NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA DI RUMAH MEWAH

CINTA KEDUA DI RUMAH MEWAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / CEO / Romantis / Cinta setelah menikah / Pengasuh
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Di balik dinding rumah mewah yang megah dan sunyi, seorang pelayan perempuan menjalani hari-harinya dengan setia dan penuh kesederhanaan. Ia tak pernah menyangka, kehadirannya yang hangat justru menjadi pelipur lara bagi sang majikan. seorang pria mapan yang terjebak dalam kesepian pernikahan.

Sang majikan memiliki istri cantik dan sukses, seorang model terkenal yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar negeri demi karier gemilangnya. Rumah megah itu pun berubah menjadi tempat yang dingin, tanpa cinta dan kehangatan.

Dari percakapan singkat hingga perhatian kecil yang tulus, benih-benih perasaan terlarang tumbuh tanpa disadari. Di antara kesepian, status, dan batasan moral, cinta kedua itu hadir menguji kesetiaan, nurani, dan pilihan hidup yang tak lagi sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 NODA MERAH.

Cahaya pagi menyelinap perlahan melalui celah tirai kamar, jatuh di lantai seperti garis-garis pucat yang dingin. Udara terasa berat, seakan ikut menanggung beban yang tak terucap.

Ammar duduk di tepi ranjang, tubuhnya kaku. Kepalanya tertunduk, kedua tangannya saling menggenggam kuat hingga buku-buku jarinya memucat. Napasnya tidak beraturan pendek dan berat.

Di sampingnya, Sari terbaring diam.

Wajah gadis itu tampak pucat. Kelopak matanya tertutup rapat, namun garis lelah dan sisa air mata masih jelas di pipinya. Rambutnya terurai tak beraturan, menutupi sebagian wajah yang biasanya tampak sederhana namun hangat.

Ammar menatapnya dengan perasaan yang tak pernah ia kenal sebelumnya.

Takut. Menyesal. Hancur.

Ketika Sari akhirnya bergerak pelan, Ammar refleks berdiri. Gadis itu membuka mata perlahan, pandangannya kosong, seperti butuh waktu untuk memahami di mana ia berada.

Tatapan mereka bertemu. Dan detik itu juga, hati

Ammar runtuh sepenuhnya. “Sari…” suara Ammar serak, hampir tak terdengar. “Aku aku minta maaf.”

Sari tak menjawab. Matanya berkedip pelan, lalu beralih memandang ke arah lain. Air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya jatuh satu per satu, membasahi bantal.

Ammar melangkah mendekat, namun berhenti sebelum terlalu dekat. Ia takut. Takut menyentuh. Takut suaranya sendiri.

“Apa yang terjadi semalam… itu salahku,” lanjutnya dengan suara gemetar. “Aku tidak dalam keadaan sadar. Aku membiarkan kemarahan dan kesepianku menguasai diriku.”

Sari tetap diam. Tangannya menggenggam selimut erat, seakan itu satu-satunya pelindung yang ia punya saat ini.

“Aku kesepian, Sari,” Ammar melanjutkan, suaranya pecah. “Rumah ini terlalu sunyi. Istriku tak pernah ada. Aku marah… aku kecewa… dan aku gagal menjadi laki-laki yang seharusnya.” Ia menunduk, menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Dan aku melukaimu.”

Isak Sari terdengar pelan. Bahunya bergetar, namun ia tetap tak berkata apa-apa. Diamnya jauh lebih menyakitkan daripada amarah.

“Aku tidak mencari pembenaran,” Ammar buru-buru menambahkan. “Aku hanya ingin kamu tahu… aku menyesal. Sepenuh hatiku.”

Ammar mengangkat wajahnya kembali, menatap Sari dengan mata merah. “Aku akan bertanggung jawab,” ucapnya tegas, seolah berjanji pada dirinya sendiri. “Apa pun yang kamu butuhkan. Apa pun keputusanmu nanti.”

Sari akhirnya menoleh. Tatapannya kosong, basah, dan penuh luka. Namun tak ada satu kata pun keluar dari bibirnya.

“Aku tahu aku tidak pantas meminta apa pun darimu,” lanjut Ammar lirih. “Tapi… beri aku waktu. Aku harus menyelesaikan urusanku. Aku harus memperbaiki semuanya dengan cara yang benar.”

Ia menghela napas berat. “Aku berjanji, Sari. Aku tidak akan lari dari tanggung jawabku.”

Janji itu menggantung di udara.

Sari perlahan menyingkirkan selimut. Tubuhnya bergerak kaku, jelas menahan rasa tidak nyaman. Ammar refleks ingin membantu, namun ragu takut kehadirannya justru menyakitinya lebih jauh.

Dengan tangan gemetar, Sari meraih pakaiannya yang tergeletak di kursi. Ia mengenakannya perlahan, wajahnya menahan sakit, namun rahangnya mengeras menolak jatuh lebih lemah.

Ammar menyaksikan semuanya dengan dada terasa diremas.

“Sari…” panggilnya pelan.

Tak ada jawaban.

Sari berdiri. Kakinya sedikit goyah, namun ia tetap melangkah. Setiap langkahnya seolah menghantam nurani Ammar tanpa ampun. Ia melewati Ammar tanpa menoleh.

Tak ada kata.

Tak ada tangisan keras.

Hanya diam yang memekakkan.

Pintu kamar tertutup perlahan di belakang Sari.

Klik.

Ammar berdiri terpaku. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, napasnya terengah. Dadanya sesak, matanya panas.

Di benaknya, satu kenyataan menghantam tanpa ampun...

Separai putih yang selama ini ia jaga sebagai kehormatan seorang gadis desa… kini telah ternoda oleh tangannya sendiri.

Dan noda itu akan menghantuinya seumur hidup.

Ammar terduduk di tepi ranjang, menatap kosong ke depan.

Tak ada lagi alasan.

Tak ada lagi pembelaan.

Yang tersisa hanyalah satu kewajiban bertanggung jawab, apa pun risikonya.

1
💗 AR Althafunisa 💗
Kaya-kaya koq bisa dimanfaatkan begitu, kagak ada ketenangan, kagak ada kehangatan. Sepi seakan tak punya istri kalau begitu, kenapa ga cerai aja sih 😬
ollyooliver🍌🥒🍆
saranku sih pangggil mama aja, soalnya kalau anak sari lahir, trus panggil ammar papa dan sari bunda jatohnya kek.. anaknya sari juga anak tiri/anak angkat karna mengikuti panggilan queen.
Yatiek Widhodho
lanjut thorr
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
selamat ya Sari..
Felycia R. Fernandez
jadi ingat nge liwet dengan teman2 kerja🤍
Felycia R. Fernandez
aku laper jadinya 🤤😆😆😆
Felycia R. Fernandez
mas Ammar donk,masa panggil nama aja
Felycia R. Fernandez
Tetiba membuat nya berdua,eeeh yang salah cuma Ammar sendiri 🤣🤣🤣🤣
gak adil ya Mar...
semangat Mar...
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤦‍♀️😭😭😭😭
Reni Anjarwani
makin seru thor
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Queen kamu akan punya bunda🥰🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
yeaaayyy queen punya bunda🥰🥰
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Felycia R. Fernandez
biang kerok,gak bisa nahan nafsu🤬
Felycia R. Fernandez
ikutan 😭😭😭😭😭😭😭
Felycia R. Fernandez
ini datang karena Queen rindu atau sekaligus melamar Sari
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
😥😥😥😥😥😥
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga keluarga Ammar benar² menerima Sari..
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
yang kuat ya Sari...
Sweetie blue
Sejauh ini yang aku baca ada pesan yang di taman dalam cerita ini.

jika sudah memiliki suami sebisa mungkin diam di rumah. ngurus suami, anak dan juga rumah. jangan banyak gaya ingin kerja di luar dan mengabaikan kewajiban seorang istri.

kalo semuanya harmonis maka semuanya akan berakhir bahagia terutama restu orang tua. 😍😍

Mudah-mudahan happy ending ya cerita nya thour.. semangat berkaya💪💪💪😍😍😍
Felycia R. Fernandez: Sebenarnya gak gtu juga kk,
istri bole bekerja,aku juga bekerja.cuma kita juga harus ingat kewajiban kita sebagai istri dan ibu.
Sabrina diijinkan Ammar kerja tapi dia kebablasan,malah mentingin kerjaaan dari suami dan anak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!