Seorang istri yang tinggal mati oleh suaminya , seorang ibu dari dua anak yang harus rela dan bersabar menggantikan sosok ayah untuk kedua anaknya , seorang adik ipar yang harus rela mengurus saudara dari mendiang sang suami yang saat ini menderita kelumpuhan , bahkan seorang perempuan yang harus rela berbagi suami di saat penderitaan hidup nya yang tak kunjung usai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mileaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
“ Waw ternyata bang jak kita masih punya muka juga datang ke sekolah “
“ Kirain sudah di keluarin anaknya pelakor ini , atau setidaknya masih punya rasa malu dengan pindah sekolah dari sini “
“ Tapi lihat lah dia itu emang muka tembok jadi mana mungkin punya malu . “
Sampai di ruang Kelas 6A , zaki ternyata langsung jadi bahan olokan Deni CS atau anak - anak yang selalu bermasalah dengan zaki apalagi semenjak zaki di angkat menjadi Ketua kelas 6A . Entah lah mereka semua dengar kabar itu mana , yang pasti kabar pernikahan sang Ibu dengan suami dari uwak nya benar-benar tersebar luas begitu cepat .
“ Gak usah di hiraukan mereka ki , aku yakin Ibu mu bukan seperti yang mereka tuduh kan Iya kan ki ? “ bisik teman sebangku zaki yang masih terus memberi semangat dengan tidak mempercayai olokan - olokan mereka mengenai orang tua temannya .
“ Tapi sayang nya ucapan mereka benar , Ibu ku memang menikah dengan Pakde ku tapi atas permintaan uwak Hanum . “ beber zaki . Zaki memilih jujur pada teman sebangku nya , karena zaki merasa hanya dia yang tersisa teman nya dari segitu banyak nya teman yang dia punya , karena hampir semua teman - teman nya seperti enggan berteman dengan nya .
Brak
Setelah mendengar kejujuran zaki , ternyata teman sebangku zaki malah memindahkan tas zaki ke belakang dengan melempar. “ sebaiknya kamu duduk dengan indah , karena kalian sama-sama anak pelakor kan . “ sarkas teman sebangku zaki .
Sebenarnya zaki pun sudah menduganya jika teman satu sebangku nya pasti tidak akan terima dengan kejujuran nya , zaki tahu betul teman sebangku sangat membenci yang namanya perempuan perebut suami orang atau pelakor , karena keluarga teman sebangku nya hancur setelah hadir nya seorang pelakor , bahkan ayah dari teman sebangku nya benar-benar pergi hanya untuk hidup bersama dengan si pelakor terkutuk nya .
“ Wan , Ibu ku menikah karena terpaksa . Ibu ku tentu berbeda dengan Ibunya indah yang mau dengan senang hati menikah dengan ayah mu . Jadi ingat baik - baik Ibu ku bukan seorang pelakor yang kalian tuduh kan , karena Ibu benar-benar terpaksa menikah dengan Pakde ku , bahkan mereka berdua sudah berpisah menurut perkataan Ibu . “ Zaki masih berusaha menjelaskan pada teman sebangku nya , karena memang menurut zaki Ibu nya tidak termasuk dalam kategori perempuan pelakor yang maksud teman sebangku nya .
Zaki benar-benar tidak terima ketika gunawan atau yang biasa dia sebut wawan itu menyamakan Ibu indah dengan Ibu nya , menurut cerita gunawan sendiri , ayah nya kini memilih hidup bersama dengan perempuan pelakor itu atau Ibu dari indah yang duduk di pojok belakang seorang diri . Menurut cerita gunawan juga , gara-gara Ibu dari indah , ayahnya kini seolah lupa dengan Ibu serta kedua anaknya yang lain .
Karena zaki tak kunjung pindah , gunawan yang biasa di panggil wawan itu mendorong bahu zaki , agar zaki segera pindah dari kursi yang di duduki nya . Wawan sungguh tidak perduli bagaimana Ibu dari teman sebangku nya itu antara menikah paksa atau tidak , yang wawan mengerti Ibu dari teman sebangku nya telah menikah dengan suami orang . “ kenapa kamu gak terima kalo ibu mu itu di sebut pelakor , mau dia terpaksa atau pun suka rela tetap saja ibu mu itu telah menikah dengan suami orang lain dan itu namanya pelakor sama seperti Ibu dari anak itu . “ sarkas wawan dengan menunjuk indah .
Melihat zaki dan Wawan mulai berseteru tentu saja Deni CS tampak senang , deni CS hanya perlu menyalakan percikan api kecil tapi hasil nya sungguh luar biasa . “ sebenarnya si wawan dan Zaki itu sangat cocok lok , tapi kalo di pikir - pikir zaki lebih cocok sama si indah , soal nya mereka berdua sama-sama anak pelakor . “ komentar deni , tanpa berniat melerai zaki dan wawan yang terlihat mulai panas .
Berbeda dengan indah , indah terlihat biasa - biasa saja ketika teman satu kelasnya mengolok-olok dirinya anak pelakor , bahkan indah sama sekali tak perduli dengan perseteruan zaki dan wawan sekalipun pertengkaran mereka berdua selalu saja mengait - ngaitkan dirinya , padahal indah tidak pernah membuat masalah dengan zaki atau pun Deni CS , toh indah sudah biasa sendiri tanpa memiliki teman satu pun , apalagi setelah wawan secara terang-terangan mengatakan jika ayah nya sudah di rebut Ibu indah , tentu saja semua orang semakin menjauhi indah .
“ Pindah sana , kalian berdua itu memang cocok . “ lagi - lagi wawan mengusir Zaki , agar Zaki tidak duduk di bangku sebelah nya .
Melihat wawan terus menyuruhnya pindah kursi , mau tidak mau Zaki pun pindah tempat duduk di mana wawan membuang tasnya , selain hanya bangku di sebelah indah yang kosong , wawan seperti nya benar-benar menyamakan dirinya dengan indah yang memiliki Ibu seorang pelakor . “ apa aku bisa duduk di sini . “ tanya Zaki pada indah yang sangat fokus dengan komik nya . “ Halo INDAH PERMATA , apa aku boleh duduk di sebelah mu . “ sekali lagi zaki meminta ijin , karena si empu sama sekali tak menjawab atau pun tak menghiraukan keberadaan zaki .
Zaki mengamati wajah serius indah saat membaca komik , karena indah seperti nya hanya menganggap nya makhluk tak kasat mata . “ apa kamu tidak mendengar ku atau kamu tidak bisa bicara , kenapa kamu tidak menjawab ucapan ku ndah ? “ zaki mulai geram , karena indah benar-benar tak mengindahkan keberadaan Zaki dengan diam seribu bahasa , bahkan indah kini malah tiduran di atas meja , seolah keberadaan zaki itu makhluk tak kasat mata.
“ Bang zaki , Adi lagi berantem sama Farel dan teman-temannya di kelas . “ adu salah satu teman Adi dengan datang ke kelas 6A .
“ Sebaiknya kamu urus adikmu , bukan mengurusi mereka yang menganggap mu aib saja . “ tandas indah tanpa melihat zaki atau bangun dari rebahan di atas mejanya , Zaki tentu saja heran ketika indah baru mengeluarkan suara nya , meski nada suara indah begitu dingin tapi indah masih bisa mengingat kan Zaki .
*****
Mendengar adiknya tengah berantem , zaki tentu saja langsung keluar kelas menuju ke kelas Adi untuk melerai pertengkaran sang adik dengan temannya . Tapi saat zaki sampai di kelas 2C , sudah ada guru dan kepala sekolah yang melerai pertengkaran adi dan teman-temannya , zaki bahkan bisa mendengar dengan jelas bagaimana sang kepala sekolah tengah memarahi adiknya , entah siapa yang memulai pertengkaran itu yang jelas zaki bisa melihat dan mendengar dengan jelas , baik kepala sekolah maupun wali kelas sang adik tengah menyalahkan Adi . Bahkan zaki mendengar wali kelas sang adik sudah membawa - bawa nama sang Ibu dengan julukan dari orang-orang yang sematkan pada sang ibu .
“ Maaf Bu veronica jika saya berlaku tidak sopan atau kurang ajar sama Ibu , bukan kah yang membuat kesalahan itu adik saya bukan Ibu saya , sekali lagi saya mohon maaf Bu Veronica , tapi saya saya anak dari Ibu saya benar-benar tidak terima jika Ibu Veronica yang biasa menjadi panutan untuk kami muridnya justru membawa - bawa Ibu saya di saat kesalahan itu ada pada adik saya yang memang sok jagoan pada temannya . “ meski Zaki marah atau tidak terima dengan ucapan sang guru , tapi Zaki masih menjaga kesopanan nya ketika berbicara dengan sang guru .
“ Zaki , Adi ikut ke ruangan bapak sekarang . “ pinta pak kepala sekolah . “ Farel bisa ikut bu Veronica ke ruang Bp . “ Pak kepala sekolah tentu saja tak hanya menyalahkan Adi saja , karena yang bersalah di sini bukan hanya Adi melainkan kedua nya .
“ Kalian tahu kenapa bapak memanggil kalian ke ruangan bapak ? “ ujar pak kepala sekolah , setelah mereka bertiga sampai di ruang kepala sekolah .
“ Maafin Adi pak kepala sekolah , abang Zaki tidak bersalah yang salah di sini hanya aku pak kepala sekolah . “ bela Zaki .
“ Biar Zaki saja yang bapak hukum , Adi itu masih tanggung jawab ku , jadi semua kesalahan adikku biar aku yang menanggung pak . “ Zaki sungguh tidak ingin sang adik mempunyai masalah
“ Apa kamu juga yang akan mengganti kan seandainya bapak keluar kan adik mu dari sekolah ini ?
Bersambung