NovelToon NovelToon
Sistem Ibu Super Hebat

Sistem Ibu Super Hebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dewi Anjani yang baru saja dipecat dan nyaris bangkrut, tiba-tiba dipeluk erat oleh bocah tiga tahun bernama Elvan yang menangis dan memanggilnya "Mama" di pinggir jalan. Belum hilang rasa kagetnya, ayah anak itu—Raka Mahardika, sang CEO Grup Lentera yang terkenal sedingin es—muncul dan menyodorinya sebuah kontrak gila untuk menjadi ibu bayaran. Keadaan menjadi semakin tak masuk akal ketika sebuah suara mekanis mendadak berbunyi di kepala Dewi: "Ding! Sistem Ibu Super Hebat diaktifkan!" Kini, berbekal misi-misi ajaib dari sistem dan tingkah menggemaskan Elvan, Dewi tidak hanya perlahan mencairkan hati beku sang CEO, tapi juga bersiap memberikan tamparan paling telak pada mantan istri Raka yang gila harta saat wanita itu berani kembali untuk mengacaukan keluarga barunya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sinar matahari pagi menembus celah tirai tebal di kamar mewah yang baru ditempati Dewi semalam.

Dewi menggeliat pelan di atas kasur berukuran king size yang keempukannya mengalahkan kasur hotel bintang lima.

"Ugh, rasanya aku tidak mau bangun seumur hidup kalau kasurnya seenak ini," gumam Dewi sambil mengucek matanya.

Belum sempat Dewi mengumpulkan nyawanya secara penuh, sebuah suara tangisan melengking terdengar dari luar kamarnya.

Huwaaa!

Itu suara tangisan Elvan.

Dewi langsung terloncat dari tempat tidur seperti disengat listrik jutaan volt.

Dia berlari keluar kamar bahkan tanpa menyisir rambutnya yang acak-acakan seperti singa.

Brak.

Dewi membuka pintu kamar Elvan dengan kasar dan melihat pemandangan yang kacau balau.

Mainan berserakan di lantai, bantal-bantal bertebangan, dan dua orang pelayan wanita tampak kewalahan memegangi Elvan.

Bi Marni berdiri di sudut ruangan dengan wajah merah padam menahan marah.

"Tuan Muda, tolong diamlah, jangan membuat kepala saya pusing pagi-pagi begini!" omel Bi Marni dengan nada tinggi.

"Pergi! Elvan mau Mama! Mama mana!" jerit anak kecil itu sambil melemparkan sebuah robot mainan ke arah Bi Marni.

Tuk.

Robot itu mendarat tepat di dahi Bi Marni, membuat wanita tua itu mengaduh kesakitan.

"Berhenti mengasarinya, Nenek Sihir!" teriak Dewi yang langsung menerobos masuk.

Dewi menepis tangan kedua pelayan itu dan langsung mendekap tubuh mungil Elvan ke dalam pelukannya.

"Ssst, sayang, Mama di sini, jangan menangis lagi ya," bisik Dewi sambil mengelus punggung Elvan yang bergetar hebat.

Ajaib, seketika itu juga tangisan Elvan berhenti dan berganti menjadi sesenggukan kecil.

Kedua tangan gembilnya mencengkeram erat kerah piyama Dewi dengan posesif.

Bi Marni mendelik tajam ke arah Dewi sambil mengelus dahinya yang memerah.

"Kau ini wanita malas sekali, jam segini baru bangun sementara majikanmu sudah menangis mencari-carimu!" sindir Bi Marni pedas.

Dewi menatap Bi Marni dengan pandangan menantang.

"Tugasku menenangkan anak ini, bukan mendengarkan ocehan pagi butamu, Bi."

"Lagipula, kalau kalian becus mengurusnya, dia tidak akan melempar mainan ke kepalamu."

Beberapa pelayan menahan tawa mendengar balasan telak Dewi.

"Kau benar-benar tidak punya sopan santun!" bentak Bi Marni sambil membalikkan badan dan keluar dari kamar dengan langkah menghentak.

Tap, tap, tap.

Suara langkah Bi Marni menjauh, meninggalkan Dewi bersama Elvan dan dua pelayan yang masih ketakutan.

Kruk.

Sebuah suara aneh tiba-tiba terdengar dari perut kecil Elvan.

Dewi menunduk menatap anak itu yang kini sedang menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.

"Astaga, jagoan Mama ternyata kelaparan ya?" goda Dewi sambil mencubit pelan hidung mancung Elvan.

Elvan mengangguk lucu tanpa melepaskan pelukannya dari leher Dewi.

"Tolong siapkan sarapan untuk Elvan, sekarang," perintah Dewi kepada dua pelayan di ruangan itu.

Salah satu pelayan menggelengkan kepalanya dengan wajah putus asa.

"Chef Arnold sudah menyiapkan bubur salmon truffle dan pancake oatmeal, Nona."

"Tapi Tuan Muda menolak semuanya dan melempar piringnya ke lantai dapur tadi."

Dewi menepuk jidatnya sendiri mendengar menu sarapan balita yang terdengar seperti menu restoran mewah itu.

"Pantas saja dia mengamuk, perut anak kecil mana yang cocok diberi sarapan seberat dan seaneh itu?" keluh Dewi.

Ding!

Suara mekanis yang sangat ditunggu-tunggu oleh Dewi akhirnya berbunyi.

Layar biru transparan muncul mengambang tepat di depan hidungnya.

[Misi Harian: Taklukkan Lidah Sultan Tuan Muda!]

[Kondisi: Target asuhan sedang dalam fase GTM Gerakan Tutup Mulut tingkat dewa.]

[Misi: Ambil alih dapur dan buatkan hidangan Nasi Goreng Selimut Senyum!]

[Hadiah Penyelesaian: Skill Memasak Tingkat Dewa Permanen dan Poin Kasih Sayang +15]

[Hukuman Kegagalan: Tuan Raka akan memotong gajimu 50 persen bulan ini!]

Mata Dewi langsung membulat sempurna membaca baris terakhir dari layar biru itu.

"Memotong gajiku? Sistem sialan, kau tahu kelemahanku ada di uang kan!" maki Dewi dalam hati.

Dewi buru-buru menggendong Elvan dan menatap kedua pelayan itu dengan tajam.

"Tunjukkan jalan ke dapur sekarang, aku sendiri yang akan memasak untuk anak ini."

Pelayan itu ragu-ragu sejenak, wajahnya terlihat pucat pasi.

"Tapi Nona, Chef Arnold sangat benci jika ada orang asing yang masuk ke daerah kekuasaannya."

"Persetan dengan Chef Arnold, gajiku lebih penting dari harga dirinya!" seru Dewi mantap.

Dewi mengikuti pelayan itu menuruni tangga dan berjalan menuju area sayap kiri mansion.

Begitu pintu ganda dapur didorong terbuka, Dewi langsung disambut oleh pemandangan dapur yang luar biasa megah.

Deretan kompor baja anti karat, lemari es berukuran raksasa, dan belasan koki berseragam putih sedang sibuk bekerja.

Di tengah-tengah kekacauan itu, berdirilah seorang pria bertubuh besar dengan topi koki yang tinggi.

Itu pasti yang namanya Chef Arnold, pikir Dewi.

"Hei kalian, siapa yang mengizinkan kalian membawa Tuan Muda ke dapur yang panas ini!" teriak Chef Arnold dengan galak.

Pria itu menatap Dewi dengan pandangan menilai yang sangat merendahkan.

"Dan kau pasti pengasuh baru yang kampungan itu ya? Bawa Tuan Muda keluar, ini bukan tempat untuk bermain!"

Dewi menurunkan Elvan dari gendongannya dan mendudukkan anak itu di kursi tinggi khusus bayi yang ada di sudut dapur.

"Duduk di sini sebentar ya sayang, Mama mau buat sihir di dapur," bisik Dewi sambil tersenyum.

Elvan mengangguk patuh dan memandangi Dewi dengan mata berbinar penasaran.

Dewi kemudian berjalan menghampiri meja persiapan yang dikuasai Chef Arnold.

"Permisi Tuan Chef, masakan mewahmu itu tidak cocok untuk lambung anak kecil."

"Minggir sedikit, aku mau meminjam kompor dan wajanmu sebentar," ucap Dewi sambil menggulung lengan piyamanya.

Chef Arnold mendengus keras, merasa harga dirinya sebagai koki utama diinjak-injak.

"Apa kau gila? Kau pikir memasak untuk keluarga Mahardika itu semudah memasak mi instan di rumah kumuhmu?"

Dewi mengabaikan ocehan pria besar itu dan langsung menuju lemari pendingin.

1
Dewiendahsetiowati
jleb banget Dewi ngatainnya
kiyoe: hehehe biar kena mental sama Dewi kak 🤭
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Marisa cari lawan yang salah,siap2 nyungsep deh
kiyoe: hehehe iyaa kak salah nya sendiri waktu si Raka jatuh bangkrut malah bawa kabur uang di brankas dan menikah lagi sama si kevin🤭
total 1 replies
RaMna Hanyonggun Isj
𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝑪𝒉𝒆𝒇 𝑨𝒓𝒏𝒐𝒍𝒅😄😄
Astiana 💕
nah gitu dong akhirnya menikah beneran juga 🤣
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
perasaan dewi dan raka belum menikah deh🤔
cuma sekedar tandatangan kayak nya
kiyoe
okeey kaka makasih yaa kak atas dukungan nya 🙏
aldo
lanjut author
kiyoe
pasti kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa
Dewiendahsetiowati
jangan takut Dewi pasti sistem akan bantu
kiyoe: jangan² kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa hehe🤭
total 1 replies
Adelina Lin
thor, hancurkan saja kariernya si marisa, biar dia tau rasa bagaimana jadi gembel
kiyoe: hehehe tunggu update bab selanjutnya yaa kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
lanjut thor💪🏻
kiyoe: heheh terimakasih kak Astiana terus ikutin cerita Dewi yaa kak dan semoga sehat selalu 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
ayo dewi, semangat😁
kiyoe: Semangat juga kak Astiana
total 1 replies
Adelina Lin
thor, jangan sampai marisa menghancurkan kebahagian Elvan, kasihan dia masih kecil
Dewiendahsetiowati
menang banyak nih Dewi
Dewiendahsetiowati
mantab Dewi,bikin musuhmu keok
Adelina Lin
thor, jangan sampai rencana mantan isterinya Raka berhasil, kasih dia pelajaran yang paling berharga sama seperti Dewi kasih pelajaran ke pembantu yang jahat itu
kiyoe: hehehe siap kak 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
jangan lupa, anak jadi jadian itu anak mu tuan raka🤣
mampir thor, saking asik nya baca lupa interaksi🤭
Astiana 💕: sama-sama ☺️🫰🏻
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
salah lawan boz,nyesel kan pada akhirnya
kiyoe: hehehe iya nyesel kan pasti datang nya belakangan kak
total 1 replies
Adelina Lin
thor, kalau gk salah yang punya group lentera itu keluarganya ayodhya, bukan Raka Mahardika 🤭
kiyoe: heheh iyaa kak maaf yaa 🙏🤭
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Marni durjana ternyata jadi mata2,hajar saja itu nenek peot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!