NovelToon NovelToon
Trauma Ranjang

Trauma Ranjang

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Evita Desniati adalah seorang wanita yang sudah menikah selama 6 tahun lamanya dengan Xander Wiryawan. Kehidupan rumah tangga mereka mendadak hancur saat Evita memergoki Xander tengah bermesraan dengan seorang wanita bernama Viola Sanustika di atas ranjang yang biasa ia dan Xander gunakan! Evita menjadi trauma dengan ranjang hingga seorang pria asing dari Tiongkok bernama Ma Yong Hua muncul dan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegelapan Fitnah Dari Pelakor Dan (Mantan) Suami

Mendengar penjelasan yang begitu menyayat hati tersebut, lutut Evita mendadak terasa lemas bagaikan tak bertulang. Ia menyandarkan punggungnya pada dinding, air matanya menetes makin deras tanpa mampu ia tahan lagi. Hatinya teriris membayangkan betapa beratnya beban yang harus dipikul oleh Ma Yong Hua di balik topeng kesuksesan, kekayaan, dan wajah tampannya yang selalu memancarkan aura ketegaran.

​Pria sebaik ini... pria yang berdiri paling depan untuk melindungiku saat semua orang menghakimiku... harus menanggung rasa sakit yang begitu mengerikan? batin Evita merintih penuh kepedihan, menatap pintu ICU dengan dada yang sesak oleh rasa bersalah dan keprihatinan yang teramat mendalam.

****

Sementara itu, di sebuah restoran steak mewah berkonsep fine dining di kawasan bisnis Sudirman, suasana yang bertolak belakang justru sedang tercipta.

​Viola Sanustika duduk di kursi kulit mewah sambil memegang gelas kristal berisi red wine berumur belasan tahun. Ia mengocok gelas tersebut perlahan, memperhatikan cairan merah pekat itu memantulkan cahaya lampu gantung kristal yang megah. Di bibirnya yang dipoles lipstik merah darah, tersungging sebuah seringai penuh kemenangan—sebuah ekspresi kepuasan penuh kelicikan yang begitu kentara.

​Di hadapannya, Xander Wiryawan duduk dengan raut wajah yang masih diliputi kebingungan, kecemburuan, dan emosi yang belum sepenuhnya mereda.

​"Viola," panggil Xander seraya meletakkan pisau dan garpunya ke atas piring. "Jelaskan padaku sekarang. Apa maksud ucapanmu pada Ma Yong Hua di apartemen tadi? Rahasia apa yang kamu pegang tentang penyakitnya?"

Viola menyandarkan punggungnya yang langsing pada sandaran kursi, lalu terkekeh pelan—sebuah tawa kecil yang terdengar sangat beracun dan memabukkan. Ia memajukan tubuhnya, menatap Xander dengan sepasang mata yang berkilat-kilat penuh kebencian.

​"Xander, Sayang..." bisik Viola dengan suara mendayu-dayu yang sangat manipulative. "Kamu tidak usah takut lagi pada pria Tionghoa berlagak pahlawan itu. Ma Yong Hua yang kamu takuti selama ini... sebenarnya hanyalah seorang pria sekarat yang tinggal menunggu hari kematiannya!"

​Xander terperanjat hebat. Keningnya berkerut dalam. "Sekarat? Maksudmu Ma Yong Hua sakit parah?"

​"Ya!" seru Viola gembira, matanya membelalak kegirangan tanpa penyesalan sedikit pun. "Dia menderita penyakit jantung bawaan yang parah! Jantungnya sudah tidak berguna lagi! Tadi di apartemen, aku sengaja menusuk titik terlemahnya dengan membocorkan rahasia itu di depan mukanya. Dan kamu lihat sendiri hasilnya, kan? Dia langsung kehabisan napas, kejang, dan nyaris mati di tempat!"

Viola tertawa melengking pelan, meletakkan gelas anggurnya ke meja dengan hentakan lembut.

​"Pria itu tidak akan bertahan lama, Xander. Dalam beberapa hari ke depan, dia pasti akan mati atau membusuk di ruang perawatan rumah sakit! Ma Group akan kehilangan pemimpinnya, saham mereka akan hancur, dan tidak akan ada lagi konglomerat yang bisa membentengi Evita!"

****

Mendengar fakta mengejutkan itu, senyuman tipis yang dipenuhi rasa puas mulai terukir di wajah Xander. Rasa minder dan ketakutan yang sempat membayangi dirinya saat berhadapan dengan Ma Yong Hua mendadak lenyap seketika, digantikan oleh rasa percaya diri yang palsu dan kesombongan yang terlahir dari informasi busuk tersebut.

​Melihat reaksi Xander yang mulai terpengaruh, Viola tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia mengulurkan tangannya di atas meja, mengusap jemari Xander dengan lembut seraya memasukkan racun pikiran baru yang lebih mematikan ke dalam otak pria tersebut.

"Xander, dengarkan aku baik-baik..." bisik Viola dengan wajah didekatkan, matanya melotot tajam penuh hasutan jahat khas tokoh antagonis.

"Ini adalah kesempatan terbaikmu untuk membalas dendam dan merebut kembali harga dirimu yang sudah diinjak-injak oleh Evita!"

​"Maksudmu?" tanya Xander dengan napas sedikit memburu, terbuai oleh racun provokasi Viola.

​"Evita itu wanita tidak tahu diri!" desis Viola penuh kebencian. "Dia sudah berani mempermalukanmu di depan orang tuanya, dia sudah berani menolakmu dan bersekutu dengan pria lain untuk menghancurkan bisnismu! Sekarang, saat pelindungnya—si Ma Yong Hua itu—sedang sekarat di rumah sakit, kamu harus bergerak cepat!"

Viola meremas tangan Xander lebih erat, memberikan dorongan energi jahat yang membutakan akal sehat.

​"Datangi dia besok! Hancurkan reputasinya sampai ke dasar bumi! Buat dia berlutut memohon ampun di kaki kamu, hinakan dia di hadapan media dan keluarganya, lalu buang dia seperti sampah dengan menceraikannya secara tidak hormat!" lanjut Viola dengan seringai sadis yang mengerikan. "Buat Evita sadar bahwa tanpa dirimu dan tanpa bantuan pria sekarat itu, dia hanyalah seorang wanita miskin, tidak berdaya, dan tidak bernilai sama sekali!"

Pikiran Xander yang sudah dipenuhi rasa cemburu, ego laki-laki yang terluka, dan racun manipulasi Viola akhirnya sepenuhnya tergiur oleh ajakan jahat tersebut. Pria itu mengepalkan tangannya di atas meja, menyunggingkan senyuman dingin yang penuh dendam.

​"Kamu benar, Viola," jawab Xander dengan suara berat dan penuh kebencian. "Evita harus membayar mahal atas semua perbuatannya padaku. Aku akan buat hidupnya seperti neraka sebelum aku melempar surat cerai itu tepat di wajahnya!"

****

Viola tertawa puas, mengangkat gelas anggurnya ke udara untuk melakukan toast dengan Xander. Di balik gelas kristalnya, mata Viola berkilat-kilat penuh kemenangan keji. Ia merasa bahwa dirinya telah berhasil mengendalikan seluruh permainan catur ini—menghancurkan Ma Yong Hua secara fisik dan menyiapkan eksekusi kehancuran total bagi Evita Desniati.

​Namun, baik Viola maupun Xander sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam ruang ICU Rumah Sakit Internasional St. Carolus, garis gelombang pada alat pemantau detak jantung Ma Yong Hua perlahan-lahan mulai kembali stabil... dan sang naga bisnis yang terluka kini siap untuk bangkit kembali menuntut pembalasan yang jauh lebih mematikan.

****

​Pagi hari di ibu kota datang bukan membawa kehangatan mentari, melainkan badai fitnah yang menderu hebat tanpa ampun. Udara terasa begitu menyesakkan, seolah seluruh dunia berkonspirasi untuk meremukkan sisa-sisa kewarasan Evita Desniati yang sedang berjuang mempertahankan harga dirinya sebagai seorang manusia dan pendidik.

​Di gedung rektorat Universitas Pelita Bangsa, papan pengumuman resmi dan layar digital kampus mendadak gempar. Bukan lagi sekadar surat penangguhan sementara seperti beberapa hari lalu, melainkan sebuah maklumat pemecatan mutlak berstempel resmi universitas yang terpampang dengan huruf-huruf hitam tebal.

​SURAT KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN TIDAK HORMAT

Nama: Evita Desniati, S.E., M.Sc.

Jabatan: Dosen Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Keterangan: Diberhentikan secara tidak hormat atas tindakan asusila berat, pelanggaran kode etik moral akademisi, serta pencemaran nama baik institusi.

Keputusan kejam itu tidak lahir begitu saja. Di balik meja-meja birokrasi kampus, Xander Wiryawan menggunakan seluruh pengaruh besar Wiryawan Corporation. Sebagai salah satu donatur terbesar dan penyandang dana pembangunan gedung fakultas ekonomi, Xander dengan mudah menekan pihak rektorat untuk mempercepat proses pemecatan Evita tanpa memberi wanita itu hak sedikit pun untuk membela diri.

Xander tidak main-main dengan sumpahnya malam tadi. Ia ingin menghancurkan Evita sampai ke akar-akarnya, membuat wanita itu jatuh terpuruk ke titik paling hina di muka bumi sebelum ia menceraikannya secara resmi.

​Tak hanya di lingkungan kampus, mesin propaganda hitam yang diorkestrasi secara brutal oleh Xander dan dibumbui oleh otak licik Viola Sanustika bergerak masif di dunia maya. Viola menghabiskan seluruh malamnya untuk menyebarkan narasi palsu yang sangat keji melalui berbagai akun anonim dan forum gosip nasional.

Dalam narasi busuk tersebut, Evita digambarkan sebagai seorang wanita tuna susila berkedok dosen terhormat yang sengaja menjual diri, melakukan zina berulang kali dengan sang taipan Ma Yong Hua di lobi apartemen mewah demi mengeruk harta kekayaan. Foto-foto rekayasa AI buatan Viola disebarluaskan seluas-luasnya, disertai kalimat-kalimat provokatif penuh caci maki yang disengaja untuk memancing amarah publik.

1
Anna Nurjati
Bagus Thor novelnya, makasih saya bener2 semangat bacanya,ampe abis.Berkarya terus dan semangat Thor!
Serena Muna: terima kasih kakak
total 1 replies
Jamayah Tambi
Kata tangan besi tapi kalah dgn viola.Lembik .Dgn perempuan pun kalah berkali-kali
Jamayah Tambi
Bodo semua.Evita kenapa lembik sangat.Kalau dah tau ada musuh,jenapa nak banyak ngomong lagi.Terus terajang jer.Kata cerdas tp lemvik
Jamayah Tambi
Kenapa yg polisi2 yg ramai tu tak boleh menangkap hanya seorang Viola.
Jamayah Tambi
Oerasan sekslibkau viola.Tunggu saja.Kenapa dia tak ditangkap.Nyata sangat undang2 boleh dibeli.Bakar rumah,fitnah siber.
Jamayah Tambi
Tak sabar ni
Jamayah Tambi
kenapa semua orangbpercaya pada AI.Kan beda sangat gambar AI dgn yg ori
Jamayah Tambi
Kenapa tak adavyg membalas.Kenapa undang2 di sama bisa memecat seseorang tanpa bicara di proses undang2 yg benar.
Jamayah Tambi
Jenapa tak bunuh dulu viola tu.
Jamayah Tambi
Iblis betina
Jamayah Tambi
Bujan kau yg dulu buat jalang dhn Viola.Play vitim pulak
Jamayah Tambi
Bagus Yong Ma
Jamayah Tambi
Kita tengok siapa yg kena
Jamayah Tambi
Hah,buat akuvstress baca ni Setan betul Si Viola ni
Jamayah Tambi
NantibJesicca yg akan jadi saksi
Jamayah Tambi
Aku pastikan kau tidak akan mendapat Xvier
Jamayah Tambi
panggil scurity ada gangguan di kelas
Jamayah Tambi
Bagus,jangan sok sedihbsaja.Bangkt Kau bukan wanita biasa.Kau ada kelas.Bukan murahan seperti viola.Rasanya wanita seperti itu mana2 jantan berduit bisa masuk ke lubangnya
Ma Em
Evita balas perbuatan Xander dan jalang nya buat mereka menyesal karena sdh berani bawa selingkuhan ke rumah tempat Evita tinggal .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!