NovelToon NovelToon
Penerus Warisan Dewa Season 2

Penerus Warisan Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)

Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.

Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.

Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.

Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.

Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 135: Tamparan Sang Ratu

Di kedalaman lima ratus meter di bawah Istana Kerajaan Zhao, sebuah ruang penyimpanan pusaka rahasia telah diubah secara paksa menjadi ruang penyiksaan beraliran tinggi.

"AAARRRGGHH! TULANGKU! TULANGKU MENJADI BUBUR!" jerit Zhao Tian, pangeran tertua yang memiliki tubuh sekeras baja tingkat Core Formation (Pembentukan Inti).

Saat ini, Zhao Tian sedang merangkak di lantai dengan wajah menempel pada ubin batu. Di atas punggungnya, sebuah medan gaya transparan menekan dengan bobot setara sepuluh gunung. Itu adalah efek dari Roda Bintang Pertama (Gravitasi) milik Zhao Xuan.

Di sudut lain, Zhao Ling sedang berlari berputar-putar menghindari retakan dimensi seukuran jarum yang terus-menerus muncul dari udara kosong dan mengiris ujung rambutnya.

"XUAN'ER! ADIK TERSAYANG! KAKAK MINTA AMPUN! KAKAK TIDAK AKAN MINTA PERMEN LAGI SEUMUR HIDUP!" tangis Zhao Ling histeris, terus memacu Qi elemen anginnya hingga batas maksimal agar tidak teriris oleh Seni Retakan Ruang dari Roda Bintang Kedua.

Di tengah kekacauan itu, Raja Zhao duduk bersila dengan keringat sebesar biji jagung membasahi sekujur tubuhnya. Berbeda dengan anak-anaknya, sang raja fana sedang direkonstruksi. Zhao Xuan memadatkan energi spiritual murni, memaksanya masuk secara brutal namun terukur untuk memahat jalur meridian yang sama sekali baru di tubuh ayahnya. Sang Raja menggigit sepotong kayu hingga berdarah, menahan rasa sakit demi tidak mengecewakan putra bungsunya.

Lalu, di mana sang Guru Iblis yang menciptakan neraka ini?

Zhao Xuan sedang duduk bersandar santai di sebuah kursi malas. Matanya setengah tertutup menikmati pijatan di bahunya. Di belakangnya, Xiao Mei tersenyum manis sambil menyuapkan sepotong buah anggur yang sudah dikupas ke mulut tuannya.

"Pelan-pelan, Kak Tian. Kakak tidak akan mati, aku sudah mengunci aura kehidupan kalian," ucap Zhao Xuan datar sambil mengunyah anggur.

Mata hitam Zhao Xuan memancarkan cahaya emas keabu-abuan. Roda Bintang Ketiga (Waktu) berputar pelan di atas ruangan itu.

"Satu hari di dunia luar sama dengan satu bulan di dalam kubah waktu ini," lanjut sang Asura dengan nada bosan. "Kalian tidak akan keluar dari ruangan ini sampai Kak Tian menembus Nascent Soul, Kak Ling menyatukan Roda Anginnya, dan Ayahanda menembus tahap Foundation Establishment. Jangan khawatir, kita punya waktu bertahun-tahun di dalam sini."

Mendengar vonis "bertahun-tahun", Zhao Tian dan Zhao Ling nyaris pingsan.

Di dalam lautan kesadaran Zhao Xuan, Iblis Tua Gu Tianxue tertawa ngeri. "Tuan... Anda benar-benar tidak pandang bulu. Leluhur iblis mana pun akan tercengang pada metode kasih sayang keluarga Anda!"

Sementara keluarga kerajaan disiksa di bawah tanah, di atas langit Paviliun Bunga Persik, sebuah distorsi ruang yang sangat elegan terbuka.

Dari dalam gerbang cahaya bintang itu, melangkahlah dua sosok berjubah putih bersih bersulam rasi emas. Keduanya memancarkan kultivasi tingkat Soul Transformation (Transformasi Jiwa)! Mereka adalah Mata Bintang, utusan pengintai elit dari Klan Dewa Bintang di Alam Atas.

"Ini dunia fana Tianyun," ucap utusan pertama, Tetua Xing Chen, memegang kompas. "Aura Manifestasi Roda Hitam itu memancar dari istana kecil di bawah sana. Ayo kita bawa anak keturunan klan kita itu kembali."

Kedua utusan itu melesat turun, mendarat dengan kekuatan dewa di tengah taman paviliun. Bunga-bunga persik di sekitar mereka layu karena tertekan oleh hukum Alam Atas.

Di tengah taman itu, Sang Ratu sedang menyiram tanaman. Ia menoleh perlahan menatap kedua tamu tak diundang tersebut.

Saat Tetua Xing Chen dan rekannya, seorang wanita tua bermata perak, melihat wajah wanita yang sedang memegang teko air itu, mata mereka membelalak lebar hingga nyaris melompat keluar dari rongganya. Kompas di tangan mereka jatuh berdenting ke lantai batu.

"P-Putri Xing'er?!" Tetua Xing Chen berteriak dengan suara bergetar, langsung berlutut dengan satu kaki. "Astaga! Langit telah memberkati kita! Putri kesayangan Sang Patriark... Anda masih hidup?!"

Sang Ratu terdiam. Ia meletakkan teko airnya dengan tenang.

"Dua puluh tiga tahun!" seru wanita tua bermata perak itu dengan air mata haru. "Sejak Anda dikejar oleh sosok misterius berjubah abu-abu itu dan jatuh ke dalam badai dimensi ruang angkasa, Patriark dan seluruh klan tidak pernah berhenti mencari Anda! Kami mengira Anda telah binasa... tapi Anda ada di dunia fana ini!"

Sang Ratu menghela napas panjang. Matanya memancarkan sedikit kerinduan pada keluarganya di atas sana, namun ekspresinya segera kembali datar. "Aku selamat. Karena seorang pria fana berhati tulus menemukanku dan merawatku."

"Pria fana?" Tetua Xing Chen mengernyitkan dahi. Ia tiba-tiba menyadari sesuatu. "Tunggu. Kompas kami bereaksi pada Roda Bintang Hitam di istana ini. Jangan bilang... Anda memiliki keturunan dengan makhluk fana rendahan?!"

Aura Sang Ratu seketika mendingin. "Jaga bicaramu, Xing Chen. Pria fana rendahan yang kau sebut itu adalah suamiku."

"Putri, ini adalah aib!" sela wanita tua itu, nadanya berubah mendesak dan arogan. "Klan kita adalah penguasa galaksi yang mulia! Anda harus segera kembali ke Alam Atas bersama kami! Anak yang memiliki Roda Bintang itu akan kami bawa untuk dididik oleh Patriark. Tapi sebagai syaratnya... suami fana dan kerajaan kotor ini harus dihapuskan agar tidak menjadi noda dalam sejarah kemurnian klan kita!"

Mendengar ancaman bahwa suaminya dan anak-anaknya yang lain akan "dihapuskan", Sang Ratu menundukkan wajahnya. Rambutnya menutupi matanya, dan bahunya mulai bergetar pelan.

Kedua utusan itu mengira Sang Putri sedang menangisi takdirnya. Namun, mereka tidak tahu bahwa bahu Sang Ratu bergetar karena menahan kemarahan yang bisa membelah lautan bintang.

"Dihapuskan... katamu?"

WUUUUUSSSSH!

Sang Ratu mengangkat wajahnya. Tujuh Roda Bintang ungu keemasan meledak keluar dari punggungnya! Kultivasi tingkat Nirvana Akhir menyapu taman layaknya badai kosmik, menghancurkan tekanan Soul Transformation kedua utusan itu dalam hitungan detik!

Tetua Xing Chen dan wanita tua itu langsung terjerembab ke tanah, tulang-tulang mereka berderit menahan beban gravitasi.

"N-Nirvana Akhir?!" jerit Tetua Xing Chen ngeri.

Sang Ratu melangkah maju dengan anggun dan berhenti tepat di depan Tetua Xing Chen. Matanya yang ungu keemasan berkilat mematikan.

"Putraku, Pangeran Ketiga Kerajaan Zhao, yang memulihkan Dantian-ku," ucap Sang Ratu dingin. "Dan suamiku adalah pria yang seratus kali lebih mulia dari dewa mana pun di Alam Atas."

Sang Ratu memusatkan Qi Nirvana-nya ke telapak tangannya yang lentik.

"Kau berani menyebut keluargaku sebagai noda?"

PLAAAAAK!

Sebuah tamparan yang sangat elegan namun dilapisi kekuatan mendarat telak di pipi Tetua Xing Chen.

BOOM!

Ledakan sonik meletus! Tetua Xing Chen tidak mati, namun rahang dewanya remuk berkeping-keping. Tubuhnya terlempar layaknya peluru meriam, menembus tiga lapis tembok istana tebal, dan terpelanting jauh ke luar benteng ibukota sambil memuntahkan darah emas.

Wanita tua bermata perak itu menjerit histeris, gemetar ketakutan melihat putri klan yang dulu lembut kini berubah menjadi monster pelindung yang sangat ganas.

Sang Ratu menatap wanita tua itu dengan tatapan sedingin es. "Kembalilah ke Alam Atas. Sampaikan salam rinduku pada ayahanda Patriark. Katakan padanya aku hidup bahagia di sini."

Sang Ratu mencondongkan tubuhnya ke depan, auranya semakin menekan. "Tapi katakan juga padanya... jika Klan Dewa Bintang berani mengirim satu orang saja untuk mencoba memisahkan aku dari anak-anakku, atau berani menyentuh sehelai rambut suamiku... aku sendiri yang akan naik ke Galaksi Pusat dan menghancurkan kebanggaan kalian menjadi abu."

Wanita tua itu mengangguk panik, merobek ruang dengan tangan gemetar, dan melarikan diri kembali ke Alam Atas dengan teror mengakar di jiwanya.

Sang Ratu menghela napas. Ia meredam ketujuh Roda Bintangnya, dan wajahnya kembali melembut layaknya seorang ibu rumah tangga yang anggun. Ia menepuk-nepuk debu di gaunnya.

Tepat saat itu, sebuah Retakan Ruang terbuka. Zhao Xuan melangkah keluar, baru saja "beristirahat" dari menyiksa ayah dan kakak-kakaknya. Ia menatap tembok istana yang berlubang besar, lalu menoleh ke arah ibunya dengan wajah datarnya yang khas.

"Tamu dari atas, Ibunda?" tanya Zhao Xuan sambil menggigit buah persik, sama sekali tidak terkejut melihat kekuatan ibunya.

Sang Ratu tersenyum manis, berjalan mendekat dan membelai pipi putranya dengan penuh kasih sayang. "Hanya kerabat jauh dari klan Ibu yang bicaranya kurang ajar, Sayang. Sudah Ibu beri sedikit pelajaran sopan santun. Bagaimana latihan kakak-kakakmu?"

"Mereka masih menangis, Ibunda," jawab Zhao Xuan jujur. menelan ludah, membatin dalam hati. Ternyata... Ibunda jauh lebih ganas dariku jika keluarganya diancam.

"Bagus. Lanjutkan latihanmu. Ibu akan membuatkan sup ayam ginseng untuk makan malam nanti," ucap Sang Ratu dengan senyum riang, melangkah menuju dapur istana seolah tidak terjadi apa-apa.

1
eka suci
tahan Xiao Mei jangan ngamuk🤭 ibu 🤣🤣🤣🤣 di balikin setelah kosong tar kalau penuh disita lagi ngga🤣🤣🤣
eka suci
emaknya ngga sadar kekuatan si bungsu bener bener asura kang nyamar sejati
eka suci
aku penasaran musuh yg mengejar ibunya sampai terluka parah dan harus sembunyi
MF
fghuihffxdfgghju
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
alexander
bagus ceritanya
Yanka Raga
🤩😎
saniscara patriawuha.
gasssdd deuiiii manggg minnnn
saniscara patriawuha.
sikatttttt sudahhhhh
abyman😊😊😊
Hahahah🤣
saniscara patriawuha.
gassssdddd...
Rinaldi Sigar
lnjut
abyman😊😊😊
Bantaiiiiiiiiiiii 💪💪💪
saniscara patriawuha.
wadohhhhhh wadohhhhh
Rinaldi Sigar
lanjut
Yanka Raga
😎🤩
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
ohh yessss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!