NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta

Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:94.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rniehamizan

Di khianati, adalah satu kata yang paling menyakitkan. Bagaimana pria yang tak lagi punya rasa cinta itu bisa menjerat para wanita dalam pesonanya?

Ketulusannya terhadap Echa putri tirinya membuat Arfian menjadi pria paling di idamkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"ibu macam apa kau ini? Rena kau keterlaluan." Rada memukuli Rena sembari terisak kencang.

Dia sangat menyesali perbuatan Rena yang sudah sangat keterlaluan. Wanita ini menyusul Arfian kerumah sakit setelah di tinggalkan di kantor polisi hanya untuk memohon agar Ben di keluarkan dari kurungannya dan meminta Arfian menarik laporannya.

Rega bahkan hampir saja menyeret kakaknya itu jika saja Sena tak menahannya. Wanita itu dengan sekuat tenaga membawa Rega keluar dari rumah sakit, mengajaknya ke taman rumah sakit untuk menenangkan pikirannya.

Arfian mengepalkan tangannya, dia sungguh merasa miris. Di dalam sana, Echa tengah berjuang keras tapi di sini Rena yang sang ibu malah lebih mementingkan seorang pria demi kelangsungan hidupnya.

"Echa, putri mu dan Ben. Apa kalian benar-benar tak memiliki sedikit pun rasa padanya?" Arfian mengatakan itu dengan suara bergetar karena menahan tangis.

Rada bersimpuh di lantai dengan kedua tangan yang menangkup wajahnya. Menangis tak hentinya memikirkan sang cucu juga sangat marah terhadap putrinya.

Rena menatap Arfian dengan airmatanya yang mengalir deras.

"Echa sudah memiliki mu. Kau lebih menyayanginya di banding ayah yang kandungnya sendiri. Jadi, ku mohon... Biarkan aku bahagia, aku tak bisa hidup jika Ben dipenjara. Siapa yang akan...."

Plak...

Rena tercekat saat pipinya di tampar keras, dia menyentuh pipinya yang terasa perih dengan tangan gemetar. Menatap Arfian tak percaya, pria yang selalu bersikap lembut ini telah melayangkan tamparan yang cukup keras padanya.

Arfian sama sekali tak merasa menyesal telah memukul Rena. Dia mengacungkan jarinya ke arah luar.

"Pergi.." Lirihnya pelan. Dia tak ingin berteriak keras hanya demi mengusir wanita yang tak berarti apa-apa ini lagi.

Rada mendongak, melihat Rena dan Arfian bergantian. Hatinya semakin tersayat, melihat kenyataan pahit ini. Dulu, dua insan itu saling mencintai.

Tersenyum saat susah maupun senang. Tapi hari ini, hanya ada pancaran kebencian dari sorot mata Arfian. Pria ini seolah menutup mata nya rapat-rapat, dia sama sekali tak ingin melihat Rena lagi.

Rena menggigit bibirnya, dia tak sanggup jika harus menghadapi semuanya sendiri. Hatinya terlalu tertutupi oleh ego nya sendiri hingga sedikit pun tak ada rasa kasih pada anak yang telah di lahirkannya.

"Permisi.." Seorang dokter pria menghampiri keduanya. "Orangtua pasien?" Tanyanya pada Arfian dan Rena.

"Ya.saya ayahnya." Arfian berjalan menghampiri sang dokter.

Dokter itu membuka masker dan kacamata, nampak sekali gurat lelah di wajahnya. Dia menatap Arfian dengan sendu.

"Maafkan kami.. putri anda mengalami banyak pendarahan di otak hingga operasi nya mengalami banyak kesulitan. Untuk saat ini, putri anda masih dalam keadaan kritis." Jelasnya.

Arfian sungguh tak bisa menahan tangisnya. Nyonya Rada pun segera bangkit dan mengguncang tubuh dokter itu dengan keras.

"Ku mohon, selamat kan cucuku. Ku mohon." Jeritnya lalu tak lama kemudian tubuhnya terkulai.

"Mamah!" Arfian langsung menangkap tubuhnya dengan cepat.

Rena hanya diam melihat semua. Tubuhnya perlahan merosot ke lantai saat tubuh Rada di bawa masuk kedalam.

Dan di luar, Rega tengah duduk termenung. Dia hanya ingin Echa baik-baik saja, gadis kecil itu begitu berarti baginya. Melihatnya tak sadarkan diri membuat hatinya teriris.

"Minumlah." Sena menyodorkan sebotol air mineral kemasan kepada Rega, tutupnya sudah dia buka lebih dulu.

Rega mengambilnya, meneguknya sedikit.

"Echa pasti baik-baik saja." Lirih Sena.

"Ku harap begitu. Sungguh keterlaluan sekali kak Rena. Dia tak pantas di sebut ibu."

"Umm... Kasihan Echa." Sena terisak kembali.

Perlahan Rega menggeser posisi duduknya, mendekat pada Sena. Menarik tubuh yang lebih kecil itu dalam dekapannya. Sena pun tak berontak, dia meremat baju Rega sambil terus menangis. Di saat seperti ini Sena dapat merasakan betapa pedulinya Rega terhadap dirinya.

...******************...

Rihanna melipat kakinya, memandang Ben dengan tatapan mengejek. Dia tertawa puas melihat kakaknya yang kini mendekam di penjara. Dia di hubungi pihak kepolisian setelah Ben memintanya.

"Jadi, sekarang kau butuh bantuan ku?" Tanya Rihanna.

Ben meremat jeruji besi yang menghalangi jarak keduanya. Dia tak ada cara lain lagi selain meminta tolong pada adiknya itu. Orangtuanya bukanlah jalan baginya lagi, mereka pasti akan meremehkannya dan meminta syarat jika ingin mendapatkan bantuan nya.

"Liliana..dia.."

"Dia memergoki mu dan wanita jelek itu?" Rihanna tertawa remeh. "Aku tahu karena dia sudah bercerita pada ku. Lalu sekarang apa yang ingin aku lakukan untuk mu, kakak tersayang?"

Ben terpaksa berlutut demi kebebasannya. Dia memohon pada Rihanna dengan penuh harap.

"Bayarkan jaminan untuk ku." Ujarnya.

"Hahahaha..Ben yang berkuasa dan tak pernah kekurangan uang meminta bantuan padaku?" Ejek Rihanna. "Kemana uang mu yang berlimpah itu? Apa si wanita desa itu membawanya kabur?"

Ben memandang Rihanna dengan kesal. Dia meminta dengan baik-baik tapi wanita ini malah menghinanya. Dengan kesal dia membalas, membuat Rihanna kembali terkekeh dan meminta satu syarat padanya.

"Oke.. tapi lakukan satu hal untukku." Rihanna berjalan mendekati Ben, menyentuh tangan Ben yang memegang jeruji besi.

Berbisik pelan hingga tak terdengar siapapun. Ben tersenyum miring, permintaan Rihanna tak sulit baginya. Dia hanya perlu memainkan sedikit trik untuk membuat semuanya berhasil.

"Baik, aku setuju."

"Bagus."

Entah apa yang di inginkan wanita itu, yang pasti Ben akan melakukannya dengan baik tanpa kesalahan sedikit pun.

"Humm..hanya menjebaknya saja maka pria bodoh itu tak akan bisa berkutik." Seru Ben, di kepalanya sudah banyak sekali rencana jahat yang akan dia lakukan pada Arfian.

Rihanna berjalan dengan angkuh memasuki area rumah sakit. Melirik Rega dan Sena yang tengah duduk di antara Arfian. Lalu tersenyum sinis ke arah Rena yang juga ada di sana, berdiri tak jauh dari ketiga nya.

"Hai.." Rihanna berdiri tepat di depan Arfian.

Arfian berdiri lalu tersenyum saat ingat jika mereka pernah bertemu.

"Kau masih ingat aku?" Tanya Rihanna memastikan.

Arfian mengangguk.

"Ya, kau wanita yang aku tabrak waktu itu." Arfian tentu saja tak akan lupa pertemuan pertama mereka, saling bertabrakan di lobi kantor.

Rihanna menarik napas dalam, memasang wajah melas.

"Aku minta maaf atas apa yang di lakukan Ben." Ujarnya membuat Arfian, Rega dan Sena mengeryit.

Rena masih memperhatikan mereka tanpa ada niat untuk mendekat sedikit pun.

"Ah..iya. aku Rihanna. Adik Ben."

Arfian langsung memasang wajah datar. Dia menduga jika Rihanna pun akan melakukan hal yang sama dengan Rena. Memohon untuk mencabut tuntutannya.

"Jangan bilang kau kemari untuk memohon agar kakak brengse...."

"Tidak. Aku tidak akan memohon apapun pada kalian." Potong Rihanna, melihat Rega yang hendak melanjutkan ucapannya. "Percaya padaku."

Rega langsung terdiam. Sena menyentuh tangannya, menarik Rega sedikit menjauh dari Arfian. Dia merasa jika wanita itu ingin bicara berdua saja dengan Arfian. Bisa dia tebak, jika dia sedikit tertarik pada Arfian.

Rena merasa jika Rihanna memiliki niat tak baik pun segera mendekatinya.

"Kenapa kau kemari?" Tanyanya sambil mendorong Rihanna kebelakang.

"Apa yang kau lakukan." Arfian menarik Rena.

Rihanna tersenyum tipis ke arah Rena seolah mengejek wanita itu. Arfian melirik Rena sekilas.

"dia adik ipar mu bukan?" Tanyanya seolah menyindir.

Rena terdiam tak bisa menjawab. Dengan cepat Rihanna memanfaatkan keadaan itu. Dia menggandeng lengan Rena, seolah mereka dekat.

"kami biasanya sangat dekat. hanya saja kak Rena sepertinya sedang dalam mood yang buruk karena kakakku."

Dua wanita itu saling melirik sekilas. Terlihat jelas Rena kesal terhadap Rihanna, tapi tak bisa berbuat banyak karena sekarang ada Arfian di hadapannya.

...********************...

1
Cevineine
lanjut thorrr, semangat terus yaa
ᴋᴀɪᴢᴇʀ⸙ᵍᵏ
🐾🐾🐾🐾🐾
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ini udah tamatkah kok ga up lagi
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat lanjut thor
gu$T@fJuGa
semangat upnya ya othor..makin oke banget lho..
gu$T@fJuGa
bgitu lebih baik..
gu$T@fJuGa
jgn kaget, Echa...Leon mu tak lg spt dahulu.. mungkin kmu akan sedikit kecewa..atau kecewa banget..plus sedih..
gu$T@fJuGa
smua gr2 ayahnya tuh.. terlalu keras pd Leon..jd Leon pun tumbuh spt itu.. keras dan dingin
gu$T@fJuGa
wajar.. seorang ibu pasti akan slalu berusaha melindungi anaknya..spt Haeun..meskipun Leon itu anak tirinya..tetap dia slalu jd orang pertama yg berdiri di belakang Leon..saat anaknya berbuat hal2 di luar batas...
𝕸y💞 Ree🍏
leon kaku bgt kek bpk nya🤧 lanjoott thorr
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
next
𖣤​᭄ اندي وحي الد ين
Baru baca, semoga alur plot nya bagus
ᴀʏᴜʜ̶e̶r̶a
semangat up kak
𝕸y💞Alrilla Prameswari
babang leon kenapa jadi kasar
⍣☙𝐶𝑙𝑙𝑎𝑠𝑠𝑖𝑐☕︎⍣
semangat kak..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat UPnya thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🎋AniN🩷
ish.....up lg ...jangan bikin penasaran Thor 🤧🤧🤧
𝕸y💞 Ree🍏
baik bgt echa,, semoga kebaikn mu bisa merubah leon jg..
𝕸y💞Alrilla Prameswari
mulia nya hati mu echa 😘😘
gu$T@fJuGa
bau2 ikan asin nih..awas kucing garong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!