Arabella, gadis yatim piatu miskin, bar bar, dan pemberani dipertemukan takdir dengan David Erlangga. Seorang CEO tampan dan berkuasa yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Sosok yang selama ini diakui Bella sebagai tunangan sekaligus calon suaminya. Akan tetapi, rupanya Bella yang selama ini hanya mendengar kehebatan sang CEO tak mengenali sosok CEO yang sesungguhnya.
Sebuah pertengkaran mengawali pertemuan keduanya. Memberikan kesan tersendiri bagi David sang CEO hingga akhirnya ia menawarkan Bella menjadi tunangan pura-puranya.
Akankah David benar-benar jatuh cinta pada Bella? Apakah Bella akhirnya mengetahui bahwa laki-laki yang begitu dibencinya ternyata sosok yang selama ini diidolakan dan diakuinya sebagai tunangannya?
Mungkinkah pengakuan Arabella sebagai tunangan CEO akan menjadi kenyataan?
Penasaran? Baca dan saksikan keseruan cerita ini.
(sebuah kisah yang di dalamnya bercerita tentang cinta, persahabatan, persaudaraan, dan keluarga)
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya ya dan jadikan karya ini favorit kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Si Ganteng
Bella dan Dilla tampak mengendap-mengendap saat menuruni anak tangga di dalam rumahnya. Mereka bermaksud untuk keluar malam ini.
“Bel, kau yakin akan keluar malam ini? Bagaimana kalau ketahuan sama Neni?” tanya Dilla.
“Huss, kecilkan suaramu! Kau jangan khawatir, aku sudah terbiasa. Lagi pula Ar sudah kembali, aku tidak ingin mengecewakannya,” jawab Bella.
“Memangnya Ar siapa?” tanya Dilla.
“Nanti kau sendiri akan tahu dan kau tidak akan merasa rugi bertemu dengan laki-laki tampan seperti dia,” ujar Bella sambil mengeluarkan motornya perlahan.
“Kau yakin Doni tidak berbohong?” tanya Dilla.
“Si Dodol mana berani bohongi aku, mau aku potong burungnya dua kali,” jawab Bella.
Iya, Bella mengetahui bahwa Ar sudah kembali dari Doni. Karena sebelumnya Ar sempat menelepon Doni, menanyakan kabar Bella serta menceritakan perihal tentang dia yang sempat menelepon ponsel Bella yang hilang, serta laki-laki yang mengaku tunangan Bella.
“Aku juga ingin tahu bajingan mana yang mengambil ponselku dan mengaku-ngaku sebagai tunanganku. Gak tau apa kalau yang pantas jadi tunanganku itu cuma David seorang,” ucap Bella tanpa pernah lupa dengan bualannya dan itu membuat Dilla kembali terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.
***
"Bos, Anda yakin akan ke tempat itu? Bukannya malam ini Anda sudah ada temu janji dengan Pak Joseph. Ingat, Bos, Pak Joseph itu teman baik Nenek Anda,” ucap Sekretaris Lim.
“Kenapa akhir-akhir ini kau cerewet sekali, Lim? Sepertinya akhir-akhir ini Tante Rani sudah tidak pernah memasukkan banyak cabai ke mulutmu itu ya, Lim” sahut David.
“Maaf, Bos,” Lim terus melajukan kemudinya ke tempat yang diinginkan David.
Dari balik kaca spionnya, ia tampak melihat seorang pengendara motor dengan seorang penumpang di belakangnya melintas melewati mobilnya.
“Gadis, gila! Gak takut mati apa?” racau Lim membuat David seolah menyadari sesuatu.
Iya, benar, itu adalah motor yang sempat dikendarai oleh Bella. Pasti gadis itu dan temannyalah yang ada di motor itu, pikir David.
“Lim, ikuti motor tadi,” perintah David.
Lim pun mengikuti perintah David. Ia mengikuti motor yang baru saja melintasinya. Benar dugaan David, begitu motor itu berhenti dan pengendaranya turun dari motor itu, David dapat melihat dengan jelas wajah Bella saat membuka helmnya.
Wajah manis dengan kedua lesung pipi yang menghias di wajahnya. Dengan mengenakan jaket hitam dan celana jeans hitam ketat membuat aura kecantikannya semakin bersinar.
Entah mengapa David merasa jantungnya berdetak hebat saat melihat wajah gadis itu.
“Apa kita perlu turun sekarang, Bos?” tanya Lim.
“Tidak perlu, kita lihat saja apa yang mereka lakukan sekarang?” jawab David.
***
Sementara di tempat lain, tempat di mana Bela, Dilla, dan teman-temannya berada tampak seorang laki-laki berperawakan tinggi, atletis, mengenakan kaca mata hitam berjalan ke arah Bella dan teman-temannya. Laki-laki itu tersenyum dan membuka kaca mata hitamnya.
“Ar.. akhirnya kau kembali,” ucap Bella sambil memeluk laki-laki yang dipanggil Ar.
“Halo, Bella Cantik.. senang bertemu denganmu, sepertinya kali ini kau benar-benar merindukanku,” sahut Ar sambil memperlihatkan senyumnya yang menawan.
Dilla yang berdiri di samping Bella tampak terpesona melihat penampilan Ar yang terlihat begitu tampan.
Ya, Tuhan ini manusia apa malaikat ? Tampan sekali (puji Dilla dalam hati)
Bella yang melihat keterpesonaan Dilla melihat Ar langsung tersenyum dan mencubit lengan Dilla.
“Aww, sakit,” ringgis Dilla menatap Bella.
“Kau kenapa? Terpesona ya, sama Pangeran tampan yang ada di depanmu itu,” goda Bella.
“Huss,” sahut Dilla tak ingin ucapan Bella terdengar Ar.
“Oh ya, Ar, kenalkan ini teman sekaligus saudaraku Dilla,” ucap Bella memperkenalkan sepasang insan yang berdiri di dekatnya.
“Ar,” ucap Ar menyodorkan tangannya pada Dilla.
“Dilla,” sahut Dilla.
Tanpa sadar Dilla menggenggam tangan pria tampan itu dengan cukup lama.
***
Bersambung
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak dengan memberi like, vote dan jadikan favorit ya muach...
😍😍😍😍😍
DN SI LIM JUGA KTIBAN APES MLULU 😂😂😂😂😂