NovelToon NovelToon
Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Komedi / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Andrieta rendra

Menjalani hubungan selama sepuluh tahun itu bukanlah hal yang mudah.

Siapa yang tidak ingin menikah dengan restu dari kedua orang tua?

Arnon Giovano, dia seorang CEO. Namun dia tidak pandang bulu dalam memilih seorang kekasih.

Auristella Florenshea, wanita yang beruntung di cintai seorang CEO tampan bernama Arnon.

Tapi sayang, hubungan mereka di tentang oleh keluarga Arnon, karena status sosial Stella.

Ibunya berniat menjodohkan Arnon dengan wanita yang lebih pentas dan lebih tinggi derajatnya di bandingkan Stella.

Bagaimana kekuatan cinta mereka akan di uji, apakah Arnon akan menerima perjodohan itu?

Yuk ikuti kisah Arnon dan Stella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Happy Reading Dear !!

Setelah Arnon menandatangani surat izin tindakan untuk Stella,

Stella langsung di bawa kedalam ruang operasi untuk mengeluarkan bayi yang masih sangat kecil itu,

Arnon yang berada di luar ruang oprasi tidak berhenti-hentinya berdoa dan berharap bahwa semua akan baik-baik saja, walaupun pada akhirnya dia harus merelakan putri yang baru di hadirkan untuknya,

Dia duduk dengan lesuh sambil menangis memikirkan bayinya yang tidak berdosa harus menerima kejahatan untuknya. Dia tertunduk merutuki dirinya yang sangat tidak berguna untuk melindungi anak dan wanita yang dia cintai,

Sambil menangkupkan kedua tanganya dan menenangkan hati dan jiwanya , dia pun berdoa ,

"Tuhan, kamu mengirimkan bayi kepada seorang ayah yang sangat tidak berguna seperti ku, maka aku memohon kepadamu untuk bersimpati kepadanya, dan bawalah dia ke dunia yang paling indah yang berada disisimu, saya tidak dapat melindungi bayi ini, maaf kan lah aku Tuhan , amennn ." ujarnya sambil terus meneteskan air matanya menahan kesesakan di dadanya,

Terlihat dari kejauhan Valen dan Tenry yang merupakan sahabat dari Stella datang menghampirnya,

"Bagaimana keadaannya "? Tanya Valen

Arnon hanya mampu menggelengkan kepalanya , sangkingsudah tidak mampu berkata-kata lagi.

"Sebenarnya apa yang terjadi Ar " ?,tanya Tenry

Seketika dia teringat atas kejadian yang menimpa wanitanya dan merenggut nyawa bayinya, dan terlihat tanganya langsung mengepal dan wajahnya terlihat menahan amarah yang sangat membara.

Valen dan juga Tenry hanya mampu bergedik ngeri melihat kemarahan Arnon,

Dia langsung bangkit dan berjalan keluar tanpa menjawab pertanyaan dari sahabat Stela itu, dia langsung ingin menuju rumah mamahnya untuk menanyakan keberadaan wanita yang membunuh bayinya,

Setibanya di rumah mamahnya, Arnon langsung masuk dengan wajah yangpenuh amarah,

Semua satpam dan pelayan hanya bisa menunduk melihat kemarahan tuan mudanya,

Tak lama dia berjalan masuk ke dalam rumah,dia langsung melihat keberadaan wanita itu yang tengah duduk berdua dengan mamahnya di ruang tamu, dengan wajah yang sama sekali tidak menunjukan suatu penyesalan apapun, malahan saat ini mereka sedang tertawa lepas , dan memicu emosinya makin Menjadi,

Plakkk..plakkk tamparan keras diberikanya bertubi-tubi pada wajah mulus Nindy.

Tanpa aba-aba dia langsung menampar wajah Nindy kanan kiri hingga dia tertuduk dengan pipi yang membengkak dan bewarna putih sangking kerasnya pukulan yang Arnon berikan, hingga darah segar keluar dari mulut wanita itu .

"Arnon,maafkan aku, aku tidak bermaksud apapun, tadi aku hanya ingin manahan tanganmu, tapi.. ta, pi aku tidak tau kenapa , bisa dia yang terdorong ." kata Nindy dengan wajah ketakutan sambil memegang pipinya yang sangat sakit

"Cikh, maaf kata mu , semudah itu kamu bilang maaf haaa ? Setelah kamu menghilangkan nyawa bayiku dan merusak kebahagianku, kamu bilang maaf ." bentaknya dengan memperlihatkanurat-urat kemarahan di tubuh dan wajahnya

Elena langsung bergedik ngeri melihat putranya, tidak di sangka kehilangan bayinya dia akan berubah menjadi seorang iblis,

"Arnon, Nindy tidak bermaksud untuk membunuh bayimu nak, dia hanya ingin menahan tanganmu, mungkin saja kan Stella sengaja melakukan itu semua agar kamu membenci Nindy dan menolak perjodohan kalian ." kata Elena dengan lembut berharap emosi Arnon akan mencair

Namun bukanya mencair dia malah semakin terbakar amarah dan dengan tega mendorong tubuh mamahnya hibgga terjatuh di sofa,

"Mamah bilang sengaja, mamah tuh punya otak gak sih mah ? Untuk apa dia melakukanya demi mengorbankan bayinya dan dirinya sendiri ha ?" bentaknya ke mamahanya hingga Elena hanya mampu terdiam menundukan kepalanya takut menjadi sasaran emosi putranya.

"Dengar baik-baik mah, tanpa dia harus mengorbankan diri dan bayi kami, aku akan tetap menolak perjodohan ini. " tegasnya kepada mamahnya

Elena lagi-lagi hanya mampu menundukan kepalanya ketakutan,

Lalu melihat Nindy yang duduk dengan menahan sakit dia langsung menarik rambut wanita itu dengan sangat keras dan menyeret tubuh Nindy ke arah kamar mandi .

"Arnon lepasakan. maafkan aku Arnon, aku tidak sengaja melakukanya." ucapnya sambil menangis menahan sakit dan berusaha melepaskan tangan Arnon dari rambutnya,

Arnon langsung mentulikan telinga dan membisukan mulutnya pun tidak menjawab dan bersuara apapun, dia terus saja bertindak menyeret tubuh Nindy.

Nindy yang tenanganya tak kuat hanya bisa diam menahanan sakit di kepalanya akibat tarikan dari pria gila yang menyeretnya seperti mayat hidup,

Elena yang ,melihat kejadian ini pun tidak tinggal diam. Dengan segala keberanian dia maju kehadapan putranya, karna tidak tega dengan Nidny yang bagaikan binatang yang di seret oleh anaknya sendiri,

Plakkk Satu tamparan berhasil mendarat di wajah Arnon,

"Apa-apaan kamu ini Arnon, sadar nak sadar, dia ini manusia bukan hewan ." kata Elena yang menangis ketakutan melihat kemarahan putranya

"Mamah bilang apa ? Manusia ? Apa dia pantas di sebut manusia ha "? Tanyanya dengan suara yg mengelegar bagaikan guntur yang sangat besar

"Maafkan dia nak , mamah mohon sadar lah nak, " kata mamah berusaha mencairkan emosi anaknya,

"Cihk , aku akan memafkanya jika dia bisa mengembalikan nyawa bayiku ," ucapnya penuh penekanan

"Ikhlaskan lah nak , mungkin sudah jalanya dia harus pergi ." ucapnya lgi menantang tubuh lagi masih berusaha mencairkan emosi yangmembara,

Nindy yang sudah terlepas dari cengkraman Arnon pun langsung berdiri sekuat tenaga menahan kesakitanya,

Namun bukanya sadar, Arnon yang melihat Nindy masih mampu berdiri , langsung berbalik mendorong tubuh itu hingga kepalanya terbentur dinding dan langsung mengeluarkan darah,

" aaaaahhhhhhkkkkk, Arnon sakittt " ujarnya sambil menangis menahan rasa sakit yang teramat baginya,

Tidak hanya itu dia langsung menendang telak perut Nindy hingga wanita itu memuntahkan darah segar dari mulutnya, dan langsung ambruk sangking sudah tidak tahan menahan rasa sakit yang Arnon berikan kepadanya,

Elena yang menyaksikan itu semua hanya mampu menangis ketakutan melihat putranya yang seperti kerasukan iblis hingga mampu berbuat sedemikian rupa ,

Dia takut jika dia bersuara maka dia juga akan kena imbas dari kemarahan lucifer

Dia terus berpikir bahwa sekafang keadaan st sangat buruk hingga menyebabkan kemarahan g sangat mengerikan,

" hikksss,,hiksss Arnonsakit ,. Sakittttt ,,, hiks..hikss , baik kamu bunuh aja aku langsung .. bunuhhh !!! " teriaknya dengan sekuat tenaga dengan di iringi dengan tangisanya, tak sanggup menahan siksaan yang di berikan oleh Arnon,

Bukanya berhenti melihat Nindy yang sudah tidak berdaya dan mengeluarkan banyak darah, dia kembali menarik rambut Nindy dengan sangat keras, hingga dari ujung-ujung rambut itu mulai mengeluarkan darah,

"Sakit ?? Ini tidak ada apa-apanya di banding rasa sakit stella dan juga bayiku yg telah kamu renggut kehidupan putriku dengan kebodohanmu " bentaknya dengan suara besar mendekatkan mulutnya di dekat telinga nindy,

Nindy merasakan telinganya berdengung kencang sangking besarnya suara Arnon yg berteriaj di telinganya,

"Maafkan aku Arm, aku menyesal " kata Nindy, dia tidak sebenarnya juga tidak menyangka jika kejadiannya akan seperti ini,

Sekarang dia hanya mampu merutuki dirinya, andai saja aku tidak mengejad arnon, andai saja aku tidak mencoba menaham kepergianya, andai saja aku tidak menarik tanganya dan berakhir kejadian naas ini , andai .. andai .. andai hanya itu yang mampu dia pikirkan untuk saat ini,

"Apa kamu belum puas menyiksa ku seperti ini ha hiks..hiks "? Teriaknya lagi yg hanya mendapatkan satu tamparan di wajahnya

" berani-beraninya kou berteriak kepadaku" bentaknya ingin melayangkan tamparan lagi di wajah Nindy

Namun langkahnya itu terhalang dengan getaran masuk di ponselnya

"Hallo Ar, kamu dimana ?"

"Kenapa ?"

"Oprasinya sudab selesai, kou cepatlah kemari , aku takut nanti Stella sadar menanyakan tentang mu dan juga bayinya!"

"Baiklah aku kesana sekarang ."

Dia angsung menutup panggilan dari Valen itu, namun masih melirik tajam ke arah Nindy,

Dia langsung melepaskan tanganya dari rambut Nindy,

Membuat Nindy dan Elmlega karna arnon lebih memilih pergi di bandingkan melanjutkan kekejamanya,

Namun yang mereka pikirkan salah, sebelum arnon melangkahkan kakinya pergi dia mendekat ke arah nindy yamv sudah terbaring lemas itu

Dengan senyuman tipisnya dia langsung menginjak perut bagian rahim Nindy dengan sangat keras,Hingga lagi-lagi Nindy memuntahkan darah segar dari mulutnya

" aaaaakkkhhhhhhh " teriak Nindy lalu pingsan tidak sadarkan diri karna terlalu sakit menahan perut bagian bawahnya yang di injak dengan Arnon tadi

Eleana pun yang melihat kejadian itu langsung berlari mendorong tubuh arnon agar melepaskan kakinya yg masih meninjak perut Nindy, padahal yang di injaknya sudah tidak sadarkan diri ,

"Cukup Arnon .. cukupp " teriak Elena dengan menangis kencang tak sanggup melihat kekejaman yang anaknya lakukan kepada seorang wanita yg sudah tidak sadarkan diri

" pangggill ambulance cepat " teriaknya kepada siapapun pelayan yang mendengarnya

Namun bukanya iba Arnon semakin tidak perduli , dia langsung berjalan keluar ingin segera ke Rumah Sakit untuk menemui Stella,

Elena yang melihat kepergian putranya tanpa rasa bersalah, hanya mampu melirik anaknya dengan tajam,

"Takdir apa yang membuat ku melahirkan anak seperti iblis mengerikan ini " ujarnya dengan rasa takut yg sangat besar melihat keadaan nindy yamsangat mengenaskan

Sesampainya dia di Rumah Sakit , dia langsung berlari masuk kedalam ruangan Stella, tanpa memperdulikan Valen dan jug Tenry yang ada di dalam ruangan itu , diapun masih tetap melangkahkan kakinya masuk dan mendekati tubuh Stella.

"Maafkan aku sayang. Maafkan aku karna tak mampu menjaga bayi kita ." katanya menggengam erat tangan stella dan mencium kening wanitanya sambil menahan air mata yang hampir keluar dari matanya,

Valen dan Tenry yang sudah yang sudah tidak tahan dengan semua ini pun hanya mampu menangis melihat keadaan Stella seperti sekarang ini

Terlihat Stella yang masih setia memejamkan matanya.tanpa ada niat membuka matanya ,

"Permisin saya akan mengecek keadaan pasien terlebih dahulu " kata suster yang masuk ke dalam ruangan itu

Suster itu terlihat sangat teliti dengan tugasnya memeriksa tubuh Stella , karna dia tau bahwa yang di hadapanya ini adalah seorang presedir terkaya nomor satu dan sukses karna kekejamanya ,

"Bagaiaman keadaannya sus " ? Tanyanya tanpa basa basi

"Tubuhnya sekarang sudah stabil tuan. Namun anda di panggil oleh dokter ke ruangnya tuan, katanya ada hal penting tentang kondisi pasien yang harus di bicarakan dengan anda " ucap suster itu

"Baikalah saya akan kesana sekarang " kata Arnon lngsung mengecup kening Stella lagi untuk berpamitan

"Aku keruangan Dokter dulu ya sayang" ucapnya pada kekasihnya yang terlihat masih memejamkan matanya akubat obat bius yang masih bereaksi di tubuhnya,

"Kalian, aku titip Stella sebentar ya " ucapnya lagi langsung di anggukan kepala oleh dan Terny,

Arnon langsung segara keluar menuju ruangan dokter

" huffftty beruntungya ya Stella bisa dapatin Arnon , udah romantise, tampan, kaya,setia lagi , huuu idaman sekali " ucap Valen yang tersenyum-senyum sendiri mengingat perlakuan Arnon dan juga Tella

"Iya ya , beruntung banget Stella, kapan yah tuhan juga mengirimkan pria seperti Arnon itu untuk kita ?" balas Tenry yuga ikut kagum pada sikap arvan

"Hanya mampu berdoa aja dan berharap jadi nyata " jawab Valen dengan senyuman di wajahnya

"Amen " balas Tenry yang ikut tersenyum

*Jangan lupa like, komen dan juga bote sebanyak-banyaknya yah gengs**😘*

Thank you very much 🙏🏻

1
Surati
bagus
Popy Setyaningsih
itu bukan cinta, tapi obsesi pe'a
krn tingkat tertinggi mencintai adalah mengiklaskan mau seberapa lama kamu cinta ga menjamin,hati siapa yg tau mau berlabuh kmana?
Lyana Gunawan
aku baca mario & eden, Lucas dan tentry, baru deh kesini, cari benang biru masalalu tenry kenapa bisa jadi istri si lukas dan di siksa seluruh keluarga nya sama lucaa
Lyana Gunawan
pacaran rasa pasutri
Lyana Gunawan
harus nya jangan menyalahkan tenry juga ada, andil ibunya aron juga
Lyana Gunawan
awal dari penderitaan tenry dari sini kah?
Lyana Gunawan
suka
Lyana Gunawan
Hai kak adik mampir di sini juga ☺
Surati
ending yg menyejukkan mata 🙈🙈🙈 bahagianya hatiku, hatimu, hati kita semua 🤭🤭👍👍
Surati
awas kau uncle Arga kena jitak😁😁
Surati
Austin sadar.... kenapa memaksakan cinta
Surati
I'm coming darl.....😘😘😘
Surati
good Stella ,pertahankan dirimu dan cintamu tuk Arnon.
Surati
Austin cinta tidak bisa dipaksakan, hargailah keputusan Stella
Surati
tunggu aku pulang Austin😬😬😬
Surati
hhhhh....ada aqua..... wkwkwk 😁😁😁
Surati
yeaayyyy... Arnon pulang, tunggu papo....Bubu Stella. papo udah rindu berat
Surati
wah hebat anak2nya Arnon dan Stella. memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya
Surati
makanya cepat kembali Arnon sebelum cemburu semakin merasukimu🤭🤭🤭
Surati
thank Thor, akhirnya Arnon kembali 🙏🏻🙏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!