NovelToon NovelToon
Talakmu, Kebebasanku

Talakmu, Kebebasanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Mia menikah muda di usia dua puluh satu tahun dengan Edo, pria yang tiga tahun lebih muda darinya. Awalnya, perbedaan usia bukanlah masalah. Satu tahun pertama pernikahan mereka dipenuhi cinta, tawa, dan mimpi sederhana sebagai pasangan muda.

Namun, setelah tiga tahun, semuanya berubah.

Edo yang pemalas mulai menggantungkan seluruh kebutuhan hidup kepada Mia. Sementara Edo menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang.

Yang lebih menyakitkan, Edo merasa dirinya lebih berharga hanya karena lebih muda. Ia tak segan menghina Mia, menyebutnya tua, membandingkannya dengan perempuan lain, bahkan berkali-kali melakukan kekerasan. Keluarga Edo juga selalu membela Edo, menyebut Mia beruntung bersuamikan lelaki yang jauh lebih muda.

Mia terpuruk.

Hingga akhirnya ia sadar dan tak lagi menjadi wanita lemah.

"Aku pernah mencintaimu sampai lupa mencintai diriku sendiri. Tapi sekarang, aku memilih mencintai diriku sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Suara alarm dari ponsel Mia berbunyi nyaring. Perempuan itu segera membuka mata. Begitu teringat hari ini adalah hari gajian, wajahnya langsung dihiasi senyum. "Alhamdulillah... akhirnya gajian juga," gumam Mia sembari bangkit dari kasur. Rasa lelah yang biasanya terasa begitu berat setiap pagi seakan sedikit berkurang. Ia segera melipat selimut, kemudian bergegas mengambil mukena untuk menunaikan salat Subuh.

Selesai beribadah, Mia duduk sejenak di atas sajadah. Ia menengadahkan kedua tangan. "Ya Allah, berkahi lah rezekiku hari ini. Cukupkan untuk kebutuhan rumah, untuk membayar semua keperluan, dan kalau masih ada lebih... izinkan aku menabung sedikit." Mia tersenyum kecil. "Dan semoga aku bisa mengirim uang untuk adikku."

Setelah berdoa, Mia bangkit dan mulai bersiap. Ia mandi, mengenakan pakaian kerja, sarapan lalu merapikan kerudung di depan cermin kecil yang tergantung di dinding kontrakan. Hari ini langkahnya terasa lebih ringan. "Semangat, Mia. Hari ini gajian," ujarnya kepada bayangan dirinya sendiri sambil terkekeh kecil. Ia memeriksa dompet dan memastikan kartu ATM-nya tersimpan dengan baik. Setelah itu, Mia memasukkan beberapa barang penting ke dalam tas.

Sebelum berangkat, pandangannya sempat jatuh pada empat buah mangga dan beberapa bungkus kue pemberian Rifki yang masih tersimpan di dapur. "Aku bawa satu buat bekal nanti, ah." Mia mengambil satu bungkus kue, memasukkannya ke dalam tas, lalu menutupnya kembali. Ia mengenakan sepatu, mengambil kunci kontrakan, kemudian keluar.

Begitu pintu dikunci, Mia menghirup udara pagi dalam-dalam. "Bismillah." Berjalan Mia menuju jalan utama dengan langkah ceria. Wajahnya terlihat jauh lebih bersemangat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Di dalam hati, Mia sudah mulai menghitung-hitung kebutuhan yang harus dipenuhi setelah menerima gaji. "Buat bayar kontrakan, kebutuhan dapur, cicilan motor, nabung dan kirim uang buat Ibu di kampung," gumamnya. Setelah itu, ia teringat Edo. "Dia pasti bakal pulang hari ini dan minta uang." Senyum Mia sempat memudar, tetapi ia segera menggelengkan kepala. "Sudahlah. Nggak usah mikirin itu! Pokoknya mulai hari ini, aku harus tegas sama Edo. Nggak boleh lesu lagi. Dia juga punya gaji sendiri," putusnya tak ingin memikirkan masalah rumah tangganya.

Beberapa menit kemudian, sebuah angkot berwarna biru yang menuju kawasan industri melintas. Mia segera mengangkat tangan. "Bang!" Angkot itu berhenti. Mia naik dan memilih duduk di dekat jendela. Sepanjang perjalanan, senyum tipis masih menghiasi wajahnya. Hari ini ia akan menerima hasil jerih payahnya selama sebulan penuh.

______

"Hang, nanti malam gue nggak nginep dulu ya, di rumah lo. Gue mau minta duit dulu ke bini gue. Dia gajian." Edo terkekeh sambil menepuk-nepuk pahanya senang.

"Wihhh!" Ohang bertepuk tangan. "Oke, Do. Santai. Lagian nanti malam, gue mau pergi sama Salma."

Edo membulatkan mata, "Wah, mau kencan ya?"

"Hooh." Ohang mengangguk. "Gue mau menemani dia sampai pagi, Do." Ucapan itu diakhiri tawa.

"Keren, Sobat!" Tepukan keras mendarat di bahu Ohang. "Kerjai dia sampai hamil." Edo tergelak.

"Ya jangan sampai bunting atuh, Do. Gue kan nggak mau menikah dalam waktu dekat. Gue masih pengen main-main. Masih pengen bebas, hahaha!"

"Setuju! Gue juga jenuh nih menjalani rumah tangga. Apalagi sama istri kek modelan Mia. Udah tua, cerewet, pelit, nggak bisa dandan, nggak menarik lagi. Apes deh pokoknya!"

Ucapan itu disambut tawa oleh Ohang. "Udah ah, mending sekarang kita berangkat kerja. Udah mau jam tujuh nih."

"Oke, ayo!"

Dua lelaki itu pun keluar dari rumah menuju pabrik topi yang berada tak jauh dari sana.

Sepanjang perjalanan, Edo sudah membayangkan Mia akan memberikannya uang yang jauh lebih banyak dari bulan kemarin. Lalu uangnya akan ia gunakan untuk membeli cincin yang diinginkan Bela. "Ah, rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera pulang ke kontrakan dan meminta uang pada si Mia," batinnya tak sabar.

_______

Menjelang jam istirahat, suasana di semua Line mulai sedikit lebih ramai. Para operator masih sibuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing ketika admin datang membawa setumpuk kertas.

Keadaan Line lima pun tak kalah ramai. Susi, admin Line lima berseru, "Minta perhatiannya sebentar teman-teman!" Suara mesin jahit yang sebelumnya terdengar mendominasi ruangan perlahan berhenti. Para operator pun mengalihkan perhatian kepada Susi yang berdiri di ujung line. "Hari ini slip gaji akan dibagikan. Tolong dicek masing-masing. Untuk gajinya, silakan cek di ATM terdekat."

Seketika wajah para operator berubah ceria.

"Wah, gajian!"

"Alhamdulillah!"

"Pas banget, udah mau istirahat!"

Susi kemudian mulai membagikan slip gaji satu per satu kepada para operator. "Mia Anggia."

Mia segera menerima selembar kertas tersebut dengan senyum lebar. "Terima kasih, Bu."

"Sama-sama."

Mia langsung melihat slip yang ada di tangannya. Matanya bergerak membaca satu per satu angka yang tercetak di sana. Gaji pokok, uang lembur, kemudian beberapa potongan. Ia menghitung cepat jumlah gaji bersih yang akan diterimanya. "Alhamdulillah..." gumamnya lega.

Neneng yang duduk tak jauh darinya ikut mendapatkan slip gaji. Begitu menerimanya, perempuan itu langsung mendekat kepada Mia. "Mia, ayo ke ATM sekarang!" ajak Neneng penuh semangat.

Mia tertawa kecil. "Iya, Teh, ayo. Aku juga penasaran sudah masuk atau belum."

"Pasti sudah. Tapi kita jangan makan dulu. Kita cek gaji, baru cari makan."

"Iya, Teh."

Keduanya segera membereskan pekerjaan dan menyimpan slip gaji masing-masing dengan hati-hati. Setelah memastikan mesin jahit dan perlengkapan kerja sudah aman, Mia mengajak Neneng ke loker untuk mengambil tas. "Yuk, Teh!" Keduanya bergegas dan setelah mengambil tas, Mia dan Neneng berjalan keluar menuju ATM terdekat yang ada di sekitar pabrik.

Beberapa karyawan lain juga tampak melakukan hal serupa. Hari gajian memang selalu membuat suasana pabrik terasa lebih hidup.

"Aku mau langsung narik ah. Uangnya mau aku bagi-bagi," kekeh Neneng.

"Sama, Teh. Aku juga mau langsung diambil saja. Banyak sekali yang harus aku bayar," timpal Mia.

Tak lama kemudian, mereka tiba di area ATM. Beberapa karyawan sudah lebih dahulu mengantre.

"Wah, ramai juga," keluh Neneng.

"Namanya juga hari gajian, Teh," jawab Mia terkekeh.

Mereka pun berdiri di barisan sambil menunggu giliran. Sesekali Mia meraba dompetnya untuk memastikan kartu ATM masih tersimpan di tempatnya. Hari ini ia hanya berharap satu hal.

Semoga gajinya cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tanpa membuatnya kembali kesulitan sampai akhir bulan.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Mia bisa mengecek gajinya, dan tanpa membuang waktu, ia segera mengambil sebagian besar gajinya dan menyimpan sebagian lagi untuk nanti dikirim ke ibunya di kampung. "Alhamdulillah. Bulan ini... aku bisa menabung lebih banyak dari bulan kemarin, dan alhamdulillah juga... aku bisa ngirim uang buat jajan Malik. Tapi besok aja deh ngirimnya. Aku harus telepon Ibu dulu." Mia menyudahi aktivitasnya, mengambil kembali kartu ATM-nya dan segera keluar, karena di belakangnya, antrean sudah sangat panjang.

______

"Perhatian semuanya! Sebelum kalian istirahat makan siang, saya ingin menyampaikan pengumuman, jika hari ini... semua karyawan harus lembur! Terima kasih atas perhatiannya!" Pengumuman dari pengeras suara itu usai.

"Ah, sial! Lembur lagi!" rutuk Edo memukul meja kerjanya.

Jajang yang ada di depannya menoleh cepat, "Kenapa marah-marah, Do? Justru sering lembur itu bagus. Gaji kita minggu depan jadi nambah."

"Gue ada urusan, Jang. Hari ini, tadinya gue mau pulang cepat. Istri gue gajian."

Jajang mengerutkan kening. "Apa hubungannya lembur sama istri gajian?"

"Dia mau minta duit ke bininya, Jang!" serobot Ohang dari belakang.

"Anjing lo!" Edo mengumpat sambil berbalik dan melemparkan botol minumannya ke Ohang, tetapi lelaki itu berhasil menangkapnya.

Jajang tak berkomentar dengan perkataan, ia hanya menggelengkan kepala pelan.

Bel tanda istirahat berbunyi, semua karyawan dan karyawati CV Topi Jaya Mandiri pun berhamburan keluar.

_____

"Mi, kamu mau langsung pulang atau belanja dulu?" tanya Neneng sesaat setelah jam kerja berakhir.

"Belanja dulu, Teh. Sekalian mau bayar cicilan motor," jawab Mia seadanya.

"Ya udah atuh, kalau gitu aku duluan ya. Suami dan anakku udah nunggu di depan." Neneng berpamitan.

"Iya, Teh." Mia mengangguk dan melambaikan tangan. Setelah mengelap mejanya, Mia juga bergegas keluar.

Saat melewati tangga yang menghubungkan ke lantai dua, tempat ruangan administrasi berada, seseorang memanggil Mia, wanita berkerudung biru tua itu mendongakkan kepala. "Bu Susan lagi," batin Mia agak cemas. "Iya, Bu, ada apa?"

"Tunggu sebentar, Mia. Saya mau bicara," kata Susan sembari menuruni tangga.

Mia menunggu dengan perasaan was-was. "Aduh, jangan-jangan Bu Susan mau nanya-nanya soal A Iki lagi," tebak Mia dalam hatinya.

Perempuan berpakaian formal nan rapi itu akhirnya sampai di depan Mia.

"Ada apa, ya, Bu?"

"Ada hal penting yang ingin saya tanyakan ke kamu, Mia. Tapi tidak di sini. Ayo ikut saya ke belakang pabrik." Susan berbisik.

"Iya, Bu." Tanpa banyak bertanya, Mia mengangguk. Banyak hal yang harus ia lakukan, dan tak mau membuang waktu.

Susan berjalan lebih dulu, diikuti Mia. Sampailah dua wanita itu di halaman belakang pabrik.

"Mia, saya tidak akan berbasa-basi, saya mau tanya ke kamu, ada hubungan apa kamu sama Rifki OW? Karena beberapa malam yang lalu, saya melihat kamu pulang bersama dia. Saya bertanya seperti ini ke kamu, karena saya dan Rifki sedang melakukan penjajakan." Suara Susan tegas dan jelas. Raut wajahnya nampak sedikit ketus.

Mia menelan ludah, dugaannya seratus persen benar. Dengan lantang ia menjawab, "Sesuai yang saya jelaskan waktu itu, Bu. Kalau saya dan A Iki tidak ada hubungan apa pun. Murni tetanggaan. Dan untuk malam itu..." Mia menjelaskan secara panjang lebar, sesuai kenyataan. Tak lupa juga dia mengatakan statusnya yang sudah bersuami.

Susan sedikit membeliakan mata, "Lho, jadi kamu sudah menikah?"

"Sudah, Bu."

"Tapi di KTP Kamu... kamu tercatat masih lajang?" Mata Susan menyipit.

Mia menghela napas berat, mau tak mau, ia harus menjelaskan semuanya. "Jadi saya menikah dengan suami saya di bawah tangan, Bu. Kami belum meresmikan pernikahan kami di KUA."

Bibir Susan membulat. "Owwww..."

"Sebelumnya saya minta maaf ya, Bu. Tapi saya tegaskan sekali lagi, kalau saya dan A Iki tidak ada hubungan apa pun. Saya ikut senang mendengar Ibu dan A Iki sedang melakukan penjajakan. Semoga prosesnya lancar dan bisa sampai ke jenjang yang serius," ucap Mia mendoakan.

Rasa kesal dan marah yang tadi menyentak dada Susan, perlahan menghilang setelah mendengar penjelasan Mia. Gadis itu pun tersenyum kikuk. "Aamiin, Mia. Terima kasih atas doanya. Tapi saya minta satu hal ke kamu, tolong jangan cerita ke Rifki, ya, kalau saya mengatakan hal ini ke kamu?" pintanya.

"Iya, Bu. Tenang saja. Saya tidak akan bilang ke dia, kok."

Susan tersenyum lega. "Ya sudah, kamu boleh pergi."

Mia undur diri, setengah berlari ia meninggalkan halaman belakang pabrik itu. "Ya Tuhan... ternyata Bu Susan memang suka sama A Iki. Tapi dia memang serasi sih. A Iki tampan, mapan... Bu Susan juga cantik, pintar dan mapan juga. Mereka pasangan yang serasi," gumam Mia dalam hati. Ia tiba di depan pabrik dan langsung keluar gerbang, angkot biru sudah menunggunya, Mia segera masuk. "Ke indomaret dulu ah. Belanja sama bayar cicilan motor."

Dalam hitungan menit, uang di dompet Mia berkurang. Yang tadinya berjumlah puluhan, kini tinggal pas-pasan. Tapi ia bersyukur karena semua kebutuhan sudah tercukupi. Mia keluar dari indomaret, menjinjing beberapa keresek berisi kebutuhan dapur dan kebutuhan pribadinya. Juga beberapa camilan untuk memanjakan perut. Ia naik lagi ke angkot untuk pulang ke kontrakan. "Alhamdulillah, sekarang tinggal bayar kontrakan, listrik dan beli beras." Hati Mia bersuka cita.

Tak lama kemudian, angkot yang ditumpangi berhenti di depan gang menuju kontrakan. Mia turun setelah membayar ongkos.

Langkahnya sore itu terasa amat ringan. Sampai membuka pintu kontrakan pun berbunga-bunga.

Mia menata semua barang belanjaannya dan ia segera bersih-bersih.

Ia merebah sejenak sambil bersiap menelepon ibunya, mengabarkan kalau dia mau mengirim uang untuk ditabung dan untuk jajan adiknya. Tapi belum sempat ponsel itu menempel ke telinga, suara motor Edo terdengar, jantung Mia tersentak, ketenangan yang tadi ia rasakan, sirna dalam sekejap mata.

1
nunik rahyuni
lanjuut thor ..pingin liat versi edo setelah diusir ...🤣🤣🤣laki kok ssmpe diusir. itu tandanya lakianya g modal g becus g guna mokondo benalu gpokoknya g ada baik2 nya ...biar tau rasa busuk si otong lumpuh layu 😅😅😅😅
Ama Apr: Pasti kk, nantikan sj
total 1 replies
Dartihuti
Nikmati hasil jerih payahmu Mia bahagia ...laki mokondo ky Eduuu ...tinggal nunggu penyesalannya betulkah dng mudah dpt'i cewek lbh dr mu?krn merasa ganteng,tgl tar blg'i ...makan tu gantengmu
😁😁🤭
Ama Apr: Ganteng doang nggk ada duit dan nggak mau kerja mh buat apa ya. Wajah ganteng tk akan bisa mengenyangkan perut🤣
total 1 replies
Lucy
syukurlah Mia kau bisa menikmati hasil jerih payahmu sendiri tanpa berbagi dgn Edo bayar tagihan motornya🤣🤣
Ama Apr: iya kk🥰
total 1 replies
Ma Em
Mia kamu harus cepat move on lupakan laki mokondo dan selalu bahagia setelah berpisah dgn Edo , semoga dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik yg cinta dan sayang pada Mia , Edo pasti menyesal dan akan dapat karmanya karena sdh jahat pada Mia dan selalu menyiksanya .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
nunik rahyuni
kok cuma fikit thor. lanjuuuuy thooor
si setan edo kenapa g di bikin nyungsep aja sih thor ..laju laju membawa kendraan trus nyungsep luka luka hilang lah ketampanan yg di banggakanya👍👍💪
Ama Apr: hehe, iya, nnti lnjut lg
Ah, jng dlu lah, aku mau buat dia pusing 7 keliling dulu🤣
total 1 replies
Lucy
lanjut thor😃Mia ceritakan KDRT yg di lakukan Edo terhadapmu jgn hnya talak 3 yg kau ceritakan, semua kau ceritakan ke org tuamu biar mereka paham👍
Ama Apr: Pasti Kk. Oke
total 1 replies
nunik rahyuni
gpp janda asal bahagia ...bebas dari laki mokondo..👍
Ama Apr: betul tul
total 1 replies
Ma Em
Mia jadi janda bkn aib daripada hdp Mia tersiksa lbh baik berpisah dgn Edo benalu sok kegantengan banget , ganteng kalau kere juga cewe mandi kir dia kali atuh , semoga Mia bahagia setelah bercerai dgn Edo dan dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik cinta dan sayang juga bertanggung jawab pada Mia jgn seperti seperti si Edo .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
EmakKece
mending jd janda terhormat, drpada hidup sm manusia jelmaan iblis mia
Ama Apr: Iya bnr, bebas2 make uang sendiri
total 1 replies
Lucy
lebih baik JD janda Mia drpd di pukuli dan diselingkuhi oleh Edo 🤭JD janda LBH bahagia mia🤣🤣🤣
Ama Apr: ahihihi🫰
total 9 replies
EmakKece
Triple Up thor 🤭
Ama Apr: haha nanti2 y kk aku blum nabung bab🤭
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Mia terbebas dari Edo si mokondo benalu yg tdk tau diri maunya cuma porotin uang Mia doang , semoga Mia makin sukses setelah bercerai dari si benalu biar saja pasti Edo yg akan menyesal karena sdh membuang ATM berjalan nya .
Ama Apr: Aamiin, tinggal mia menikmati hidup sekarang
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
sudah lega ya Mia, biarin ntar hidupnya si edo blangsak 😆
Ama Apr: Iya lagi, siapa yg byr cicilan motor🤣
total 1 replies
Ma Em
Syukur Alhamdulillah akhirnya Mia sdh lepas dari Edo suami benalu sukanya selingkuh tdk tau diri , semangat Mia semoga Mia bahagia dan sukses setelah berpisah dgn Edo .
Ama Apr: Aamiin, makasih kk🥰
total 1 replies
Nice1808
Akhirnya mia bebas dr Edo bangsat🤣🤣🤣
Ama Apr: iya hehe
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
othoooooorrr...q padamu alapiyu se keboooonnn lap lap lap pokok nya❤️❤️❤️meskipun sabuk hitam🥋 si mia gk dikeluarkan🤣🤣🤣🤣🤣
Ama Apr: Haha iya kk, nyaris hilang nyawa dia. Tp sudah lah ya, edo bebas juga
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
Alhamdulillah akhirnya cerai juga😤
Ama Apr: Walau nyaris bbk belur
total 1 replies
EmakKece
gak disini gak di cerita satunya, aku misuh2 mulu perasaaan. emang dasar si othor mah 🤧
Ama Apr: maaf y kk🤭
total 1 replies
EmakKece
laki ky kamu sempurna??? dasar gendeng !!
Ama Apr: biasa NPD🤣
total 1 replies
Dartihuti
Mokondo...kerasukan di lawan,bkn bukti" di tranfer ke hp'm ih ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!