NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Status: tamat
Genre:Komedi / Obsesi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:14.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: mbu'na Banafsha

Komitmenlah yang membuat dua orang terikat dalam sebuah hubungan. Seperti perjanjian, suatu hari akan dipertanyakan. Sekuat itu Ayya menggenggam ikatan meski sedari awal tak terlihat ada masa depan.
Sementara Ali butuh cukup waktu untuk me-reset ulang perasaannya setelah masa lalu bersarang terlalu lama dalam ingatan.

Akan dibawa ke manakah rumah tangga mereka yang didasari atas perjodohan orang tua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelami perasaan

Saat ini, Ali hanya butuh waktu untuk menata hati. Rasa cinta untuk Vina memang belum sepenuhnya sirna. Ia sangat mengerti apa yang harus ia pertahankan dan apa yang harus ia lepaskan. Namun, sekuat apa pun dia berusaha, Ali tak pernah tahu bagaimana hatinya esok atau pun nanti.

Sementara Ayya, ingin meyakinkan dirinya bahwa apa yang akan dia perjuangkan nanti, tak akan menjadi penyesalan di kemudian hari. Ia tak ingin menyeret dirinya ke dalam lingkaran yang mungkin akhirnya akan menghempaskan salah satu dari mereka. Akan ada hati yang tersakiti tentunya.

Melihat Ayya diam dan menunduk, Ali mulai menurunkan egonya.

“Maaf, Ayy. Tolong jangan bahas itu dulu, aku mau ambil wudhu.”

“Baik, aku bantu, Mas,” tawarnya.

Selesai salat, Ayya memijat kepala Ali karena suaminya itu mengaku pusing. Entahlah, mungkin itu salah satu cara Ali untuk menghindari pertengkaran, karena ia tahu betul jika istri yang dinikahinya tanpa cinta itu, sangat pengertian dan paham kondisi.

“Pijat bagian pundak juga, Ayy,” perintah Ali sambil menggoyangkan lehernya.

“Sebelah kiri aja 'kan, Mas?” ucap Ayya karena dia pikir pundak sebelah kanan akan mengenai luka di pangkal tangannya.

“Kiri dan kananlah, masa cuma sebelah, tar yang kiri cemburu kaya kamu,” canda Ali, ia coba mencairkan suasana.

“Aku? Cemburu?”

Ali memutar wajah sambil menatap mata Ayya. Dia mengangkat alis sambil memperhatikan ekspresi wajah istrinya. “Oh ... gak lagi cemburu, ya. Ya udah ayo pijat lagi,” sanggah Ali sambil memukul keras pundak dengan tangan kanannya. Spontan Ayya berhenti memijat.

Lalu Ali menoleh, “Kenapa berhenti, Ayy?” tanya Ali.

“Pertama, aku gak terima dibilang cemburu. Aku dah bilang kalau Mas mau balikan sama Mbak Vina, silakan! Dan yang kedua, aku gak terima karena dibohongi. Mas bilang tangannya belum bisa ngapa-ngapain tapi barusan bisa mukul pundak sendiri, kenceng banget.” Ayya menatap Ali sambil berkacak pinggang.

“Kamu mau tau seberapa kuat tanganku ini? Sini, biar aku gendong kamu, Ayy.”

Ayya yang duduk di sandaran sofa langsung berdiri dan menjauhkan diri dari Ali.

“Sudahlah, jangan minta aku melayanimu lagi.” Aya memutar badannya menuju pintu keluar. Dia berpikir untuk turun menemani Vina di ruang tamu. Namun, tangan kekar Ali tiba-tiba menyergap tubuh Ayya dari belakang.

“Lepasin, Mas!”

Ali seperti tidak mendengar ucapan istrinya yang tengah meronta. Dia hanya berusaha supaya sentuhannya terhadap Ayya membuat dia terbiasa. Memberi sebuah kenyamanan layaknya hubungan suami dan istri.

“Mau ke mana, sih, Ayy? Makin kamu marah, kamu makin imut. Mana ada polwan selucu kamu,” rayu Ali, membuat Ayya menarik sebuah bantal dan menekannya di wajah Ali.

“Lepas, gak, Mas?” ancam Ayya

“Kalau gak mau lepas, emang kenapa?” gurau Ali sambil mengeratkan tangannya yang melingkar di perut Ayya.

“Mau ngapain, sih, Mas? Aku gak bisa napas jadinya.” Ayya yang masih berusaha melepaskan diri, hanya bisa memutarkan badan menghadap Ali. Mata Ayya membulat ketika suaminya perlahan mendekatkan wajah sambil menatap. Spontan Ayya menghindari wajah Ali yang tengah memburunya.

“Mas! Jauhkan wajahmu itu.”

Akhirnya, mereka berdua menertawakan dirinya masing-masing, hingga tak menyadari bahwa di balik pintu, ada dua orang yang tengah memperhatikan tingkah kekanak-kanakannya. Ali hampir lupa kapan terakhir dia tertawa lepas seperti itu.

Vina yang naik dan berniat untuk sekedar berpamitan sebelum pergi, langkahnya terhenti ketika dia melihat dari celah pintu kamar yang memang lupa ditutup oleh Ayya sejak tadi.

Dulu hanya ada Vina yang membuat Ali tertawa bahagia seperti yang ia lihat. Namun, kini dia bukan lagi satu-satunya wanita berharga di hati Ali, ada gurat kesedihan yang nampak di wajah Vina saat menyadari ada wanita lain yang menggantikannya. Penyesalan muncul seakan mengiris hatinya. Tiba-tiba, Ibra datang menepuk pundaknya hingga membangunkan Vina dari lamunannya.

“Vin, kamu gak apa-apa?” tanya Ibra pada Vina yang hanya berdiri mematung di depan pintu kamar Ali. Ibra pun sedikit merasakan apa yang sedang dialami Vina saat ini karena dia turut mendengar suara riuh canda tawa Ali dan Ayya dari dalam kamar.

Ketika terdengar terdengar suara ketukan pintu, mata Ali dan Ayya yang tengah beradu pandang, seketika beralih ke arah pintu yang sedari tadi sudah terbuka, Ali segera melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Ayya, sambil melempar pandangan lalu mereka melangkah menuju pintu.

“Maaf, mengganggu waktu kalian. Saya datang untuk pamit karena Ibra sudah datang menjemput, Terima kasih untuk jamuan makan siangnya” ucap Vina.

“Ayya minta maaf ya, mbak, jika di sini membuat mbak kurang nyaman,” ucap Ayya. Vina tersenyum tipis sambil memegang tangan Ayya.

Setelah Vina dan Ibra undur diri, Ayya segera menutup pintu sambil mengerutkan wajahnya.

“Kenapa, Ayy? sepertinya kamu tidak rela kalau mas Baim kamu pergi berdua dengan Vina,” canda Ali.

“Bukan gitu. Ayya cuma malu, gara-gara tadi lupa menutup pintu, mereka jadi melihat tingkah konyol kita, 'kan?”

“Tapi aku malah puas karena Ibra bisa melihatnya tadi, hahahaa!” ucapnya sambil menjatuhkan diri di sofa

“Maksudmu apa, mas? buatku ini sungguh memalukan,”

“Ibra tuh harus sering melihat hal seperti tadi,supaya dia berhenti mengharapkan istri orang, Ayy.”

“Belum tentu juga, kok. kalau dia mengharapkan istri orang, mas jangan mengada-ngada begitu”

“Aku tidak mengada-ada, karena dia mengatakannya sendiri di telpon waktu itu”

“Di telepon? apa yang dikatakannya di telepon? dan kapan dia mengatakannya”

“Aku tidak akan mengatakannya, karena ini rahasia lelaki,”

***

Ibra memutarkan balikan mobilnya dari halaman rumah Ali dengan membawa Vina, namun sejak keluar dari rumah Ali, Vina tidak fokus pada Ibra yang sedang berada di sampingnya.

“Vin, kemana tujuanmu saat ini?” tanya Ibra disela-sela mengemudikan mobilnya. Entah apa yang dipikirkan Vina, sehingga dia tidak merespon ucapan Ibra.

“Vin ... Vin, kamu mendengarku?” tegas Ibra.

“Akhh, iya. Maaf, kamu bicara apa tadi?” jawab Vina yang baru terbangun dari lamunannya.

“Kemana aku harus mengantarmu saat ini,” ucap Ibra, mengulang pertanyaannya.

“Ibra, tolong berhenti di sini saja, aku mau turun di sini,” perintah Vina saat tiba di depan sebuah rumah di tepi jalan.

“Di sini? apa kamu yakin?” tanya Ibra menegaskan.

“Iya, hentikan saja mobilnya,” ucap Vina. Sementara Ibra tidak tahu apa yang ingin dilakukan oleh Vina saat ini, Ibra hanya menuruti kemauan Vina untuk berhenti di sini.

“Ibra, terima kasih banyak atas bantuannya, maaf sudah merepotkanmu,” sambil turun dari mobil dengan koper yang dibawanya.

“Apa yang mau kamu lakukan di sini, Vin?” tanya Ibra penasaran.

“Aku akan memberitahumu nanti, oke!” jawab Vina sambil melambaikan tangannya.

“Baiklah, jangan lupa menghubungiku lagi nanti,” seru Ibra sambil melajukan kembali mobilnya.

Vina berjalan sebentar dan tibalah di depan sebuah rumah. Rumah dimana dulu ia pernah merajut asa bersama Ali, sampai saat ini ia masih menyimpan kunci rumah ini, dan terlihat jelas jika selama ini rumah tampak kosong. Vina mencoba membukanya lalu masuk, dan ternyata isi rumah sama sekali belum berubah, masih dipenuhi dengan foto-fotonya.

“Ternyata benar yang dikatakan Ibra, bahwa Ali tidak pernah melupakanku,” batin Vina saat memandangi satu per satu foto yang terpasang di dinding rumah.

Vina dan Ibra, selain bersekolah di tempat yang sama, mereka juga kebetulan bertemu selama di luar negeri.

“Andai saja kamu tahu, selama ini aku tidak pernah melupakanmu, hidup yang aku jalani, tidak pernah lepas dari bayanganmu, Al”

BERSAMBUNG ...

pertama tekan like 👍, terus tekan love ❤️ supaya dpt notif kalau eps baru sudah up, selanjutnya boleh komen positif, kasih bintang 5 dan vote juga, makasih 😘

1
Nur Hafizah
Luar biasa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
jodoh di tangan author mas baim 🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
tega bgt si ali ini ya,kasihan kamu ayya 😢
Nirmala Dewi
Ayya juga memberi kesempatan kepada pelakor🤣🤣
Nirmala Dewi
Ali laki² bodoh yang gak bisa menjaga perasaan istrinya...jadi lali² gak konsisten pada pendirian...greget aku Thor😂😂
Qaisaa Nazarudin
"WANITA YG BAIK DIA TIDAK AKAN MEREBUT SUAMI ORANG"🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun juga berlalu,Cuman di dunia novel aja yg slalu clbk,Kalo di dunia nyata mah MANTAN akan tetap jadi MANTAN,Apa lg kalo udah ada yg baru,Walau secinta apapun di masa lalunya,tetap akan terganti dgn yg baru,ngapain nyiksa diri jd org bego mengenang masa lalu..😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Mau di bilang duda tapi belom resmi bercerai,di kata suami orang tapi udah gak satu atap..
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
yhoenietha_njus🌴
mampir kak next maraton klo ga cape maratonnya😉😉
Neni Sukarsi
bagaimana Thor. polisi disini bodo banget. tidak punya prinsip. dan tidak punya pendirian. muyaak
nasywa
bagus sekali
Sulati Cus
sudah klu berurusan sm laki2 yg blm kelar dg masa lalu nya
misbahumisa bohari
ini sangat bagus ceritanya romantis dan uni
Jumiati
menjijikkan....Ali berpelukan dan selalu si Vina nempel ayya tak masalah.....giliran ayya hanya kepergok dipegang Baim......marahnya kayak udah kayak gitu....Ali egois....ayya terkesan bodoh dan bucin.....buat ayya jual mahal dikit...biar Ali ada perjuangan nya unk mendapatkan ayya....ini kok. terkesan ayya yang menyodor nyodorkan dirinya....tinggal malah nyusul.... nggak ada harga diri....
Four Lovely
baca maraton, dak sempat koment karna pingin baca terus ampe selesai. bagus thor karna temanya kehidupan polisi yg normal, bukan yg lgsg polisi dgn jabatan tinggi, polisi yg sedang meniti karir bertemu wanita dgn kehidupan biasa, bagus, tinggal mengasah utk kata2 dalam cerita.
◕EmBul˙⁠❥⁠˙: terimakasih dukungannya 🙏🙏
total 1 replies
MFay
bahagia selalu, sakinah, mawadah warahmah ya Ali dan istri 😅
Sri Hariati
mantap
Ida
ok💪 Thor 👍
Siti rayhan
saya juga mnikah di usia 25thn..ya bgitulah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!