Hi ☺️
BELUM DI REVISI DAN MASIH BANYAK TYPO
Seorang gadis yatim piatu yang mencintai kakak angkatnya yang bernama Ismail Marzuki.
Cinta mereka di uji ketika Pak Pandu mengancam Ismail Marzuki untuk menikahi anaknya yang bernama Zilla untuk menutupi aib anaknya yang hamil di luar nikah. Di sebabkan Pak Pandu tidak merestui Zilla menikah dengan Asril. Laki-laki yang kanan kiri otak perempuan dan jauh dari agama.
Ikuti kisah kelanjutannya Bagaimana cinta mereka apakah Ismail akan bersama dengan Uswa ataukah Ismail akan bersama dengan Zilla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Setelah kejadian penyekapan Asril dan di buang ke hutan akibat ulah Pak Pandu. Pak Pandu nampak terlihat baik-baik saja seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu yang buruk yang dia lakukan ke pada orang lain. Pagi hari ini Pak Pandu wajahnya tampak cerah secerah matahari di pagi hari ini. Hanya dialah yang tahu kebahagiaan apa yang sedang menimpanya.
Pak Pandu sedang menyeruput kopinya di ruang makan dengan tersenyum memincingkan bibirnya.
"Hai Pa Selamat pagi" Sapa Zilla yang hendak sarapan juga
"Pagi juga sayang" Jawab Pak Pandu
"Papa akan berangkat ke kantor? Tanya Zilla
"Sebentar lagi Nak. Dan kamu udah bangun sepagi ini pagi terus sudah cantik wangi lagi mau ke mana? Tanya Pak Pandu balik
"Zilla mau pergi ke kampus ada kuis dan harus mengumpulkan tugas hari ini" Jawab Zilla
"Wah anak Papa sudah rajin mengerjakan tugas Papa bangga kalau kamu seperti ini terus dan tidak membuat ulah lagi. Terus...
Sebelum Pak Pandu melanjutkan perkataannya. Zilla memotong pembicaraan Pak Pandu agar tidak terjadi pertengkaran lagi di antara mereka. Hanya Zilla sudah lelah menghadapi Papa Pandu
"Pa. Papa mau sarapan apa? Roti atau nasi goreng? Tanya Zilla
"Nasi goreng saja Nak" Jawab Papa Pandu
"Baiklah Zilla ambilkan" Ucap Zilla
"Sudah cukup. Jangan banyak-banyak Papa tidak bisa menghabiskannya nanti" Ucap Papa Pandu
"Pa... Ini cuma satu centong mana mungkin Papa akan kenyang" Ucap Zilla
"Seharusnya kamu yang makan banyak, Lihat badanmu mulai kurusan" Ucap Papa Pandu
"Hah apa Zilla kurusan Pa? Tanya Zilla dengan tidak percaya
"Dia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan di pinggir kursi dengan melihat Kakan kiri badannya. Di perhatikan baju yang dia kenakan masih sama dan tidak terasa longgar. Apa Papa sedang menipuku?" Batin Zilla
"Apa Papa sedang menipu Zilla? Tanya Zilla
"Menipu soal apa? Tanya Papa Pandu balik
"Papa bilang Zilla kurusan. Perasaan Zilla tidak kurusan, Papa malah menyuruh Zilla makan banyak agar terlihat gemuk kan Pa? Papa jahat masak menyuruh Zilla agar terlihat gemuk" Ucap Zilla
"Gemuk. Hahaha Papa Pandu tertawa ringan
"Tidak masalah kan kalau gemuk, masih terlihat imut dan comel kok anak Papa" Ucap Papa Pandu
"Itu menurut Papa. Kalau menurut laki-laki di luaran sana melihat cewek gemuk mana mau sama aku" Ucap Zilla dengan sebal
"Iya-iya sudah lupakan saja. Habiskan makananmu dan pergi ke kampus. Pasti di luar Ismail sedang menunggumu untuk menggantarkan mu pergi ke kampus" Ucap Papa Pandu
"Pa... Zilla ingin mengendarai mobil sendiri tanpa harus ada supir pribadi" Ucap Zilla
"Papa mencarikan mu supir pribadi agar kamu baik-baik saja saat berada di jalanan" Ucap Papa Pandu
"Tapikan Pa..." Zilla memohon
"Udah ikuti saja Nak" Ucap Papa Pandu
"Iya baiklah. Zilla berangkat ke kampus dulu Pa... Sampai ketemu nanti sore" Ucap Zilla dengan memberikan senyuman kepada Papa Pandu. Zilla pergi meninggalkan ruang makan dan pergi menuju halaman depan
Sedari tadi Pak Pandu dan Zilla berbicara di ruang makan ada mata yang sedang memperhatikan mereka berdua. Iya itu pasti Bu Ain yang melihat pemandangan di antara mereka merasa bahagia. Pak Pandu dan Zilla mengobrol pemandangan itu jarang terjadi di rumah Pak Pandu.
Syukurlah kalau di antara mereka tidak ada pertengkaran lagi. Aku berharap keluarga ini baik-baik saja dan dalam lindungan Allah. Aku berharap juga agar Zilla bisa merubah perilakunya.
"Bu Ain sedang apa di situ? Tanya Pak Pandu yang membuyarkan lamunan dan pikiran Bu Ain
"Ah... Maaf Pak. Saya ingin mengambil piring sisa makanan Nak Zilla" Jawab Bu Ain
"Oh iya" Ucap Pak Pandu
"Iya Pak" Jawab Bu Ain
"Aku sedari melihatmu di situ. Apa yang ingin kamu dengarkan Bu Ain? Tanya Pak Pandu
"Maaf Pak. Bukanya saya ingin mendengarkan percakapan di antara Bapak dan Zilla. Sekali lagi saya minta maaf Pak. Permisi" Jawab Bu Ain mengambil piring Zilla dan pergi ke dapur
"Bu Ain apa Pak Tejo sudah menyiapkan mobil saya? Tanya Pak Pandu kepada Bu Ain yang menghentikan langkah kaki Bu Ain
"Maaf Pak saya kurang tau. Permisi Pak saya kedepan untuk melihatnya" Jawab Bu Ain
"Iya" Ucap Pak Pandu
Bu Ain segera berlari menuju ke halaman depan untuk melihat apakah suaminya Pak Tejo sudah menyiapkan mobil untuk Pak Pandu pergi ke kantor. Saat di lihatnya ternyata mobil sudah siap dan Bu Ain kembali menemui Pak Pandu.
"Maaf Pak mobilnya sudah siap" Ucap Bu Ain
"Terimakasih Bu" Ucap Pak Pandu bergegas menenteng tas yang di bawanya dan pergi meninggalkan Bu Ain dengan perasaan jengkel karena Bu Ain sudah mengguping pembicaraannya yang di anggap Pak Pandu itu perbuatan tidak sopan meskipun itu pembicaraan biasa
Bu Ain mengelus dadanya karena merasa bersalah
.
.
.
Keberadaan Asril yang hilang entah kemana tidak di ketahui oleh pacarnya yaitu Zilla. Zilla akhir-akhir ini hanya fokus ke tugas kuliah yang iya tinggalkan karena harus izin tidak ke kampus di karena masuk rumah sakit beberapa hari waktu itu.
Sudah 1 Minggu aku tak memberi kabar kepada Asril dan mengapa dia juga tidak memberi kabar untuk ku. Tidak biasanya dia seperti ini terhadap ku, sehari tidak ada kabar hati terasa hampa tanpa kabar darinya.
"Apa sebaiknya nanti ku temui dia saja di fakultas, lagian fakultas kita juga berdekatan apa salahnya aku mencari dia di sana" Pikir Zilla dengan lamunannya
"Zil... Zil... Zil... Panggil Mira dengan suara lirih karena saat ini mereka sedang ada kuis.
"Apa" Jawab Zilla pelan
"Kamu lamunin apa sih? Tanya Mira
"Aku kepikiran Asril" Jawab Zilla
"Asril kenapa? Tanya Mira
"Dia tidak ada kabar" Jawab Zilla
"Apa... Teriak Mira bangkit dari tempat duduknya dan menggebrak mejanya" Ucap Mira dengan suara lantang yang membuat seisi kelas melihat ke arah Mira
"Maaf-maaf aku sangat tidak percaya dengan pertanyaan di soal kuis" Ucap Mira menundukkan kepalanya
"Mira jangan membuat keributan saat kuis sedang berlangsung" Ucap Dosen
"Maaf Pak" Jawab Mira
"Pertanyaan nomer berapa yang membuatmu sangat tidak percaya? Tanya Pak Dosen
"Maaf Pak saya salah baca dan tidak memahaminya terlebih dahulu" Jawab Mira menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
Huuuuu... Sorak para teman-teman sekelasnya
"Apa? Apa Ha... " Ucap Mira bangkit dari tempat duduknya
"Berani kamu sama aku sini maju. Jangan main keroyok" Ucap Mira menunjukka salah satu temannya
"Mira apa-apaan kamu kamu ini. Duduk atau kamu di luar! Perintah Pak Dosen
"Duduk Pak. Maaf-maaf" Ucap Mira menundukkan kepalanya
"Kamu sih Zill..." Ucap Mira pelan sambil menyenggol sikut Zilla
"Udah diam deh Mir" Jawab Zilla
"Iya-iya" Ucap Mira dengan senyum-senyum sendiri
Bersambung... ✍️
Jangan lupa berikan komentar kalian
Salam sayang paling di sayang😂😂😂
My Little prince dan VCPD 🤩
"vampir yg sangat lembut" ditunggu kakak
7in1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💜💜💜💜
7in1
💗💗💗💗💗💗💗
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕♥️♥️♥️
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
7in2
Rate ⭐⭐⭐⭐
kembali
💜💜💜💜💜
kembali
🖤🖤🖤🖤🖤