NovelToon NovelToon
The Replacement Bride

The Replacement Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Pengantin Pengganti / Mafia
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Fitriaa

Shabiya seharusnya tidak memiliki harapan bisa memenangkan hati suaminya, ketika pernikahan mereka saja terjadi atas keinginan satu pihak. Wanita itu seharusnya mengubur semua impian tentang keluarga cemara yang selalu didambakan olehnya setiap malam.

Apalagi, ketika ia sudah mengetahui bahwa kehadirannya di hidup suaminya hanya untuk menggantikan posisi seseorang. Dan ketika Shabiya ingin menyerah, tidak ada celah untuknya melarikan diri. Dia sudah terperangkap. Pria tersebut tidak akan membiarkannya pergi dengan mudah.

Akankah semesta membantunya untuk lepas dari pria yang berstatus sebagai suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Fitriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Rahasia

Sejak kabar kehamilan itu menyebar di dalam mansion, Galen berubah menjadi sosok yang lebih menyebalkan. Ia tidak lagi hanya mendikte pakaian atau aroma yang harus di pakai oleh Shabiya tapi dia juga mulai mendikte asupan nutrisi, jam tidur, bahkan buku-buku yang boleh dibaca Shabiya agar janin itu tumbuh dalam lingkungan intelektual yang tepat. Bagi Galen, rahim Shabiya adalah inkubator suci bagi proyek mahakaryanya.

Namun, pengamanan yang berlebihan sering kali menciptakan titik buta. Atas desakan dokter pribadi yang menyebut bahwa Shabiya membutuhkan udara segar tanpa tekanan dinding beton di kediaman dan demi kesehatan janinnya, Galen akhirnya mengizinkan Shabiya mengunjungi sebuah taman botani pribadi di pinggiran kota yang telah disewa seluruhnya untuk satu hari.

Arsen dan tiga pengawal lainnya berjaga di setiap sudut jalan setapak yang rimbun oleh pakis dan anggrek langka. Shabiya berjalan perlahan, jemarinya mengelus perutnya yang masih datar, mencoba mencari kedamaian di tengah kecemasan yang mendarah daging.

Saat ia berbelok di paviliun kaca yang tertutup tanaman merambat, sebuah sosok bayangan muncul dari balik pilar besar. Shabiya nyaris berteriak sebelum sebuah tangan kasar namun cekatan menutup mulutnya dan menariknya ke balik rimbunan monstera raksasa.

"Diam. Ini aku," sebuah suara berat berbisik di telinganya.

Itu bukan Rigel. Itu adalah Elfahreza Labda Sahika.

Reza melepaskan tangannya. Matanya tampak lebih tajam dari biasanya, dia mengenakan pakaian serba hitam yang membuatnya menyatu dengan bayangan paviliun. Matanya menatap Shabiya dengan pandangan yang sulit diartikan. Seperti ada sisa kebencian pada Galen, namun ada pula sedikit rasa hormat pada keteguhan Shabiya.

"Apa yang kau lakukan di sini, Reza? Arsen akan membunuhmu jika dia melihatmu," bisik Shabiya, jantungnya berdebu kencang.

"Arsen sedang sibuk dengan 'masalah teknis' di sistem pengawasannya yang baru saja aku sabotase selama sepuluh menit," jawab Reza dingin. Ia mengeluarkan sebuah amplop tebal dari balik jaket kulitnya. "Aku dengar kau sedang mengandung 'benih keajaiban' Galen. Selamat, Shabiya. Kau baru saja memesan tiket VIP menuju kegilaan yang permanen."

Shabiya menarik napas tajam. "Aku tidak butuh ejekanmu."

"Kau butuh kebenaran, gadis kecil. Sesuatu yang bahkan sepupu baik hatiku, Rigel, tidak berani ceritakan padamu karena dia terlalu takut kau akan hancur," Reza menyerahkan amplop itu. "Kau pikir pernikahanmu sah? Kau pikir kau benar-benar terikat secara hukum dengan Galen Gemilar?"

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Shabiya membuka amplop itu. Di dalamnya terdapat salinan dokumen pendaftaran pernikahan mereka, namun ada yang aneh. Di kolom tanda tangan saksi dan pengesahan negara, terdapat stempel dari sebuah firma yang sudah lama ditutup karena kasus pemalsuan dokumen. Lebih mengerikan lagi, ada satu lembar kertas berisi catatan psikiatri yang sangat rahasia.

"Lihat tanggalnya," perintah Reza.

Shabiya membaca dengan teliti. Catatan itu dibuat tiga bulan sebelum pernikahan mereka. Psikiater pribadi Galen mencatat jika pasien mengalami delusi erotomania dan skizoid tingkat lanjut. Ia menolak kenyataan kematian subjek T. Pasien merencanakan sebuah 'upacara teatrikal' untuk memuaskan kebutuhan psikologisnya akan kehadiran subjek. Disarankan untuk tidak melibatkan hukum formal karena risiko ketidakstabilan mental pasien jika identitas barunya digugat oleh negara.

"Pernikahanmu hanya sandiwara, Shabiya," desis Reza. "Pendeta yang memberkatimu di kapel itu? Dia aktor. Dokumen yang kau tanda tangani? Sampah kertas. Galen tidak menikahimu karena dia menghargai institusi pernikahan. Dia melakukan 'ritual' itu agar dia merasa benar-benar memiliki Thana kembali dalam sebuah kontrak yang sah di kepalanya sendiri."

Shabiya gemetar hebat. Seluruh fondasi hidupnya dalam beberapa bulan terakhir ternyata hanyalah panggung teater yang dibangun di atas tanah rawa. Ia bukan seorang istri yang sah yang terjerat hutang ayahnya, melainkan ia adalah korban penculikan berkedok pernikahan yang dilakukan oleh seorang pria yang kehilangan kewarasannya.

"Kenapa kau memberitahuku sekarang?" tanya Shabiya, air mata mulai mengalir.

"Karena bayi itu," Reza menunjuk perut Shabiya. "Galen sudah menyiapkan akta kelahiran untuk anak itu, bahkan sebelum dia lahir. Dan tebak siapa nama ibu yang tertera di draf dokumen itu? Bukan namamu, Shabiya. Tapi Thana Malaika."

Dunianya seolah berputar. Shabiya bersandar pada pilar kaca yang dingin. Galen benar-benar ingin menghapusnya secara total. Bahkan secara administratif, ia tidak akan pernah ada sebagai ibu dari anaknya sendiri.

"Galen sedang membangun dunia di mana kau hanyalah rahim sewaan bagi memori masa lalunya," lanjut Reza. "Jika kau tetap di sini, saat bayi itu lahir, kau akan dibuang ke panti jiwa atau dihilangkan secara permanen karena 'tugasmu' sudah selesai. Dia hanya butuh anak itu untuk melengkapi simfoni gilanya."

Reza menyerahkan sebuah kartu kecil berbahan logam. "Rigel punya rencana pelarian, tapi dia terlalu lembut. Jika kau ingin benar-benar hilang dari radar Galen, kau butuh bantuanku. Aku punya rute laut yang tidak bisa dilacak oleh teknologi Gemilar."

"Kau ingin aku mengkhianati Galen melalui kau?"

"Aku hanya ingin melihat Galen kehilangan segalanya, persis seperti dia membuatku kehilangan segalanya dulu," mata Reza berkilat karena dendam lama. "Ambil bukti ini. Gunakan untuk membangkitkan akal sehatmu yang sudah mulai tumpul oleh bau parfum melati itu. Sepuluh menitmu habis."

Reza menghilang secepat ia datang, menyelinap ke balik rimbunan pohon pakis tepat saat suara langkah sepatu bot Arsen terdengar mendekat.

"Nyonya? Anda di sana?" panggil Arsen.

Shabiya segera menyembunyikan amplop itu di dalam lipatan gaunnya yang longgar. Ia menghapus air matanya dengan cepat dan mengatur napasnya. Saat Arsen muncul, ia menemukan Shabiya sedang menatap sekuntum bunga anggrek hitam dengan ekspresi yang sangat datar, ekspresi yang biasa ditunjukkan Thana saat sedang merenung. Shabiya menghafal dengan sangat cepat.

"Saya di sini, Arsen. Bunga ini... sangat indah, tapi baunya menyesakkan," ucap Shabiya, suaranya terdengar begitu tenang hingga ia sendiri merasa takut.

"Tuan Galen meminta kita kembali sekarang, Nyonya. Ada pertemuan mendadak di mansion." Arsen mengamati wajah Shabiya dengan curiga, namun ia tidak menemukan jejak orang lain di sekitar wanita itu.

Dalam perjalanan pulang di dalam mobil yang sunyi, Shabiya menatap tangannya yang melingkari perutnya. Ia tidak lagi merasa takut. Rasa takutnya telah terbakar habis oleh kenyataan bahwa ia sedang mengandung anak dari seorang pria yang bahkan tidak mengakui keberadaannya di atas kertas.

Bukti-bukti dari Reza adalah palu yang menghancurkan sisa-sisa rasa ibanya pada Galen. Pernikahan palsu, identitas palsu, dan masa depan yang tercuri. Shabiya menyadari bahwa ia tidak sedang berhadapan dengan seorang suami yang terluka, melainkan dengan seorang predator yang sedang menyusun rencana terakhir untuk menguburnya hidup-hidup.

"Kau ingin bermain sandiwara, Galen?" bisiknya dalam hati sambil menatap pantulan wajahnya di kaca mobil. "Maka aku akan memberimu pertunjukan terakhir yang tidak akan pernah kau lupakan."

Saat Galen memeluknya dan membisikkan betapa ia mencintai "keluarga kecil" mereka, Shabiya membalas pelukan itu dengan kehangatan yang sempurna. Namun, di balik matanya yang terpejam, ia sedang menghitung hari. Ia tidak lagi menunggu Rigel, ia akan mulai menyusun rencananya sendiri, menggunakan setiap keping kebenaran yang ia dapatkan sebagai bahan peledak untuk meruntuhkan surga palsu Galen Gemilar.

1
Kustri
qu koq benci yo ama galen, obsesi sm egois selangit
👊nggo galen🤭
Kustri
penasaran gmn cara sabyan melawan galen💪
Kustri
punya penyakit apa itu si galen, aneh☹️😤
Kustri
eh, apa ada di dunia nyata ya sifat egois ky galen
Kustri
nama'a susah diingat, ingat nama panggilan aja
baru mulai... ky'a seru
Silfanti Ike puspita
:
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!