NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Suinggg!

Sebuah suara berdenging pelan tiba-tiba terdengar di telinganya.

Tommy mengangkat kepalanya dengan bingung.

Cahaya biru terang tiba-tiba memancar dari ruang kosong tepat di depan wajahnya.

"Apa ini?" Tommy memundurkan kursinya dengan kaget.

Cahaya itu perlahan membentuk sebuah layar persegi panjang transparan yang melayang di udara.

Layar itu terlihat seperti layar antarmuka dari sebuah video game.

Tommy menggosok matanya berulang kali, mengira ia sedang berhalusinasi karena terlalu stres.

Tetapi layar biru itu tetap ada di sana, tidak menghilang.

Beberapa baris teks perlahan muncul di atas layar biru tersebut.

[PROSES PEMINDAIAN SELESAI.]

[SISTEM IQ TAK TERBATAS TELAH AKTIF.]

Tommy membaca tulisan itu dengan mulut sedikit terbuka.

"Sistem IQ Tak Terbatas?" gumamnya dengan nada tidak percaya. "Apa aku sudah gila sekarang?"

Teks di layar biru itu kembali berubah.

[MENAMPILKAN STATUS PENGGUNA SAAT INI.]

[Nama: Tommy Nugroho]

[Umur: 17 Tahun]

[IQ Saat Ini: 78 Kategori: Sangat Rendah/Bodoh]

Tommy tersenyum kecut melihat tulisan tersebut.

"Bahkan halusinasi ini pun ikut-ikutan mengejekku bodoh," ucap Tommy sambil tertawa hambar.

Ting!

Suara notifikasi yang jernih tiba-tiba terdengar dari layar tersebut.

Teks baru muncul dengan warna merah yang berkedip-kedip.

[MISI PERTAMA TERSEDIA.]

[Misi: Pecahkan 10 soal matematika dasar di buku paketmu dalam waktu 30 menit.]

[Hadiah: Peningkatan IQ sebesar +10 poin.]

[Hukuman jika gagal: Penurunan IQ sebesar -10 poin.]

Tommy menatap layar itu dengan dahi berkerut.

"Ini aneh sekali," batinnya sambil memperhatikan buku matematika di atas mejanya.

Meskipun ia yakin ini hanyalah halusinasi akibat kurang tidur, rasa penasarannya mengalahkan akal sehatnya.

"Toh tidak ada salahnya mencoba," gumam Tommy pelan.

Ia mengambil pensilnya kembali dan melihat sepuluh soal matematika di halaman yang sedari tadi membuatnya menangis.

Waktu di pojok layar biru itu mulai menghitung mundur dari tiga puluh menit.

Tommy mulai mengerjakan soal pertama.

Anehnya, saat matanya melihat soal tersebut, sesuatu di dalam kepalanya seakan terhubung.

"Tunggu, bukankah ini rumus yang ada di halaman dua belas?" batin Tommy terkejut.

Ingatannya yang biasanya kabur tiba-tiba menjadi sangat jelas.

Ia menuliskan rumus itu di kertas coretannya dan mulai menghitung.

Srak! Srak! Srak!

Suara pensil beradu dengan kertas memecah keheningan kamar.

Hanya dalam waktu tiga menit, Tommy berhasil menyelesaikan soal pertama.

Ia segera beralih ke soal kedua.

Soal kedua terasa sedikit lebih sulit, tetapi Tommy entah bagaimana bisa memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Pikirannya terasa lebih ringan, meski masih ada kesulitan.

Dua puluh menit kemudian, Tommy meletakkan pensilnya dengan napas terengah-engah.

Ia menatap sepuluh jawaban di atas kertasnya dengan perasaan tidak percaya.

"Aku... aku menyelesaikannya?" bisik Tommy dengan tangan gemetar.

Ting!

Layar biru di depannya kembali mengeluarkan suara notifikasi.

[MISI SELESAI.]

[Evaluasi: 10 jawaban benar. Waktu tersisa: 9 menit 12 detik.]

[Mengirimkan hadiah...]

[IQ pengguna meningkat +10 poin.]

[IQ Saat Ini: 88 Kategori: Rata-rata Bawah]

Sesaat setelah teks itu muncul, Tommy merasakan sensasi dingin yang sangat aneh mengalir dari ubun-ubunnya menyebar ke seluruh kepalanya.

Rasa pusing dan penat yang sejak tadi menyiksanya tiba-tiba lenyap tanpa sisa.

Matanya terasa lebih jernih, dan pikirannya terasa sangat ringan, seolah ada beban berat yang baru saja diangkat dari otaknya.

Tommy menatap buku matematikanya lagi.

Soal-soal yang tadinya terlihat seperti bahasa alien, kini tiba-tiba terlihat masuk akal baginya.

Ia membalik halaman ke soal-soal tingkat lanjut.

Hanya dengan membaca sekilas, otaknya langsung merespons dan menyusun cara penyelesaiannya dengan cepat.

"Ini tidak mungkin," gumam Tommy dengan mata terbelalak lebar.

Ia berlari ke arah rak bukunya dan mengambil buku pelajaran fisika yang tidak pernah ia sentuh.

Tommy membuka halaman acak tentang hukum termodinamika.

Ia membacanya sekali.

Hanya sekali.

Lalu ia menutup buku itu.

"Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya," ucap Tommy dengan lancar tanpa terbata-bata sedikit pun.

Ia mengingat semuanya.

Setiap kata, setiap titik, dan setiap koma dari halaman yang baru saja dibacanya terekam sempurna di dalam kepalanya.

Tubuh Tommy bergetar hebat.

Ia menatap kedua tangannya dengan perasaan campur aduk antara takut dan bahagia.

"Ini bukan halusinasi," bisiknya dengan suara serak menahan tangis. "Sistem ini nyata."

Layar biru itu masih melayang diam di depannya.

Tommy menatap layar itu dengan tatapan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.

Mata yang biasanya terlihat sayu dan penuh ketakutan itu, kini memancarkan percikan kecerdasan yang tajam.

"Sistem IQ Tak Terbatas," gumam Tommy perlahan.

Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Kehidupannya sebagai Tommy si bodoh yang selalu ditindas baru saja berakhir malam ini.

Tetapi ia menyadari satu hal yang sangat penting.

Jika ia tiba-tiba menjadi jenius besok pagi, semua orang pasti akan curiga dan itu akan mendatangkan masalah besar yang belum siap ia hadapi.

"Tidak," batin Tommy sambil tersenyum tipis. "Besok, aku tetaplah Tommy si bodoh."

Biar mereka semua tertawa sekarang.

Karena dari balik bayang-bayang kebodohannya, Tommy akan mulai memutarbalikkan dunia mereka.

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!