mau cerita apa? Aku gak sanggup banget mau buka mata, rasanya kaya dilem.”

“Oh! Itu, gak. Kemaren lusa, aku sama Kak Garra, kan, mau turun dari lantai tiga. Rehat bentar habis ngerekap gaji. Eh, pas pintu lift kebuka, liat Rifa digandeng sama Dong Ho. Kan, yang kita tau, Dong Ho itu sudah tunangan. Tapi, ternyata cerita Kak Garra, udah tiga tahun hubungan Dong Ho sama tunangannya itu jelek banget, gegara tunangannya itu selingkuh sama orang kantor sebelah.”

“Lah, bukannya kantor sebelah juga punya Kak Garra?”

“Iya, tunangannya Dong Ho itu kerja di situ.”

“Terus, kok, bisa ketemu di gandengan sama Rifa? Dong Ho-nya ikut selingkuh, dong?”

“Gaaak. Jadi, Kak Garra nunjukkin rekaman CCTV lift rumah sakit. Kan, di masing-masing lantai itu lift-nya ada dua. Nah, Kak Garra, tuh, gak sengaja pas lagi jam pantau ngeliat Dong Ho sama Rifa abis dari atap rumah sakit mau turun ke lantai tiga. Nunggulah mereka lift-nya kebuka, dia gak tau kalo di dalam itu ada orang ciuman panas banget. Pas pintu lift kebuka, kaget mungkin jadi langsung masuk ke lift satunya.”

“Terus yang ciuman siapa? Tunangannya? Ngapain tunangannya ciuman di lift rumah sakit? Kan, mereka kerja di kantor sebelah? Ngapain juga naik ke atap rumah sakit?”

“Iya, tunangannya Dong Ho. Mereka habis check up rutin yang memang biasa dilakuin perusahaan. Gak, mereka gak sengaja naik ke lantai paling atas karena kata Kak Garra, mereka langsung nekan ke lantai dasar abis sadar kalo salah lantai.”

“Hmm…membagongkan. Terus Dong Ho gimana?”

“Sebenarnya dari karyawan rumah sakit juga udah ngomong ke dia kalo harus nyeledikin tunangannya itu, karena udah terlalu banyak saksi mata yang ngeliat kelakuan mereka. Cuma Dong Ho, tuh, kaya masih mau berjuang. Tapi, yaitu, kayanya kemaren lusa itu final hubungan mereka. Soalnya kata Kak Garra, cincin tunangan Dong Ho gak ada lagi.”

“Dih, Rifa jadi pelampiasan, dong? Harus dilindungi gak, sih?” omel Saputri.

“Iya, memang. Harus diperingatkan juga.”

“Kayanya Rifa gak tau apa-apa. Kalo di drakor, itu nanti dicelakain sama tunangannya, tau.”

“Astagaa, Mam. Capenya, gak juga gitu. Hahahaha…udah, ah, yuk. Nanti lagi ghibah-nya. Berangkat dulu. Telat nanti.”

“Yuks.”

🎐🎐🎐

“Jega dowadeurilgeyo(Biar kubantu).”

Sosok tinggi itu langsung mengambil hampir semua berkas yang tengah dibawa Laisha, hingga membuatnya sontak terkejut. Wajahnya putih khas Korea-nya tampak tenang mengiringi langkah Laisha yang merasa canggung.

“Aku, anak baru juga.”

Sejenak, Laisha melirik karena penasaran dengan nama pria di sisinya. Namun, tiba-tiba pria dengan Bahasa Indonesia yang terbata itu menghentikan langkahnya dan berputar membelakangi Laisha.

“Je ireum(Namaku),” ujarnya seakan memerintah Laisha untuk membaca nametag yang ia putar ke belakang.

“AJ Hoegyesa. Oh! Jiga seongi kkwae gildayeyo?(Akuntan AJ. Nama belakangmu cukup panjang, ya)” ujar Laisha

Mendengar pertanyaannya, kening sosok bernama ‘AJ’ itu pun berkerut. Ia berbalik menatap Laisha yang sudah melihatnya lebih dulu.

“Namaku, AJ. Geunyang, AJ(Cuma, AJ),” ujar AJ bingung.

“Geunde, Hoegyesa…” tanya Laisha bingung.

“Aniyo. Igeoneun…”

“Akuntan. Hoegyesa itu artinya Akuntan. Bukan marga.”

Keduanya pun menoleh ke asal suara dan seorang pria lain dengan nametag bertuliskan ‘Kim Kyu Jong’ tersemat di saku snelli-nya.

“Sini, aku bantu.”

Tampak, Laisha terdiam namun, AJ terlihat lebih canggung usai Kyu Jong mengambil semua berkas yang awalnya dipegang Laisha.

“Ya, sudah. Kalian aja yang bawa. Aku duluan, ya.”

Bingung. Namun, dengan sigap Kyu Jong meletakkan berkas ditangannya ke puncak teratas berkas yang AJ pegang.

“Gajyeoga. Igeo nikkeoya(Nih, ambil. Punyamu),” ujar Kyu Jong yang langsung berlari menyusul Laisha.

“Mw, mwo?”

Diam, AJ hanya bisa mendengus kesal dan melangkah ke ruang aset dengan perasaan kesal. Dia membanting tumpukan berkas itu ke mejanya dan membuat seluruh pasang mata diruangan itu menatapnya.

“Mwo? Wae?(Apa? Kenapa?) Apa cuma aku yang harus ngerti perasaan kalian?!”

Sesaat semua orang diruangan saling melirik sebelum kemudian tersenyum geli melihatnya mengomel dengan wajah yang manis. Sampai tiba-tiba pintu ruangan Direktur terbuka dan memperlihatkan sosok ‘Kim Dong Ho’.

“Deureowa(Masuk)!”

Mendengar perintah Dong Ho yang terdengar biasa namun, penuh tekanan itu membuat AJ menghela napas keras dan menurutinya tanpa syarat.

“Geu jukgo(Dia bakal mati),” sambar Min Gyu diantara keheningan dan membuat seluruh isi ruangan melihatnya, tidak terkecuali Laisha yang baru masuk ke ruangan.

“AJ~ssi?” tanya Laisha.

Segera, Min Gyu menatap Laisha sekilas.

“Eo. Neo ttaemun(Iya. Karenam..)…akh!”

Sindiran Min Gyu pun terputus tatkala Jeni yang duduk di sisinya menginjak kuat kakinya dan langsung meliriknya kesal, hingga membuat ia hanya bisa pasrah. Sesaat sebelum duduk di mejanya, Laisha melirik ke dalam ruangan Dong Ho yang hanya berbatas sekat kaca dan tampak AJ berkali-kali menghela napas.

🎐🎐🎐

“Aduuh, dimarahin lagi aku ini.”

BRUK!

Semua berkas pasien yang Fara bawa berlari menuju ruang pediatri detik itu berhambur tatkala bertabrakan dengan Min Seok yang juga berlari dari arah berlawanan. Badan Min Seok yang cukup berotot membuat Fara yang berbadan kecil sempat terpental sedikit namun, Min Seok segera meraih tangannya hingga membuat badan Fara tertahan.

“Mianhaeyo, Fara~ssi,” ucap Min Seok seraya melepas genggamannya.

Kening Fara berkerut.

“Dangsineun jega arayo?(Anda tau saya?)” tanya Fara bingung.

“Oh! Ye. Je arayo(Iya. Saya tau). Kita sering ketemu saat rapat dan pemeriksaan pasien anak,” sahut Min Seok yang tiba-tiba berbahasa.

Pandangan Fara pun terfokus pada nametag yang tersemat di snelli Min Seok. Segera, Fara membungkuk meminta maaf beberapa kali.

“Ei, ei, santai. Mending beresin berkas pasiennya sekarang,” ujar Min Seok yang langsung memunguti sembari menyusun lagi lembar pasien yang sempat berhambur.

Segera, Fara terdiam dan menuruti perintah Min Seok. Untuk kesekian kali Fara membungkuk mengucap terima kasih sebelum benar-benar pergi.

“Mau serius atau main-main?”

Segera, Min Seok mengalihkan pandangan kearah suara di belakangnya. Dilihatnya sosok Joo Heon tersenyum mengejek sambil menyedot Americano Ice-nya.

“Apa?” bentak Min Seok.

“Kayanya bakalan ada yang cinlok lagi. Hahaha…”

“Cinlok apa?” ujar Min Seok yang akhirnya melangkah pergi.

“Mereka orang-orang menarik dan kerjasama kita bakalan panjang. Masa iya, kalian gak cinlok,” ejek Joo Heon yang membayai langkahnya.

“Memangnya kamu gak?”

“Ya, gak, lah. Aku tetep setia ngejar cinta Jeon Sae Ra,” ujar Joo Heon bangga.

“Dih, segitunya sama ‘cewe belang’,” sindir Min Seok.

“Heh! Apa maksudmu ngatain Sae Ra gitu? Kami udah saling kenal dari awal masuk sini,” omel Joo Heon.

Hanya senyum geli yang tertahan yang Min Seok tunjukkan.

“Jigeumkkajido neo meongcheongi geotdo dangyeonhaena(Gak heran kalo kamu masih bodoh sampe sekarang),” umpat Min Seok dengan nada malas.

“M, mwo? Meongcheongi? Yaaa…(Apa? Bodoh? Hei?)”

Abai, Min Seok tetap berjalan santai meninggalkan Joo Heon yang hanya bisa terpaku di tempatnya.

1
Amiera Syaqilla
beautiful story💕
goyangi13: thank u 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!