Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pantas saja
"Nyonya." Mendengar perkataan aneh isteri jenderalnya, Fu Tian ingin menghentikan semua tindakan Yu-nian.
"Ya dewa, Kamu ini perempuan tapi tidak punya malu sama sekali ya? kalau kamu ingin menggunakan pakaian itu tolong pakai dengan benar. Ini pakai baju seperti pengemis telanjang saja, apa kamu punya cita-cita untuk menjadi pengemis telanjang?" cibir Yu-nian. Dia terus memperhatikan sosok mata-mata dari suaminya.
Fu Tian terdiam sembari menahan tawa, dalam hati ia ingin mencari maksud kata-kata Yu-nian 'pengemis telanjang '.
"Entah apa yang kamu makan, kok bisa seukuran gentong yang ada di kediamanku?" lanjut Yu-nian.
"Maaf Nona, ini adalah pakaian yang biasa aku pakai. jika kamu tidak suka itu bukan urusanku. Lagian ngapain kamu di sini?" kesal si wanita yang dari tadi di kritik Yu-nian.
"Jaga sikapmu, dia adalah istriku. Jika kamu masih ingin bernafas.., hormati dia." jawab Feng Shiyan yang terlihat marah.
"Isteri? Ma-maaf tuan, saya tidak tahu." ucap gagap si wanita yang tidak tahu kalau jenderalnya sudah menikah.
"Pantas saja kamu malas menikah, lah.. kamu punya anak buah yang balonnya sebesar itu. pantas saja jarang pulang, jangan-jangan suka menginap di sini?" ucap Yu-nian tanpa di saring, kata-kata itu meluncur dari mulutnya. dia melirik sang suami dengan lirikan yang begitu tajam, lirikan maut yang seolah hendak membunuh.
"Mulai besok gunakan pakaian yang sewajarnya, jangan gunakan pakaian seperti ini lagi. Aku tidak mau di tuduh yang tidak-tidak." tegas Feng Shiyan saat melihat tatapan mata yang sangat menakutkan dari istrinya.
"Baik, jenderal." jawab si wanita.
Dua bola mata Yu-nian terus menatap wanita itu, seorang wanita yang mempunyai body aduhai semampai luar biasa. Dia seperti meriam yang mau meledak, Fu Tian menatap istri jenderalnya itu, kata-katanya lepas landas tanpa ada kontrol sama sekali. Ibarat kata dia tak ada remnya.
"Pasti kamu juga sangat senang berada di tempat ini kan, Fu Tian. Aku jadi yakin dua bola matamu itu memandang pemandangan yang sangat indah, jangan-jangan kedua tanganmu itu juga gatal ya?"
Fu Tian juga tidak lepas dari ocehan Yu-nian, dia menunjuk Fu Tian sembari terus mengomel panjang lebar.
"Nyonya, apakah nyonya mau aku belikan sesuatu?" Fu Tian mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Tidak usah mengalihkan pembicaraan deh, kamu mau menyogok ku pakai makanan ya? heh... rencanamu sudah aku baca." jawabnya dengan tajam.
"Ya sudah kalau begitu." Fu Tian yang hendak pergi.
"Hehehe.., mau ke mana?" tanya Yu-nian.
"Mau membereskan beberapa masalah, nyonya."
"Lalu?" tanya Yu-nian.
"Apa nyonya mau saya belikan sesuatu?"
"Mau, tentu saja." jawaban singkat yang penuh dengan makna.
Feng Shiyan yang mendengar perkataan istrinya. Dia hanya tersenyum, tersenyum sembari menundukkan kepalanya seolah dia sedang memeriksa beberapa laporan.
"Tuan serigala." Panggil Yu-nian.
"Kamu memanggil Siapa?" tanya Feng Shiyan.
"Memanggilmu."
"Kok manggilnya seperti itu?"
"Memangnya kenapa? tidak cocok?"
"Ya Karena Kamu memanggil suamimu dengan panggilan serigala, kalau kamu memanggilku serigala, apa kamu mau aku panggil nyonya serigala?" tanya Feng Shiyan.
"Gitu aja kok marah." Yu-nian sewot.
"Ya Ada banyak panggilan, contohnya sayang, suamiku." jawab Feng Shiyan yang tersenyum.
"Itu kan maumu." kesal Yu-nian.
Di tempat lain, kabar mengenai pernikahan Feng Shiyan juga sudah di dengar oleh Sanhu.
"Jadi benar mengenai kabar itu?" tanya Sanhu.
"Benar sekali, tuan." jawab anak buah Sanhu.
"Aku kira pria seperti dia tidak akan pernah menikah, nyatanya dia tergoda juga dengan wanita." Sanhu tersenyum, dia harus mencari tahu mengenai kelemahan yang dimiliki oleh Feng Shiyan.
"Yang aku dengar wanita yang dinikahi oleh Jenderal Feng adalah putri dari salah satu bangsawan yang ada di kerajaan Tangyu."
"Kalau begitu aku semakin ingin tahu seperti apa wanita yang dinikahi oleh Jenderal kerajaan Tangyu, jika aku bisa menyingkirkan wanita itu, aku yakin pria itu akan merasakan bagaimana penderitaan hidup." kata Sanhu yang kemudian meminta anak buahnya untuk mencari tahu seperti apa istri dari Feng Shiyan.
Di kediaman keluarga kakek Feng Shiyan, Yuniar nampak menatap rumah yang sama besarnya dengan rumah yang dia tinggali sekarang. rumahnya terlalu besar hingga membuat Yu-nian terkadang lelah untuk berjalan-jalan.
"Apa kita di sini hanya untuk menerima laporan dari anak buahmu saja?" tanya Yu-nian. dia memang selalu bosan jika disuruh untuk diam tanpa melakukan apapun.
"Memangnya Kamu mau ke mana?" tanya Feng Shiyan.
Yu-nian terdiam sembari memutar kedua bola matanya, dia memikirkan untuk pergi ke suatu tempat. "Apa di sini tidak ada tempat yang menyenangkan? yang bisa untuk jalan-jalan atau bersenang-senang." jawab Yu-nian.
Feng Shiyan sedikit berpikir dengan permintaan istrinya itu, namun sesaat kemudian dia menggelengkan kepalanya.
"Kamu ini menyebalkan sekali sih." ucapnya yang kemudian keluar dari ruangan tersebut. ketika Yu-nian hendak keluar dari ruangan itu salah satu pelayan terlihat memasuki ruangan Feng Shiyan.
"Jenderal." panggil pelayan.
"Ada apa?" tanya Feng Shiyan.
"Jenderal, di luar ada Putri Qian man." jawab pelayan.
Mendengar itu Feng Shiyan langsung menghela nafas dengan begitu dalam, terlihat dari cara dia menghela nafas bisa terlihat sekali kalau dia tidak suka dengan kedatangan Putri Qian man.
"Siapa Putri Qian Man?" tanya Yu-nian yang hendak keluar namun tidak jadi.
Feng Shiyan menggerakkan tangannya, dia melambai kepada istrinya yang membuat Yu-nian mendekat.
"Ada apa?" tanya Yu-nian.
Tanpa berkata apapun Feng Shiyan langsung menarik Yu-nian di pangkuannya, memeluknya dengan erat kemudian menarik dagu Yu-nian. "Dasar gadis nakal." ucap Feng Shiyan yang kemudian mengecup lembut bibir Yu-nian.
Deg..
Yu-nian terkejut, kedua matanya membulat sempurna dan menatap wajah pria yang ada di depannya.
Bug..
Satu pukulan langsung mendarat di pundak Feng Shiyan.
"Dasar pria ganjen." ucapnya. Yu-nian kemudian pergi dengan mulut terus mengomel tak karuan.
Melihat itu Feng Shiyan malah tersenyum, "Heh..," helaan nafas panjang yang terlihat kesal. Ia keluar dari ruangannya kemudian berjalan ke ruang tamu kediamannya.
Putri Qian man yang berada di rumah Feng Shiyan, nampak dia menatap setiap interior yang ada di tempat itu, interior unik yang menurutnya sangat cocok dengan seleranya.
"Sebentar lagi tempat ini akan menjadi tempatku juga, Aku benar-benar tidak sabar menunggu jenderal untuk segera menikahiku." ucap Putri Qian man yang kemudian mengambil sebuah vas yang ada di lemari pajangan.
"Letakkan vas itu, Aku tidak ingin vas itu rusak karena ulahmu." ucap Feng Shiyan yang kemudian menata Putri Qian man.
*bersambung*