Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern
Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.
sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Gu Tian melangkah mendekati tubuh Lu Ying yang terbaring lemas di atas tanah. Udara dingin bercampur aroma racun yang membusuk masih menguap halus dari leher pria muda itu.
Wang Jiyi menahan napas dengan tangan gemetaran, sementara Lu Chen menatap Leluhurnya dengan mata penuh kepasrahan dan harapan.
Gu Tian menundukkan tubuhnya, menempelkan dua jarinya tepat di atas dada Lu Ying. Seberkas cahaya keemasan yang sangat halus dari Inti Emas (Golden Core) miliknya merembes masuk ke dalam pembuluh darah Lu Ying. Dengan wawasan dan pengetahuan kultivasi tingkat kaisar yang ia miliki, Gu Tian dengan cepat melacak akar dari masalah tersebut.
"Hanya sebuah titik segel kutukan racun aliran rendah..." gumam Gu Tian dingin.
BZZZZZT!
Tanpa membuang waktu, Gu Tian menghentakkan sedikit energi Qi murninya. Cahaya keemasan meluncur bagaikan jarum kilat, langsung menghantam dan menghancurkan pusat titik segel kutukan yang mengendap di dalam Dantian Lu Ying sampai tak tersisa!
PUAH!
Lu Ying memuntahkan setetes darah hitam pekat ke tanah. Namun, tepat setelah darah kotor itu keluar, wajahnya yang tadinya pucat pasi bagaikan mayat seketika berubah menjadi kemerahan segar. Hambatan energi yang mengurungnya selama bertahun-tahun hancur total, membuat Qi murni di udara sekitar mendadak berputar deras dan menerobos masuk ke dalam tubuhnya!
BOOOM!
Sebuah letupan angin berhembus dari tubuh Lu Ying. Garis meridiannya yang tersumbat kini terbuka lebar, mengalirkan energi yang begitu padat hingga fisiknya secara alami melompati batas dan berhasil menembus ke Ranah Fondasi (Foundation Establishment Realm) secara lancar!
Lu Ying membelalakkan matanya penuh guncangan batin. Dia merasakan kekuatan baru meluap di dalam dadanya. Dengan tubuh yang mendadak bugar dan berenergi, Lu Ying langsung menjatuhkan lututnya ke tanah dan menjatuhkan dahinya rapat-rapat di hadapan Gu Tian.
"H-Hamba... Lu Ying... mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kebaikan Leluhur Agung! Anda telah menyelamatkan nyawa hamba dan memberi hamba kesempatan kedua!" jerit Lu Ying dengan suara bergetar penuh rasa syukur.
Gu Tian mengibaskan tangannya santai. "Bangkitlah. Kau adalah keturunan muridku, sudah sepantasnya aku membantumu."
Setelah membereskan masalah Lu Ying, Gu Tian membalikkan badannya. Pandangan matanya yang tajam melirik kembali pada Lu Chen yang berdiri menggunakan satu kakinya.
"Murid Chen," panggil Gu Tian pelan. "Apakah kau... ingin sembuh?"
Kata-kata sederhana itu jatuh bagaikan dentang lonceng raksasa di telinga Lu Chen. Tubuh tua berkaki satu itu membeku seketika. Pertanyaan yang telah ia tunggu-tunggu selama tiga puluh tahun akhirnya terucap dari mulut gurunya.
Dengan mata yang merebak basah oleh air mata, Lu Chen tanpa ragu sedikit pun merosot jatuh bersujud di tanah.
"Hamba... hamba sangat ingin sembuh, Guru!" jerit Lu Chen dengan tangisan haru. "Hamba ingin memiliki tubuh yang utuh dan bisa berkultivasi kembali... agar hamba bisa terus berdiri di samping Anda dan melayani Guru saat membalas dendam sekte kita!"
Gu Tian menatap keteguhan di mata murid tuanya itu dengan rasa kagum yang mendalam. Kesetiaan Lu Chen benar-benar tidak tergerus oleh penderitaan dan waktu.
Dengan satu jentikan jari, sebuah botol porselen berwarna giok hijau muncul di telapak tangan Gu Tian dari dalam Cincin Spasialnya.
"Pil ini bernama Pil Rekonstruksi Tulang dan Daging Sembilan Dewa (Nine Immortals Bone and Flesh Reconstruction Pill)," terang Gu Tian seraya memegang botol tersebut. "Pil ini diciptakan khusus untuk menyembuhkan luka dalam paling mematikan, menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang, serta merangsang jaringan meridian yang telah mati agar bisa hidup kembali."
Namun, raut wajah Gu Tian mendadak berubah menjadi sangat serius.
"Tapi ingat, murid Chen... kau saat ini hanyalah seorang manusia fana tanpa energi Qi. Kekuatan obat dari pil ini sangat dahsyat dan ganas. Tubuh fanamu tidak akan sanggup menahan gempuran energinya sendirian. Aku memang akan membantumu memurnikan dan menyalurkan energinya dari luar, tetapi proses ini sangat menyiksa dan memiliki tingkat kegagalan yang tinggi. Berhasil atau tidaknya... sepenuhnya tergantung pada ketahanan jiwa dan kemauan hidupmu sendiri."
Lu Chen menatap botol giok itu, lalu menatap Gu Tian dengan pandangan penuh tekad bulat.
"Meskipun hamba harus melewati lautan api atau tubuh hamba hancur berkeping-keping, hamba tidak akan menyerah, Guru! Mohon lakukan!"
"Bagus!" tegas Gu Tian. "Ikut aku ke dalam!"
Di dalam ruangan khusus di rumah kayu tersebut, Lu Chen duduk bersila di atas matras kain. Gu Tian berdiri di belakangnya, sementara Lu Ying, Wang Jiyi, dan Lu Yui menunggu di luar dengan hati berdebar kencang.
Lu Chen membuka botol giok dan menelan pil berwarna hijau keemasan itu.
BZZZZZT!
Seketika itu juga, wajah Lu Chen memerah padam bagaikan besi membara. Uap panas membumbung tinggi dari kepalanya saat energi pil yang dahsyat meledak di dalam perutnya, mengancam akan menghancurkan organ dalamnya menjadi abu!
"Tahan!" bentak Gu Tian tegas.
Gu Tian langsung menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Lu Chen. Energi murni Inti Emas berwarna keemasan mengalir deras, membungkus energi ganas pil tersebut dan memandunya secara perlahan menyusuri setiap inci pembuluh darah dan jaringan daging Lu Chen yang telah mati.
Ujian hidup dan mati pun dimulai.
Hari berganti hari...
Lu Chen terus duduk membeku bagaikan patung batu. Keringat bercampur darah kotor terus merembes keluar dari pori-pori kulitnya. Rasa sakit luar biasa bagaikan tulangnya dipatahkan dan dagingnya diiris-iris melingkupi jiwanya setiap detik, namun Lu Chen menggertakkan giginya rapat-rapat tanpa melontarkan satu pun jeritan menyerah.
Minggu berganti minggu...
Gu Tian terus mendampingi dan mengendalikan pemurnian energi pil tersebut dengan kesabaran tinggi, memastikan energi ajaib itu memusatkan pemulihannya pada paha kiri Lu Chen yang buntung serta merangsang kembali serat-serat meridian yang membatu.
Hingga akhirnya... tepat tiga bulan kemudian!
Suatu keajaiban yang dinantikan akhirnya terjadi.
BZZZZZT!
Di dalam tubuh Lu Chen yang telah hening selama bertahun-tahun, sebuah getaran halus mendadak meletup! Jalur-jalur meridian yang tadinya mati dan kering kini mendadak menyala terang oleh pendar cahaya hijau keemasan! Pada saat yang sama, gumpalan daging dan tulang baru di batas lutut kaki kirinya mulai bertumbuh dan memanjang dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang!
Gu Tian yang merasakan reaksi kebangkitan meridian tersebut perlahan menarik kembali kedua telapak tangannya dari punggung Lu Chen.
Awalnya, Gu Tian mengira proses pemicuan meridian ini tidak akan memakan waktu hingga tiga bulan lamanya. Namun melihat perjuangan keras muridnya yang mampu bertahan dari siksaan energi pil selama sembilan puluh hari penuh, sebuah senyuman bangga terukir di wajah Gu Tian.
Gu Tian berdiri dari posisi duduknya, membiarkan Lu Chen yang masih tenggelam dalam ketidaksadarannya untuk berjuang sendirian menyelesaikan tahap akhir rekonstruksi tubuhnya.
"Sisa proses ini harus dia selesaikan dengan kekuatannya sendiri..." bisik Gu Tian pelan.
Dia membalikkan badan dan melangkah keluar dari ruangan kultivasi, menutup pintu kayu tersebut dengan rapat.
Di halaman luar, Lu Ying, Wang Jiyi, dan Lu Yui yang telah setia menunggu selama tiga bulan penuh langsung berdiri dengan wajah cemas begitu melihat Gu Tian keluar.
Gu Tian menatap mereka bertiga dengan pandangan tenang.
"Lu Ying, Wang Jiyi, bawa Lu Yui kemari," panggil Gu Tian dengan suara tegas namun hangat. "Kalian bertiga... berkumpullah di sini.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/