Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.
Shen Hao Feng.
Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.
Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.
Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Ilmu Dewa dari sebuah Prasasti Dewa
Sehari setelahnya, Shen Hao Feng menemui Chang Jia secara langsung di ruangan Kepala Sekte. Tentu saja tidak ada yang berani menghambatnya untuk masuk ke dalam.
Chang Jia berdiri dari duduknya dan memberi hormat padanya. "Guru..."
"Hm." Shen Hao Feng mengangguk lalu berhenti. "Chang Jia aku ingin dua murid terbaik untuk ikut aku. Dan aku ingin kau menekan kultivasimu hingga ranah Langit puncak."
Meski Chang Jia tidak mengerti namun patuh dengan perintahnya. "Ya guru, saya akan memenuhi keinginan guru. Tolong beri saya waktu."
"Hm ya." Shen Hao Feng berbalik pergi dari sana. "Aku akan kembali sore nanti." Dengan cepat Shen Hao Feng pergi dari sana.
Chang Jia menghela nafas pendek. "Aku merasakan bahwa aku akan terlibat dalam suatu hal." namun Chang Jia tersenyum. "Ya sudahlah itu lebih baik dari pada hanya duduk di kursi Sekte membosankan ini."
"Panggilkan aku Chen Ming dan Ning Mei!." Ucap Chang Jia dengan memberikan gelombang suara.
Lelaki muda bernama Chen Ming dan perempuan muda Ning Mei bergegas menemui Ketua Sekte.
"Kedua murid memberi hormat!."
Chen Ming dan Ning Mei memberi hormat serta salam.
"Hm." Chang Jia mengangguk. "Chen Ming, Ning Mei. Dengar, akan ada misi penting nantinya dan aku ingin kalian berdua ikut denganku. Selain itu Guru ku juga akan ikut."
Mata Chen Ming dan Ning Mei membelalak tak percaya.
"S-siap Ketua Sekte."
Dalam hati mereka, mereka tidak menyangka leluhur sekte akan pergi bersama mereka. Kemana mereka pergi itu tidak ada yang tahu sampai malam keberangkatan tiba.
Fei Xuen kali ini sebagai pemandunya juga berada di Langit Puncak hingga dia bisa masuk ke alam Prasasti Dewa. Chen Ming dan Ning Mei sendiri berada di tahap Bumi menengah selain iti Shen Hao Feng serta Chang Jia menekan kultivasi mereka juga ke ranah Langit puncak.
"Grandmaster. Saya akan membawa anda ke benua Hanxin." Fei Xuen bersama pasukan Kekaisaran yang tak terlalu banyak siap mengawal.
"Ohh baik, aku tidak akan menolak." Shen Hao Feng naik ke kuda yang di siapkan. "Fei Xuen aku tidak tahu kalau kau akan ikut."
Fei Xuen tersenyum canggung dan melihat yang lainnya sudah naik kuda juga. "Soal ini... Kaisar Shen Luo memaksaku untuk ikut. Jadi saya tidak punya pilihan selain menerimanya."
Shen Hao Feng mengangguk kecil. "Baiklah. Ayo berangkat, berapa lama lagi untuk sampai ke tempat Prasasti dewa?."
Fei Xuen bergegas naik ke kuda dan memulai perjalanan. "Kemungkinan akan sampai dalam 1 bulan dan Prasasti dewa akan terbuka satu bulan lagi. Jadi kita memiliki waktu yang cukup."
Shen Hao Feng mengerti dan rombongan mereka semakin jauh dari Istana sekaligus Sekte 8 Pedang Naga.
....
Sedangkan itu di Benua lainnya, Benua Feixun.
Seorang perempuan cantik dengan berbagai hiasan merah berapi dan pakaian yang serba merah dengan pedang merah menyala berdiri di medan datar penuh debu.
Di depannya terdapat ratusan ribu pasukan berzirah hitam membawa bendera Kekaisaran lain bukan dari Jiang, atau Zou.
"Prasasti Dewa akan terbuka sebentar lagi. Dan aku harus mengatasi anjing-anjing ini untuk bisa pergi." Ia menghela nafas kasar.
"Kenapa Kaisar peot itu selalu saja memaksaku sih?." Jing Yun seorang dari 8 Pedang Naga legendaris atau murid Shen Hao Feng.
Jing Yun mengelurkan pedang berapinya dan medan pasir terbakar dalam radius beberapa meter darinya.
"Hem..." Jing Yun berlari pelan. "Akan ku seleseikan ini dengan cepat." Bilahnya terbakar api membara.
"Siapkam formasi pertahanan!."
"Serang dengan formasi Harimau Langit!."
"Siap!."
Hampir 100.000 Pasukan bekerja cepat memasang perisai pada depan dan energi spiritual melindungi mereka dengan bentuk kubah.
"Formasi Harimau Langit!."
"Groarr!!..." Harimau Putih besar muncul dari dalam kubah dan seluruh tubuhnya mengandung listrik tinggi.
"Hmp." Jing Yun tetap melangkah tanpa gentar. "Sesuatu yang seperti itu tidak akan bisa mengalahkanku!." Jing Yun berpindah cepat ke depan perisai.
"Fire Sword: Domination!." Jing Yun menebas dar bawah ke atas dengan mengerahkan tenaga dominasi hingga formasi pertahanan pecah dalam sekejap mata dan ratusan pasukan terhempas.
"Hm!." Jing Yun mengoles bilah dengan jarinya.
"Gearr!!..." Harimau Langit menerjang Jing Yun namun Jing Yun menyimpan pedangnya dan mengerahkan pukulan spiritual berapi.
"Bom!..." Tinju itu meledakkan sosok Harimau Langit dan ribuan pasukan tewas akibat serangan balik itu.
Anting-anting, kalung maupun gelang Jing Yun bersinar api saat semua pasukan memilih menerjangnya langsung bahkan oleh ribuan tahap Langit puncak sekalipun.
30 menit berlalu dan Jing Yun mengusap darah di pedangnya dengan kain. "Selesai sudah..." Jing Yun berdiri dan jatuh dari tumpukan mayat manusia terbakar hingga hangus.
"Aku harus ke Benua Hanxin dengan segera." Jing Yun mengangkat tangan kanannya ke atas dan Naga Api besar muncul dari ruang membawa Jing Yun pergi menuju Benua Hanxin.
....
"Hiya! Haha!." Pria dengan aura membunuh pekat dari tubuhnya tertawa saat membunuh pedagang melintas.
"Hm..." Ia menjilati darah amis segar dari cakarnya. "Prasasti dewa akan keluar... Aku harus segera pergi."
Tanah terbelah dan dari pijakannya Ular iblis besar membawa dia pergi dengan patuh seolah dia adalah tuannya.
Banyak kekuatan besar dari tahap langit puncak dan Bumi yang pergi ke Benua Hanxin untuk masuk ke alam Prasasti Dewa. Merebut sumber daya berhaega, dan menemukan teknik peninggalan kuno.
....
"Hm..." Suara geraman tua rendah terdengar dari balik gua gelap. "Lukaku sebentar lagi akan sembuh... Untungnya Dewa Han tidak membunuhku melainkan mengurungku di Prasasti dewanya."
Iblis di dalamnya terkekeh puas dan saat ia keluar dan terlihat hewan iblis berkaki empat dengan 4 tanduk di wajah dan kepala.
"Aku sudah mencapai tahap Dewa Fana pertama. Dewa Langit di atas sana, tunggu saja. Aku Dewa hewan iblis. Mong Haochen akan menbunuh kalian semua!." Raungnya hingga alam banyak yang hancur.
....
Selama perjalanan berminggu-minggu akhirnya sampailah di tempat perkumpulan semua pihak untuk masuk ke dalam Prasasti dewa.
Selain kekaisaran Shen yang mengutus sedikit orang, sebaliknya Jiang dan Zou mengutus banyak pasukan. Sekte kecil maupun besar juga melakukan hal yang sama.
Mereka semua berada di tingkat langit puncak, jika di bawah ranah langit berhadapan dengan mereka maka di pastikan akan mati.
Shen Hao Feng membuka sebelah matanya tak tertarik. Ia hanya menunggu prasasti ini bercahaya untui terbuka.
Ketua Sekte besar di tempat ini tiba-tiba berkumpul. Sekte Heaven Cloud, Sekte Jiwa mayat, dan Sekte Dewa Agung.
Mereka berada di tahap Star menengah namun usia mereka sudah tua namun bukan itu yang Shen Hao Feng pedulikan.
"Dengan ini sesuai tradisi, prasasti akan di buka setiap 10 tahun sekali. Terdapat banyak bahaya dan hukum alam menantang keras orang dengan tahap melebihi langit puncak!."
"Jika ada yang melebihi langit puncak kalian tidak boleh masuk kecuali menekan kultivasi kalian ke Langit puncak!."
Setelah memberi kalimat itu, ketiga ketua sekte menggunakan ajaran formasi dari tradisi ke tradisi untuk menyalakan kalimat kuno di Prasasti dewa.
Bagi orang biasa benda itu tidak bisa dibaca namun bagi Shen Hao Feng itu adalah ilmu tak ternilai harganya!.
"Selama jutaan Era, Dewa langit berkuasa atas segalanya." Baru Shen Hao Feng membaca bait pertama ia justru masuk ke ilusi dimana Dewa besar hidup di alam semesta.
"Namun Dewa Langit tidak memiliki batasan dan pertempuran tidak pernah berkahir dengan Iblis sejati. Hingga menciptakan ledakan keras dan menciptakan miliaran Planet hidup tersebar dimana-mana."
Shen Hao Feng terbelalak lagi saat perang Dewa dan Iblia di alam semesta membuat kerusakan besar bahkan mereka menggunakan teknik yang belum pernah Shen Hao Feng mengerti.
"Di prasasti ini, aku Dewa Han mengukir teknik terkuatku. Siapa saja yang bisa memahaminya maka dialah pemiliknya." Sosok Dewa Han yang agung tidak kalah dengan sosok Dewa Fana dari Shen Hao Feng muncul.
"Teknik ini bernama 3 Tubuh Dewa. Teknik pertama, selama ada Spiritual maka Dewa memiliki keabadian. Tenik kedua, serangan ruang. Selama ada ruang maka Dewa bisa berpindah kemanapun yang dia mau. Teknik ketiga sekaligus berbahaya adalah Potongan Sungai Surga."
"Shh..." Shen Hao Feng mendesis dengan nama teknik terakhir. Dua teknik lain terdengar biasa namun ini sangat luar biasa.
Dewa Han memakai pedang hitamnya bagian dari Semesta lain untuk melalukan tebasan potongan sungai surga. Tebasan itu menerjang puluhan planet dan terus merusak kehidupan di jalurnya.
Shen Hao Feng melihat teknik ini dengan tak percaya. "Mungkin saja memahami ketiga teknik Dewa ini aku bisa menerobos." Pikirnya dari hati.