Arthur Alejandro, seorang pengusaha yang sukses dalam semua hal, tapi dia merasa hidupnya hampa.
tapi kehidupan pria itu berubah saat seorang gadis bernama Andreas Ayuningtyas mampu menggetarkan jiwanya.
apa mereka bisa bahagia?
atau malah hancur segalanya?
plus, ini semua kisah tentang sugar Daddy ya, jadi jangan marah....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku bukan anak haram
"ada apa tuan mencari ku, dan aku sudah tidak memiliki dengan anda, dan jangan buat Daddy Arthur marah," kata Tyas melihat ketiga pria itu.
"kau berani bilang seperti itu,karena kamu merasa kuat dan besar karena kau calon istri dari Arthur, kau itu cuma anak tak di harapkan," kata tuan Setyo.
"setidaknya aku bukan anak yang lahir dari luar pernikahan, meski aku besar di tempat hiburan malam, Karena keluarga mami yang begitu kaya, tak mau menerima mami yang di tinggal suaminya, tak ada yang memberikan dia dukungan jadi dia tak punya pilihan!" bentak Tyas tanpa sadar.
"apa maksudmu?" tanya Raksa tak terima.
"iya aku besar di rumah billiar dan tempat prost*t*si, aku melihat mami menjalani dan bekerja kotor yang kau benci itu, aku tumbuh di tempat seperti itu benar, dan asal kalian tau, saat kalian hidup bahagia dan mewah, aku harus setiap pagi jualan keliling dan panas-panasan demi untuk membeli buku agar tak merepotkan mami, dan aku melakukan itu untuk menabung untuk kuliah, apa kalian pernah merasakan itu, tidak bukan, karena kalian itu adalah cucu kesayangan tuan besar ini bukan, tapi yang harus kalian semua tau dan ingat aku bukan anak haram," kata Tyas membungkam ketiga pria itu.
"pak Yun tolong minta mereka pergi, aku tak ingin membuat mood Ki hancur dan bisa berimbas pada Dewi," kata Tyas.
"baik nyonya," jawab pak Yun.
tak lama Dewi selesai melakukan sesi belajar homeschooling yang telah di jalani.
"mama!" teriak Dewi yang langsung memeluk Tyas.
Rama pun tak mengira jika adik terkecilnya itu,malah memilih menjadi ibu sambung dan istri dari pria yang usianya setara orang tua mereka.
Rama menyadari jika ini juga termasuk salah keluarganya yang tak menerima mami Sasa dan Tyas.
"sudah opa, jika tidak ingin makin terpuruk lebih baik ayo pergi," ajak Rama.
sedang Tyas duduk bersama Dewi, gadis itu sedang sibuk bermain, "mama, bisa kita ke kantor papa yuk, kita ajak papa nyemil sore yuk," hak Dewi.
"boleh nih, tapi kita mau buat apa untuk papa?" tanya Tyas.
"papa suka lasagna mama, dan juga tahu isi," jawab Dewi.
"baiklah kita buat yuk sayang," ajak Tyas.
"siap mama,"kata Dewi senang.
gadis kecil itu begitu senang di ajak membuat cemilan untuk sang papa, sedang Tyas juga di bantu oleh para pelayan rumah.
makanya tak butuh waktu lama untuk selesai masak, dan pak Yun meminta tyas dan Dewi berganti baju.
Tyas datang dengan setelan baju yang begitu casual begitu Dewi, bahkan keduanya memakai baju dan dandanan sama.
Tyas bahkan terlihat begitu menawan dan cantik dengan setelan baju yang dipakai itu.
pak Yun meminta dua pengawal mengantar keduanya ke perusahaan Alejandro Grub.
sesampainya di perusahaan itu, Dewi mengandeng tangan Tyas dan menghampiri resepsionis.
kedua wanita itu tau siapa Dewi, tapi tidak dengan Tyas. "bisa kami bertemu dengan om Arthur?" tanya Tyas.
"maaf nona, tapi tuan sedang sibuk," jawab resepsionis itu.
"sudah mama, lebih baik langsung masuk, jika ada yang melarang biar papa pecat mereka karena menghalangi kita," kata Dewi dengan datar.
"maafkan kami nona besar, ini salah kami, mari silahkan naik ke lantai Presdir," kata wanita resepsionis itu.
Tyas pun tak mengira jika Dewi bisa bersikap seperti itu saat dengan orang lain.
sedang di rumah Dewi begitu manja, terutama pada Arthur, tapi Tyas menyadari jika gadis kecil itu mungkin kurang pemahaman dari orang lain.
Tyas pun baru kali ini datang ke perusahaan besar seperti ini, tapi beda dengan Dewi yang seperti sudah biasa.
sesampainya di lantai khusus ruangan Presdir, Dewi langsung menyeret Tyas agar segera masuk ke ruangan Presdir.
bahkan dua meja asisten itu juga kosong, "Dewi sayang tak baik jika kita langsung masuk, lebih baik kita telpon dulu ya,"
"tidak usah mama, kita masuk papa mungkin sedang rapat, dan biasanya akan marah kalau pegawainya tak becus," jawab Dewi.
Tyas pun pasrah dan ikut masuk, ternyata benar, ruangan kosong tak ada siapapun.
Dewi pun duduk di sofa, begitupun tua, tapi Dewi langsung memejamkan matanya.
ternyata gadis itu malah tidur karena kelelahan, terlebih tadi Dewi begitu semangat ikut olahraga bersama Tyas.
"kamu kelelahan ya sayang ..." Tyas pun mengusap kepala putri dari pria yang di cintai itu.
sedang di ruang rapat, sudah berubah jadi neraka karena Arthur mengamuk sebab laporan dan semua yang dia minta tak ada yang benar sedikitpun.
bahkan dia tak segan melempar berkas itu ke wajah para karyawannya, "aku tak mau tau, dalam dua jam, aku sudah harus melihat semua hasil revisi tanpa ada kesalahan lagi," kata Arthur.
"baik bos, kami mengerti," jawab semua orang di rapat.
Arthur pun memilih kembali ke ruangannya, tapi dia terkejut mendengar seseorang bernyanyi.
Arthur masuk dan melihat Tyas yang sedang menimang putrinya yang sedang tidur.
Arthur pun buru-buru menghampiri Tyas dan memeluknya erat, Tyas pun menepuk punggung Arthur pelan.
Tyas pun memberikan isyarat untuk pria itu duduk di karpet, Tyas pun mulai memijat kepala Arthur dengan lembut.
Dewi nyenyak tertidur, sedang Arthur merasa begitu tenang saat ini karena sentuhan dari gadis yang di cintainya itu.
asisten Wisnu pun yang awalnya ingin masuk mengurungkan niatnya dan memilih keluar.
"kenapa kok malah keluar, bukankah kamu tadi mau memberikan berkas," tanya asisten Danang.
"aku masih mau hidup, karena tuan sedang bersama nona Dewi dan calon nyonya, dan dua begitu rileks, dan biarkan saja setidaknya nanti tak akan kena marah lagi," kata asisten Wisnu
"cocok, ya sudah lebih baik tunda saja," jawab asisten Danang.
"sayang kenapa kamu kesini?apa kamu sudah begitu merindukanku?"
"iya Daddy,tapi aku punya permintaan padamu, apa kamu bisa mengabulkannya?"
"lihat-lihat dulu apa permintaan mu itu," jawab Arthur.
"aku minta tolong jangan mencabut investor mu dari keluarga Nugroho, karena itu sangat menguntungkan bukan" mohon Tyas.
"kamu terlalu baik honey, bagaimana pun dia harus menghormati dirimu, terlebih sebentar lagi kita akan menikah," kata Arthur.
ak masih dRs pasca SC lg tidur sktr jm 10 pagi, g lg mimpi apa2 tau2 nangis nyesek bangun2 itu wajah sama bantal udh basah krena airmata
ternyta jm 10 pagi, tepat saat anak bayiku dikuburkan
ak SC pagi, bayiku meninggal tengah mlam, dikubur besok pagi nya jm 9-10. dan ak tau klu anakku meninggal stelah magrib krena akhirnya suami&keluargaku terus terang klu bayiku meninggal.
alsan terlmbat memberi tahu krena tensiku pasca SC tau2 jd 200, dokter jg kaget,pdhl ak biasa tensi 98-100
yng mencelakai Artur saking cintanya sm Tyas??