NovelToon NovelToon
Rahasia Tersembunyi Mantan

Rahasia Tersembunyi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:844
Nilai: 5
Nama Author: Penpena

Amira Anastasya, yang setia menunggu janji dari Glen Anggara yang akan segera pulang dalam dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di Eropa dan menikahi nya. Namun tidak sesuai dengan ala yang Amira harapkan.

Bertahun-tahun Amira menunggu akan tetapi Glen tidak kunjung datang, bahkan tidak pernah menghubungi Amira setelah satu bulan di Eropa tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar, dan Amira pun tidak dapat menghubunginya.

Hingga lima tahun kemudian, ketika Amira dibandara dan hendak pergi keluar negeri tanpa sengaja mereka bertemu. Saat itu juga Glen pulang dari luar negeri.

Melihat kepergian Amira, Glen merasa sedih ketika dia hendak menemui Amira tetapi kenapa malah amira pergi keluar negeri dan tidak mau mendengarkan Glen saat itu.

Selama di Indonesia Glen berusaha mencari tahu kehidupan Amira selama ini, apakah dia baik-baik saja selama dia tidak ada atau malah sebaliknya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penpena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Merebut kembali

Dikamar, Amira termenung memikirkan apa yang Melly katakan tadi. Apakah yang Melly katakan tentang Ibu Glen tidak merestui mereka karena perihal Ibu Glen sudah menjodohkannya atau tidak. Kalau Amira pikir-pikir hal itu bisa terjadi dan masuk akal. Amira menjadi semakin kepikiran. 

"Kenapa Melly bisa tiba-tiba berpikir seperti itu?, sementara aku tidak pernah memikirkannya?." Ujarnya. "Melly memang sangat bijak mengambil langkah, kenapa aku tidak bertanya padanya dulu sebelum aku menikah ya?." Amira sedikit merasa menyesal karena tidak bertanya paadanya terlebih dahulu. Amira tidak merasa menyesal menikah dengan Glen, akan tetapi dia berpikir akan lebih baik untuk mencari tahu tentang keberadaan Glen beberapa tahun ini terlebih dahulu. 

Disisi lain Melly berada dikamarnya yang sudah disediakan Amira baginya. Dia memandangi setiap sudut kamar itu dengan seksama dan pikirannya dipenuhi tentang hubungan mereka bertiga. 

Ekspresnya datar, berdiri dan melipat tangannya di antara dadanya. "Entah kenapa aku sangat yakin, kalau kamu akan kembali padaku, Glen!." Ucapnya datar. "Kita lihat saja apa yang terjadi." Tambahnya tersenyum singkat.

"Terjadi apa?."

Sontak Melly mematung mendengar suara Amira yang tiba-tiba berada dekatnya, lalu dia membalik badannya menoleh ke Amira. 

"Ada apa, mell?." Tanya Amira bingung. 

"A em, bukan apa-apa," Melly tersenyum berusaha terlihat biasa saja. "Kamu tahu sendiri kalau aku suka berbicara dengan diri sendiri." Jelasnya. 

Lalu Amira tersenyum lega, dia sudah tahu kebiasaan Melly seperti itu. "Oh iya, aku tadi habis masak, Ayo kita makan malam." Ajaknya. 

"Wah, kamu memasak?"

"Hem, iya dong." Jawab Amira percaya diri. 

Melly heran melihatnya, "Bukannya kamu tidak suka memasak ya?, kok tiba-tiba saja kamu memasak?, Apa semenjak menikah dengan Glen?." Goda Melly. 

"Hahaha, bukan. Kamu tidak tahu saja, beberapa tahun terakhir ini aku mulai suka memasak dan belajar memasak." Jelas Amira sambil berjalan keluar dari kamar Melly dan diikuti oleh Melly. 

"Widih, kenapa pas kamu datang ketempatku tidak pernah menunjukkan skill masak memasakmu itu." 

"Karena tujuan utama ku adalah, untuk menikmati masakan buatan mu, Mell. Aku merindukan masakan mu." Ucapnya terkekeh. 

"Wahh, banyak sekali. Sejak kapan kamu memasak ini semua?." Ujar Melly melihat beberapa hidangan makanan terletak di meja makan. "Kelihatannya sangat enak."

"Makananya simpel saja, tidak membutuhkan waktu banyak untuk memasak ini." Ucap Amira sambil membuat makanan itu ke piring Melly.

"Oke, mari kita lihat seberapa enak masakan Amira ini." Ucapnya mulai mencicipi. 

Amira melihat Melly yang sedang mecicipi sup ayam buatannya. 

"Waaw, serius ini enak banget, Mir. Kok kamu bisa sekeren ini sih masak sup?, selama ini aku tidak tahu." 

"Hahaha, bagus deh kalau enak. makasih lo udah menyukainya."

"Sepertinya kamu harus terus memasak ini untukku selama aku disini, Mir." Pintanya. 

Amira tersenyum kesenangan mendengarnya. "Tentu saja. Oh iya, kebetulan sekali kamu dan Glen menyukai makanan yang sama dari masakan ku." Ucapnya. 

Melly terdiam sejenak ketika hendak memasukkan sendok makan berisi kuah sop itu kemulutnya. 

"Aku akan memasak nya setiap hari untuk kalian deh." 

"Glen menyukainya?,"

"Hem, dia sangat suka. Bahkan dia juga meminta untuk aku masakin ini setiap hari. Sama seperti kamu." Jawabnya. 

"Oh, Kebetulan sekali ya." Ucap Melly ambigu dan tersenyum setelah mengetahui itu. Selama dia hidup dengan Glen, Glen tidak pernah mengatakan menyukai masakan apapun yang Melly buat, bahkan untuk makan saja Glen jarang dirumah. 

Seketika suara pintu terbuka dari depan terdengar. dan mengalihkan fokus mereka, lalu Amira melihat Glen sudah kembali. 

"Lihat, dia sudah pulang. Panjang umur." Ucap Amira.

"Glen, kemari lah. Ayok kita makan." Ajak Amira ketika melihat Glen hendak berjalan kekamar. 

Lalu Glen menyadari Amira di dapur, lalu beralih melihat Melly sedang bersamanya dan tersenyum kepadanya. 

"Oh, iya syang. Aku akan datang nanti." Ucap Glen tersenyum kepada Amira.

"Mir,"

"Kenapa?."

"Aku benaran tidak apa-apa berada dirumah ini kan?." Tanya Melly polos. 

"Ya enggak dong, kenapa kamu bertanya seperti itu?."

"E-em, enggak. Hanya saja aku kurang enak pada Glen. Sepertinya dia menjadi sedikit canggung karena keberadaan ku."

"Enggak kok, Mell. Dia memang seperti itu. Entar juga lama-lama sudah kebiasaan. Kamu juga mengenalnya, dari SMA kita sudah berteman dan sering bermain bersama. Kamu tahu sendiri dia orangnya sok cuek" Tutur Amira berusaha membuat Melly merasa nyaman. 

"Hahaha, iya sih. Aku jadi ingat, ke orang lain dia sangat datar, sementara padamu dia berubah menjadi orang yang bayak bicara. Mungkin kalau kita tidak temanan dia tidak akan pernah mengajakku bicara dulu." Ucap Melly terkekeh mengingat semua kenangan ereka SMA dulu. 

Amira tertawa, menyetujui perkataan Melly itu benar. 

"Kenapa Glen belum datang juga?." Tanya Melly "Aku khawatir, dia tidak mau makan karena aku berada disini."

"Bukan karena itu, Mell. Aku akan memanggilnya, mungkin saja dia sedang mandi." Ucap Amira lalu pergi untuk mengecek Glen dikamar. 

Melly tersenyum licik. "Aku minta maaf, Mir. Tapi aku tidak menyukai kalian berdua bersama. Glen adalah milikku, dan dia tidak pantas untuk mu. Akan ku ambil kembali yang sudah menjadi meilikku dari orang lain." Ucapnya berbicara pada dirinya sendiri. 

Disisi lain, Amira masuk kedalam kamar dan melihat Glen yang sedang duduk di atas tempat tidur masi memakai pakaiannya tadi dari kantor. 

"Sayang, kamu kenapa melamun seperti itu?," Amira menghampiri Glen. "Apa ada masalah?." Tanya nya khawatir. 

"E-em, enggak kok." Jawabnya. 

"Tapi ekspresmu terlihat seperti ada sesuatu. Sayang, jangan menyembunyikan masalah mu dari ku. Aku bisa kok menjadi pendengar yang baik dan siapa tahu aku bisa memberi solusi." Ucapnya sambil memegang bahu Glen. 

Glen menatapnya lalu tersenyum, "Gak ada sayang, semuanya baik-baik saja. Aku hanya ingin, kita akan bersama selamanya. Saling percaya satu sama lain."

Amira menatap Glen bingung, karena merasa aneh saja kedengarannya perkataan Glen barusan. "Pasti dong sayang. Kita akan bersama selamanya." Jawabnya. 

"Aku mencintai mu." Ucapnya serius menatap Amira. 

"Aku juga mencintai mu." Jawab Amira, "Sebaiknya kita makan dulu, yuk. Kasihan Melly sudah menunggu disana, sementara kita dikamar mesra-mesraan seperti ini." Ujarnya tidak enak. 

"Amira,"

"Iya?."

"Boleh aku bertanya?,"

"Hem, tentu saja. Kenapa?."

"Kapan Melly akan pulang?." Tanya nya. 

Amira menatap Glen bingung. "Apa kamu tidak menyukai dia berada disini?." Tanya Amira

"Bukan seperti itu, hanya saja aku merasa harus menahan diri untuk tidak mesra-mesraan bersama mu," Ucapnya terkekeh. 

"Hahaha, ya ampun hanya karena itu?. Tenang, dia disini hanya dua minggu saja, setelah itu kamu bebas melakukan seperti yang kamu mau." Ucap Amira tersenyum.

"Hem, baiklah." Ucap Glen cemberut. 

"Aku minta maaf ya sayang, harus membagi waktu ku diantara kamu dan meli selama dua minggu ini." 

"Sejujur nya aku tidak mau sih, tetapi demi kebahagiaan mu, apa yang tidk akan aku relakan." Ucapnya mulai menggombal. 

"Sudahi gombalan mu itu, sebaiknya kita makan sekarang." 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!