NovelToon NovelToon
Derita Istri Penebus Hutang

Derita Istri Penebus Hutang

Status: tamat
Genre:Obsesi / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:51.7k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Anissa terpaksa menerima perjodohan atas kehendak ayahnya, dengan pria matang bernama Prabu Sakti Darmanta.

Mendapat julukan nona Darmanta sesungguhnya bukan keinginan Anissa, karena pernikahan yang tengah dia jalani hanya sebagai batu loncatan saja.

Anissa sangka, dia diperistri karena Prabu mencintainya. Namun dia salah. Kehadiranya, sesungguhnya hanya dijadikan budak untuk merawat kekasihnya yang saat ini dalam masa pengobatan, akibat Deprsi berat.

Marah, kecewa, kesal seakan bertempur menjadi satu dalam jiwanya. Setelah dia tahu kebenaran dalam pernikahanya.

Prabu sendiri menyimpan rahasia besar atas kekasihnya itu. Seiring berjalanya waktu, Anissa berhasil membongkar kebenaran tentang rumah tangganya yang hampir kandas ditengah jalan.

Namum semuanya sudah terasa mati. Cinta yang dulu tersususn rapi, seolah hancur tanpa dia tahu kapan waktu yang tepat untuk merakitnya kembali.

Akankan Anissa masih bisa bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Wajah Prabu sudah pucat, seolah tahu apa yang akan dikatakan pria berseragam putih di hadapanya itu.

"Mungkin hanya doa yang dapat mengubah takdir!! Kita doakan saja, semoga pasien dapat melewati masa kritisnya," kata Dokter pasrah, "Kalau begitu saya permisi!!"

Prabu masih membeku ditempat, dengan tatapan lurus kebawah. Setelah kepergian sang ayah, apa Tuhan kini akan meminta kakaknya juga?? Selain status sebagai kakak, Damar sendiri penjadi panutan sang adik, karena sikap ramahnya dab juga dermawan.

Semua warga desa, pasti tidak ada yang tidak mengenal sulung tuan Darmanta itu. Namun, pria lembut itu kini terbaring lemah. Damar berjuang antara hidup dan mati, yang dia sendiri juga tidak tahu nasibnya akan berakhir seperti apa.

Keesokan harinya.

Ceklek!!

Pinti terbuka dari luar. Ailin mematung diambang pintu, saat melihat orang yang paling dia cintai terbujur lemas, sedang berjuang antara hidup dan mati.

Air matanya seketika menggumpal dibalik pelupuk. Kedua kakinya terasa lemah, bak tiada tulang yang menyangganya. Perlahan dia berjalan, yang diiringi deraian air mata.

"Damar, apa yang terjadi padamu?? Kenapa kamu menutupi semuanya, jika kamu sedang sakit??" isakan kecil keluar dari mulut Ailin, setelah dia memeluk setengah badan tubuh Damar.

Hiks!!

Hiks!!

"Bertahanlah Damar....kita bisa undur pernikahan kita, asal kamu sehat dulu!!" lirih Ailin tampak berbisik ditelinga sang kekasih.

Ailin masih terisak diatas tubuh Damar, hingga pakaian atas Damar tampak basah akibat terkena buliran bening tersebut.

"Sudah sayang..." seru bu Asih yang juga ikut menjenguk calon menantunya.

Dada Ailin teramat sesak, melihat kenyataan yang memilukan seperti saat ini. Dia masih setia memeluk tubuh sang kekasih, hingga tubuh Damat spontan bereaksi.

Tubuh Damar mengejang kuat beberapa menit. Hingga membuat orang-orang yang berada didalam ruangan tersebut seketika panik.

Titttttt......!!

Mesin disamping ranjang Damar seketika berhenti panjang, setelah Damar beberapa kali mengejang hebat.

Dan pagi itu, Damar benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya. Dia pergi dengan senyum mengembang, seakan sudah ikhlas atas kepergianya pagi ini.

"Damar....." teriak Ailin yang begitu mengiris.

Bu Laksmi spontan tidak sadarkan diri, saat mengetahui sang putra lebih dulu meninggalkanya.

Dan Prabu~dia seketika menyandarkan tubuh tegapnya disisi dinding, seolah kedua kakinya tidak mampu menopang hidupnya saat ini. Kehilangan sang kakak bagaikan kehilangan pegangan hidup, yang selalu menjadi penguat agar hidupnya lebih membaik.

"Prabu...mas hanya mau meminta tolong. Jika mas pergi, tolong jaga ibu dengan baik!! Jaga Ailin dan bahagiakan dia, selayaknya kamu menyayangi kakakmu sendiri. Mas tidak memaksakan cinta untuk kamu berikan padanya. Mas sudah menyiapkan rumah untuknya di Magelang!! Rawatlah rumah itu...mas berencana akan menempati rumah itu setelah mas menikah. Namun rasanya, waktu mas sudah tidak lama lagi!!"

Kalimat terakhir sang kakak selalu berputar dikepalanya. Wajah Damar yang pucat, semakin mengiris hati Prabu. Hingga Prabu sudah bersumpah, akan membuat sang kakak bahagia dialam sana. Dan hanya satu yang dapat dia lakukan, yakni dengan membuat hidup Ailin bahagia.

Matahari Darmanta itu telah sirna untuk selama-lamanya.

"Damar...sayang bangun!! Nggak, jangan tinggali aku Damar. Bagaimana hidupku tanpa kehadiranku lagi....Damar bangunlah.."

Ailin begitu terisak, sambil terus memeluk tubuh yang sudah tak bernyawa itu.

Damar pergi tanpa sepatah kalimat apapun. Dan itu yang membuat Ailin semakin sakit, seakan ditinggalkan begitu saja.

Dan setelah kepergian Damar, hidup Ailin semakin berantakan. Wanita itu sering mengurung diri dikamar, hingga terkadang berbicara sendiri pada foto sang kekasih yang terpajang besar didalam kamarnya.

Tanpa sadar, Anissa begitu larut dalam cerita yang baru saja Prabu tuangkan.

Air matanya menetes, karena dapat merasakan bagaimana ditinggal pergi orang yang kita sayang untuk selama-lamanya.

"Itu alasanmu, merawat dia hingga saat ini??" tanya Anissa mengunci tatapan Prabu.

Prabu mengangguk. Dia menyandarkan tubuh tegapnya pada bangku besi, sambil menghela nafas dalam. Setelah itu, duduknya sedikit menyerong.

"Maafkan aku, jika tadi mengakuimu sebagai pelayan!! Karena aku lebih tahu Mutia dibanding kamu," sesal Prabu namun penuh kekhawatiran dalam raut wajahnya.

"Maksud ucapanmu.....??" Anissa memicing, penuh tanya.

Prabu kembali membenarkan posisi duduknya. Dinginya angin malam, kini semakin membuat perasaanya menjadi sedikit lebih tenang, hingga mau mengungkap yang semestinya pada sang istri.

"Dulu..............."

Semenjak Prabu memutuskan untuk merawat kekasih kakaknya. Dia terpaksa mengakhiri kisah cintanya dengan Mutia, yang sudah terjalin begitu lamanya.

Prabu menceritakan semua pesan sang kakak kepada kedua orang tua Ailin, dan juga ibunya~bu Laksmi.

Pikir Prabu, jika Ailin diajaknya menempati rumah sang kakak, akan lebih dekat dengan pusara Damar, karena pria itu meminta dimakamkan di Magelang bersama ayahnya.

Sementara Mutia~dia mencoba mengikhlaskan percintaannya yang terpaksa kandas ditengah jalan.

Dan hampir setiap hari, setelah dia putus dengan Prabu. Mutia selalu mengunjungi Ailin, bekedok merawatnya dengan lembut.

Namun, 1 selama satu minggu setelah datangnya Mutia secara rutin. Depresi Ailin semakin parah, hingga kemarahannya tidak terkontrol. Dan sering berteriak secara histeris.

"Nikmatilah peranmu sebagai ratu, dalam rumah ini Ailin!! Kamu sudah berhasil membuat hubunganku dengan Damar hancur!!" lirih Mutia setelah menghentikan langkahnya sejenak diambang pintu. Dia melirik kebelakang sekilas, menampakan senyum sinis.

Ailin yang tidak tahu apa-apa selain berperang dengan dunianya, kini seakan menjadi duri dalam hubungan Prabu. Padahal, apa yang terjadi dalam hidupnya begitu murni, karena dia sangat mencintai Damar. Sejujurnya, menjadi gila bukanlah pilihanya. Dia juga layak untuk bahagia dan dicintai.

Anissa begitu antusias dengan beberapa kalimat yang terlontar dari mulut suaminya saat ini. Tatapanya melekat. Hingga tanpa dia sadari, dadanya seketika bergemuruh, entah apa yang terjadi didalamnya.

"Apa kamu tahu, apa yang di lakukan Mutia, pada Ailin??"

Anissa menggeleng lemah. Tatapanya masih mengunci disana, "Tidak!! Bukanya dia merawat Ailin juga?!"

Hah!!

Desah Prabu kasar, "Itu hanya akal-akalan Mutia saja!! Wanita itu selalu memberikan Ailin obat, saat memberinya makan. Dia menganggap, Ailin adalah penghancur hubungan antara aku dan dia."

Anissa masih memicing. Sorot matanya ingin tahu lebih dalam lagi. "Lalu..?!"

"Obat yang diberikan Mutia memang berdosis rendah. Namun, dengan terlalu sering, dapat melumpuhkan beberapa saraf motorik dalam tubuhnya. Sehingga, otak Ailin sangat lambat bekerja, atau bahkan nyaris sekali untuk mengingat." lanjut Prabu.

Anissa spontan mengambil tubuhnya agak mundur, karena merasa terkejut atas tindakan wanita lembut yang tadi sore sempat dia temui.

"Apa dulu kamu tetap diam, disaat tahu semuanya??" timpal Anissa, yang kini merasa kasihan dengan nasib Ailin.

Prabu menyerongkan duduknya kembali. Dia mengunci tatapan Anissa begitu dalam, "Aku sudah akan membawa masalah itu kejalur hukum dulu. Tapi, kedua orang tuanya memohon ampun, agar masalah itu dapat dibicarakan dengan kekeluargaan!!"

"Apa itu alasanmu, menganggapku sebagai pelayanmu??" tanya Anissa, yang kini semakin menarik tubuhnya kesamping, karena merasa ngeri dengan tatapan mata suaminya.

Srett!!

Lengan Anissa spontan ditarik Prabu, hingga wanita itu terjatuh dalam dekapan suaminya.

Kedua mata mereka bertemu. Sapuan nafas Prabu sangat nyaris terhirup dalam indra penciumannya, saat Pria itu semakin menundukan wajah. Entah mengapa, jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.

Wajah itu... Wajah itu terpahat nyaris sempurna. Tidak!! Anissa tidak mungkin jatuh cinta untuk kedua kalinya.

Blepp!!

Merasa takut, Anissa sontak saja membekap wajah Prabu dengan kedua tanganya, lalu segera bangkit dan duduk kembali.

Anissa masih tidak menyangka, aoa yang dilakukan Prabu barusan. Bagaimana bisa dia sampai terjatuh dalam pelukan pri arogan itu. Anissa mencoba mengusir rasa gugupnya, dengan sekali tarikan nafas.

"Kamu belum menjawab ucapanku, Prabu!!" geram Anissa yang seketika salah tingkah dibuat suaminya.

"Benar!! Apalagi statusmu sudah menjadi istriku. Aku hanya tidak ingin, hidupmu akan terancam setelah menyanding nyonya muda Darmanta," balas Prabu yang kini tatapanya lurus kedepan.

Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari suaminya. Anissa langsung saja bangkit.

"Sudah pukul 10!! Apa kamu akan bermalam dengan nyamuk disini??"

"Masuk saja dulu!! Aku masih ingin menikmati angin malam," jawab Prabu, tanpa memalingkan wajahnya dari langit.

Anissa langsung saja melenggang, dan segera masuk kedalam ruang rawat mertuanya.

*

*

*

Keesokan harinya.

Sesuai rencana, pagi ini Prabu dan Anissa berangkat pagi dari rumah sakit, dan langsung pulang ke Magelang.

Hening~rasa itu bahkan tidak asing lagi, jika dijabarkan dalam bentuk kalimat, pada kedua insan didalam mobil tersebut.

Prabu yang sedang fokus pada kemudinya. Begitu juga Anissa, yang tampak larut dalam pikiranya sendiri.

Drrt

Drrt

Suara ponsel Prabu yang begitu nyaring, kini tampak membuyarkan fokus keduanya, hingga sorot mata tertuju pada benda pipih diatas nakas tersebut.

"Mbok Marni?? Ada apa ya?!" gumam Prabu setelah menatap layar ponselnya.

"Angkat saja!! Siapa tahu penting," timpal Anissa yang masih menatap lurus kedepan.

Tanpa ragu, Prabu langsung menggeser tombol hijau tersebut.

Belum sampai mulut Prabu terbuka. Mbok Marni langsung bersuara dengan deretan kalimat, yang menunjukan rasa ketakutan bercampur khawatir.

"Apa, mbok?? Bagaimana bisa??" Prabu juga tak kalah terkejut. Dia melirik sekilas kearah istrinya, lalu fokus kembali pada kemudinya.

"Ini sedang diikuti sama pak Amir tuan. Tadi orang tuan non Ailin datang lagi kesini. Sudah dibujuk diajak pulang, tapi non Ailin nggak mau!! Lha pas lihat gerbang kebuka, dia langsung lari...." terang mbok Marni disebrang.

"Ya sudah!! Yang penting ada yang mengikuti. Ini saya dalam perjalanan pulang!!"

Tut!!

Panggilan terputus sepihak oleh Prabu. Dia meletakan kembali ponselnya diatas saku, lalu menoleh sekilas kearah Anissa.

"Apa yang terjadi??"

"Ailin keluar dari rumah!!" pekik Prabu.

1
Aqella Lindi
emang boleh status msh istri tpi tgl sm lki2 lain,walaupun cerita di novel tp sebgai perempuan marwah ny d jg nisa mf sy gk lanjut bca lg🙏🙏🙏
kalea rizuky
Thor pembaca b nci cwek menye pantes like mu dikit bgt hmmm
kalea rizuky
bodoh mnding pergi jauhh sejauh jauhnya
Dasirah Yuna
keren
DEWI MULYANI
Biasa
Abz
lnjut thor
Elis handayani
Luar biasa
Arni
nggantung banget ceritanya, Anissa blm ketemu ibu kandungnya ma abang kandung nya, terus apa prabu bs sembuh dr penyakitnya jd bs punya keturunan dan bagaimana dgn nasib muthia yg sdh buat gila ailin
Septi.sari
mohon maaf ya kak, ceritanya sudah tamat. dan cuma sampai situ, karena prabu dan Anissa sudah bahagia.🙏😊
Arni
ini g ada kelanjutannya Thor, tahu gini g usah dibaca
Henik Irawati
bls dendam ailin , Mutia dibuat gila sprti yg dilakukan Mutia kpd ailin dulu
Septi.sari: Bener kak, sok ngebantu merawat Ailin. tapi malah meperburuk mental Ailin.🤧
total 1 replies
Henik Irawati
mungkin ailin mau bikin minuman untuk Mutia biar jadi halu
uswatun hasanah
semoga Adam tidak menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Anisa dan prabu, biar Adam berjodoh dengan ailin Thor, agar ailin bisa menemukan pengganti damar
Septi.sari: tidak akan kak. tetap ikuti di bab selanjutnya 🤗🤗😍
total 1 replies
Lee Mba Young
ah balikan lagi. wes gk seru dah di sakiti batinnya trus balikan. ya gimana kebanyakan wanita bucin sih. jd mau disakiti model gimanapun ttp bucin. terlalu lemah pemeran utamane dah pergi ya hrse ttp pergi mau Prabu mati atau gimanapun ya itu karma nya. nyakiti istri. bawa wanita stres ke rumah, istri suruh ngurusi.
Septi.sari: terimakasih kak Lyana 🙏🤗
total 3 replies
uswatun hasanah
ini gimana sih Anisa kok jadi cewek mau aja gitu dibawa pria lain, padahal masalah sama suaminya belum kelar juga,
Septi.sari: betul kak, apalagi suaminya sampai sakit nyariin dia. 🤧
total 1 replies
Tining Revi
cerita yg bagus. apa lagi latar belakang ceritanya adalah daerahku thor.
Septi.sari: hai kak tining, terimakasih bintangnya 😍😍🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
aku paling gk suka suami nyiksa istri jd biar saja Prabu dpt karmanya. moga bisa minta maaf sebelum mati tu si Prabu. dah tau penyakitan mlh bikin dosa nyiksa istri syukurin.
Lee Mba Young
Berharap ini jodoh anisa, yg akn mmbawa kebahagiaan gk kayak si Prabu tu bawa penderitaan tok.
dah tau penyakitan mlh nikah tp nyiksa istrinya bawa pulang wanita lain pula.
semoga smpat minta maaf ke anisa sebelum mati tu si Prabu.
Septi.sari: kak lee, author kipasin ya 😆😆
total 1 replies
leasiee~。
hai kak aku mampir,yuk mampir juga di novel' ku jika berkenan 😊
Septi.sari: hai kak Aleana, terimakasih 😍
total 1 replies
Lee Mba Young
karma nyakiti istri ya bgitu, mnding kl gk suka lngsung cerai saja jng nyiksa batin. mbawa wanita lain ke rumah, ngurusi wanita lain pdhl si wanita punya ortu. bkn yatim piatu. kl ortu nya gk mau ngurusi ya bawa ke RSJ lah. gila kl aku jd anisa yo ogah lah, gila saja hidup cm sekali hrs bhgia ngapain korban hidup dan perasaan untuk orang lain. cm orang oon ae yg mau. jmn sekarang realita nya wanita lbih pinter, baik boleh tp bodoh jng.
Septi.sari: hai kak lee, tetap ikuti bab selanjutnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!