NovelToon NovelToon
Selingkuh Terindah

Selingkuh Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Dark Romance / Konflik etika
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Tasya Prameswari hanya ingin Dicky, putranya bisa kembali ceria seperti dulu, namun sebuah kecelakaan merenggut kesehatan anak itu dan menghancurkan keharmonisan rumah tangganya bersama Setyo Wirayudha.

Sang mertua hanya mau membiayai pengobatan Setyo, namun tidak dengan Dicky. Tak ada yang mau menolong Tasya namun ​di tengah keputusasaan, Radit Kusumadewa datang membawa solusi. Pria kaya dan berkuasa itu menuntut imbalan: Tasya harus mau melayaninya.

Pilihan yang sulit, ​Tasya harus melacurkan diri dan mengkhianati janji sucinya demi nyawa seorang anak.

Bagaimana jika hubungan yang dimulai dari transaksi kotor itu berubah menjadi candu? Bagaimana jika Tasya merasakan kenyamanan dari hubungan terlarangnya?

Note: tidak untuk bocil ya. Baca sampai habis untuk mendukung author ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meliuk Dengan Keren

Tasya kembali teringat semua hal menyakitkan dalam hidupnya. Ucapan pedas dan menusuk Setyo, perlakukan Ibu Welas dan Sisca yang terus mencari celah dalam hubungannya dengan Setyo yang semakin merenggang.

Tasya lalu teringat saat malam dimana Setyo meminta untuk dilayani. Ia sudah berada di puncak ketika Setyo tak bisa melakukan tugasnya. Sejujurnya, Tasya kecewa. Ia juga punya hasrat yang ingin dipenuhi, meski memaklumi karena Setyo sakit, namun kekecewaan itu tetap ada.

Tasya hanya manusia biasa, bukan malaikat yang tak punya kebutuhan batin. Apalagi mereka sudah lama tidak melakukannya dengan alasan lelah bekerja.

Tasya menatap lelaki tampan yang kini sudah berada di atas tubuhnya. Bathrobe yang ia kenakan sudah terbuka, menampilkan bagian atas tubuhnya yang polos. Kaos yang Radit kenakan sudah Tasya buka dan buang entah kemana saat mereka saling berpagut tadi. Tasya berpikir sejenak. Ia masih bisa membatalkan semua hal gila ini. Ia menimbang sejenak keputusan yang akan ia ambil, namun ia menyerah.

Tasya mengalungkan tangannya di leher Radit dan mencium Radit dengan rakus. Radit menganggap ini sebagai keputusan Tasya untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Tanpa pikir panjang, Radit melakukan tugasnya dengan sempurna.

Suara eraangan Tasya seolah menandakan kalau ia begitu merindukan sentuhan dari lelaki. Setiap sentuhan Radit berhasil membuat tubuh Tasya bak kecanduan. Ia bergerak seirama dengan gerakan Radit, bahkan mereka sampai di pelepasan berdua.

Radit merebahkan tubuhnya di samping Tasya. Nafasnya naik turun sehabis percintaan panas yang mereka lakukan. Malam ini, untuk kedua kalinya mereka kembali melakukan hubungan yang tidak sepantasnya mereka lakukan.

Tasya berbalik menghadap Radit dan tersenyum. Lelaki tampan itu berhasil memuaskannya, memberikan percintaan terhebat dalam hidupnya dari yang pernah Setyo berikan. Bulir keringat di dada bidang Radit seolah menjadi bukti betapa panasnya percintaan yang mereka lakukan baru saja.

"Bagaimana... Apa ka-mu... puas?" tanya Radit dengan nafas yang masih tersengal.

"Ya. Aku sangat puas." Tasya lalu menggoda Radit. Ia menyentuh dada bidang Radit dengan jari telunjuknya sampai ke perut six pack miliknya yang keras.

Radit tertawa kecil. "Kamu nakal!"

Tasya mendekati Radit lalu merebahkan tubuhnya di pelukan Radit. "Istirahatlah sebentar. Aku mau kita lanjutkan ke babak kedua."

"Ap-apa? Babak kedua?" Radit tak menyangka kalau Tasya menginginkan lagi percintaan panas dengannya.

"Bapak tidak mau?" tanya balik Tasya.

"Tentu saja mau!" jawab Radit cepat.

"Kalau begitu, biarkan kali ini aku yang melayani Bapak." Tasya lalu sudah berada di atas tubuh Radit.

Semakin malam, percintaan Tasya dan Radit semakin panas. Tasya seolah melupakan apa itu dosa. Tubuhnya bergerak bebas di atas tubuh Radit. Ia hanya ingin melepaskan semua rasa sakit yang ia rasakan dengan cara yang menyenangkan.

.

.

.

Radit menatap Tasya yang sedang tertidur lelap di sampingnya. Entah seberat apa masalah yang Tasya alami sampai ia menyerahkan dirinya semalam, tanpa paksaan sama sekali.

Radit sungguh merasa iba dengan nasib Tasya kini. Matanya hampir setiap pagi selalu bengkak, ia sering melamun namun selalu menyembunyikan semua di balik senyum palsunya. Berat sekali cobaan yang harus ia tanggung di usianya yang masih muda.

Radit memang laki-laki brengsek yang suka gonta-ganti wanita, sama seperti Papi Richard Kusumadewa saat muda dulu namun sejujurnya ia tak mau meniduri Tasya, apalagi setelah tahu kalau Tasya sudah menikah.

Ya, ia terpaksa melakukannya.

Radit membelai bahu polos Tasya. Nampak bekas luka di samping tahi lalat yang ia miliki. Ia yang memberi luka di bahu Tasya saat mereka bermain petak umpet dulu. Tasya terkena kawat duri sampai harus dijahit beberapa jahitan.

Ya, Radit terpaksa meniduri Tasya hanya untuk membuktikan kalau benar Tasya Prameswari yang meminta tolong padanya adalah Tasya, cinta pertamanya. Sayangnya, ia tak bisa mengendalikan diri sampai akhirnya ia begitu menikmati tubuh Tasya.

Radit berusaha menghindar namun hatinya tak tega saat melihat Tasya semakin hari semakin menderita. Bahkan Tasya menangis di pelukannya. "Berat sekali ya cobaan hidupmu, Sya? Maaf kalau aku tak bisa membantu banyak. Aku hanya ingin kamu bahagia, Sya," batin Radit.

Sentuhan Radit membuat Tasya terbangun. Ia membuka matanya dan disambut dengan suara serak Radit, khas bangun tidur. "Selamat pagi, Tuan Putri!"

Radit membelai pipi Tasya dengan lembut. Senyum hangat Radit dibalas Tasya dengan senyum yang tak kalah hangat.

"Pagi, Pak Radit!" balas Tasya.

Radit memanyunkan bibirnya. "Ish, jangan memanggilku Bapak. Panggil aku Radit saja, sudah cukup. Kalau di kantor, kamu bisa memanggilku Bapak, kalau hanya ada kita berdua, cukup Radit saja."

Tasya mengangguk. "Siap, Pak, eh Radit. Ah, aku canggung melakukannya."

Radit menarik tubuh Tasya lalu memeluknya dengan erat. "Mengapa harus canggung? Kita sudah berbagi peluh semalam."

Tasya membenamkan wajahnya di dada bidang Radit. "Sudah ah, aku malu."

Radit tertawa kecil. "Kok aku tidak percaya ya kalau kamu malu, mengingat semalam kamu meliuk dengan sangat keren di atas tubuhku-"

"Ah, aku makin malu." Wajah Tasya makin memerah. Semalam ia bak betina liar, begitu bebas mengekspresikan dirinya.

"Tapi kamu sangat hebat, Sya. Aku... menyukai permainanmu," bisik Radit di telinga Tasya.

"Serius?" Tasya mengangkat wajahnya. Ia menatap Radit, mencari kebohongan dalam ucapannya namun tak ia temukan. "Kok aku tidak yakin ya?"

Radit membelai bekas luka di bahu Tasya. "Aku memang brengsek namun aku bukan pembohong ulung. Bekas luka ini terlihat cantik di tubuhmu, Sya."

Tasya menutupi bekas luka di bahu dengan telapak tangannya. "Mana ada bekas luka yang terlihat cantik, Pak, eh Dit?"

"Bekas luka ini buktinya." Radit mengangkat telapak tangan Tasya yang menutupi bekas luka di bahunya lalu menggenggamnya dengan erat. "Kamu bertanya apa kita pernah bertemu sebelumnya, bekas luka ini adalah jawabannya."

Kening Tasya berkerut dalam. "Luka ini? Luka di tubuhku maksudmu? Bagaimana bisa?"

"Mungkin kamu sudah lupa namun aku yang membuat luka ini tak akan pernah lupa. Aku bahkan ikut menangis saat kamu dijahit." Radit membelai lembut bekas luka Tasya.

"Kita... benar pernah bertemu sebelumnya? Mengapa aku tak mengingatnya sama sekali? Dimana kita bertemu?" Tasya terus menatap Radit dengan serius.

Radit tersenyum. Ia memegang dagu Tasya lalu mencium bibirnya dengan lembut. "Aku tak akan menjawabnya. Jika kamu tak mengingatnya, tak apa. Biar aku saja yang terus mengingat semua kenangan kita."

"Tapi-"

"Sst!" Radit menatap Tasya penuh maksud. "Biarkan aku membuat kenangan baru yang berisi semua hal tentang kita. Tentang aku... dan... kamu." Radit lalu kembali membawa Tasya terbang ke langit ke tujuh.

Pagi ini menjadi saksi sebuah pernikahan yang kembali dikhianati oleh dua insan yang dimabuk gairah. Keduanya begitu asyik mengecap indahnya menyatukan tubuh sampai tak menghiraukan ponsel keduanya yang terus berdering.

"Mami Calling" Ponsel Radit terus berdering.

"Mas Setyo Calling." Ponsel Tasya juga terus berdering.

Tasya tak menghiraukan lelaki di seberang sana yang sejak semalam tidak bisa tidur, memikirkan ucapannya yang menyakitkan. Ratusan panggilan tak terjawab, membuat Setyo makin gelisah. "Kamu kemana sih, Sya? Mengapa tak menjawab panggilanku? Kamu sedang bekerja atau dengan lelaki lain?"

****

1
Mawar Hitam
Untung sdh dapT jatah ehm jadi papi Richard gak marah..
yeni NurFitriah
Tasya bakalan banyak ketawa juga kalo jadi bagian keluarga Kusumadewa yg pada sengklek,Tasya bakal ikut sengklek apalagi kalo bergaul sama Maya🤭
Eka Marliyani
diawal nyesek diakhir lucu
yeni NurFitriah
🤣🤣ah Aq terhibur kalo udah nyeritain keluarga Kusumadewa,masih mending Radit nyuri Singkong goreng Pi...lah istri orang juga di curi Pi..😅hukum tuh anakmu Papi..
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
ibumu menolong pengobatanmu ya sudah kewajibannya sebagai orang tua dari pihak laki2 lah, apalagi kamu anaknya
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dari sini udah tahu klo Setyo anak yg takut ma orang tua
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
benar sya,banyak halangan di hubungan rumah tangga mu,mertua yang toxic dan adanya pelakorrr.. lebih baik pergi menjauh
Mommy'ySnowy 💕
jngankn singkong org,, bini org aja radit ajak kabur..🤭🤣🤣🤣
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
Mertua Lucknut memang
Nanysetyarsi24 Nanyse24
gantian rebutin singkong goreng
Wanita Aries
gak ank gk bpk sama tengilnya🤣

huhhh emaknya setyo pngen tak jitak
Dien Elvina
pasti ibunya s Setyo dan Siska bersorak gembira...pas Tasya pergi dari rmh nya 🤭
Dien Elvina
nah gitu Sya, pergilah dari rmh neraka itu ..carilah kebahagiaan mu ..tapi janganlah lupa ceraikan dulu s Setyo gendeng 🤣
Dien Elvina
wkwkwk rasain Lo Pi, singkong goreng nya d bawa kabur Radit 🤣
dari dulu keluarga Kusumadewa anggota keluarganya pada sengklek 🤣 tapi aku suka, keliatan nya jadi hangat ..antara anak dan ortu gak ada jaim nya 🤣
tehNci
Hahaha....lucu banget Icad sama Radit. Keluarga yg sangat hangat. Konglomerat yg lagi rebutan singkong goreng🤣🤣🤣🤣
Irma
good job sya mingat dari rumah mertua yg seperti meraka ,urus surat ceraimu dan kembali kepelukan Radit pasti mendapatkan kebahagiaan mempunyai mertua yg baik hati dan suami penyayang seperti radit
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Apa kabar dengan keluarga Leo ya...kangen sama mereka
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
eka perwita
yess ayo cerai Tasya, mommy adel psti syok klo tau Radit jd pebinor 🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
baguslah kalau Tasya pergi buat apa tinggal di rumah ibunya Setyo..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!