Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERMAINAN WATAK DUA WAJAH
Mikhaela memandang penuh kasih sayang Revan yang tertidur pulas setelah kenyang minum ASI. Jemari lentik Mikha mengusap lembut punggung putranya yang tertidur tengkurap. "Mama akan menjaga mu dari gangguan orang-orang itu. Kalau sudah besar nanti kamu pasti mengerti kenapa mama menjauh dari mereka. Kita tidak butuh keluarga papa mu, mereka begitu menyakiti mama", ucap Mikhaela dengan suara bergetar lirik menahan sesak di dadanya jika harus mengingat perbuatan Dion dan keluarganya yang hingga hari ini terus saja mengusik ketenangan Mikha.
Tok..
Tok..
Terdengar ketukan di pintu kamar. Mikha tak langsung menyahut, ia memilih duduk dan diam saja.
"Mikha...ini Tio. Kamu baik-baik saja?".
Mendengar suara tio, Mikha menghembuskan nafasnya. Perasaannya sedikit lega karena Tio sudah datang. Mikha masih bisa menerima Tio karena laki-laki yang seumuran dengannya itu selalu baik padanya hingga kini. Walau keluarganya yang lain sudah tidak sama lagi memperlakukan Mikha tapi tidak dengan Tio. Ia masih hangat pada Mikhaela.
Mikhaela berdiri, membuka kunci kamar.
Meski pintu tidak dibuka langsung oleh Mikha, Tio tahu Mikha memberi izin padanya untuk masuk.
Tio membuka pintu kamar pelan, lalu melangkah masuk dengan wajah yang di atur sedemikian rupa agar tampak penuh penyesalan. Ia mendapati Mikha sedang duduk melamun di tepi tempat tidur, mungkin masih terguncang setelah konfrontasi dengan Warda dan Nania tadi.
"Mikha...", suara Tio merendah, terdengar tulus. Ia duduk di kursi yang tidak jauh dari Mikha, menjaga jarak aman agar mimik wajahnya tidak dicurigai. "Aku bener-bener minta maaf soal mama dan kak Nania tadi. Aku nggak nyangka mama Warda sama kak Nania bakal nekat mendatangi mu lagi, dan mengusik kamu". Tio bersungguh-sungguh.
Mikha mendongak, matanya sedikit sembab. "Bukan salah kamu, Tio. Mereka memang dari dulu nggak pernah suka sama aku. Sekarang kakak mu sudah tidak ada, mama dan kak Nania semakin tidak suka pada aku dan Revan. Aku bisa merasakannya", ujar Mikha terlihat sedih.
Tio menghela napas panjang, berpura-pura frustrasi. Ia menyugar rambutnya dengan kasar.
"Tetap aja, aku ngerasa bersalah karena gagal menjaga kalian Mikha. Harusnya aku lebih tegas sama mama dan kak Nania. Tapi percayalah sebenarnya aku sudah memperingatkan mereka untuk tidak mengganggu kalian lagi, tapi kayaknya mereka emang udah keterlaluan sekali".
Di balik ekspresi prihatin itu, Tio merasa puas. Mikha sama sekali tidak sadar bahwa dialah yang memberikan foto-foto Mikha pada Warda dan Nania, dan dia juga yang memanas-manasi Nania dengan cerita saat foto diambil Mikha hanya berdua dengan laki-laki berwajah bule itu. Tujuannya tak lain agar mereka semakin menyerang Mikha dengan ketidak sukaan.
"Aku cuma mau tenang, Tio. Bersama anak ku," ujar Mikha lirih. Mikhaela menatap Revan yang tak bergeming dari tidur pulasnya.
Tio mendekat sedikit, memberikan senyum tipis yang menenangkan. Senyum yang menjadi topeng terbaiknya sejak kematian Dion.
"Aku janji, Mik. Aku bakal urus mereka. Aku pastikan mama dan kak Nania tidak akan menggangu mu lagi. Mulai sekarang kamu aman dan fokus saja sama diri kamu dan anak mu Mik, sisanya biar aku yang handle. Mereka tidak akan berani mengusik mu lagi".
Mikha mengangguk, merasa beruntung setidaknya ada satu orang keluarga Dion yang berdiri di pihaknya, tanpa tahu kebenarannya bahwa Tio lah orang yang sedang mempermainkan dirinya. Mengendalikan semua orang di sekitar Mikhaela.
"Terimakasih Tio. Kamu sejak dulu baik pada ku", ucap Mikha mengangkat wajahnya menatap adik iparnya itu.
Tio berdiri dari tempatnya, membalas perkataan Mikha dengan senyuman tulus yang hanya laki-laki itu tampakkan di luar saja. "Kapan pun kau membutuhkan bantuan ku jangan sungkan-sungkan Mik. Kita masih satu keluarga sampai kapan pun, apalagi sekarang sudah ada keponakan ku", jawab Tio terdengar tulus seraya menatap Revan.
"Aku akan membawa mama pulang. Setelah kejadian hari ini, aku pastikan mama dan kak Nania tidak akan lagi mengganggu mu. Kamu mengerti bagaimana kehidupan kak Nania sejak berpisah dengan suaminya. Ia selalu memanas-manasi mama, sehingga selalu nekat seperti ini. Membuat ku kesal juga".
Mikhaela menganggukkan kepalanya. "Terimakasih. Aku tidak apa-apa Tio jangan terlalu kuatir. Mama dan kak Nania hanya menyakiti ku lewat kata-kata mereka saja kok. Tidak melakukan tindakan fisik. Kau tahu aku tidak akan tinggal diam kalau mereka bertindak terlalu jauh".
Tio menganggukkan kepalanya dan mengacungkan ibu jarinya, tanda setuju dengan ucapan Mikha.
Berbanding terbalik situasinya setelah ia keluar kamar. Seketika raut wajah Tio berubah kesal. Dengan kedua tangan terkepal hingga buku-buku tangannya memutih. "Wanita itu benar-benar menyulitkan. Energinya masih menyala dan tak gentar sedikitpun walau kerap mendapat intimidasi mama dan kak Nania".
"Brengsek kamu Mikhaela! Tapi kita lihat berapa lama kamu bertahan sok gagah seperti itu. Aku harus mengambil semuanya dari mu, sebelum ada laki-laki lain di kehidupan wanita itu. Akan sulit jika ia sudah bersama orang lain. Wanita itu akan merasa semakin kuat jika mendapat support orang lain".
"Dan aku sudah bosan bermain watak seperti ini. Aku sudah tidak sabar menampilkan Ira dan Salfa kepermukaan tanpa harus menyembunyikan keduanya lagi yang merupakan bagian hidup ku. Aku ingin segera menikah secara sah dengan Ira, wanita yang aku cintai sejak lama..."
...***...
To be continue
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂