Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!
Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!
Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?
Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OGMTM-29
..."Aku kembali, Mahrup..." bisik Clarissa dingin, meremas ponsel di tangannya yang menampilkan foto sosok Hazel.
"Dan aku pastikan, harta, tahta, serta posisimu akan kembali ke tanganku... termasuk menyingkirkan parasit kecil yang mencoba menggantikan posisiku."
Suara bising mesin pesawat terbang yang baru mendarat dan riuh rendah penumpang di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta tak sedikit pun memecah fokus Clarissa.
Langkah kakinya yang diampu sepatu hak tinggi berbahan kulit mahal berdenting tegas di atas marmer kilap, menebarkan aura kemewahan yang dingin dan berjarak.
Dua orang pengawal berjas hitam bergegas membawakan tumpukan koper bermerek dari troli bagasi. Clarissa melangkah menuju pintu keluar VIP, di mana sebuah mobil sedan mewah hitam pesanan khusus sudah menyala menunggunya di area lobi jemputan.
Pintu sedan dibuka lebar oleh asisten pribadinya. Clarissa melangkah masuk, menyandarkan tubuh anggunnya di atas jok kulit yang empuk sembari melepas kacamata hitam berbingkai emas.
Wajah cantiknya luar biasa, tajam, namun di balik pendar kemewahannya tersimpan ambisi gelap yang siap membakar apa saja.
"Selamat datang kembali di Jakarta, Nona Clarissa," sapa sopir pribadi membungkuk hormat.
Clarissa tak membalas sapaan itu. Jemarinya yang berhiaskan cincin berlian bernilai miliaran rupiah bergerak lincah menekan layar ponsel pintarnya. Sebuah panggilannya langsung terhubung dengan nomor Dion Kusuma.
"Bagaimana situasi di Mahardika Tower?" tanya Clarissa tanpa basa-basi, suaranya mengalun penuh dominasi.
Kekeh sinis Dion terdengar dari balik saluran telepon. "Sesuai rencana kita, Clarissa. Mahrup sedang terdistraksi habis-habisan oleh skandal buatan dan gadis asisten pribadinya itu. Saham direksi sempat bergoyang, dan ini momen paling tepat buat kamu masuk mengambil alih panggung."
Sorot mata Clarissa mengeras, memancarkan amarah yang tersembunyi. Hatinya panas bukan main saat mengingat bagaimana Mahrup,pria yang dulu pernah berlutut dalam pesonanya,kini justru mempertaruhkan nama besar Mahardika Group demi membela seorang Sampah tak berharga.
"Mahrup itu milik saya, Dion," tegas Clarissa dengan nada menekan, menatap pendar lampu jalanan tol bandara yang melaju cepat di luar jendela.
"Harta, kekayaan, dan seluruh kejayaan Mahardika Group adalah hak saya. Saya tidak akan membiarkan cewek kampungan itu menikmati apa yang seharusnya jadi milik saya!"
"Lalu, apa langkah pertama kamu setelah tiba malam ini?" tanya Dion penuh rasa penasaran.
Clarissa menyunggingkan senyum licik yang teramat dingin. "Besok pagi, saya akan memberikan kejutan manis langsung di hadapan seluruh jajaran direksi... dan di depan mata asisten kesayangan Mahrup."
Mobil sedan mewah itu melaju menembus kegelapan malam ibu kota, membawa ancaman besar yang siap menghancurkan ketenangan hidup Hazel dan Mahrup.
Keesokan harinya, pendar matahari pagi menyinari kemegahan Mahardika Tower. Suasana di lobi utama gedung berjalan seperti biasa,karyawan berlalu-lalang menempelkan kartu akses dan mengantre di depan lift.
Hazel, yang baru saja kembali bekerja setelah memastikan kondisi ibunya membaik di rumah sakit, melangkah masuk ke lobi dengan map laporan harian di tangannya.
Senyum manisnya kembali terukir di wajahnya, berniat memberikan kinerja terbaiknya hari ini.
Namun, keheningan lobi mendadak terpecah saat pintu kaca otomatis lobi terbuka lebar.
Clarissa Oktaviani melangkah masuk dengan gaun merah menyala yang anggun dan memesona, menebar aroma parfum mahal yang langsung menguasai seluruh ruangan. Seluruh pasang mata karyawan terperanjat kaget, berbisik-bisik gempar melihat kepulangan sang mantan tunangan CEO yang legendaris.
Tepat di saat yang sama, pintu lift eksekutif berdenting terbuka. Mahrup melangkah keluar dengan jas hitam elegannya, didampingi dua staf senior.
Mata Clarissa berbinar tajam. Tanpa membuang waktu sedetik pun, wanita itu melempar tas mewahnya ke arah asistennya dan berlari kecil dengan derap hak tingginya langsung menghampiri sang CEO.
"Mahrup! I miss you so much!"
Sebelum Mahrup sempat bereaksi atau menghindar, Clarissa sudah melingkarkan kedua tangannya dengan sangat erat di leher Mahrup, memeluk pria itu dengan mesra tepat di tengah-tengah lobi utama,di depan ratusan pasang mata karyawan dan di hadapan Hazel yang berdiri terpaku dengan dada teremas hebat.