Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Paham
Amel berlalu, Alanna menghela napas lega. Ia akan memarahi Kevin saat dirumah nanti, karena kekasihnya itu dirinya sampai dimarahi bahkan diancam seperti ini
"Kamu nggak pa-pa?" Tanya Annisa, Annisa adalah rekan sesama office girl walaupun Annisa lebih dulu berada di perusahaan ini ketimbang Alanna
"Gak pa-pa kok Nis, aku emang salah kan!" Alanna duduk, sekarang memang waktu istirahat
Tadi Kevin menawarkan agar keduanya makan bersama diruang pria itu, namun Alanna menolak
***
Alanna pulang dengan berjalan kaki. Kevin mengabari jika dirinya akan sedikit terlambat karena ada pekerjaan
Alanna keluar, seorang pria menghampirinya "Hay Alanna!"
"Pak Rangga? Mau pulang yaa?" Alanna berusaha bersikap sopan. Rangga adalah karyawan Argantara group, pria tampan ini berada di divisi keuangan
"Iya nih! Mau bareng? Sekalian aku traktir makan bakso!"
Alanna tersenyum dan itu terlihat manis "Tidak perlu pak Rangga, terima kasih. Saya tinggal tidak jauh dari sini jadi bisa jalan kaki!"
Alanna berusaha menolak dengan halus, ia tak ingin membuat kekasihnya marah karena dirinya bersama pria lain
"Kalau begitu aku anter aja pulangnya! Biar kamu gak capek jalan kaki" Rangga Keukeh ingin mengantarkan gadis pujaannya itu untuk pulang
"Maaf, tapi tidak perlu tuan! Terima kasih"
"Ya udah saya duluan yaa!" Rangga tak ingin memaksa, motor milik pria itu berlalu meninggalkan gedung perusahaan
Kevin yang sejak tadi melihat interaksi keduanya tersenyum, ternyata kekasihnya itu bisa menjaga diri dari pria-pria yang berusaha mendekatinya
"Aku emang nggak salah pilih!"
***
Malam harinya, Alanna tengah bersantai saat Kevin masuk. Kali ini pria itu tidak menekan bel atau mengetuk pintu
"Kamu udah makan malam?" Tanya Alanna saat Kevin duduk disampingnya sambil ikut menyaksikan layar televisi
"Sudah tadi sama Evan, sekalian kita meeting!". Alanna mengangguk saja lalu melanjutkan kegiatan menontonnya
"Aku mau bawa kamu bertemu kedua orang tuaku!"
Alanna seketika mengalihkan pandangannya, apa ia salah dengar? Atau Kevin memang memintanya untuk bertemu kedua orang tua pria itu
"Kamu becanda kan?" Tanya Alanna memastikan
"Aku gak pernah bercanda sayang! Aku serius ingin menjadikan kamu istriku!" Kevin menggenggam tangan kekasihnya itu, memberi Alanna keyakinan akan hubungan ini
"Ini terlalu cepat Kevin, aku takut orang tua kamu tidak bisa menerima wanita sepertiku!"
Jujur saja dalam diri Alanna, ia merasa sangat tidak setara dengan pria seperti Kevin
Harusnya dari awal ia telah mempersiapkan diri jika suatu saat penolakan Keluarga kekasihnya terjadi
"Tapi aku takut!"
Kevin menggenggam tangan kekasihnya "Selama ada aku, semua akan baik-baik saja! Lagian Mama sama Papa ku gak serem kok!"
Alanna memaksakan senyumannya, ada keraguan dalam dirinya mengingat dari mana ia berasal. Tidak memiliki orang tua jelas menjadi pertimbangan bagi orang tua Kevin
***
Kevin masuk kedalam lift, pria itu celingukan mencari seseorang. Disana Alanna tengah melakukan bersih-bersih
Entah kenapa kekasihnya itu keras kepala, Kevin sudah mengatakan agar kekasihnya itu berhenti bekerja, bahkan black card yang ia berikan hanya berkurang sedikit, sepertinya Alanna memang tidak menggunakan uang itu untuk kebutuhan pribadi
Keduanya saling melempar pandang, Alanna segera menunduk terlebih disana ada banyak orang
"Maaf tuan Kevin!" Tengah asyik memperhatikan wanita cantik didepannya, Evan sang asisten malah datang mengganggu
"Ada apa Evan?"
"Tuan sudah ditunggu oleh seseorang diruangan!"
"Siapa?"
"Nona Audi" Kevin mengepal, kenapa juga Evan harus mengatakan tentang wanita lain didepan Alanna. Walaupun Kevin tidak tahu hubungan antara keduanya
"Mau apa lagi dia disini!"
Alanna jadi heran, raut wajah kekasihnya sepertinya berubah kesal setelah mendengar nama yang disebutkan oleh Evan
"Alanna!"
"Huh? Iya tuan Evan!" Alanna terkejut saat pria dingin itu memanggil
"Kembali bekerja! Sejak tadi saya lihat kamu terus memperhatikan tuan Kevin!"
Apa begitu kentara? Atau memang pria dingin ini yang terlalu jeli. Alanna sampai kehabisan kata
"Maaf tuan Evan!"
Evan hanya memberi gumaman sebagai jawabannya. Sementara itu Alanna kembali disibukkan dengan pekerjaannya
"Kevin!" Seorang wanita seksi berlari menghampiri pria bertubuh tinggi itu dan memeluknya
"Lepas!"
"Ada apa? Kamu kan suka kalau aku peluk seperti ini!" Wanita cantik bernama Audi itu memegang wajah cemberut sementara Kevin terlihat kesal
"Mau apa kamu kesini?"
"Oke aku mau jujur kalau aku nggak bisa move on dari kamu, aku terus aja kepikiran dan aku kesini untuk minta balikan!" Ujar Audi dengan mudahnya
"Apa? Balikan?" Kevin tertawa sumbang "Aku bahkan nggak pernah menganggap kamu sebagai pacar, Audi!"
"Aku ngaku salah, sayang! Aku janji aku akan perbaiki semuanya. Kita bisa mulai semuanya lagi!" Audi memelas
Satu hal yang ia ingat adalah, Kevin tak bisa membiarkannya memelas. Pria itu akan menuruti semua keinginannya jika wanita itu meminta
"Alanna!"
"Iya mbak!"
"Kamu bantuin saya bawa ini keruangan tuan Kevin!" Alanna melihat segelas jus dan beberapa cemilan, sebenarnya Amel bisa saja membawanya sendiri, entah kenapa Amel malah meminta bantuan
"Baik mbak!"
"Tuan Kevin sedang kedatangan tamu!" Padahal Alanna tak bertanya, tapi Amel seolah sengaja memberitahukan informasi ini kepadanya
"Oh yaa?"
"Dia nona Audi, mantan pacarnya tuan Kevin" mendengar itu hati Alanna seperti diremas, namun ia meyakinkan diri bahwa wanita yang datang hanyalah mantan kekasih "Ayo!"
Alanna membawa nampan bersama Amel, Amel lebih dulu mengetuk, namun tanpa menunggu sahutan dari dalam. Wanita itu masuk
Alanna mematung, hatinya bak dihujam ribuan belati. Disana Kevin tengah memeluk seorang wanita berpakaian minim
"Maaf tuan Kevin, kami datang membawa pesanan nona Audi!" Suara Amel membuat Kevin menoleh karena sejak tadi ia membelakangi pintu
Kevin membeku, ia dorong tubuh Audi hingga membuat wanita itu tersungkur "Sayang!"
Kevin mengabaikan rengekan wanita itu, sekarang ketakutannya hanya satu yaitu amarah sang kekasih
Amel berjalan lebih dulu, meletakkan beberapa cemilan diatas meja kaca dan Alanna mengikuti dibelakang
"Kami permisi dulu tuan!" Ucap Amel, sementara Alanna diam saja
Kedua office girl itu meninggalkan ruangan CEO. Amel merasa puas karena telah berhasil menunjukkan dimana posisi Alanna sebenarnya
Menurutnya Alanna tidak ada apa-apanya dibandingkan Audi yang merupakan seorang model ternama
Setelah meninggalkan ruangan, Alanna diam saja. Bahkan saat Annisa mengajaknya bicara ia tetap diam
Hingga jam pulang kantor, Alanna tak bertemu dengan kekasihnya. Kevin sendiri sejak tadi merasa tidak tenang, kedatangan Audi memang mengacaukan segalanya
Kevin menuju penthouse, tujuan utamanya adalah bertemu kekasihnya. Menjelaskan segalanya
Ia yakin jika kekasihnya itu salah paham, ia tak ingin kekasihnya itu marah dan mengakhiri hubungan ini
Kevin masuk, memanggil nama sang kekasih namun tak ada jawaban. Ketakutan mulai menghampiri, Kevin berpikir apa Alanna meninggalkan rumah karena marah