NovelToon NovelToon
Nona, Jadikan Aku Supirmu!!

Nona, Jadikan Aku Supirmu!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Misteri / Cintamanis / Tamat
Popularitas:127.1k
Nilai: 5
Nama Author: Black_queen

Sekuel dari Supir untuk Sang Nyonya.
Ervino Prayoga, anak dari Malik dan Elisa yang mulai beranjak dewasa. Tanpa sengaja Ervin bertemu dengan Clara Adeline disebuah tempat wisata. Seorang gadis cantik nan manis itu membuat Ervin jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia mulai mencari tahu identitas lengkap gadis yang telah mencuri hatinya.

Nasib baik berpihak padanya. Ia mengirimkan lamaran kerja pada keluarga Clara untuk menjadi supir pribadi Clara. Dan akhirnya dengan cara curang ia menyuap orang yang menerima surat lamaran kerja dari orang lain sehingga hanya dialah satu-satunya yang mengirimkan berkas itu. Setelah mulai bekerja, ia sangat tak menyangka bahwa kepribadian dan watak Clara tak seperti yang ia kira.
Clara sangat jutek, keras kepala, pemarah dan tak segan mengutuknya. Masihkah Ervin menggapai cintanya dan menerima kepribadian Clara dengan lapang dada ataukah ia akan mencari cinta yang lain??

Simak terus kisah anak-anak dari novel pertama yang berjudul Supir untuk Sang Nyonya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black_queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17 Part Kisah Clara Adeline

"Tidak mungkin kalau Non Clara bunuh diri," Murni melihat ada pisau lipat yang berlumuran darah, pergelangan tangan Nona mudanya juga bersimbah darah.

"NON, BANGUN NON!" teriak Murni.

Para bodyguard yang mendengar langsung mendekati mereka.

"Apa..." ucapannya tercekat melihat Clara.

"Panggil Ambulans secepatnya! dalam waktu satu menit harus tiba!" pria penjaga yang berambut cokelat menyuruh rekannya.

Salah satu dari mereka mengetuk pintu Tuan besar, Tuan besar sudah masuk kembali setelah berbicara pada anaknya tadi.

"Kalian kenapa mengganggu?" pekik suara bariton dari dalam kamar.

"Nona Clara terluka Tuan," sahut anak buahnya.

"Apa?" dengan cepat pintu kamar terbuka.

Pria paruh baya itu berlari kencang untuk melihat kondisi anaknya. Sementara si Nyonya besar hanya berjalan sekedarnya karena Clara bukanlah anak kandungnya.

"Kenapa dengannya Bi? bukankah tadi dia baik-baik saja?" si pemilik rumah bersimpuh di depan badan anaknya yang terluka.

"Awas, brankar datang," petugas ambulans menggotong badan wanita itu.

Dengan cepat dan sigap mereka masuk dan membawa tubuh Clara.

Tuan dan Nyonya besar masuk ke mobil yang lain dan mengikuti laju ambulans di depannya.

"Huh, capek juga berakting mampus," ia mengambil nafas dalam-dalam.

Wanita itu masih berbaring dan terkekeh geli.

"Syukurlah mereka percaya bahwa liptin itu mereka sangka darah, dan pisau lipat yang Papi kasih juga aku kasih tetesan liptin cairku," ia menyeringai lebar.

"Sekarang tinggal mencari cara untuk kabur dari rumah sakit sebelum kedokku terbongkar," Clara berpikir keras.

"Ah iya, panggil ajah Robert, dia pasti akan membantu aku," Clara merogoh kantongnya.

Dengan sengaja ia mengantongi ponselnya sebelum berpura-pura bunuh diri.

Dengan cepat wanita itu mengetik pesan singkat bahwa ia butuh pertolongan, tak lama ada getaran dari smartphone yang ia pegang, ia pun tersenyum lebar membaca balasan pesan tersebut.

"Yes, Robert ada di dekat sini dan dia pasti akan kemari dalam waktu singkat," Clara mengepalkan tangannya karena rencananya berhasil.

Di tengah perjalanan, ada segerombolan orang yang tidak mereka kenal bergerombol, mobil ambulans tiba-tiba berhenti karena ulah orang-orang tersebut.

"Aku harus keluar secepatnya, ini adalah tanda dari Robert," Clara membuka pintu mobil ambulans perlahan. Ia menyelinap keluar dan berlari kencang ke pinggir jalan raya.

Ponselnya berdering dan ia langsung menjawabnya.

"Aku ada di jalan ini," Clara menjelaskan.

"Aku ada di depanmu," Robert melambaikan tangannya dari seberang jalan.

Robert menyusul wanita itu, mereka berdua pergi ke sebuah tempat dimana mobil Robert berada.

"Thanks alot Bro, kalau gak ada kamu bisa-bisa kebohonganku terbongkar," ia menarik nafas lega.

"Makanya jangan kebanyakan bohong, nanti Papi kamu gak bakalan percaya lagi lho, bisa-bisa harta warisannya ia kasihkan ke istrinya itu bukan ke kamu," Robert menyalakan mesin mobil.

"Lagian udah gede begini di suruh ngerjain tugas mulu, aku kan bisa beli itu semua, gak usah repot-repot aku yang ngerjain," sungut Clara kesal.

"Nyadar dong Ra! kamu itu anak tunggal Tuan D yang seorang milyuner, jadi wajar kalau otak juga harus pinter agar bisa meneruskan perusahaan keluarga," Robert masih menyetir.

"Aku kalau males ya males ajah, nanti juga kalau udah ngebet lulus pasti akan lulus kok," Clara beralasan.

"Males mau debat sama kamu, pasti ada aja alesannya, sekarang kamu mau kemana?" pria itu bertanya.

"Ke Pub dong pastinya," sahutnya santai.

"What? apa gak dicariin tuh sama mereka?" pria itu menggeleng kepala heran.

"Terserah aku dong mau kemana," Clara tetap tak peduli.

Clara Adeline, seorang anak tunggal pendiri D Grup yang terkenal dalam bidang Ekspor Impor produk lokal. Ibu kandungnya meninggal ketika ia berusia sekitar 8 tahun. Sedari kecil dia sudah terbiasa dengan kemewahan dan keinginannya yang harus dipenuhi.

Clara berambut gelombang panjang berwarna gelap, Matanya bulat, hidungnya mancung dan bibirnya sedikit tebal.Bentuk wajahnya oval membuatnya terlihat semakin cantik. Akan tetapi watak dan karakternya membuat orang-orang disekitarnya tidak menyukainya.

Clara yang kekurangan kasih sayang sedari kecil hanya bisa berperilaku kasar dan seenaknya. Sejak usia 10 tahun, ayahnya menikah lagi dan untungnya istri barunya itu tidak memiliki anak bahkan sampai sekarang saat umurnya sudah dewasa.

Hidup Clara tidak semudah bayangan orang lain, ia harus berkutat dengan pelajaran yang mengharuskannya untuk mengambil mata kuliah yang jauh dari keinginannya.

Sekarang, di sinilah Clara, di sebuah ruangan yang lampunya berkelap-kelip dan suara musik kencang menjadi iringannya. Dia tak peduli apa yang akan dilakukan ayahnya. Sekarang ini dia hanya ingin bersenang-senang tanpa kenal waktu.

Di sudut jalan raya, seorang pria paruh baya memarahi anak buahnya, tangannya berkacak pinggang dan melotot tajam memandang mereka satu persatu.

"Ternyata anakku jauh lebih cerdik dan licik daripada kalian," pria paruh baya itu mendengus.

"Maafkan kami Bos, kami panik melihat ekspresi Bi Murni," sahut salah satu anak buahnya.

"Gak usah banyak alasan, sekarang juga kalian pergi bawa Clara kembali ke rumah!" tunjuknya.

Tak harus menunggu sampai ucapan ke dua kalinya, mereka langsung masuk kembali ke dalam mobil dan langsung melesat mencari Nona muda mereka.

"Gak usah marah terus Pi, nanti sakit jantungmu bisa kumat lagi," nasehat istrinya ketika suaminya sudah masuk mobil.

"Diam kamu! bukannya kamu senang kalau aku cepat mati, Hah!" bentaknya kasar.

"Males ah ngomong sama Papi lagi," wanita itu duduk menghadap jendela.

Perlakuanmu padaku selama ini akan aku ingat, aku akan melampiaskannya pada anakmu satu-satunya suatu saat nanti ketika kamu sudah kaku di kuburan.

Ekspresi istri Tuan D menyiratkan sesuatu rencana yang licik.

Clara yang masih meliuk-liukkan tubuhnya di lantai dansa mulai oleng karena ada sebuah lengan yang menyambar tubuhnya secara tiba-tiba.

"Hey, lepaskan aku!" bentaknya kasar.

Wanita itu meronta-ronta tak terima.

"Ayo kita menginap sayang! sepertinya kamu butuh vitamin," seorang pria hidung belang menggodanya.

Clara menepis tangan pria itu, ia bersusah payah keluar dari dekapan pria kurang ajar tadi. Ia malas meladeni pria yang kurang asupan wanita murahan.

"Gini-gini aku gak pernah mau di sentuh cowok sembarangan, apalagi orang kayak dia, hiii... jijik," Clara bergidik ngeri meninggalkan lantai dansa.

Pria tadi mengejar Clara, bau rokok dan alkohol tercium dari tubuhnya. Ia masih saja mengejar Clara yang sudah duduk di mejanya bersama seorang pria.

"Siapa dia? beraninya kamu bersama pria lain!" pria yang setengah mabuk tadi meracau.

"Tinggalkan kami! aku tidak pernah mengenal siapa kamu!" Clara mendengus kesal.

"Jangan sembarangan, kamu adalah mangsaku selanjutnya, aku bisa memberikan uang yang banyak," pria itu tersenyum lebar.

'Plok, plok, plok.

Pria yang duduk di sebelah Clara bertepuk tangan, dia tertawa mengejek pria yang mengejar Clara tadi.

"Uang katamu? matamu buta ya? kamu tidak kenal siapa wanita muda ini?" pria di samping Clara dengan tak sabar mencengkeram erat kerah baju pria mabuk itu.

"Aku kenal dengannya, bukankah dia salah satu wanita yang bisa aku beli?" seringainya sungguh lebar.

"Ternyata pria ini harus di berikan pelajaran," Clara duduk dengan santai.

Pria tadi berusaha untuk mencari celah agar dapat menyentuh Clara lagi, akan tetapi tiba-tiba saja muncul...

*

*Bersambung.

1
Sulaiman Efendy
GAK ADA ROMANTIS ROMANTISNYA, INTRIK SEMUA JLN CERITANYA..
Sulaiman Efendy
INI AHKLAK& ATITUDE ERVIN KOQ GK BAIK BANGET,, KYK GK DI DIDIK AGAMA,, DGN ORTU SUKA NGELAWAN...
ⓛⓤⓟⓐ ⓝⓐⓜⓐ 🤯☄️
Ervin sama Clara itu karakternya 11 12 sih. Udah kayak cermin dan pantulannya lho
Your 𝓑𝓪𝓼𝓽𝓪𝓻𝓭
🥶🥶
Pa'tam
menarik
zamal78901
😎😎😎😎😎😎😎
👍 so cool! 👍
💋😏😏😏😏😏💋
👌🚀🚀🚀🚀🚀👌
🚗📷📷📷📷📷🚗
😈😈😈😈😈😈😈
zamal78901
kereeen
zamal78901
teruuusss kan
zamal78901
dasar iblis tua yg tak tau berterima kasih... 😄😁
zamal78901
😊👍✨😊👍✨😊👍✨
zamal78901
mantabs
zamal78901
🦾🦾🦾🦾💪💪💪💪
zamal78901
tetap semangat
zamal78901
berikutnya
zamal78901
teruuusss kan
zamal78901
lanjuuuuuts lagi
zamal78901
nah lho ??
zamal78901
next
zamal78901
lanjuuuuuts
zamal78901
teruuusss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!