NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:283
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah telefon misterius

Malam sudah mulai larut, mas Adrian belum kunjung pulang..

Aku menunggunya di sofa depan, karena mas Adrian belum membalas pesan-pesanku. Aku ingin bicara dengan mas Adrian mengenai masa lalu yang di katakan Dwi tadi siang.

-

Lalu aku mendengar suara mobil mas Adrian di depan pagar, ternyata pengemudinya adalah teman mas Adrian. Mas Adrian nampak seperti seseorang yang sedang lemas setengah tertidur.

"Briar.. ini suamimu tadi pergi ketempat kami biasa nongkrong. Tidak biasanya suami kamu mabuk seperti ini.. Apa kalian ada masalah? Menurutku sebaiknya kalian segera berbaikan..". Ucap bang Ucok teman bermainnya mas Adrian, lalu berpamitan padaku untuk pulang.

-

"Mas.. kamu kenapa baru pulang..?". Tanyaku seraya menatapnya yang berjalan terhuyung-huyung.

"Sayang.. kamu belum tidur..?". Tanya mas Adrian sambil meraba-raba mencari sofa untuk duduk.

"Mas.. kamu kenapa..? Kamu mabuk..?". Tanyaku lagi karena mencium bau alkohol di tubuh mas Adrian.

"Sedikit sayang.. cuma sedikit..". Jawab mas Adrian padaku dengan setengah linglung.

"Yasudah sekarang aku bantu mas bersih-bersih dulu, terus aku bikinin teh madu untuk meredakan mabuknya ya..".

Aku memapa mas Adrian menuju kekamar..

Setibanya di kamar..

"Mass.. kamu ngapain..". Tanyaku pada mas Adrian yang mendorongku ketempat tidur.

"Aku nggak bisa kehilangan kamu.. aku nggak bisa dek, aku bisa gila kalau kehilangan kamu..". Mas Adrian mengatakannya dengan penuh emosi sambil menangis lalu naik keatas tubuhku sambil menaruh tanganku ke atas dan menggenggamnya, mengikatku dengan tangannya. Seperti tidak mengizinkan aku untuk lolos.

"Mas.. sakit..". Aku merasakan sakit ketika tangan mas Adrian menggenggam dan menahan tanganku ke atas kepalaku.

Tiba-tiba mas Adrian mulai menciumku di sepanjang leherku. Dan mulai mengangkat kakiku ke atas, lalu membuka celananya.. seolah bersiap memperkos*ku. Aku hanya berusaha mencoba melepaskan tanganku namun tidak berhasil. Dan beberapa saat kemudian tanganku akhirnya terlepas..

"Plakkk !!

Aku menampar pipi mas Adrian dan berlari keluar dari kamar dan pergi menuruni anak tangga. Akupun pindah tidur di kamar lain.

Lalu setelah beberapa jam, aku pergi ke kamar lagi untuk mengecek keadaan mas Adrian. Dan saat ku lihat, mas Adrian tengah berbaring di tempat tidur dan tertidur.

Aku turun ke bawah menuju sofa dan mengambil tas kerja mas Adrian. Lalu membukanya untuk mengambil handphone mas Adrian.

Saat ku buka tas mas Adrian, aku menemukan album foto yang aku cari-cari.

Tanpa sepengetahuan mas Adrian aku membuka album foto itu, dengan hati-hati.

Ternyata tidak ada yang aneh dari album foto ini. Hanya foto mas Adrian saat kecil sampai menuju remaja. Namun.. saat semakin ku lihat kebagian paling belakang, ada bagian foto yang kosong, seolah-olah ada 1 foto yang hilang. Lalu aku mendengar langkah kaki mas Adrian turun dari tangga sambil terburu-buru. Akupun secepatnya menutup album foto dan memasukannya kembali ke dalam tas mas Adrian.

"Sayang..". Mas Adrian memanggilku dengan wajah muram yang memberi isyarat penyesalan.

Aku hanya diam, lalu berjalan menuju ke dapur membuatkan mas Adrian sebuah teh madu. Lalu memberikannya pada mas Adrian. Mas Adrian pun meminumnya sambil menatap kearahku seolah memohon agar aku memaafkannya.

"Sayang.. mas benar-benar minta maaf.. hari ini mas sudah keterlaluan..". Ucap mas Adrian memelas.

"Kamu sebenarnya kenapa mas..? Sejak aku membahas album foto, kamu jadi kasar ke aku mas..? Terus kamu pulang dalam keadaan mabuk tanpa memberi kabar apapun ke aku istrimu.. Aku nungguin kamu dari sore sampai larut malam mas.. Aku khawatir..". Ucapku pada mas Adrian dengan nada kecewa.

"Maaf.. mas cuma nggak mau mengenang masa lalu.. mas punya trauma tentang isi album foto itu.. jadi mas harap kamu memaklumi itu". Ujar mas adrian menundukan kepalanya dan sesekali mengusap matanya yang sembab.

"Ya ampun mas.. aku benar-benar nggak tau kalau kamu nggak mau mengenang album foto itu.. Maafin aku juga mas karena bikin kamu sedih..". Ujarku memeluk mas Adrian dan mencoba memahaminya, namun membuatku lebih penasaran.

"Maafin mas sayang.. hari ini mas udah kasar sama kamu..". Ucap mas adrian seraya mencium keningku dan memeluku kembali.

Lalu kami memilih untuk berdamai tanpa aku bertanya lebih banyak mengenai album itu. Mungkin besok kami bisa bicara dengan lebih tenang, ketika semuanya sudah terasa lebih baik. Sekarang aku hanya ingin mas Adrian menenangkan diri terlebih dahulu.

-

Seperti biasanya di setiap pagi, aku membuatkan sarapan untuk suamiku. Kali ini sebuah sup aku sajikan untuk suamiku tercinta agar dapat mengurangi rasa mabuknya karena semalam.

Seperti biasanya, mas Adrian makan dengan lahap dan mengucapkan terimakasih untuk masakanku, lalu meberikanku sebuah ciuman hangat. Lalu mas Adrian pun mulai bersiap untuk pergi kekantor. Dan aku mengantarkannya pergi ke depan pagar menuju ke mobilnya.

"Nanti masakin mas ayam kecap ya sayang..?? Tapi.. kalau kamu lagi gak mood buat masak, kamu kirim pesan aja ke mas, biar mas jemput terus kita makan di luar.. Hari ini gak tau kenapa.. mas lagi pengen banget, makan ayam kecap buatan kamu..". Ucap mas Adrian memohon dengan imutnya, sembari berpamitan dan mencium keningku seperti biasanya.

"Iya.. iya.. nanti pasti aku masakin buat mas..". Aku menjawab sambil tersenyum lalu melambaikan tanganku pada mas Adrian.

Sejujurnya.. Aku masih merasa shock dengan sikap mas Adrian semalam yang memaksaku dan bersikap kasar tanpa perduli teriakanku yang mengatakan bahwa tanganku sudah kesakitan.

Akupun masuk kedalam rumah dan sepeti biasa aku membereskan kamar dan seisi rumah. Sebenarnya mas Adrian ingin aku mencari asisten rumah tangga, tapi aku menolaknya karena aku merasa mampu mengurus segalanya. Lagi pula kami belum memiliki momongan, jadi aku fikir aku belum begitu membutuhkan seorang asisten rumah tangga.

Aku pun bernyanyi dan membersihkan rumah.. lalu mengumpulkan pakaian-pakaian kotor mas Adrian yang tergeletak. Lalu tiba-tiba sebuah kertas terlipat terjatuh dari kantung celana mas Adrian.. Aku membiarkan kertas itu di lantai dan lanjut mencuci baju.

Angin terasa kencang masuk melalui pintu balkon kamar.. lalu saat aku masuk ke kamar, kertas yang tadi tergeletak di lantai sudah berada di kakiku karena tertiup angin..

Karena penasaran, akupun mulai membukanya.. Dan ternyata ada sebuah foto seorang laki-laki dengan pakaian SMA nya.. Namun anehnya foto itu tidak memiliki kepala. Seperti sudah di potong.

Aku benar-benar merasa penasaran kenapa mas Adrian punya foto yang tidak memiliki kepala, seolah-olah mas Adrian yang sudah memotongnya.

Ini benar-benar aneh.. Aku sangat ingin menanyakannya pada mas Adrian, namun khawatir, ia akan kembali emosi karena mengungkit foto itu lagi seperti kemarin.

-

1 minggu kemudian..

Seperti biasanya, setelah jam makan siang bersama mas Adrian berakhir.. Mas Adrian mengantarku pulang dan ia pun kembali ke kantornya, lalu aku pergi masuk kedalam dan pergi menuju ke kamar lalu berbaring sejenak.

Entah kenapa aku mudah merasa lelah akhir-akhir ini. Rasanya kepalaku sering pusing dan seperti tidak enak badan. Mungkin aku terlalu stres memikirkan masalah yang berhubungan dengan mas Adrian.

-

Tiba-tiba handphoneku berdering..

Aku mendapatkan telefon dari nomor asing, yang aku tidak tau itu siapa.

Akupun mulai mengangkatnya..

"Hallo..?". Seorang wanita menyapaku lebih dulu.

"Iya..? Maaf ini siapa..?". Tanyaku pada wanita di telefon.

"Apakah benar ini Briar? Istri dari Adrian?". Ucapnya.

"Iya.. kamu siapa?". Tanyaku lagi..

"Kalau kamu mau tau siapa sebenarnya Adrian suamimu, mari kita bertemu..". Ucap wanita di telefon.

"Aku akan mengirim alamat, pergilah ke alamat yang ku kirim, lalu kita bicara..". Jawabnya.

"Apa..? Maaf aku tidak bisa percaya.. Bisa saja kamu sebenarnya orang jahat yang mau berniat buruk? Maaf.. sepertinya aku harus menolak..". Jawabku tegas.

Wanita itupun mematikan telefon dan tiba-tiba.. Sebuah pesan pun masuk..

Wanita itu mengirimiku sebuah foto yang berisi foto seorang wanita cantik yang dandanannya terlihat lumayan elit sedang bersama mas Adrian di sebuah cafe.

Aku merasa terkejut dan memeriksa kapan foto itu di ambil, dan ternyata foto itu di ambil sekitar 8 tahun yang lalu. Saat itu aku bahkan belum mengenal mas Adrian. Dan pelan-pelan mencoba mencerna semuanya

Lalu muncul lagi sebuah pesan berisikan alamat rumah yang berada di kawasan elit, serta waktu pertemuan.

Sebenarnya mas Adrian punya rahasia apa..? Dan siapa wanita ini..?

Aku hanya terdiam masih dengan posisi berdiri setelah mendapatkan telefon itu, dan berfikir untuk benar-benar menemui wanita itu. Lagipula lokasi pertemuannya adalah di sebuah perumahan yang cukup elit. Pasti memiliki pengawasan ketat di sekitar area itu.

Jaga-jaga wanita itu berniat jahat, aku langsung menghubungi Dwi dan membuat rencana agar Dwi mengawasiku dari luar dan tetap di dalam mobil dekat dengan area lokasi pertemuan itu. Agar jika terjadi sesuatu nantinya, aku memiliki seseorang yang tau lokasiku dan amit-amit apabila hal buruk terjadi padaku nantinya, ada Dwi yang akan menungguku dan membantuku untuk kabur.

Aku harap, semua pertanyaan - pertanyaanku dapat segera terjawab.

Dan semoga saja tidak ada hal buruk yang akan terjadi..

Aku harus memberanikan diri untuk mengetahui semuanya..

Yang pasti, tanpa sepengetahuan mas Adrian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!