NovelToon NovelToon
MAAFKAN AKU, ISTRIKU

MAAFKAN AKU, ISTRIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:14.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: nazwa talita

Perjuangan Abimanyu untuk mendapatkan kembali cinta Renata, sang istri yang telah berulang kali disakitinya.

Tidak mencintai gadis yang menjadi wasiat terakhir ibunya membuat Abimanyu seringkali menyiksa dan menyakiti hati Renata hingga berkali-kali.

Akankah Bima bisa kembali mendapatkan cinta istrinya? Sementara hati Renata telah mati rasa akibat perbuatan Abimanyu yang telah menyebabkan buah hati dan ibunya meninggal dunia.

"Mas Bima-"

"Panggil aku Tuan seperti biasanya, karena kau hanyalah seorang pembantu di sini!"

"Ta-tapi Mas, kata Nyonya-"

"Ibuku sudah meninggal. Aku menikahimu karena keinginan ibuku, jadi kau jangan berharap dan bermimpi kalau aku akan menuruti keinginan ibuku untuk menjagamu!"

"I-iya, Tu-Tuan ...."

Yuk! Ikutin ceritanya, jangan lupa siapin tisu karena novel ini banyak mengandung bawang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 EGOIS

Renata menatap ke arah dirinya saat mendengar teriakan Bima. Wajahnya merona, buru-buru perempuan itu naik ke atas ranjang kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

"Renata!" Suara Bima kembali terdengar.

Sial! Kenapa aku lupa mematikan ponselku?

"Aku belum selesai bicara, jangan matikan ponselnya!" peringat Bima.

"Memangnya apa lagi yang ingin Tuan bicarakan?" Renata kembali mengarahkan ponselnya.

Wajah tampan itu terlihat sangat kesal.

Bima sejenak terdiam menatap Renata. Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas meski samar saat melihat Renata yang kini menutup tubuhnya dengan selimut.

"Kenapa Tuan diam saja? Katanya tadi mau bicara." Renata menatap kesal pada pria itu.

"Aku hanya ingin mengingatkanmu, selama aku pergi bulan madu, kau tidak boleh kemanapun tanpa seizinku!" ucap Bima dengan begitu egois, membuat Renata mengepalkan sebelah tangannya.

"Apa maksud, Tuan?"

"Kamu sangat tahu apa maksud ucapanku, Renata.

"Tuan, apa Tuan pikir aku tidak punya perasaan? Tuan menyuruhku diam di rumah sementara Tuan bersenang-senang dengan istri baru, Tuan? Egois!" Renata tidak bisa lagi menahan kekesalannya.

"Tidak peduli egois atau tidak, yang jelas, aku tidak mengizinkanmu kemanapun selama aku pergi!" tegas Bima.

"Tuan, apa Tuan sadar dengan apa yang Tuan ucapkan?" Renata menatap tajam wajah tampan Bima pada layar ponselnya.

"Aku ini seorang pembantu di rumah ini. Banyak keperluan yang harus aku beli di luar rumah, termasuk belanja bulanan untuk keperluan rumah ini. Jangan bilang, kalau Tuan lupa apa tugasku di rumah ini?"

Bima terdiam mendengar ucapan Renata.

Apa yang dikatakan oleh Renata memang benar, tetapi bayangan saat Renata pergi dengan Aldrian di acara resepsi tadi membuatnya kembali merasa kesal.

"Kau jangan bodoh, Renata. Kau bisa pesan semua keperluan yang kau butuhkan secara online lewat ponselmu!" Bima menatap tajam ke arah wajah cantik Renata pada layar ponselnya.

"Aku tidak terbiasa belanja lewat online, Tuan. Aku-"

"Tidak usah banyak alasan, Renata!" potong Bima cepat, membuat Renata semakin kesal.

"Aku akan tetap pergi berbelanja keluar."

"Kau ...-"

"Tuan muda Bima, aku butuh udara segar, aku butuh hiburan buat menghilangkan rasa sakit hatiku karena suamiku menikah lagi dengan perempuan lain. Jadi, biarkan aku pergi untuk bersenang-senang seperti Tuan yang juga saat ini sedang bersenang-senang dengan istri baru Tuan."

"Renata kau-"

"Aku manusia, bukan robot. Bohong saja kalau saat ini aku bilang kalau aku sedang baik-baik saja. Kita memang belum saling mencintai, Tuan. Tapi tetap saja harga diriku terluka melihat pria yang baru dua minggu resmi menjadi suamiku menikah lagi dengan perempuan lain."

"Renata, kau-"

"Sial!" umpat Bima saat layar ponselnya tiba-tiba menghitam. Dia belum selesai bicara tetapi Renata sudah mematikan ponselnya.

"Awas saja kau, Renata!" Bima mengepalkan kedua tangannya saat beberapa kali dia mencoba menelepon, tetapi panggilannya diabaikan.

Renata memang dengan sengaja membiarkan ponselnya berdering tanpa ingin mengangkatnya.

Saat Bima kembali ingin menelepon Renata, ponselnya berdering. Shinta menelepon, menanyakan keberadaannya dan menyuruhnya segera kembali ke kamar hotel.

Dengan perasaan kesal, Bima melangkah meninggalkan tempat itu dan segera kembali ke hotel untuk menemui istri keduanya.

Sementara di rumah besar Abimanyu, saat ini Renata sedang menerima telepon dari Aldrian.

Pria itu mengatakan kalau saat ini ada lowongan pekerjaan yang dibutuhkan oleh Renata. Aldrian juga mengatakan kalau dia sudah menemukan rumah yang dibutuhkan oleh Renata.

"Kafe itu milik temanku. Dia baru buka cabang baru dan kebetulan sedang membutuhkan pegawai," jelas Aldrian.

"Apa kau yakin kalau mereka akan menerimaku?"

"Tentu saja. Aku sudah menceritakan pada mereka semua tentang kamu."

"Hah?"

Aldrian tertawa mendengar keterkejutan Renata.

"Tenang, Renata. Aku hanya menceritakan pekerjaan kamu di rumah Bima. Lagipula, itu hanya kafe bukan kantor. Pekerjaan kamu hanya melayani tamu yang datang ke sana."

Renata mengangguk meski Aldrian tidak melihatnya.

"Bagaimana? Apa kau mau?"

Bersambung ....

Minal Aidzin Wal Faizin ya teman-teman ... Mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏

1
evi carolin
gampang emang minta maaf wong cuma ngomong doang abis tu bersikap spt tidak terjadi apapun sdngkan yg tersakiti akan merasakan seumur hidup
Ratna Ningsih
visual bima, masih kurang thor🤦🤦
Ratna Ningsih
kehidupan sehari-hari memang banyak persamaan satu sama lainnya. begitu jga seorang penulis melihat satu kejadian, dia akan menuangkan kreatif dan halunya menurut versi sang penulis. readers hanya menikmati hasil karya, cocok kita baca bila ga cocok yaa tinggalin. penikmat ga bisa memaksa seorg penulis untuk mengikuti setiap keinginan apa maunya. by the way good job sister. semangat 💪💪💪👍👍
Muhardi
promo nya nnt aja thor...kurang seru jadi nya nih
Muhardi
lanjut thor...tetap semangaaaaat
Muhardi
bagus rena...cerai saja
Muhardi
rena bodoh....nggak usah peduli amanat ..bilang aja klw kamu mau bertahan krn sdh cinta...mikir Reeeeenn....
yuyunn 2706
wk wk wk Rena baper
yuyunn 2706
kasian Rena bagai pungguk merindukan bulan
Inooy
ini cerita luar biasa menguras emosi, emosi kemarahan dn emosi kesedihan..dr awal smp akhir banjir air mata 😭😭

cerita nya sih menurut aq bagus bgt,,bersih dr pelakor tp emosi ma kelakuan seorang suami yg menyia nyiakan istri nya..dn tingkat keegoisan s suami yg g ada dua nya bikin aq yg baca pengen nampol rasa nya 😁

bagus nya ni cerita hanya menceritakan seorang suami yg berusaha meminta maaf ma istri nya yg udh d sakiti yg sangat amat menyakitkan..dn d sini beda dgn cerita2 yg pernah aq baca yg kebanyakan nya langsung memaafkan..dn kembali rujuk lg,,d sini emosi pembaca benar2 d mainkan dgn keegoisan dn kengeyelan s suami utk mendapatkan maaf dr istri nya...aaahh benar2 menguras emosi buangeeet 👍👍
Jetva
harta gono gini adalah harta yg didapat selama pernikahan..bukan sebelum..apalagi harta peninggalan ortu/warisan...itu bukan harta gono gini..
Jetva
bagus Ren..jgn mau ama laki" biadab..
Jetva
saran aq, kamu bundir a,a Bim...ga ada guna kata maafmu...
Jetva
Luar biasa
Jetva
Renata lumpuh krn pinggangx cedera parah...
Jetva
TOOOOBAAAAAT...SYUKURIN BIMA...TERIMA KARMAMU...DIKASIH BERLIAN MALAH DIBUANG N MUNGUT KERIKIL DIJALANAN...
Jetva
Aldrian knapa ga videoin...??pada to. lol...
Siti Heriyah
bukan tinggal talak y ...
masa ke pengadilan dua2nya
Anonymous
zxzPApDSddd qll
Rahima Nurlaela
Luarrr Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!