Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Namaku Xiu Ren
Aku mondar-mandir belum mandi dan tubuhku masih bau arak semalam, rambutku berantakan.
Pangeran Fang dengan santainya pergi mandi,
Setelah mandi dia sudah berpakaian rapi.
Diluar menunggu Permaisuri Raja dan Putri Nay, mereka akan menyebutnya ini scandal.
Dimana aku harus menaruh mukaku anak seorang Mentri.
"Kau tidak mandi?" tanya Pangeran Fang yang sudah wangi.
"Dimana pakaianku kalau aku mandi sekarang" kataku.
"Mandilah dulu, pakaianmu masih banyak tertinggal di kamar sebelah" kata Pangeran Fang, aku lupa kalau aku pernah tinggal di Istana karena terlalu panik.
"Aku mandi, minta dayang mengantarkan untukku ya..." kataku.
Aku menumpang mandi di kamar mandi Pangeran.
Aku menggunakan kain penutup tubuh,
"Mana pakaianku?" kataku dari kamar mandi.
Aku terkejut yang menyerahkannya Pangeran Fang.
"kenapa tidak kau suruh dayang" mataku melotot pada Pangeran Fang.
"dayang merapikan tempat tidur yang berantakan, cepatlah kita di tunggu" kata Pangeran Fang.
Aku keluar tanpa riasan rambut masih bergulung.
yang terpenting aku sudah wangi sabun.
**
Permaisuri Raja dan Putri Nay sudah lama menunggu.
Mereka menikmnati teh di bawah pohon taman depan Istana Pangeran Fang.
Aku mengikuti Pengeran Fang dari belakang, sudah terlanjur malu.
"Ada apa Ibunda Permaisuri datang ke kediaman hamba pagi-pagi" kata Pangeran Fang dengan santai.
Permasuri Raja menatap Pangeran Fang, dan aku masih mengintip berlindung di belakang.
"Xiu Ren, duduklah kemari" kata Permaisuri Raja.
Putri Nay menunjukan ekspresi tidak suka, terlihat jelas dia cemburu.
Mungkin dia berpikir yang tidak-tidak semalam.
Aku duduk, dan Pangeran Fang mengambil posisi duduk di sebelahku.
"Ibunda, apa yang ibunda lihat tadi memang benar adanya" kata Pangeran Fang tiba-tiba.
Aku menginjak kakinya dengan kuat, tapi dia seolah tidak merasa sakit.
"Jadi, bagaimana?" tanya Permaisuri Raja.
"Aku akan meminta titah Raja untuk menikahi dia" kata Pangeran Fang menoleh padaku dan aku juga menoleh pelan.
Aku jadi gemetaran, bukankah ini yang kuinginkan, merubah nasib Xiu Ren.
"Aku akan menikahi dia menjadi Permaisuriku" kata Pangeran Fang meraih jariku dan aku meremasnya kuat karena terkejut.
"Per...mai..suriii?" tanya Putri Nay lirih menghentikan gerakan tangannya yang hendak meminum teh.
"Pangeran Fang, bukankah terburu-buru jika mengambil Xiu Ren sebagai permaisuri?" tanya Permaisuri Raja dengan santai, aku mulai berpikir pasti dia mendukung karena aku keponakannya.
"Ibunda sudah lihat sendiri kejadian hari ini, aku orang yang bertanggung jawab membawa gadis untuk menghabiskan malam denganku semalam" kata Pangeran Fang mempermalukanku.
Aku hampir tidak bisa bernapas, menepuk-nepuk dadaku agar ada ruang oksigen masuk.
"Kau kenapa Xiu Ren?" tanya Permaisuri Raja.
Aku menggeleng menunduk malu, tidak tau haru berkata apa.
"Baiklah..." kata Permaisuri.
"Tapi..." kata Putri Nay, merasa gagal dipilih menjadi Permaisuri.
"Kupikir Nay kelak akan menjadi selirmu?" tanya Permaisuri Raja terang-terangan.
"Untuk saat ini Permaisuri dulu, kelak kita memilih selir" kata Pangeran Fang dengan santai.
Wajah Putri Nay memerah, aku tau perasaannya pasti sedih.
"lagipula aku harus bertanggung jawab, akan muncul rumor di Istana setelah hari ini, dia juga sudah menemaniku dari awal kelumpuhanku mana mungkin aku memilih yang lain" kata Pangeran Fang.
"Baiklah kalau itu maumu, aku akan minta Ayahmu membuat titah lamaran ke Kediaman Mentri Keuangan" kata Permaisuri Raja dengan tenang, dia tersenyum melihatku.
Rasanya tidak karuan di permalukan, Permaisuri Raja dan Putri Nay pergi di dampingi dayang-dayang istana.
**
Aku melepaskan genggaman tangan Pangeran Fang, "Apa maksudmu dengan Permaisuri? Aku tidak mau menikah" kataku.
Pangeran Fang menggeleng kepala, "Oh, jadi kau mau tetap berpesta di jalanan" katanya bermaksud menyindir aku pergi pesta dengan banyak pria.
"dengarkan aku baik-baik, tidak terjadi apa-apa semalam. Aku sudah memeriksa tubuhku saat mandi, jadi jangan terlalu mengada-ngada" kataku.
"Tapi Permaisuri melihat kita bermesraan" kata Pangeran Fang mempermainkanku dengan menahan senyum.
"Kau mau menertawakan aku kan?iya kan? jelas-jelas kau mencekik leherku tadi" kataku mengelak.
"terserah...yang pasti lamaran akan segera datang" kata Pangeran Fang melangkah meninggalkan aku di taman dia melangkah ke kediamannya.
Aku menyusul, " Aku mau pulang sekarang" pintaku
"Boleh, dengan kuda atau naik kereta, nona gadis pembawa lentera?" tanya Pangeran Fang.
"Namaku Xiu Ren" kataku menatapnya marah.
"Baiklah, kau pulang naik kereta" kata Pangeran Fang tidak perduli kata-kataku.
**
"Ayah, Ibu...bagaimana ini...." kataku mengadu.
"Xiu Ren kau memang ke kanak-kanakan belum dewasa, tapi kenapa kau harus tidur di Istana" kata Ayah Xiu Ren
"Ayah, aku memang salah...aku mohon Ayah bantu aku menunda pernikahan...aku tidak mau" kataku.
"Beberapa bulan lalu kau tinggal di Istana merawat Pangeran Fang di dalam kamar, tapi kenapa serkarang baru jadi alasan pernikahan, jangan-jangan ada rencana Pangeran Fang memanfaatkanmu Putriku" kata Ayah Xiu Ren menunjuk-nunjuk.
Aku baru sadar, kenapa Permaisuri juga datang sepagi itu ke Istana Pangeran Fang, pasti sudah di perhitungkan.
"Ayah benar, kenapa sepagi itu Permaisuri Raja, datang ke kamar Pangeran Fang" kataku mengangguk.
"Sebaiknya terima saja menjadi Permaisuri Pangeran Fang, nasib baik" kata Ibu Xiu Ren.
"Ibu aku dijadikan pembantu di Istana itu...." rengekku.
"Kasihan anak ibu" kata Ibu Xiu Ren memelukku.
"Pangeran Fang serpertinya mau aku mundur dari pemilihan Perdana Mentri Istana" kata Ayah Xiu Ren.
"Benarkah yah?" kataku.
"Sepertinya dia menggunakkanmu agar menjegal karir Ayah" kata ayah Xiu Ren mengangguk-angguk.
Ternyata di awal aku sudah senang aku menolak menjadi selir diangkat menjadi Permaisuri Pangeran Fang karena unsur Politik, lalu bagaimana nasibku kalau aku menikah dengan Pangeran Fang pasti aku akan kembali ke duniaku di masa depan.
Aku tiba-tiba masih ingin bertahan di kehidupan nyaman ala kerajaan ini.
"Ayah akan membantumu menunda pernikahan,ayah akan memohon pertunangan" kata Ayah Xiu Ren.
"Betul, ayahmu pasti membantumu dengan bertunangan kau masih bisa tinggal di kediaman kita" kata Ibu Xiu Ren.
Aku sangat lega dengan solusi itu, Ayah Xiu Ren pergi ke istana.
**
Telah di sepakati, aku dan Pangeran Fang bertunangan.
Dua bulan kedepan musim semi, kami akan menikah.
kupikir otomatis cerita di dalam buku pun berubah, Xiu Ren menjadi permaisuri.
Pertunangan singkat diadakan di istana, tamu yang hadir hanya kerabat dekat istana, aku tidak melihat Putri Nay diundang.
Ayah Putri Nay hadir sebentar lalu pergi dengan alasan ada tugas di Kementrian Pertanian yang belum selesai.
Selesai upacara pertunangan aku mau kembali ke kediamanku.
"Kau kembali ke Istana?" kata Pangeran Fang.
"Dengar..kita hanya bertunangan belum menikah" bisikku.
"Aku sudah meminta Raja dan Permaisuri untuk menyetujuinya, apalagi kita sudah pernah bersama" kata Pangeran Fang.
"Tidak tau malu" kataku menginjak kakinya.
"Kakiku sakit kau injak" kata Pangeran Fang.
Aku tidak perduli aku berjalan duluan, mengantar kedua orang tuaku dan dayang kembali ke kediaman.
"Purtiku kami akan sering menengokmu" Ibu Xiu Ren menangis.
Aku akan di siksa begitu pikiran kami sekeluarga.
Aku tidak akan di siksa, aku bertekad akan menjaga diri.
Keluargaku sudah pulang keadaan sudah sepi, aku kembali ke kediaman Pangeran Fang.
Sama saja bohong, kenapa tidak langsung menikah saja kalau tinggal serumah.
**
Dia melihatku sebagai Xiu Ren, bukan Angelie Lee, jadi aku harus menyimpan dengan rapat perasaan Angelie lee.
Dikamar hanya kami berdua,
Pakaian dan barang-barangku sudah diapikan dayang,
Barang-barang seadanya besok seluruh barangku akan di pindahkan ke Istana Pangeran Fang.
"Kau tidak makan?" tanya Pangeran Fang makan hidangan di atas meja.
Aku juga ikut makan, Pangeran Fang mengambilkan daging ke mangkuk nasiku.
"Makanlah yang banyak" katanya.
Aku tersenyum, ternyata dia tulus perhatian.
"Agar kau bertambah pintar" kata Pangeran Fang.
Aku menghela nafas, mengunyah makananku dengan terpaksa.
"Ijinkan aku besok pergi ke perpustakaan bersama Liu San" katau selesai makan.
"Baiklah...kau boleh pergi, melangkah dari depan gerbang jangan harap bisa kembali ke tempat ini" kata Pangeran Fang.
"Kejam!" kataku.
"Apa maumu, memanfaatkanku untuk politik kerajaan kan?" kataku marah, aku mengepalkan tangan meremas gaunku.
"siapa yang bilang begitu?" kata Pangeran Fang.
**Bersambung...