NovelToon NovelToon
My Little Actress

My Little Actress

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Selingkuh / Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Kemungkinan ada narasi adegan nyerempet 21th+
Pembaca mohon lebih bijak dalam memilih bacaan yang sesuai usia! Cerita cuma fiksi jgn terlalu baper

Setelah mengetahui perselingkuhan tunangannya dengan saudara tirinya, Beatrice justru dipertemukan dengan Alexander, seorang CEO ganteng, kaya, dingin yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Awalnya Alex hanya penasaran terhadap Beatrice, pasalnya penyakit alerginya terhadap wanita sama sekali tidak kambuh saat bersentuhan dengan Beatrice. Sahabat sekaligus dokter pribadinya, Harris menyuruhnya terus bersentuhan dengan Beatrice sebagai upaya terapi untuk kesembuhan alergi yang diderita Alex. Namun lama-lama sikap posesif dan cemburuan Alex terhadap Beatrice semakin menjadi, membuatnya sadar bahwa dia telah jatuh hati pada Beatrice. Alex ingin pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan sungguhan. Akankah hati Beatrice terbuka untuk Alex?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Ejakulasi Dini

Kamar utama itu remang, hanya diterangi lampu tidur yang bertengger di meja kecil dekat ranjang.

Alex merebahkan diri di sofa sambil memejamkan mata, mendengarkan suara percikan air dari kamar mandi. Suara shower yang mengalir itu entah bagaimana justru membuat pikirannya berkelana ke tempat yang tidak seharusnya.

Setiap kali ia mencoba mengalihkan pikiran, memori-memori liar semalam justru muncul. Ia bisa mengingat dengan jelas seperti apa pertemuan pertamanya dengan Beatrice.

Tubuh Beatrice yang tercebur ke bathtubnya saat itu basah kuyup, gaun yang ia kenakan melekat erat pada kulitnya, menonjolkan garis tubuhnya. Jujur saja, Beatrice terlihat... menggoda. Sangat seksi. Tetapi saat gadis itu mendongakkan kepala dan menatapnya dengan mata bulat yang memancarkan kepolosan, sungguh kombinasi yang unik, pemandangan itu langsung membuat Alex jatuh hati.

Dan sekarang, memori itu kembali menyerang Alex.

Tubuhnya memanas.

Alex mengusap wajahnya dengan frustasi.

"Apa aku harus menerobos masuk? Ah aku tidak bisa melakukannya, bisa-bisa dia ketakutan", pikir Alex.

Akhirnya, ia memutuskan mengambil napas panjang dan bergegas keluar menuju kamar mandi lain di seberang lorong. Tanpa pikir panjang ia masuk dan memutar air dingin. Ia berharap mandi air dingin bisa menurunkan panas yang membakar tubuhnya.

Setelah beberapa menit, Alex keluar dari kamar mandi luar dengan rambut yang masih basah dan baju tidur satin berwarna biru tua. Ia belum sempat mengancingkan bajunya saat masuk ke kamar utama.

Namun begitu ia membuka pintu kamar utama, tubuhnya langsung membeku.

Alex melihat Beatrice yang juga baru saja keluar dari kamar mandi.

Uap hangat masih mengepul tipis di sekeliling tubuhnya. Kulitnya lembap dan tampak berkilau, seperti embun pagi yang memantulkan cahaya. Pipi Beatrice tampak merona, bibirnya yang kemerahan tampak penuh dan lembab.

Rambutnya masih basah, beberapa helai menempel di leher. Ia mengenakan baju tidur one piece tanpa lengan, berwarna pink muda.

Alex mematung, tubuhnya terasa panas lagi.

Beatrice memandangnya dengan dahi berkerut.

“Apa yang kau lakukan di sana?”

Nada suaranya terdengar datar, namun matanya kemudian sedikit membesar ketika menyadari bahwa Alex tidak mengancingkan baju tidurnya. Pandangannya turun perlahan, dada bidang Alex terlihat jelas, dan abs yang terukir rapi terlihat sesekali ketika kain satin bergerak mengikuti napasnya.

Beatrice menatap sedikit terlalu lama.

Dan ia sendiri tampak menyadari itu.

Wajahnya merona lebih merah lagi.

Alex, yang awalnya sibuk menenangkan diri, kini justru merasa situasi berbalik. Ia memperhatikan Beatrice yang tampak gugup sambil menatap tubuhnya, dan sesuatu dalam dirinya dengan cepat mengambil alih.

Ia melangkah maju, perlahan tapi pasti.

“Hm?” suaranya rendah, terdengar sangat percaya diri. “Apa kau puas hanya melihat tubuhku seperti itu? Kau tahu… kalau kau mau menyentuhnya, tinggal bilang saja, baby.”

Tanpa menunggu jawaban, Alex memegang tangan Beatrice dan mengarahkannya ke perutnya.

Beatrice tersentak kaget.

“Alex!”

Ia berusaha menarik tangannya, tetapi pegangan Alex kuat. Tidak menyakitkan, tapi tegas.

“Kamu tidak perlu malu,” gumam Alex. “Lakukan apa pun yang kamu mau.”

Beatrice menggigit bibir. Karena tidak bisa melepaskan diri, akhirnya ia… mencubit perut Alex.

Sayangnya cubitannya seperti tidak berhasil, karena abs Alex terlalu keras.

Alex yang semula hendak menggoda justru tertawa, tapi tawa itu cepat berubah menjadi ketegangan aneh yang mengalir cepat di antara mereka.

Alex menahan napas.

“Jangan lakukan itu kalau kau tidak siap dengan konsekuensinya.”

Beatrice menatapnya dengan bingung, tetapi sebelum ia bisa bertanya, Alex menariknya dengan lembut menuju tempat tidur dan memintanya duduk.

Melihat rambut Beatrice yang masih basah, ia mengambil hair dryer.

“Aku akan mengeringkan rambutmu,” katanya.

“Aku bisa sendiri,” bantah Beatrice.

“Tapi aku ingin mencobanya”

Ada sedikit rasa hangat yang mekar di dada Beatrice.

Tapi kenyataan tidak seromantis yang dibayangkan, Alex beberapa kali tanpa sengaja menarik rambut Beatrice.

“Aw! Alex!”

“Maaf, maaf, aku tidak sengaja!”

“Kalau tidak bisa melakukannya, biar aku sendiri saja”

“Tenang, aku bisa. Aku sangat cepat dalam belajar!”

Meski canggung, ia melakukannya dengan penuh konsentrasi. Beatrice bisa melihat raut wajah Alex di pantulan cermin.

Begitu selesai, Beatrice hendak berdiri. Tetapi sebelum ia sempat bangkit, Alex menahannya dan membaringkannya perlahan di atas kasur.

“Alex… apa yang kau lakukan?”

“Menurutmu?” balasnya dengan suara rendah.

"Akex, aku lelah..."

“Kamu tidak perlu melakukan apa pun, baby. Aku yang akan bekerja keras.”

Beatrice menatapnya dengan mata membesar, dan entah kenapa matanya mulai berkaca-kaca.

Tanpa Beatrice sadari, tatapan itu justru membuat Alex semakin kehilangan kendali.

Alex menunduk.

Dan dari situ, hubungan mereka memasuki momen yang membuat keduanya lupa napas.

Namun ketika suasana sudah begitu panas ketika Alex akhirnya melanjutkan ke tahap berikutnya...

Tiba-tiba semuanya berhenti.

Setelah kurang dari lima menit.

Terjadi… sesuatu yang tidak Alex perkirakan sama sekali. Ejakulasi dini...

Ia membeku.

Beatrice juga membeku.

Keheningan menyelimuti kamar.

Alex terduduk dengan wajah luluh lantah, syok total.

“Tidak mungkin…” bisiknya, setengah tidak percaya.

Ia merasa tubuhnya baik. Staminanya bagus. Ia tidak dalam kondisi stres berat. Semalam ia bisa melakukannya dengan normal.

Beatrice, yang juga tak kalah terkejut, mencoba menjaga ekspresi tetap datar.

“Uhmm… apa kamu sudah… selesai?” tanyanya pelan, ragu-ragu. “Aku… mau bersih-bersih dulu. Lalu aku mau tidur. Aku sangat lelah hari ini.”

Alex tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya mengangguk dengan wajah paling terpukul yang pernah ia miliki dalam hidup.

Beatrice segera bangkit, meraih baju tidurnya, dan masuk kamar mandi dengan langkah cepat.

Begitu pintu tertutup, Alex jatuh terduduk di ranjang sambil menutupi wajah.

“Bagaimana bisa…?” gumamnya frustasi.

Beberapa menit kemudian, Beatrice keluar lagi, berusaha bersikap biasa. Tidak ada yang bicara, tidak ada pembahasan lanjutan.

Keduanya hanya berbaring di sisi masing-masing, di ranjang yang sama.

Dan entah bagaimana, di tengah rasa canggung, malu, frustasi, dan bingung…

Keduanya akhirnya tertidur.

1
Danella Juanitha
maaf yah sebelumnya karena ini ada miripnya di aplikasi sebelah dan itu sepertinya aku baca sekitar 2 atau 3 tahun lalu, aku bukan mau bilang otornya gimana, aku cuma mengatakan bahwa cerita ini hampir mirip seperti yg pernah aku baca di aplikasi sebelah, maaf yah otor jgn tersinggung 🙏🙏🙏
Danella Juanitha: iya otor ceritanya kurang lebih sama walaupun ada bedanya walaupun beberapa tapi lebih banyak samanya sih menurutku sejauh ini, maaf yah otor bukan mau meruntuhkan mental atau bagaimana, aku gak maksud apa tapi siapa tau selanjutnya akan lain atau otor memang pernah nulis cerita di aplikasi sebelah f***o, soalnya aku tuh tim suka baca tapi jarang tau penulis nya🤭🤭🤣
total 2 replies
Tiara Pratiwi
lupa ngasih keterangan foto terakhir ya, yg rambut agak keriting Colton, yg rambut klimis Alex
jgn lupa subscribe, like, komen, kasih rating dan gift, gift yg free jg gpp nonton iklan aja bentar 🤣
Tiara Pratiwi
Jangan lupa subscribe, like, komen, dan share ya 😍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!