NovelToon NovelToon
DEWATA COSPLAYERS : BALI

DEWATA COSPLAYERS : BALI

Status: tamat
Genre:Action / Komedi / Drama / Tamat
Popularitas:51
Nilai: 5
Nama Author: INDKaeda00

Gemerlap pulau dewata ternyata menyimpan sisi kelam yang jarang tersorot di balik kemeriahan panggung pop culture dan berbagai event kreatif. Komunitas hobi yang tampak penuh warna ini sering kali diwarnai oleh berbagai kekacauan mendadak, mulai dari drama penyelenggara acara yang bermasalah, oknum penguntit yang meresahkan, hingga gesekan pelik antar-kelompok.

​Di tengah hiruk-pikuk tersebut, sekelompok orang biasa yang tidak memiliki pengaruh besar harus menjalani hari-hari penuh tantangan. Mereka bukan siapa-siapa di mata publik, melainkan sekadar individu yang berusaha menikmati hobi di tengah himpitan masalah pribadi masing-masing yang silih berganti.

​Setiap babak kehidupan mereka berjalan tanpa terikat pada satu tempat atau konflik tunggal, membawa mereka menghadapi berbagai kekacauan on the spot yang tak terduga. Perjalanan ini dipenuhi oleh campuran aksi, drama emosional, dan komedi segar yang menguji cara mereka bertahan di kerasnya dunia komunitas kreatif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INDKaeda00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Medieval Event

"Disclaimer: Seluruh karakter, organisasi, dan peristiwa dalam cerita ini adalah fiktif. Jika ada kemiripan dengan situasi nyata, kisah asmara, atau kasus di dunia cosplay, itu adalah unsur ketidaksengajaan."

Beberapa hari kemudian, sebuah event bertema medieval kembali digelar di Denpasar, Bali. Kali ini, Evelia, Otsuki, dan Araya memutuskan untuk datang bersama-sama menikmati suasana akhir pekan. Berbeda dengan Evelia dan Otsuki yang tampil serasi mengenakan atribut khas abad pertengahan, Araya memilih datang dengan pakaian kasual yang nyaman dan tidak mengenakan kostum apa pun.

​Setibanya mereka di lokasi, langkah ketiganya langsung terhenti sejenak di dekat gerbang masuk. Mereka mengedarkan pandangan, mengamati sekeliling area yang ternyata memanfaatkan halaman luas sebuah hotel berarsitektur klasik.

​"Wah... gila, suasana di sini benar-benar totalitas banget vibes-nya," puji Evelia kagum sambil berputar pelan, memperhatikan dekorasi batu bata, bendera lambang kerajaan kuno, dan tenda-tenda kain besar yang berdiri di sekeliling halaman. "Meskipun tahu tempatnya cuma di halaman hotel, tapi penataannya bikin kita berasa benar-benar lagi ada di era pertengahan Eropa."

​Otsuki yang berdiri di sebelah Evelia membetulkan letak kacamatanya, lalu mengangguk setuju dengan nada datarnya. "Iya, pengelola event kali ini lumayan niat mendekorasi tempatnya. Padahal kalau siang bolong kayak gini panasnya minta ampun, tapi nuansa medieval-nya berhasil menutupi suasana hotelnya."

​Araya yang berdiri di antara mereka tersenyum tipis sambil melipat tangan di dada, menikmati hembusan angin sore yang menerpa halaman hotel tersebut. "Bener banget. Buat ukuran event tematik di area terbuka seperti ini, detail arsitektur sementara yang mereka bangun cukup rapi dan sukses bikin orang-orang betah keliling," timpal Araya santai, menikmati pemandangan para cosplayer lalu-lalang di hadapan mereka.

Di tengah langkah mereka menyusuri area halaman hotel yang dipadati stan-stan bertema abad pertengahan, mata Evelia tiba-tiba menangkap sesosok familiar di kejauhan. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang.

​Dengan gerakan cepat, Evelia menunjuk lurus ke arah sebuah stan battle arena khusus yang berada di sisi kiri pelataran. "Eh, kalian lihat itu! Bukannya itu stan arena yang lagi ramai?" seru Evelia, lalu matanya membelalak begitu melihat sosok yang berdiri di dekat area tersebut. "Tunggu... itu kan... Aragoto?!"

​Otsuki yang berdiri di sebelah Evelia ikut memicingkan mata, memperhatikan logo dan atribut yang terpasang di sekitar stan tersebut. "Hm? Jangan-jangan stan kompetisi ini dikelola langsung oleh komunitas Kingsguards mereka, ya?" gumam Otsuki menganalisis situasi.

​Mendengar nama sang pangeran impiannya disebut-sebut berada di dekat sana, Evelia tidak butuh waktu lama untuk mengambil keputusan. Tanpa aba-aba lagi, ia langsung berbalik dan berlari kecil menghampiri stan tersebut. Otsuki mendengus pelan melihat tingkah sahabatnya, lalu berjalan cepat menyusul di belakangnya, sementara Araya memilih berjalan santai dengan gaya anggun menyusul kedua anak muda itu dari belakang.

​Begitu tiba dekat pembatas arena, napas Evelia sedikit tertahan. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, menyadari ada yang berbeda dari penampilan pemuda itu hari ini. Aragoto tidak lagi mengenakan kostum Noctis seperti event sebelumnya, melainkan mengenakan setelan jas mantel panjang hitam klasik bergaya bangsawan dengan kemeja berkerut renda di bagian dada serta kacamata yang membingkai wajahnya.

​"Wah..." bisik Evelia pelan, terpana melihat visual baru Aragoto yang tampak semakin berkharisma dari jarak dekat.

Melihat kedatangan trio tersebut ke dekat area stan, Aragoto melirik ke arah mereka. Dengan ramah, ia melangkah mendekat dan menyapa Evelia, Otsuki, serta Araya yang baru saja tiba di samping pembatas arena.

​"Ah, kalian datang. Selamat datang di area stan kami," sapa Aragoto sopan dengan senyuman tipis dibalik kacamata yang dipakainya. Ia melirik ke arah papan pendaftaran di sebelah meja administrasi, lalu menawarkan, "Omong-omong, kebetulan slot peserta untuk battle sesi ini masih ada beberapa. Apa kalian tertarik ikutan main?"

​Mendengar tawaran itu, mata Evelia langsung berbinar cerah. Tanpa ragu sedikit pun, ia mengangguk penuh semangat. "Mau! Aku daftar sekarang, ya!" serunya antusias, lalu langsung bergegas mengisi lembar pendaftaran di meja panitia.

​Begitu selesai mendaftarkan namanya, Evelia menoleh secara tiba-tiba ke arah Otsuki yang berdiri di sebelah kirinya. Dengan tatapan memohon sekaligus memaksa, ia menarik-narik lengan jaket sahabatnya itu. "Otsuki, ayo ikutan daftar juga! Jangan cuma jadi penonton doang, seru lho kalau kita tanding bareng!" paksa Evelia setengah merajuk.

​Otsuki langsung memasang wajah datar dan menghela napas panjang, berusaha melepaskan cengkeraman tangan Evelia dari jaketnya. "Hih, ogah banget. Kenapa jadi aku yang dipaksa ikut? Aku kan ke sini cuma mau jadi pengamat netral, bukan korban adu jotos," protes Otsuki malas.

​Sementara itu, Araya yang berdiri sedikit di belakang mereka hanya tersenyum geli melihat perdebatan kecil dari dua anak muda itu. Ia melipat tangan di dada lalu menggelengkan kepala santai. "Sudah-sudah, kalian berdua saja yang main. Kakak cukup jadi penonton setia di pinggir lapangan sambil menikmati suasana event ini," ujar Araya menengahi dengan tenang.

Begitu pendaftaran ditutup untuk sesi tersebut, Evelia dan Otsuki dipersiapkan untuk masuk ke dalam area battle. Menjelang pertandingan dimulai, keduanya mendatangi rak perlengkapan senjata foam yang disediakan oleh panitia.

​Evelia dengan antusias langsung memilih dan menyambar dua buah pedang sekaligus di kedua tangannya untuk gaya bertarung dual wield. Sementara itu, Otsuki dengan ekspresi tenang dan santai hanya mengambil satu bilah longsword standar, lalu menimbangnya sejenak di tangan.

​Melihat pilihan senjata sahabatnya, Evelia langsung menyeringai jahil. Ia melangkah mendekati Otsuki sambil terkekeh mengejek, "Wah, wah, seorang Otsuki cuma pakai satu longsword doang? Mau sok jadi pendekar aliran tunggal, nih? Jangan-jangan baru kena serangan pertama langsung mental, lho!"

​Otsuki melirik tajam ke arah Evelia dengan sebelah alis terangkat, sama sekali tidak gentar dengan ejekan tersebut. Ia mendengus datar lalu membalas dengan nada penuh percaya diri, "Simpan saja ejekanmu itu, Tuan Putri. Satu longsword ini saja sudah lebih dari cukup buat melumpuhkanmu dan bikin kamu menyerah duluan di arena."

​Evelia tidak tinggal diam. Ia langsung berkacak pinggang sambil mengayunkan salah satu pedangnya ke udara, membalas ucapan Otsuki dengan argumen bernada protes yang semakin sengit. Keduanya pun terlibat perdebatan kecil yang cukup berisik tepat di hadapan Aragoto.

​Aragoto yang bertugas mengawasi jalannya persiapan stan tampak berdiri di antara mereka. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya di balik kacamata, kebingungan menghadapi dua gadis berpostur tinggi yang tiba-tiba berdebat sengit tepat di depannya. Dengan gestur canggung, Aragoto mengangkat kedua tangannya berusaha menengahi. "E-eum, tenang... kalian berdua tenang dulu, ya. Ini cuma battle persahabatan, jangan sampai serius begitu..." ujar Aragoto berusaha meredakan ketegangan.

​Mendengar suara sang idola, Evelia dan Otsuki akhirnya menghentikan perdebatan mereka. Evelia langsung tersenyum salah tingkah di hadapan Aragoto, sementara Otsuki hanya mendengus pelan. Tidak lama kemudian, keduanya berjalan memasuki area tengah arena pertandingan, lalu mengambil posisi masing-masing sambil memasang kuda-kuda dan saling menjaga jarak aman.

Di dalam arena yang mulai senyap, Otsuki melirik ke arah pakaian luar yang dikenakan oleh Evelia. Dengan nada datar bernada meledek, ia sengaja memancing emosi sahabatnya.

​"Ngomong-ngomong, Evelia... Coba dipikir pakai logika, mana bisa kamu bergerak lincah atau lari dengan benar kalau dipakai bertarung sambil pakai gaun panjang berlapis seperti itu?" sindir Otsuki sambil memegang longsword-nya santai.

​Mendengar sindiran itu, Evelia langsung menegakkan dagunya dengan penuh rasa bangga. Ia merapikan sedikit sisi pakaiannya lalu menjawab mantap, "Hih, dasar nggak punya aesthetic! Ini namanya grace and elegance! Menang atau kalah itu urusan belakangan, yang penting gaya dan keanggunan seorang ksatria harus tetap nomor satu!"

​Melihat kedua peserta sudah mengambil ancang-ancang di posisinya masing-masing, Aragoto yang bertugas sebagai pengawas di tepi arena langsung mengangkat sebuah peluit kecil ke dekat bibirnya.

​Prrr-tit!

​Suara tiupan peluit yang nyaring menggema di seluruh area stan. Begitu peluit berbunyi, ketegangan seketika mencair dan duel pun dimulai; Evelia dan Otsuki langsung melangkah maju secara bersamaan untuk saling menguji kemampuan bertarung mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!