NovelToon NovelToon
JANGAN AMBIL ANAK KU

JANGAN AMBIL ANAK KU

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Poligami / Obsesi / Keluarga / Selingkuh / Konflik etika / Tamat
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Asyifa yang lugu dan polos, menjadi korban permainan kotor dari sepasang suami istri.

Pernikahan Asyifa dengan Randa, ternyata hanyalah bagian dari rencana busuk Randa dan Nikita untuk segera mendapatkan keturunan.

Setelah Asyifa melahirkan anaknya, Asyifa shock ketika Nikita datang tiba-tiba membuka jati dirinya sebagai istri pertama Randa dan berniat untuk merebut Safina anaknya.

Asyifa berjuang keras mempertahankan anaknya Safina. Segala cara yang dilakukan Nikita, selalu bisa ia gagalkan.

Namun suatu hari, Randa yang sudah dilanda cemburu buta karena melihat Asyifa bersama pria lain, berhasil kabur membawa Safina anaknya dari tangan Asyifa.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Asyifa dan Safina bisa bertemu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Raungan suara motor milik Kenzie yang memekakkan telinga ditengah malam buta, membuat kediaman mewah milik Arif Budiman yang awalnya sunyi senyap berubah jadi berisik.

Ningsih, ibu kandungnya Kenzie, tampak menghambur keluar rumah menyambut kepulangan putra semata wayangnya dengan riang gembira. Semburat kerinduan terpancar jelas diwajah tuanya tatkala Kenzie yang hampir lima tahun tak pernah pulang itu akhirnya mau kembali setelah wisudanya selesai.

Sedari dulu, Kenzie lebih tertarik mempelajari ilmu bisnis ketimbang ilmu yang lainnya. Pilihan hidupnya yang kontroversi dengan ayahnya yang lebih suka dia menjadi abdi negara, membuat Kenzie tidak bertegur sapa dengan ayahanda tercinta selama lima tahun lebih.

Perbedaan pilihan hidup, membuat Kenzie diusir paksa oleh ayahnya dari rumah. Berbekal keahliannya mengendarai sepeda motor diarena balapan diselingi pekerjaan serabutan, Kenzie sukses membiayai kuliah dan kehidupannya sendirian di rantau orang tanpa bantuan kedua orang tuanya yang kaya raya.

Kepulangan Kenzie untuk kembali kerumah orangtuanya, atas desakan Ningsih yang sangat merindukan putra kesayangannya itu. Sudah banyak hal yang dilakukan Ningsih untuk membujuk Kenzie pulang. Kali ini, usahanya berhasil, anaknya sudah kembali pulang dan berada didepan matanya dalam keadaan sehat wal'afiat.

"Kenzie! Bunda kangen kamu nak." Ningsih memeluk putranya erat seolah tak ingin melepaskannya lagi.

Sikap Ningsih yang penuh kelembutan, membuat Kenzie merasa sedih bercampur haru. Sesaat ibu dan anak itu tenggelam dalam dekapan penuh kasih sayang. Hingga suara dehaman yang terdengar berat membuat mereka tersadar dan saling melepaskan pelukan.

"Ehm..., sudah pulang kamu rupanya." Tegur Arif Budiman dengan nada sarkas.

Keheningan sejenak menerpa ibu dan anak itu.

Ningsih memandang raut wajah suaminya yang sangar dan berwibawa dengan raut wajah cemas. Dalam hatinya dia sangat berharap, kepulangan Kenzie tidak menyulut api kemarahan di hati suaminya yang berparas dingin dan arogan itu.

Tatapan mata Arif Budiman menusuk tajam kearah putranya yang tampak tenang tanpa ada rasa takut berhadapan dengannya. Beliau pun mendekati putranya secara perlahan dan sesaat beradu pandang dengan Kenzie yang kemudian menundukkan matanya karena tak ingin mencari masalah dengan ayahnya yang diktator.

"Untuk apa kamu kembali kesini heh?!" tekan Arif Budiman menekan suaranya agar tidak keras terdengar memenuhi ruangan rumahnya.

"Pak, ini sudah larut malam. Tidak baik, jika ada keributan malam-malam begini." Cegah Ningsih menyentuh lengan suaminya dengan lembut. Ningsih menatap suaminya dengan pandangan memelas.

Sejenak Arif Budiman mengalihkan pandangannya pada wajah istrinya yang tampak sedih menahan tangis. Sebuah tarikan nafas panjang, terdengar keluar dari mulut pria tua yang berumur lebih dari separuh abad itu. Beliau pun dengan gusar segera membalikkan tubuhnya dan menghempaskan pantatnya di sebuah kursi kayu Jepara yang ada diruangan itu.

Arif Budiman masih memandang tajam pada ibu dan anak yang berdiri tak jauh darinya dengan perasaan kacau balau. Jauh di lubuk hatinya yang terdalam, dia sangat menyayangi Kenzie anaknya. Namun wibawanya sebagai orang terhormat dan terpandang, membuat ia terdidik tegas dan disiplin dalam segala hal. Termasuk urusan rumah tangga.

"Aku takkan mengizinkan dia tinggal disini, sebelum dia meminta maaf padaku!" tekan Arif Budiman dengan nada mulai meninggi.

Ningsih tercekat, kekerasan hati suaminya sulit untuk di lunakkan. Sorot matanya tampak nanar menatap wajah Kenzie dengan sendu.

"Ken, bunda mohon. Minta maaflah pada ayahmu." Bujuk Ningsih membelai pundak Kenzie penuh harap.

Tak ada jawaban yang meluncur dari bibir Kenzie. Pemuda tampan itu mulai tampak gelisah mencoba membuang seluruh egonya. Dia sadar, selama ini dia telah bersalah menentang keinginan bapaknya. Namun, semua demi masa depannya sendiri. Toh, yang menjalani kehidupan kelak adalah dirinya, bukan ayahnya.

"Ken, apa kamu tidak kasihan sama bunda?" tutur Ningsih dengan air mata mulai bergenang menahan tangis.

Perasaan Kenzie jadi gundah gulana. Dia tak tega, melihat air mata ibunya jatuh. Perlahan langkah kakinya berjalan mendekati kursi Jepara dimana ayahnya sedang duduk terdiam seraya memperhatikan gerak geriknya tanpa berkedip sedikitpun.

Kedua lututnya bergerak turun dan berlutut di hadapan ayahnya yang masih diam tak bergeming melihat sikap putranya.

"Maafkan aku, yah." Ujar Kenzie dengan singkat, padat dan jelas.

Kenzie menundukkan kepala, menyembunyikan semburat merah yang muncul diwajahnya saat mengucapkan kata maaf yang teramat sulit untuk ia lontarkan.

Arif Budiman sadar, ucapan Kenzie hanyalah keterpaksaan bukanlah ketulusan. Namun, bisa menjatuhkan pamor anaknya sendiri dihadapannya, adalah suatu kebanggaan bagi dirinya. Selama ini, hanya satu orang yang sulit ia taklukan. Yaitu, anak kandungnya sendiri. Tak ada satupun bawahannya yang mampu menentang perintahnya, namun Kenzie anaknya bagai duri dalam daging yang selalu membantah keinginannya.

Salah satu ambisi Arif Budiman, hanyalah ingin menguasai kehidupan Kenzie.

"Ayah tak mendengar suaramu dengan jelas, Kenzie Maulana!" ujar Arif Budiman dengan nada penuh tekanan.

Lidah Kenzie terasa kelu. Ayahnya pasti sengaja membuat dia merasa tertekan. Perlahan kepalanya terangkat tinggi menantang sepasang mata ayahnya yang mendelik tajam padanya.

"Maafkan aku yah, Aku bersalah!" dengan lantang Kenzie mengucapkan kata maaf pada ayahnya dengan kedua tangan mengepal menahan perasaan kesal dalam dada.

Sebuah senyuman tipis terukir dibibir Arif Budiman. Beliau cukup puas dengan permohonan maaf yang diberikan Kenzie.

"Baiklah, mulai hari ini kau boleh tinggal dirumah ini lagi. Tapi ingat, kau harus mengikuti semua perintahku. Apa kau bisa?!" tanya Arif Budiman dengan nada sedikit mulai melunak.

Beliau harus menekankan pada putranya untuk patuh atas perintahnya. Meskipun beliau sadar, Kenzie takkan mudah untuk ditaklukan begitu saja.

"Siap yah, Aku akan patuh!" sahut Kenzie dengan tegas.

Arif Budiman mengangguk pelan. Hatinya teramat senang mendengar jawaban Kenzie. Beliau pun menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi seraya mengembangkan senyuman.

"Aku tahu, kau membuat masalah besar diluar sana. Serahkan urusan itu padaku. Pengacara kita dan anak buahku akan menyelesaikan masalahmu yang tersangkut tuduhan palsu penculikan perempuan yang sudah menikah itu." Ungkap Arif Budiman tiba-tiba mengejutkan Kenzie.

Tidak ia sangka, ternyata selama ini, ayahnya mengirim seseorang untuk selalu memata-matai kehidupannya.

"Ja-jadi, selama ini ayah memata-mataiku ?" Kenzie memandang wajah ayahnya kaget.

"Apa kau lupa, siapa ayahmu heh?!" hardik Arif Budiman kurang senang dengan sikap Kenzie yang tampak shock karena selalu dipantau gerak geriknya.

"Jadi, ayah juga tahu siapa yang menculik Asyifa? Apa dia sudah ditemukan?" tanya Kenzie lagi dengan wajah penuh harap.

Arif Budiman langsung meradang tatkala Kenzie menyebut nama Asyifa dan menatapnya penuh harap. Terlihat jelas, jika putranya masih menyimpan perasaan pada perempuan yang ia dengar sudah menikah dan memiliki satu anak itu. Raut wajahnya berubah tegang dengan rahang yang mengeras menahan amarah.

"Jangan pernah kau sebut nama istri orang dihadapan ayah, Kenzie. Lupakan dia! Apapun urusan rumah tangganya itu bukan urusan kita. Ayah terpaksa turun tangan, karena suaminya telah melibatkanmu dalam kasus penculikan istrinya yang hilang tak jelas itu. Ingat Ken, jangan ikut campur, apa kau mengerti!?" tegas Arif Budiman dengan nada berapi-api.

Ningsih yang melihat kemarahan suaminya kembali tersulut, sempat terperangah mendengar perkataan suaminya yang memberitahu jika anak kandungnya terlibat kasus penculikan seorang perempuan yang berstatus istri orang.

Tubuhnya menggigil, dan lututnya terasa lemas. Ningsih merasa sempoyongan dan terkulai jatuh keatas lantai diiringi teriakan anak dan suaminya yang terkejut melihat perempuan setengah baya itu jatuh pingsan.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👋
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Gak mungkin bisa memilih, karena dia mau ke dua nya🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Mana ada seorang ibu yang mau menyerahkan darah daging nya untuk di asuh orang lain. Emang gampang ya mengandung dan melahirkan, kalo mau anak mah bikin aja sendiri🤣🤣
Afriyeni: ya ampyuun kamu beneran baca ya say 🤭✌️ makasih sygku, cintaku, kamu udah mampir baca /Kiss//Rose/
total 1 replies
Mr.Arez-Jr
lanjut karya baru 😍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Asyifa astagfirullah deh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak👋
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf bru mampir lagi kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
gara2 lukisan itu hampir aja ketahuan Asyifa
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
smoga ga ktemu
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
syifa harus hati-hati nih
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
bapak2 hdeh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
niki lgi banyak pikiran
🌺Bunga_Ros⁹⁷
Oma @Afriyeni Official maaf baru sempat mampir lagi..😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Jika ada alvino, dia pasti berseru bukan muhrim/Grin//Joyful/
Afriyeni: kalau ada Alvino, novelnya jadi seru 🙃
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa tuan arif yang gerak cepat /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Rasanya aaaa sekali mendengar dan melihat assyifa
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Astaga, kenapa harus di permalukan sih /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa sih, demen banget ngosip. Nanya langsung aja sama Assyifa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!