NovelToon NovelToon
Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Setelah mengalami kebutaan selama bertahun-tahun, Samira Hadid justru mendapatkan kembali penglihatannya lewat kecelakaan jatuh yang melukai kepalanya.

Ia kembali melihat dunia yang dulu terasa gelap. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama saat ia melihat suaminya memeluk wanita lain di dapur rumah mereka.

Terkepung rasa sakit dan kemarahan, Samira memutuskan untuk tetap berpura-pura buta dan mengamati semua permainan licik sang suami.

Lalu, ia mulai memutuskan pembalasan dendam. Ia bertekad untuk mengambil kembali semua yang telah suaminya rebut dan mencari kebenaran yang selama ini disembunyikan darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Arga menatap layar ponselnya di ruang kerjanya yang sunyi, hanya suara pendingin udara yang berdengung pelan, namun tidak cukup untuk meredam ketegangan yang mengendap di udara.

Di layar ponselnya, ada sebuah pesan singkat dari orang kepercayaannya terpampang jelas, hanya kalimat pendek tapi mampu membuat denyut nadi Arga melonjak tak terkendali.

“Saham-saham yang dulu Anda lepas, kini sudah dibeli habis secara anonim. Orang itu membeli saham-saham tersebut di atas harga pasar.”

Arga mengepalkan tangannya kuat saat membaca kembali pesan yang dikirimkan orang kepercayaannya itu.

“Ini tidak mungkin,” gumamnya tak percaya.

Ia bangkit dari kursinya, berjalan mondar-mandir di ruangannya. Saham-saham itu sengaja ia lepas secara perlahan dan lewat jalur yang tidak menarik perhatian publik.

“Tidak akan ada orang lain yang mau membeli saham-saham itu dengan harga di atas pasar, kecuali satu orang.” Arga menatap jendela kantornya lama sambil memikirkan satu nama yang terlintas di benaknya.

“Samira. Untuk apa dia melakukannya? Apa yang sebenarnya dia rencanakan? Apakah mungkin dia sudah mengetahui segalanya?” Monolog Arga seraya berpikir keras.

Tidak ada investor rasional yang mau membayar harga tinggi untuk saham yang secara kasat mata terlihat berisiko. Dan Samira adalah satu-satunya orang yang punya motif dan memiliki uang untuk melakukannya.

“Sialan.” Arga mengusap wajahnya kasar.

Selama ini, ia selalu berada selangkah di depan. Selalu mengatur. Selalu memastikan bahwa Samira berada di posisi lemah. Ia sudah berusaha untuk membuat perempuan buta itu terus bergantung, patuh, dan tidak tahu apa-apa.

Namun kini, ia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan yang begitu mengguncang posisinya. “Aku harus melakukan sesuatu dan aku harus segera mengetahui rencananya agar bisa membalikkan keadaan,” katanya seraya mengepalkan tangannya kuat.

Ia kembali ke mejanya, memukul meja itu pelan, merasa kesal dan kalah. “Tidak, aku tidak bisa membiarkan semua usahaku selama bertahun-tahun ini menjadi sia-sia.”

***

Arga pulang lebih awal malam itu. Begitu memasuki rumah, instingnya langsung bekerja cepat. Ia merasakan ada sesuatu hal yang berbeda dari biasanya.

Lampu ruang tengah menyala, tapi suasananya dingin dan terlalu tenang. Dan Larissa yang biasanya sigap menyambutnya tidak terlihat di manapun.

“Larissa,” panggil Arga datar.

Namun, beberapa kali memanggil, Larissa tetap tidak muncul ke hadapannya. Arga semakin merasa curiga.

Ia melangkah lebih jauh, lalu melihat Larissa tengah berada di dapur. Perempuan itu sedang mencuci piring, punggungnya sedikit membungkuk. Namun yang membuat Arga berhenti melangkah adalah caranya menoleh yang terlihat gugup. Begitu menyadari kehadiran Arga, ia langsung menunduk lagi, seolah ingin menghindari Arga.

Arga menyipitkan mata. Ia tahu betul bahasa tubuh Larissa. Sudah bertahun-tahun. Setiap kali perempuan itu berbohong atau ketakutan, reaksinya selalu sama, menjaga jarak, meminimalkan interaksi, dan berusaha menjadi seseorang yang keberadaannya tak terlihat.

“Apa kau sakit?” tanya Arga pelan seraya mendekati Larissa.

Larissa tersentak kaget. “Ti-tidak, aku baik-baik saja.”

“Kau tidak menatapku,” ujar Arga dingin. “Kenapa? Apakah kau mulai takut kepadaku? Atau … kau sedang menyembunyikan sesuatu?”

Larissa menelan ludah, gugup, lalu menggeleng pelan. “Apa yang kau katakan? Aku hanya lelah bekerja seharian,” sahut Larissa mencoba bersikap setenang mungkin.

Alasan yang buruk, pikir Arga.

Arga melangkah mendekat. Ia berdiri tepat di belakang Larissa. Satu tangannya memeluk pinggang Larissa lalu berbisik pelan. “Kau menyembunyikan sesuatu.”

Larissa menggenggam pinggiran wastafel. “Tidak. Untuk apa aku menyembunyikan sesuatu darimu? Sudah kukatakan, aku hanya lelah dan sekarang aku ingin istirahat,” jawabnya pelan dan berbisik, takut jika tiba-tiba Samira melihatnya.

Arga menatapnya lama, lalu tersenyum tipis, senyum yang tidak pernah berarti baik. “Baiklah, istirahatlah sekarang. Kita bicarakan nanti,” katanya. Ia berjalan meninggalkan dapur, namun kecurigaannya kini semakin mengental.

Jika Samira adalah pusat badai, maka Larissa adalah retakan pertama yang terlihat jelas olehnya. Ia semakin yakin bahwa sesuatu pasti sudah terjadi antara Samira dan Larissa.

***

Samira duduk di kamar, membaca buku seperti kebiasaannya dulu. Matanya mengikuti setiap baris teks dengan tenang. Namun ketika Arga masuk tanpa mengetuk, ia langsung menutup buku itu dan menoleh.

“Arga, apakah itu kau? Kau sudah pulang?” sapanya lembut.

Arga mengamati istrinya dengan saksama. Tatapan tajamnya menangkap gerak kepala Samira yang terlalu presisi dan tatapannya terlalu fokus pada sesuatu. Ia bahkan melihat buku di dekat Samira. Namun ia tidak berkata apa-apa.

“Ya, aku sengaja pulang lebih awal malam ini untuk membicarakan sesuatu denganmu,” kata Arga tersenyum lalu mendekati Samira.

Samira tersenyum tipis sambil memperhatikan gerak-gerik Arga. “Apa yang ingin kau bicarakan denganku? Ini sudah malam, apa tidak sebaiknya kita bicarakan besok saja?” tanya Samira yang sudah tahu jelas apa yang hendak Arga bicarakan dengannya.

Arga menggeleng pelan, “Sayangnya, aku ingin membahasnya sekarang. Malam ini ayo kita bicarakan soal warisanmu,” kata Arga tiba-tiba.

Jantung Samira berdegup lebih keras, tapi wajahnya tetap tenang. “Warisan?” ulangnya pelan.

“Dana sepuluh miliar itu,” lanjut Arga, ia duduk di tepi ranjang. “Aku pikir kita perlu membicarakan masa depan bersama-sama, untuk Alya dan untuk kita juga.”

Nada suaranya terdengar hangat, hampir penuh perhatian. Tapi Samira tahu itu hanyalah topeng yang penuh kepura-puraan.

“Aku hanya ingin memastikan semuanya aman,” lanjut Arga. “Kalau suatu hari terjadi sesuatu padamu ….”

Samira mengangguk pelan. “Aku mengerti apa maksudmu.”

Arga tersenyum penuh arti, mengajak Samira untuk duduk di sofa lalu mengeluarkan sebuah map dari tas kerjanya. Ia meletakkannya di atas meja.

Samira bisa melihatnya sekilas. Tetapi kemudian, Arga mengambil kembali dokumen itu dan mengeluarkan isinya dari dalam map. Ia membacakan satu kalimat yang langsung membuat darah Samira mendidih.

“Pihak pertama menyatakan bahwa seluruh harta kekayaan akan menjadi milik pihak kedua apabila pihak pertama meninggal dunia.”

Tangannya mengepal kuat di bawah meja. Rasanya, ia ingin segera merobek kertas itu dan melemparkannya ke wajah Arga dengan kasar. Namun ia tidak bisa. Setidaknya untuk sekarang.

“Apa ini?” tanya Samira, berusaha menjaga suaranya tetap stabil. “Kenapa isi dokumennya terdengar seperti surat wasiat?”

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Ini hanya sebuah bentuk penjagaan, jika terjadi sesuatu,” jawab Arga santai. “Kau tahu sendiri kondisimu. Aku harus berjaga-jaga.”

Samira menelan amarahnya bulat-bulat. Sekarang Arga bahkan begitu terang-terangan untuk mengambil alih semua harta kekayaannya.

“Aku … perlu waktu,” kata Samira pada akhirnya.

Dan di situlah Arga menangkap keraguan Samira yang justru membuatnya semakin yakin bahwa Samira pasti sedang merencanakan sesuatu..

“Kau ragu?” tanyanya pelan.

“Ini keputusan besar, Arga. Aku harus memikirkannya lebih dulu,” jawab Samira.

Arga tersenyum kecil. “Biasanya kau tidak pernah ragu.”

Kalimat itu seperti jarum yang menusuk hati Samira. Kalimat Arga mengandung sindiran halus.

Samira mengangkat wajahnya. Tatapannya dingin dan tajam. “Apakah aku tidak boleh ragu?”

Arga tidak menjawab, melainkan hanya tersenyum tipis, lalu memasukkan kembali dokumen itu ke dalam tas kerjanya. “Tentu saja boleh, katakan padaku jika kau sudah berpikir,” kata Arga manis.

Malam semakin larut. Arga keluar kamar Samira dengan langkah pelan. Ia berhenti di lorong, menatap pintu tertutup itu lama sekali.

Sementara di dalam kamar, Samira duduk diam di tepi ranjang. Tangannya masih terkepal kuat. Dadanya naik turun pelan, menahan gejolak yang hampir meledak.

Mengapa dia tiba-tiba membahasnya? Apakah dia sudah tahu sesuatu? batinnya.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang hanya kebahagiaan yg akan menghampirimu Samira 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
omooo.. sejak kapan ray?
HK: Sejak ...
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
karepmu
HK: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Astiana 💕
baru 20 bab masa dah tamat, cerpen kah🙏
HK: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
cinta semu
jgn bilang kayak film India ,,setelah musuh ny mati ,,,polisi ny datang 🤣🤣
HK: Kak 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
cinta semu
q lebih suka cepat tamat .. daripada lama sampai bab ny banyak tamat kagak malah di gantung iya ...🤣🤣yg penting kn happy. ending 💪
HK: Betul 🤭🤭🤭
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
lanjut dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga berjodoh dengan Rayhan 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah Wanita hebat 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu karmamu 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa mereka akan mati bersama..?
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Good job Samira 👍🏻
Siti Siti Saadah
pertarungan yg cukup tegang samira punya dokter reyhan kenapa ngga bantu cari cara melawan arga
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu yg akan tertipu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar orang gila 😏
Rosmayanti 80
dikit se x update nya trs LM pula update 🙏😄🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
dikit ihh
HK: Ngejar target Nyak 🤣
total 1 replies
Siti Siti Saadah
arga ternyata sungguh terlalu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jahat sekali kamu Arga 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!