Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana pernikahan.
Setelah emosi Haikal tenang dan Aldi sudah di obati Aldi pun istirahat dan sekarang Kinan sedang berhadapan dengan Haikal.
"Kamu yakin dengan keputusan kamu ini? " tanya Haikal.
"Aku yakin bang, aku lakukan ini untuk kebahagian Lia juga, " jawab Kinan.
"Kamu boleh mikirin Lia tapi kamu juga harus pikirkan kebahagian kamu, buat apa kamu Terima dia kalau kamu saja tidak punya perasaan apa-apa, " ujar Haikal.
"Aku suka sama dia bang, " balas Kinan membuat Haikal kaget.
"Aku tidak pernah menyalahkan dia karena aku mencintainya dari dulu hanya saja dulu aku lebih memilih mundur dari pada harus memperjuangkan cinta ku, " lanjut Kinan.
"Oke kalau gitu, abang bakal nikahin kamu sama dia tapi sampai kapan pun abang tidak akan pernah bisa maafkan atas apa yang telah dia lakukan sama kamu, " balas Haikal lalu pergi dan Kinan dia hanya bisa terdiam.
Sinta sang ibu dia datang mendekati Kinan lalu duduk di samping Kinan yang sedang termenung.
"Ibu tau gimana perasaan kamu, Haikal lakukan itu karena dia sayang sama kamu. " ucap sang ibu.
"Aku tau bu, tapi aku punya pilihan ku sendiri bu, " balas Kinan.
"Ibu ngerti, ibu gak akan ikut campur karena ibu yakin kamu sudah siap dengan konsekuensi yang bakal kamu Terima nanti, jadi sekarang kamu gak usah pikirin abang kamu, kamu fokus saja dengan tujuan kamu, " ujar sang ibu dan Kinan mengangguk.
Besok nya Aldi bangun dan dia keluar dari kamar dengan kondisi wajah yang masih babak belur akibat di pukul Haikal.
"Abang kenapa bangun? " tanya Kinan saat melihat Aldi menghampirinya di dapur.
"Aku udah gak apa-apa, " jawab Aldi berbohong padahal tubuhnya masih terasa remuk.
"Ya udah abang duduk dulu, aku buatkan sarapan dan kopi, " titah Kinan dan Aldi pun duduk.
Haikal yang baru keluar dari kamar dan dia sudah rapi karena akan berangkat kerja.
"Aku ingin bicara sama kamu, " ucap Haikal pada Aldi.
"Iya bang, " balas Aldi.
"Aku setuju kamu nikah dengan Kinan tapi kalau sampai kamu sakiti dia aki gak bakal diam aku bakal bikin kamu menyesal, " ucap Haikal tegas.
"Aku ngerti bang, aku janji aku bakal bahagiakan Kinan dan Lia karena aku ingin menebus kesalahan ku yang dulu pada Kinan, " balas Aldi dengan Yakin.
"Oke, kamu sama dia nikah agama duku, karena untuk nikah negera butuh waktu, " beritahu Haikal.
"Satu minggu bisa bang? " tanya Aldi membuat Haikal kaget.
"Nikah resmi butuh waktu satu bulan, jadi gak bisa cepat, " jawab Haikal.
"Kalau pakai uang? " tanya Aldi membuat Haikal bingung.
"Maksud aku, abang cari orang yang bisa nikahkan resmi dengan waktu satu minggu berapa pun aku bayar, " penjelasan Aldi.
"Kamu punya duit berapa? " tanya Haikal.
"Berapa saja aku bisa bang, " jawab Aldi membuat Haikal semakin bingung.
"Oke aku carikan, " ucap Haikal.
Sarapan pun tiba dan Haikal dia langsung g sarapan selesai sarapan dia pamit berangkat.
"Abang ngomong apa sama bang Haikal? " tanya Kinan saat Haikal pergi.
"Aku cuman ngomong agar kita bisa nikah secara resmi dalam waktu sami minggu, " jawab Aldi.
"Mana ada bang, pasti butuh waktu buat urus semuanya, " ucap Kinan.
"Emang pakai uang gak bisa? " tanya Aldi.
"Ya bisa tapi butuh gede, " jawab Kinan.
"Udah kamu gak usah pikirkan masalah uang, aku udah siapkan semuanya, " ujar Aldi.
Kinan pun terdiam namun tiba-tiba Aldi pergi dan masuk ke kamar tapi tak lama Aldi keluar lagi lalu menyerahkan sebuah amplop ya g lumayan tebal pada Kinan.
"Ini apa bang? " tanya Kinan kaget.
"itu uang buat biaya kita nikah, kamu atur saja. Aku cuman minta minggu ini kita udah nikah karena aku gak bisa lama-lama tinggal disini karena aku harus kembali mengurus perusahaan, " beritahu Aldi.
"Baik bang, aku bakal coba atur, tapi ini nominalnya berapa? " tanya Kinan.
"Kamu hitung sendiri saja, itu uang pemberian mama buat biaya kita nikah dan buat kamu, " jawab Aldi.
"Buat aku, tapi uang yang pemberian mama kamu dulu aja belum pernah aku pakai sama sekali, " ucap Kinan.
"Apa?, terus selama ini kamu hidup pakai uang dari mana? " tanya Aldi kaget.
"Aku kerja, aku gak mau pakai uang itu karena kalau aku pakai sama saja dengan aku jual diri aku, " jawab Kinan membuat Aldi kaget lalu dia memeluk Kinan.
"Maafkan aku sudah bikin kamu susah, " lirih Aldi.
"Enggak bang, itu sudah pilihan hidup ku, " balas Kinan.
"Aku janji setelah kita nikah aku bakal bahagiakan kamu, kamu dan Lia gak akan merasa kekurangan apa pun, " ujar Aldi.
"Mama aku lapar, " teriak Lia yang baru bangun membuat Kinan dan Aldi kaget.
"Kok cuman mama yang di peluk, aku enggak, " ujar Lia dan Aldi pun jongkok lalu memeluk Lia.
"Papa kenapa?, kok wajahnya memar gitu? " tanya Lia saat melihat wajah Aldi yang penuh dengan memar.
"Gak apa-apa sayang, papa cuman alergi makanan saja, " bohong Aldi.
"Kamu duduk dulu, mama bikin kan sarapan buat kamu, " titah Kinan pada Lia dan Lia pun menurut.
Aldi pun ikut duduk dan bercanda dengan Lia. Tak lama Kinan datang dengan satu piring nasi goreng lalu di serahkan pada Lia.
"Abang istirahat saja, aku masih banyak kerjaan, " titah Kinan pada Aldi dan Aldi pun nurut karena badannya masih terasa sakit.
Kinan pun langsung menemui sang ibu untuk membicarakan perihal acara pernikahannya apa lagi Aldi sudah memberikan uang.
"Bu, Kinan ingin membicarakan sesuatu sama ibu, " ucap Kinan setelah mereka duduk.
"Apa yang mau kamu bicarakan? " tanya sangat ibu.
"Bang Aldi ngasih aku uang buat pernikahan ku, " jawab Kinan sambil menunjukan amplop uang.
"Banyak banget, " ucap sang ibu kaget.
"Aku nikahnya ingin sederhana saja bu, tapi kita tunggu kabar dari bang Haikal karena bang Aldi ingin langsung nikah resmi gak mau nikah agama lagi karena setelah nikah kami akan kali ke kota dimana orang tuanya tinggal, " beritahu Kinan.
"Kalau boleh ibu tau Aldi kerja apa? " tanya sang ibu.
"Keluarga bang Aldi punya usaha bu, sekarang usahanya dia yang pegang, " jawab Kinan tidak menjelaskan detil nya karena takut sang ibu kaget jika Kinan jujur yang sebenarnya.
"Ya sudah ibu ikut kalian saja, ibu hanya bisa mendoakan saja agar kamu bisa bahagia, " ujar sang ibu dan Kinan tersenyum lalu mengangguk.
"Maafkan Kinan bu, udah bikin ibu dan abang malu karena Kinan, " lirih Kinan.
"Ibu sudah gak kepikiran itu, dengan melihat kamu hidup bahagia dan sehat ibu sudah senang, " balas sang ibu dan Kinan memeluk sang ibu.